Takdirku?

Takdirku?
Temui aku


__ADS_3

Brummm Brummm Brummm...


Suara deru motor mendekat di area parkir Rumah Makan milik Andi.Tak lain dan tak bukan,itu adalah suara motor milik Andi. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam,alhirnya Andi sampai di tempat tujuannya untuk menguak semua benang kusut.


Andi melepas helm yang dikenakannya. Ia berjalan menuju ke area makan tempat dimana lara pegawainya sedang bersantai ria.


Semua nampak menengok saat mendengar suara motor berhenti. Lalu saat melihat ternyata yang datang adalah Andi,mereka semua serentak langsung bangkit duduk dengan posisi yang benar.


"Mas Andi..."Sapa Dito di ikuti karyawan yang lain.


Sedangkan Andi hanya membalas dengan anggukan saja.Sejujurnya Andi berusaha mengontrol emosinya. Andi telah mengantongi 1 nama yang menjadi tersangka. Namun Andi tak ingin gegabah,Andi akan memastikannya terlebih dahulu sebelum menguak semuanya.


"Pasti kalian semua sudah tau kan tujuan saya datang kesini?" Ucap Andi setelah duduk di kursi.


"Tau Mas..." Jawab semuanya serempak.


"Semuanya sudah berkumpul disini?" Tanya Andi kemudian.


"Kurang Sofyan dan Siti Mas." Jawab Dito.


"Kenama mereka?"


"Sofyan sedang membuang sampah yang ditinggalkan pencuri semalam.Saat semua barang diangkut,isi di dalamnya di buang semua kelantai.Semua sayur yang tersimpan dikulkas juga busuk lagi seperti biasanya dan berceceran di lantai.Dagingpun juga mengalami hal serupa." Jelas Dito.


"Jika Siti?"


"Siti tadi sepertinya sedang ke kamar mandi Mas." Jawab Dian.


"Baiklah,kita tunggu mereka dulu."


5 menit kemudian keduanya datang di waktu yang selisih sedikit.Sofyan datang lebih dulu dengan tangan yang basah. Sepertinya Ia habis mencuci tangan karena kotor.


Sedangkan Siti datang setelahnya. Namun ada hal yang aneh,Siti menunduk tak menatap Andi sama sekali.


"Baiklah...Karena semuanya sudah berkumpul,maka saya akan memulai saja pembicaraan ini."


"Seperti yang kalian tau. Akhir-akhir ini banyak terjadi hal ganjil di sini. Berawal dari makanan baru yang basi. Bahan makanan yang busuk. Orang yang mengaku keracunan hingga membawa kabur uang saya. Dan yang terakhir saat ini adalah kasus pencurian yang terjadi semalam. Apakah ada yang bisa menceritakan pada saya ? Siapa yang pulang terakhir kemarin sore? Dan siapa yang tadi pagi berangkat paling awal?" Tanya Andi tanoa berbasa basi.


Tak ada jawaban sampai detik ke 5.Semuanya seolah bungkam tak berani berucap.


"Sa-saya yang pulang paling akhir kemarin sore Mas." Ucap Dian terbata.


Andi mengernyit dan sedikit menolehkan kepalanya kesamping.Andi menatap Dian yang terlihat cemas.


"Apa kamu sudah memastikan seudah mengunci semua pintu masuk?"

__ADS_1


"Su- sudah Mas... ."


"Ada hal yang janggal saat kamu akan pulang?"


"Ti-tidak Mas." Mata Dian melirik ke arah Dito saat mengatakan hal tersebut.


"Kenapa kamu melirik Dito? Ucapkan semuanya ! Jangan ada hal yang kamu tutupi !" Tegas Andi.


Dito yang dilirik hanya diam saja tanpa memberikan reaksi.


"Sa-saat sa-saya mau mengunci pintu utama.Di-Dito menahan saya,Dito masuk kembali kedalam dan keluar 10 menit kemudian Mas. Lalu setelah itu saya mengunci pintu utama." Ucap Dian sambil menunduk.


"Heiiii..." Dito yang namanya dibicarakan buka suara.


"Diam." Andi menatap Dito memintanya tak membantah.


"Apa kamu tau alasan Dito kembali kedalam?" Sambung Andi.


"Ti-tidak Mas. Saat saya tanya,Dito hanya menjawabnya dengan Rahasiaa,mau tau aja. Seperti itu." Dito menunduk takut.


"Dito...Jadi apa yang kamu lakukan saat itu ?" Andi beralih menatap Dito.


"Ckkk...Aku cuma mencari kunci motorku yang tertinggal.Aku lupa menaruhnya dimana,jadi agak lama untuk menemukannya." Jelas Dito dengan kesal karena dituduh.


"Baiklah....Lalu siapa yang berangkat paling awal tadi pagi ?"


"Apa yang kamu lihat?"


