
Dikamar,Andi meminta April untuk segera berbarung dan beristirahat.Namun,April malah diam termwnung duduk di tepi ranjang.
" Dekk." Panggil Andi lembut seraya mengusap punggung April.
Ada desiran aneh menjalar ke tubuh Andi.
Astagaa... Hanya menyentuh punggungnya yang masih berbalut kaain saja,tubuhku sudah berdesirr. Apalagi kalau menyentuh yang lainnya?. Batin Andi terpwjam menahan gejolak dalam diri.
April menoleh dengan wajah datar,tanpa berucap.Andi menelan ludahnya kuat-kuat,merasa merinding dengan tatapan April.
" Ki-kita istirahat yaa... Kamu pasti lelah." Ucap Andi.
April memalingkan wajahnya,kini pandangannya kosong lurus ke depan.
" Aku itu anak haram Mas..." Lirih April dengan setitik air mata.
" Aku ada karena sebuah kesalahan..."
" Aku ada karena sebuah dosa besarr..."
" Aku... Akuu... hikss hikss hikss..." April menutup wajahnya dengan tangis yang tersedu-sedu.
Tanpa ba bi bu,Andi langsung memeluk tubuh Apeil erat,menyalurkan ketenangan.
" Akuu berawal dari hal yang hinaa Mass.... " Lanjut Aprill.
" Huussttttt.... Semua yang kamu ucapkaan itu salah..." Andi mengelus kepala April.
Andi mengendorkan pelukannya,ditangkupnya wajah April dengan kedua tangannga.
" Kamu itu April. Gadis cantik nan solihahh. Gadis baik dan suci." Ucap Andi memenadang lekat netra April.
April menatap Andi dengan sesenggukan.
" Satu yang perlu kamu ingat !! Tak ada satu pun anak yang terlahir dalam keadaan haram. Anak yang lahir di dunia ini,terlahir dengan marwah yang suci. Yang haram adalah perbuatan orang tuanya,bukan anaknya." Ucap Andi mengunci pandangan April.
" Lagipula,Ibu tidak berzina... Ibu adalah korban pemerkosaan. Ibu tak bersalah... Jadi,jangan pernah merendahkan dirimu sendiri..."Ucap Andi lembut. Andi mengecup kening April dengan sayang.
" Sekarag kita tidur." Putus Andi lalu membantu April merebahkan diri di ranjang.
Andi menyelimuti tubuh April.
" Ini guling mau ditaroh di pinggir atau tengah?" Tanya Andi.
" Terserah Mas Andi." Singkat April.
" Kali aja mau ditaruh ditengah. Kayak waktu malam selesai lamaran itu." Goda Andi.
Tapi sayang,April hanya bungkam tak menyahuti gurauan Andi. Andi menaruh giling di pinggir,tepatnya di belakang tubuhnya.
Malam pertamaku kacau karena kedatangan Toni. Jadi,aku tak mau tidurku diganggu dengan kehadiran guling di tengah tengah aku dan kamu Dek... Batin Andi lalu ikut merebahkan tubuhnya disamping April.
__ADS_1
Satu detik... Dua detikk... Tiga detik...Tak ada perkataan apapun.
" Dekk...?" Panggil Andi lirih...
" Kamu sudah tidurr?" Tanya Andi..
Tak ada jawaban,Andi menoel pelan lengan April. Masih tak ada pergerakan.
" Cepat sekali tidurmu Dek..." Gumam Andi.
" Aku peluk yahh..." Ucap Andi langaung merengkuh tubuh mungil April.
April tidur dengan posisi miring membelakangi Andi. Jadi Andi dengan leluasa dapat memeluk April dari arah belakang.
"Kalau gini kan enak,Mas bisa dekat-dekat denganmu." Gumam Andi menikmati dinginnya tubuh April.
Andi tak langsung tidur,Andi malah setia mengelus rambut April,berusaha memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam tidur April.
" Pasti hari ini adalah hari yang berat untukmu. Kamu hebat,sudah berjuang sejauh ini." Lirih Andi.
" Jangan pernah menyerah yah... Aku akan selalu ada bersamamu,menggenggam tanganmu memberimu kekuatan." Bisik Andi lalu menusul April ke alam mimpi.
