
Setelah Vani masuk kedalam rumahnya,Joko menyalakan motornya berniat untuk pulang.Saat baru berjalan melewati 2 rumah,ada seorang pemuda yang menghalangi jalannya.Pemuda tersebut adalah tetangga dari Vani.
Joko menghentikan motornya lalu diam menatap pemuda yang menghalangi jalannya.Pemuda itu pun juga menatap Joko balik dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Maaf...ada yang bisa saya bantu?" Tanya Joko ramah,Joko berusaha menahan kekesalannya pada pemjda dihadapannya ini.
Pemuda itu hanya diam saja dan terus memperhatikan joko dengan tatapan yang tak dapat diartikan oleh Joko.
"Apa saya punya salah dengan anda? Kenapa anda menghalangi jalan saya?" Tanya Joko dengan wajah datarnya.Joko sudah mulai jengan karena sikap ramahnya dibalas tatapan yang tak enak oleh pemuda itu.
"Anda tak memiliki salah dengan saya.Tapi Anda salah jika berdekatan dengan Vani tetangga saya" Ucap Pemuda itu dengan suara yang mantab.
"Vani?" Ucap Joko kebingungan,Joko tak tau apa hubungannya hal ini dengan Vani.
"Ya,gadis yang baru saja kau antarkan pulang"
"Memangnya kenapa jika saya berhubungan dengan Vani?" Tanya Joko menuntut penjelasan.
"Apa Anda pacarnya Vani?" Sambung Joko memastikan maksud dari pemuda itu.
"Bukan" Jawab pemuda itu singkat.
"Lalu kenapa anda yang sewot? Sampai-sampai menghalangi jalan saya" Ucap Joko mulai emosi melihat kelakuan tengil pemuda itu.
"Ya karena ada hubungannya dengan Vani" Jawab pemuda itu tetap kekeh dengan alasannya.
"Apa? Anda juga suka dengan Vani? Makanya menghalangi saya untuk berdekatan dengan Vani gitu?" Tanya Joko terus menuntut penjelasan.
"Tidak juga" Jawab pemhda itu singkat,padat dan kurang jelas.
"Lalu mengapa? Mengapa Haaa?" Geram Joko memutar bola matanya malas.
"Santai saja dong broo,niat saya baik pada anda" Ucap pemuda itu sombong.
"Beri alasan sejelas-jelasnya mengapa Anda menghalangi jalan saya !! SEKARANG !!" Nada bicara Joko audah mulai sedikit meninggi.Joko geram menyikapi pemuda itu,terlalu bertele-tele dan tak mau langsung berterus terang saja.
"Ckk sialan lu,niat gue disini baik mau ngasih tau lo tentang Vani" Ucap Pemuda itu membela diri.
"Apa?"
"Apa hubunganmu dengan Vani?" Tanya pemuda itu memastikan terlebih dahulu sebelum menjelaskan perkara sebenarnya pada Joko.
"Kami hanya teman dekat.Aku suka dengannya dan seprtinya dia juga suka padaku" Jawab joko penuh percya diri.
"Ha ha ha ha ha" Tawa pemua itu pecah mendengar jawaban Joko.
Joko semakin emosi saat pemuda itu menertawainya.Joko tak tau mengapa pemuda itu bertanya padanya,lalu tertawa saat mendengar jawabannya.
"Apa maksudmu menertawaiku?" Ucap Joko emosi menatap tajam pemuda itu.
" Oh maafkan aku,ha ha ha.Sepertinya kamu perlu mengetahui suatu hal" Ucap Pemuda iti disela-sela tawanya.
"Berhentilah tertawa dan jelaskan maksudmu sejelas-jelaanya" Ucap Joko penuh penekanan.
__ADS_1
"Baiklah baiklah....Huuuuhhhhh,haaahhhh" Pemuda itu menarik nafas untuk menetralkan tawanya.
"Jadi begini,apa kamu tahu jika Vani sudah bertunangan?" Tanya pemuda itu dengan wajah seriusnya.
"Ha?"
"Cihh,jadi kamu benar-benar belum.mengetahuinya" Ucap pemuda itu sinis.
"Apa yang kau katakan?"
"Kau sudah dibodohi oleh Vani.Vani itu sudah memiliki tunangan.Rumah tunangannya hanya berjarak 7 orah setelah rumah ini.Tunangannya sekarang ada disemarang bekerja.Jadi maafkan aku jika perkataanku mematahkan hatimu.Kau harus pergi dan melupakan Vani bungg.Dia sudah milik orang lain,alangkah baiknya kau jangan mengganggu hubungan Vani dengan tunangannya" Jelas pemuda itu pada akhirnya.
Joko diam menganga tak percaya mendengar penuturan pemuda tengil itu.Apakah benar jika selama ini Vani hanya mempermainkannya.
"Apa kau bercanda?" Tanya Joko tak percaya
"Jika kau tak percaya dengan ucapanku,kau boleh membuktikannya besok.Lihatlah di jari manisnya sebelah kiri,disana akan melingkar sebuah cincin polos khas pertunangan" Ucap pemuda itu meyakinkan Joko.
"Terimakasih atas infonya,saya permisi dulu" Ucap Joko dengan pandangan kosongnya.
"Heii bung,jangan terlalu lama patah hatinya ya ! Hati-hati dijalan, jangan sampai menabrak karena tak fokus berkendara" Ucap pemuda itu menepuk bahunya dengan sedikit keras.
Tepukan itu membuat Joko tersadar lalu menatap pemuda itu.Joko tersenyum tipis menatapnya.
"Thanks broo" Ucap Joko lalu melajukan motornya pergi.
"Is is iss...kasiham sekali kau anak muda.Lebih baik kau tau sekarang sebelum kau jatuh cinta terlalu dalam" Ucap pwmuda itu memandang kepergian Joko.
Selama dijalan pulang Joko memikirkan perkataan pemuda itu.
Jika benar,harus bagaimana aku?
Apa yang harus ku lakukan?
Bahkan aku belum menyatakan perasaanku,tapi sudah harus merasakan patah hati.
Aku tak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka!
Lebih baik besok aku tanyakan pada April.April adalah orang terdekat Vani,pasti dia tahu kebenarannya.
Batin Joko terus menanyakan kebenaran dari informasi yang baru saja Ia dapatkan.Joko mengendara dengan fikoran yang bercabang kemana-mana,tapi Alhamdulillah Joko dapat kembali kerumahnya dengan semangat.
.
.
Keesokan paginya joko berangkag lebih awal untuk menemui April.Joko tau jika selama ini April adalah siswa yang tak pernah terlambat datang ke sekolah kecuali saat Ia tabrakan dulu.April selalu datang paling awal,bahkan mendahului tukang kebun,April pula yang selalu membuka pintu gerbang menuju parkiran.
Dan benar saja,saat Joko sampai di sekolah.Pintu gerbang sudah terbuka dan April sudah datang,duduk manis diatas motornya yang sudah terparkir.
Joko datang menghampiri April.Joko harus buru-buru bertanya sebelum Vani datang.Karena Vani adalah orang nomor dua setelah April yang selalu berangkat pagi.
"Ada apa Kak?" Tanya April bingung melihat Joko yang tergesa-gesa berlari kearahnya.
__ADS_1
"Kakak mau tanya sesuatu sama kamu Dek.Tapi kamu harus jujur dengan Kakak!" Ucap Joko serius dengan nafasnya yang masih terengah-engah.
"I-iya Kak" Jawab April yang malah menjadi gugup mendengar ucapan Joko.
"Apa benar jika Vani sudah bertunangan?" Ucap Joko langsung dengan wajah seriusnya.
Haduh mati aku.kenapa Kak Joko bisa tahu? Kenapa Kak Joko menanyakan hal ini juga padaku? Aku harus menjawab apa ini?
Batin April bergejolak bingung ingin menjawab bagaimana pertanyaan dari Joko.
"Jawab April,Kakak gak akan memarahimu ! Kakak juga gak akan bilang pada Vani jika kau mengatakannya.Kakak sudah tau dari seseorang,Kakak bertanya padamu hanya untuk memastikan kebenarannya.Jika memang benar Vani sudah bertunangan,Kakak akan pergi darinya,Kakak tak akan berhubungan lagi dengannya" Ucap Joko menatap lekat April yang menunduk.
"Ma-maafkan April karena tak memberi tahu Kakak sejak awal.April gak mau Vani marah dengan April Kak"
"Jadi benar jika Vani sudah bertunangan?"
"Be-benar Kak"
"Huffttt baiklah,terimakasih ya...Kakak permisi dulu" Ucap Joko lalu pergi menuji ruang Tata usaha
Aprik diam menatap Joko yang berjalan dengan langkah gontai.
"Pasti Kak Joko saat ini sedang patah hati" Gumam April.
"Haiii,Dorrr" Ucap Vani mengejutkan April.
"Astaga!! Sejak kapan kamu datang? Kenapa suara motormu gak kedengeran?" Kaget April melihat Vani yang tiba-tiba sudah berdiri disampingnya.
"Barusan,kamu lihat apa sih sampai tak menyadari kedatanganku?"
"Gak lihat apa-apa,aku hanya sedang berfikir" Jawab April berbohong.
"Apa yang kau fikirkan? Sampai segitunya?"
"Ah tidak apa-apa,aku hanya memikirkan Mas Andi saja" Bohong April lagi.
"Kenapa dengan Mas Andi?"
"Gak Papa kok,yok masok!" Ucap April mengalihkan pertanyaan Vani.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
jangan lupa like komen vote serta favorit ya Readersku
Happy Readingg