Takdirku?

Takdirku?
Vani sudah dilamar?


__ADS_3

Setelah kembali mengambil pisau,April kembali duduk di depan Mas Apit sembari memetik kangkung.


"Wokk..." Panggil Mas Apit yang senang sekali memanggil April dengan istilah Wok(sebutan bagi perempuan dalam jawa).


Jujur saja,April pun sangat suka dipanggil seperti itu.Seperti lebih halus dan enak didengar.


"Hemm...Ada apa Mas?" Jawab April mendongak.


"Kata si Yen,Vani udah dilamar orang ya?" Tanya Mas Apit dengan nada pelan.


"Mas Yen kata siapa Mas?" Tanya April memastikan.April takut jika dituduh membocorkan rahasia Vani.Pasalnya hanya April yang mengetahui jika Vani sudah memiliki tunangan.


"Entah,tapi tadi kayaknya Yen diberi tahu si Agung.Katanya Agung lihat postingan Vani di FB.


Ooohhh dari Fb...Untung saja sudah jelas sumbernya.Bahaya jika Vani nuduh aku yang nyebarin masalah ini. Batin April lega.


"Woee Kalii...Lu denger gak sih?" Ucap Mas Apit keras tepat disamping telinga April.


"Eh burung copott." Peikik April terkejud samlai membawa-bawa ayam.


"Ha ha ha...Burungnya siapa yang copot Kal? Burungnya Bapak kamu? Ha ha ha...Kasihan Ibumu dong nanti." Bengwk Mas Apit tertawa terpingkal-pingkal.


Plakk...Tepukan keras April layangkan pada lengan Mas Apit.


"Aduh duh duh sakit Kaliii." Pekik Mas Aprit kesakitan.


"Ya habisnya Mas Apit ngomongmya gitu.Saru tauu !! Gak baik kalo didenger orang.Disini yang masih perjaka dan perawan banyak.Emangnya Mas Apit yang udah gak perjaka lagi." Ejek April sambil berusaha menahan tawanya.


"Eh eh eh berani kamu yah mengejek aku.Aku sumpahin kamu nikah muda biar jadi gak perawan lagi.Nanti kalau kamu udah tau rasa nikmatnya burung,pasti bakal ketagihan. Ha ha ha." Mas Apit balas mengejek April dengan kata-kata yang tak kalah absurd.


Gak tau aja kamu Mas kalau aku memang akan nikah muda.La wong aku juga udah di lamar pria kok,malahan nanti bulan Agustus udah mau nikah. Batin April geli ingin tertawa mendengar ucapan sumpah Mas Apit.


"Aminnn..." April meng-aminkan ucaoan sumpah serapah yang Mas Apit lontarkan.


"Lah lah lah Kok..." Mas Apit jadi bingung sendiri dengan respon April yang justru terlihat biasa saja dan malah meng-aminkan ucapannya.


"Kenapa lah lah lah?"


"Kok kamu malah nga-minin ucapan aku sih...Nanti kalau ucaoan aku mujarab terus kamu beneran nikah muda gimana hayoo... ." Ucap Mas Apit menakuti.


Ha ha ha...Gak kamu sumpahin aku nikah muda pun,aku juga pasti akan nikah muda kali Mas.Sebelum kamu nyumpahin aja aku sudah di lamar pria. Batin April tertawa.


"Ya gak papa lah,aku sih B ajah." Ucap April manja.

__ADS_1


"Wahh setres nih anak satu..." Heran Mas Apit geleng-geleng kepala.


April hanya tersenyum menanggapi ucapan Mas Apit.


April memang paling dekat dengan Mas Apit sejak di hari pertama masuk.Mas Apit orang yang supel dan ramah serta dapat mencairkan suasana.April pun samgat nyaman jika sedang bersama Mas Apit.


"Eh tapi tadi yang soal si Vani yang udah punya calon suami beneran yah?" Tanya Mas Apit lagi dengan berbisik-bisik.


"Iya beneran...Tapi jangan bilang-bilang ke yang lain yah Mas." Jawab April berbisik pula.


"Asyapp."


" si Vani udah punya calon suami?" Pekik Mbak Resa dan Mas Agung bersamaan.