Terdengar dengkuran halus dari Andi. April membuka matanya. Sebenarnya April belum tertidur,Ia hanya terpejam berpura-pura tidur.April kembali menangis mendengar ucapan Andi.
Apa aku bisa Mas? Apa aku sanggup menjalani hidupku yang berat ini? . Batin April pilu.
April menangis dalam balutan lembut pelukan Andi. April meratapi paitnya takdir yang harus Ia lalui.
.
.
.
" Dekkk... Sudah subuh,yok bangun solat subuh dulu." Ucap Andi lembut sembari mengelus rambut April.
April mengerjap,hal pertama yang ia rasakan adalah,matanya berat. Sepertinya bengkak,karena seharian menangis kemarin.
April berbalik menatap Andi yang masih setia memeluknya,sembari terus mengelus rambutnya.
" Cantik banget sih istrinya Mas.." Goda Andi sembari mencolek hidung April gemas.
Namun sayang,sepertinya April masih dalam suasana kelabu.
" Senyum dongg sayangg... Ini hari pertama kita menjadi pasangan suami istri lohh.. Masak bangun-bangun,Mas disuguhin muka kamu yang cemberutt..." Ucap Andi..
" Awas Mas,Aku mau solat subuh." April mendorong tubuh Andi,memintanya menjauh.
"Galak banget sih istrinya Mas." Ucap Andi sembari terlentang karena terdorong April.
April tak menghiraukannya,April langsung menyambar jilbab,lalu keluar untuk mengambil wudhu.
__ADS_1
" Sepertinya akan sulit untuk meluluhkanmu Dek." Gumam Andi menatap kepergian April.
Andi pun bangkit menyuaul April untuk mengambil wudhu. Setelah keduanya berwudhu,mereka solat berjamaah di kanar April.
April memandangi punggung Andi yang berdiri di hadapannya.Bersiap menjadi imam untuk April.
Sekarang niatku untuk solat sudah berbeda. Yang biasanya Ada'an lillahita'ala... Sekarang menjadi Makmuman lillahita'ala. . Batin April .
" Sudah siap?" Tanya Andi menengok ke belakang. April hanya mengangguk.
" Allahuakbarr..." Suara Takbirotul ikhrom menggetarkan hati April.
" Bismillahirohmanirrahimm... Alhamdulillahhirobil alaminn----" Lantunan suara merdu Andi dalam membaca ayat demi ayat membuat April terpaku.
"waladhollin..."
" A-aaminnn..." Ucap April dengan suara bergetar.
April solat subuh dengan khusyuk,hingga air matanya mengalir di setiap rukunnya.
Ampuni hamba yang tak pernah ikhlas menjalankan setiap takdir yang telah engkau gariskan Ya Allah. Jadikanlah hamba,manusia yang patuh terhadap seluruh aturanmu. Bimbinglah hamba menuju jalan yang engkau ridhoii... Batin April di sujud terakhirnya.
" Assalamualaikum warah matullah..."
Solat pun selesai. Andi berbalik lalu mengulurkan tangannya ke arah April.
April beringsut mendekat,diraihnya tangan Andi,diciumnya dengan tulus. Andi pun menelus pucuk kepala April yang maaih berbalut mukenah.
April melepas tautan tangan.Andi menarik April mendekat. Diciumnya kening April lembut.Setelahnya,Andi menempelkan dahinya dan dahi April.
" Istriku wanita yang kuat." Bisik Andi lebut.
Andi menjauh,membiarkan April berzikir serta berdoa kepada sang kholik.
Andi mengambil kitab suci,membaca surah al insyirah untuk memberikan ketenangan di hati April.
April diam meresapi lantunan merdu suara Andi. Perlahan,ketenangan mulai menjalar dalam hatinya. April merasa lebih damai dan tentram.
Mas Andi,kamu memang lelaki yang pandai mengambil hati . Batin April dengan senyuman tipiss.
" Shadaqallahul adzimm..." Andi menutup Qur'annya.
Dilihatnya April yang diam memejamkan mata,dibibirnya terukir senyum tipis yang kasat mata.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambunggg....