Takdirku?

Takdirku?
Perjodohan


__ADS_3

"Aprill" Ucap Bapak memanggil April yang sudah didepan pintu kamar.


April diam mematung tak berniat berbalik menghadap Bapak dan Ibu.


"Apa tadi kamu dengar percakapan kami?" Tanya Bapak melihat April yang berhenti.


"Mari kita bicara dulu nak,agar kamu tak salah paham dengan kami" Ucap Ibu yang menghampiri April.Ibu menuntun April untuk duduk di kursi samping Bapak.


"Apa kamu tadi mendengarnya?" Tanya Bapak mengulang pertanyaan yang sama.


"A-april tak sengaja mendengarnya pak" Jawab April menunduk.


"Huhhhh" Bapak menghela nafas sebelum menjelaskan,


"Karena kamu sudah mendengarnya,lebih baik Bapak jelaskan sekarang juga." Sambung Bapak.


"A-April mau mandi dulu Pak" Ucap April mencari alasan.


"Sebentar saja nak,jangan menghindar" Ucap Ibu lembut membelai rambut April.


"April,kamu sudah besar sudah pantas menyandang gelar sebagai istri.Tadi April sudah mendengar kan,jadi bagaimana? April setuju menikah dengan Andi?" Tanya Baoak langsung keintinya.


April diam menunduk,tangannya meremas telinga panci yang sejak tadi masih dipegang olehnya.


Melihat respon April yang diam saja,Bapak melanjutkan perkataannya.


"Anak perempuan jika menolak lamaran dari laki-laki yang akan melamarnya,nanti akan jauh jodohnya.Nanti akan jadi perawan tua alias gak payu rabi.Jadi perempuan kalo ada yang melamar harus diterima.Kamu mau kalau kamu menolak lamaran Andi nanti kamu jadi perawan tua yang gak nikah-nikah?" Ucap Bapak menjelaskan tentang perkataan orang tua jaman dulu.


"Tapi ini bukan jaman siti nurbaya Pak,April masih sekolah mana mungkin menikah Pak" Elak April berusaha mencari celah.


"Pak Ridwan sudah setuju jika kalian akan lamaran dulu saja.Nanti kalian menikahnya setelah kamu wisuda."


"Ta-tapi Pak"


"Nakk,lebih baik kamu terima yah.Andi orangnya baik kan,dia juga pekerja keras." Ucap Ibu ikut membujuk April


April tak tau harus menjawab apa.April ingin menolak tapi Ia tak ingin mengecewakan orang tuanya.Tapi jika April menerima perjodohan ini,Ia yang akan sengsara jika semha taka berjalan sesuai rencana.


April melihat wajah kedua orang tua angkat yang sudah merawatnya dari kecil hingga dewasa.Wajah penuh harap terpampang jelas tergambar diwajah keduanya.


April tak tega jika harus mematahkan harapan kedua orang tuanya.April memantabkan hatinya untuk menjawab.


Bismillah,semoga saya tak salah pilih.InsyaAllah pilihan orang tua tak akan salah.Ya,orang tua pasti akan memilihkan yang terbaik untuk anaknya.Aku akan membalas semua kebaikan mereka demgan cara menuruti permintaan mereka. Batin April memantabkan jawabannya.


"umur Andi 32 tahun" Ucap Bapak tiba-tiba.


JEDERRR


Terkejud April mendengarnya.April yang berumur 18 tahun harus menikah dengan Andi yang sudah kepala 3.


"Umur bukan penghalang suatu hubungan ,Pak ridwan dengan istrinya saja selisih 10 tahun.Alhamdulillah mereka langgeng samlai sekarang kan" Ucap Ibu tersenyum.

__ADS_1


Ya Allah bagaimana ini? Apa aku harus tetap menerimanya?. Batin April bingung.


"Terimalah nak !" Ucap Bapak


"Iya,terima saja ya !" Ucap Ibu


Ini mah bukan tawaran,lebih tepat jika disebut permintaan yang tak dapat ditolak. Batin April resah


"Pamali jika wanita menolak lamaran,nanti jadi perawan tua" Ucap Bapak menakuti April.


"April ikut keputusan Bapak saja,yaudah April ke kamar dulu" Ucap April berdiri dari duduknya.


Baru 5 langkah April menjauh,April berbalik dan menatap lurus ke arah tempat duduknya Ibu dan Bapak.April berjalan dengan wajah yang sulit diartikan.


Ibu dan Bapak saling pandang melihat eksprei wajah April.Jantung Ibu dan Bapak berdebar,takut April berubah pikiran lalu marah-marah menolak perjodohan ini.