Ternyata sedari tadi mereka menguping oembicaraan April demgan Mas Apit.Posisi mereka saai ini berada tepat di tengah-tengah April dan Mas Apit.Karena saking asyiknya mengobrol,April sampai tak tau jika Mbak Resa dan mas Agung sedamg mengupung disampingnya.


"Huuussssttt...." Buru-buru April membekap mulut keduanya.Karena saking dadakannya,April terlalu mendorong Mbak Reaa dan Agung sampai mereka terjengkang bersamaan ke arah belakang.


Mbak Resa dan Mas agung terjengkang dari kurai yang mereka duduki.Kaki mereka masih setiap menempel pada kursi,tapi dengan posisi punggung yang menempel pada tanah.Dan April yang jatuh berada diatas mereka.


Hingga menciptakan rasa sakit yang dua kali lipat.Mungkin jika diibaratkan dengan pribahasa.Sudah jatuh tertimpa tangga. Namun tangganya berupa manusia bernama April


April pun juga ikut kejengkang menindih Resa dan Agung.


"Maapp.." April nyengir lalu berusaha bangkit.


Tukkk....Sebuah kentang mendarat di dahi April.


"Aduhh..." Keluh April mengusap-usap dahinya.


Aprik memgambil kentang yang menimpuk dahinya tadi lalu Ia menatap Mas Agung dan Mbak Resa.


"Kentang apa ini? Kok bisa-bisanya mendarat dilandasan pesawatku?" Ucap April yang mengumoamakan jidatnya yang sedikit lebar demgan istilah landasan pesawat.


"Ha ha ha...Itu tadi kentang ditanganku.Pas jatuh terlempar,eh teenyata mendarat di lapangan bola yang luas." Ucao Maa Agung teekekeh-kekeh.


"Ada apa ribut-ribut dibelakang?" Tanya Mas Tono dengan setengah berteriak.


Saat jatuh kejengkang tadi menimbulkan suara yang cukup keras karena kursi plastik yang di duduki bergesekan dan terbalik.Ditambah lagi teriakan kaget Resa dan Agung.


"Ma-maaf Mas." Ucap April,Resa dan Agung kompak.


"Kerja yang bener jangan berisik !" Ketus Mas Tono yang terganggu.

__ADS_1


Mas Tono memamg tipe orang yang samgat disiplin dan galak.Tapi Mas Tono juga sangat baik dengan karyawan.Tak jarang Mas Tono iku bergabung makan dengan para karyawan laki-laki.Makan satu piring porsi besar bersama-sama,terkadang satu piring bisa dikeroyok sampai 4-5 orang.


Sungguh kebersamaan yang sangat baik bukan? Seluruh karyawan di rumah makan Lidah Desa memang sudah biasa makan seperti itu.


Walaupun hanya dengan sambal dan tempe tahu goreng. jika di makan bersama-sama,Rasanya akan mengalahi rasa memakan ayam goreng😂.


"Kamu sih Pril,Mas Tono jadi marah kan." Kesal Agung.


"Yeee kok aku sih...Ya salah kamu lah Mas.Orang yang teriak kan kalian." Ucap April membela diri.


"Ya kalau gak kamu dorong kan gak bakal teriak Kaliiii... ." Geram Mas Agung dan Mbak resa dengan geregetan.


"Salah sendiri suaranya keras-keras.Bahas soal Vani lagi.Nanti kalau Vani pas ada dibelakang ngambil makanan terus dengar kalo kita lg nggosipin di,pasti nanti dia marah tauk." Jelas April.


"Yaudah yaudah.... Eh tapu beneran Vani audah tunangan?" Ternyata mereka masih penasaran.


"Iyaa...Udah aku jawab kan? Udah hangan kepo ! Diam-diam saja jangan sampai bocor ke anak-anak lain.Terurama jangan sampai bocor ke anak Pramusaji.Biarkan yang kain tau sendiri." Ucap Mas Apit yang sedari tadi tertawa memyaksikan adegan menjengkang.


.


.


.


.


Bersambung


Maaf Jika Uodatenya telat yah Readeraa..


Happy readingg🤗


Jangan lupa Like


Komen


Vote


serta


Favorit.


Babayy....

__ADS_1


__ADS_2