"Pintu utama masih terkunci,namun kuncinya berada di samping vas bunga.Kupikir Dian tak sengaja menjatuhkan kuncinya. Lalu aku mengambilnya dan masuk lebih dulu." Jelas Siti sembari menunduk.


"Tapi kunci yang sebenarnya masih saya bawa." Ucap Dian menyela.


"Tapi kunci yang saya temukan juga bisa untuk membuka pintu utama." Tegas Siti.


"Lalu ?" Andi meminta Siti melanjutkan ceritanya.Dan menyimoan informasi dari Dian.


"Sa-saat saya masuk.Kondisi depan tak ada yang mencurigakan.Namun saat saya sampai di area dapur,saya melihat semuanya sudah berantakan.Dan melihat beberapa benda hilang dari tempatnya.Saya langsung berlari keluar dan berteriak.Saya menunggu yang lain datang.Dan 15 menit kemudian Supri datang. Lalu disusul yang lainnya." Jelas Siti.


"Hemmm...."


"Apa ada hal yang menurut kalian janggal?" Tanya Andi menatap Seluruh karyawannya


Yang ditatap hanya diam tak bereaksi.


"Kunci pintu belakang yang hilang tiba-tiba ketemu menempel dipintunya.Ada duplikat kunci depan yang ditemukan oleh Siti.Kenapa si pencuri tak keluar melalui pintu utama lagi? Mengapa malah keluar melewati pintu belakang?" Ucap Andi menjelaskan.

__ADS_1


Sontak seluruh orang memikirkan hal yang sama.Andi mengamati tiap perubahan wajah mereka.Andi menatap wajah seseorang yang terlihat gelisah.


"Saya sudah mengantongi satu nama yang saya curigai.Haruskan aku mengungkapkan semuanya disini? Atau orang itu mau mengungkapkan kejahatannya sendiri di deoan semua orang?" Ucap Andi ambigu.Membuat seluruh orang dirundung tanda tanya dan oerasaan was-was.


"Sa-saya izin ke kamar mandi Mas !" Ucap Siti tiba-tiba memecahkan suasana tegang.


"Tak ada yang boleh keluar dari sini sebelum semuanya selesai." Ucap Andi dingin.


Sontak karyawan lain saling lirik.Mereka mulai mencurigai Siti yang tiba-tiba hendak meninggalkan ruangan.


"Ta-tapi saya benar-benar sudah tak kuat." Ucap Siti dengan menunduk.


"Ckk...Baiklah,kamu boleh pergi." Andi mengalah.


Setelah kepergian Siti,Dito berucap dengan pelan.


"Kenapa Siti di izinkan pergi Mas? Bagaimana jika orang yang kamu maksud adalah Siti? Lalu bagaimana jika dia akan kabur?" Ucap Dito bertanya dengan heran.


"Bagaimana kamu tahu jika orang yang kumaksud adalah Siti?" Tanya Andi mengernyit menatap Dito.


"Karena semua perkatann Mas menjurus ke Siti. Dan Siti tiba-tiba izin pergi saat Mas Andi mengatakan hal tadi." Ucap Dito dengan percaya diri.


"Semua bisa menjadi tersangka.Jadi jangan mengambil keimpulan jika tak memiliki bukti yang kuat." Ucapan Andi membuat Dito mati kutu.


"Baiklah....Hari ini kalian semua akan menerima gaji.Mungkin ini akan menjadi gaji terakhir kalian dari saya. Saya sudah mantab akan menutup Rumah Makan ini.Saya mohon maaf jika selama saya menjadi atasan kalain,terdapat kata-kata dan tindakan saya yang tak berkenan dihati."


Tiba-tiba suasana menjadi mendung.Raut wajah mereka menjadi sedih.Bahkan para wankta ada yang meneteskan air mata.


Mereka menerima amplop gaji terakhir dengan tangan gemetar.


"Terimakasih atas semua kebaikannya selama ini Mas." Ucap para karyawan Andi dengan membungkuk memberi hormat.


"Saya yang berterimakasih pada kalian.Tanpa kalian, Rumah Makan ini tak akan berkembang seperti ini.Yeaahhh.... Walaupun pada akhirnya harus tutup juga.Semoga kalian mendapatkan pekerjaan yang lebih baik setelah ini." Andi membalas membungkukan badan.


"Kemarilah mendekat.Beri aku pelukan perpisahan." Andi merentangkan tangannya,Ia memeluk setiap karyawan laki-laki.Dan mengusap bahu karyawan perempuan.


Saat memeluk seseorang,Andi berbisik pada seseorang yang tenagh berada didalam pelukannya.


"Temui aku diruang kerja setelah semuanya pergi.Jangan coba-coba untuk kabur,atau keluargamu akan menerima akibatnya." Andi melepaskan pelukannya. Di tepuknya agak keras bahu seseorang tersebut.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambungg....


__ADS_2