"Panci April ketinggalan" Ucap April biasa tanpa memandang Ibu dan Bapak.April menundukkan wajahnya yang mendung karena hatinya yang berkecamuk memikirkan tentang perjodohan yang tiba-tiba.


"Huhhhh" Terdengar Ibu dan Bapak menghela nafas lega.Ternyata April hanya mengambil panci yang tertinggal.Karena terlalu takut,mereka sampai memikirkan hal yang berlebihan.


"Permisi" Ucap April berlalu setelah mengambil panci yang tadi di letakkan disamping Ibu.


Setelah April masuk kekamarnya.Ibu dan Bapak masih duduk berdiam di bangku ruang tengah.Ibu dan bapak saling pandang lalu mengelus dada.


"Tadi Ibu kira April berbalik hendak bicara menolak perjodohan Pak" Ucap Ibu yang masih mengelus dadanya.


"Iya Buk,Bapak juga berfikiran seperti itu.Apalagi ekspresi April tadi,seperti mau marah"


...🌻🌼🌻🌼...


Sementara dikediaman Pak Ridwan juga tengah dalam suasana yang tak enak.Pasalnya tak ada penolakan dari Andi,Andi yang akan dijodohkan memasang muka polosnya,mengiyakan semua perkataan orang tuanya.


"Kenapa kamu tak berontak dan menolak perjodohan ini An?" Tanya Ridwan heran,karena saat diberi tahu akan dijodohkan,Andi tak menolak sedikitpun.


"Apa Ayah mau aku menolaknya?" Jawab Andi santai


"Ya-yatidak lah,justru Ayah senang kalo kamu langsung menerimanya,Tapi..."


"Tapi apa yah?"


"Ta-tapi ini terlalu mudah,Ayah berfikir kamu akan berontak dan menolak mentah-mentah perjodohan ini." Ujar Ridwan dengan nada yang tak percaya.


"Lalu?"


"Ya Ayah pikir harus ekstra membujukmu untuk menerima.Bahkan Ayah berfikir akan memaksa dan mengancammu agar kamu mau An"


"Mengancam? Mengancam apa?" Tanya Andi bingung.


"Mengancam akan menutup rumah makan yang kamu rintis" Jawab Ayah.


"Kenapa harus bawa-bawah rumah makan Andi sih Yah? Apa hubungannya dengan perjodohan?" Tanya Andi kesal.

__ADS_1


"Ya jelas ada lah,kamu kan sangat menyayangi rumah makanmu itu sampai kamu jarang pulang.Jadi jika Ayah mengancammu dengan itu,pasti kamu akan menurut,karwna kamu takut kehilangan rumah makanmu itu" Jawab Ayah santai.


"Huhh"


"Tapi kenapa kamu langsung menerima perjodohan ini? Kamu kan orangnya anti perempuan"


"Ya- ya gak papa lah" Jawab Andi gugup.


"Kenapa jawabnya blekak -blekuk? Apa kamu punya tujuan lain?" Tanya Ayah penuh selidik.


"Eeemm emmmm" Andi bungkam,bingung hendak menjawab apa.


"Jawab Andii !!" Ucap Ayah tak sabaran


"Ya karena Andi mau mematuhi permintaan orang tua saja" Elak Andi mencari alasan.


"Lebih baik kamu katakan yang sejujurnya,kalau kamu tak mau jujur,Ayah akan batalkan perjodohan ini" Ucap Ayah santai menyandarkan punggungnya dibangku.


"Jangann,jangan dibatalkan ayah" Ucap Andi cepat.


"Berikan alasan yang logis agar Ayah dapat mempercayaimu"


"Emmm...Se-sebenarnya"


"Kenapa kamu tiba-tiba menjadi gagu..a e a e saja dari tadi.Sebenarnya kamu mau bicara apa sih? " Geram Ayah yang tak sabar melihat Andi yang bertele-tele.


"Sebenarnya Andi sudah tertarik dengan April sejak kejadian di depan gudang dulu Yah" Ucap Andi cepat.


Ayah tersenyum mendengar ucapan Andi.Kini Ayah tau,ternyata Putra semata wayangnya sudah tertarik pada calin istri masa depannya.


"April lulus sekolah kalian langsung menikah" Ucap Ayah cepat.


"Hahhh" Andi melongo mendengarnya.


.


.


.


.Bersambung


Maaf ya readerss,3 hari ini saya tidak update episode baru.Saya sedang banyak urusan didunia nyata.Otak saya pun ngeblank tak ada inspirasi untuk menulis.


Maaf ya jika episode ini kurang menarik


Happy readingg.


Jangan lupa Like Komen Vote serta favorit yah..


Dukungan kalian semangatku

__ADS_1


__ADS_2