
Terjadi kecanggungan yang teramat sangat antara Salim dan April.April yang diam membonceng sedangkan Salim yang fokus mengemudi.
"Emmmm,gimana kakimu?" Tanya Salim memecah kecanggungan.
"Gak papa kok Kak,cuma lecet sedikit"
"Tadi gimana jelajahnya? Seru?" Tanya Salim
"Seru kok,tapi juga sukses membuatku merinding" Jawab April
"Merinding kenapa?"
"Awalnya sih biasa saja,tapi saat melewati barisan bambu dan bambunya bergerak cepat dan diatasnya terdapat siluet hitam-hitam,dari situ aku takut.Sampai berlari terus jatuh dan terluka lagi kakiku"
"Oh ituu...Sebanarnya itu hanya jaket hitam yang diletakkan di atas bambu,terus bambunya ditarik dengan tali hingga bisa bergerak cepat mengayun ke arah jalan" Jelas Salim sambil terkekeh.
"Ohh pantas saja.Lalu putih-putih yang berdiam diri di kanan jalan itu apa?"
"Ohh itu sih Pak Arif.Pak Arif turun langsung kelapangan buat nakut-nakuti anak-anak." Jawab Salim santai.
"Haa?" Pekik April terkejud.
"Kenapa terkejud begitu?" Tanya Salim heran.
"Ta-tadi aku tak sengaja menendang kepalanya" Jawab April pelan.
"Haaa? Kok bisa?"
"I-iyaa...Pas aku mau lari tiba-tiba Pak Arif sujudd trus gak sengaja kepalnya ketendang kakiku."
"Ha ha ha,santai saja April.Pak Arif gak akan tahu kok kalo itu kamu,kan posisi gelap.Lagipula kamu kan ga sengaja" Ucap Salim mengurangi ketakutan April.
"He.emm...Terus yang putih-putih dibawah jembatan juga Guru ya Kak? Totalitas banget sampai tengah malam turun dibawah jembatan." Celetuk April.
"Dibawah jembatan?" Tanya Salim heran.
"Iya Kak,tadi aku lihat putih-putih berdiri di bawah jembatan,lebih tepatnya di samping tiang penyangga jembatannya" Jelas April
"Tak ada Guru yang bertugas dibawah jembatan" Tegas Salim
"Kalo bukan Guru berarti Temen Kakak ya? Berani banget yah." Ucap April kagum.
"Bukan juga" Ucap Salim cepat.
"Haa?" April bingung mendengar jawaban Salim
Salim dan April diam dengan pikirannya masing-masing.Tiba-tiba April menyadari suatu hal yang membuatnya bergidik.
"Ja-jadiii" April tergagap,lidahnya kelu untuk mengucapkan suatu kata.
"Be-berarti bu-bukan ma-manusia?"
__ADS_1
"Kemungkinan terbesar iya" Jawab Salim mendengar perkataan April.
"De-dedemit?"
"Saya yang mengatur penempatan untuk menakuti anak-anak Pril.Dan titik yang digunakan hanya di barisan pohon bambu dan di tempat Pak Arif tadi.Selebihnya gak ada lagi." Ucap Salim menjelaskan.
April diamm dengan pikiran yang berkelana.Antara terkejud dan tak percaya mendengar penjelasan Salim.
"Ja-jadi kemungkinan yang kamu lihat tadi memang---" Salim tak dapat melanjutkan perkataannya.Salim yakin April pasti mengerti maksud Salim.
"Be-beneran hantu dongg" Ucap April takut,Tanpa sadar April merapatkan duduknya.April melingkarkan tangannya ke perut Salim yang sedang mengemudikan motor.Tubuh April menempel pada punggung Salim,dengan tangan yang memeluk erat perut Salim.
Salim terkejud melihat reaksi April yang tiba-tiba,seketika tubuh Salim menegang.Namun didetik berikutnya salim tersenyum senang.
Salim menunduk menatap tangan April yang memeluk erat pinggangnya.Salim tersenyum senang,dengan berani Salim menggenggam tangan April yang melingkar diperutnya.Diusap perlahan tapi pasti untuk memberikan ketenangan pada April.
DEG DEG
Jantung April dan salim bersaut-sautan.April menyadari ada hal yang salah,buru-buru April melepas pelukannya.
"Ma-maaf kak gak sengaja" Ucap April gugup,April beringsut mundur memberi jarak dengan Salim.
"Eh,kenapa dilepas?" Ucap Salim menggoda
"emmmm gak papa Kak" Jawab April malu.
"Pegangan,nanti jatuh loh"
"Ini udah pegangan motor kok Kak" Jawab April cepat.
"Waduh ada anjing lagi" Ucap Salim menarik gas mempercepat laju motornya.
April yang trauma dengan gonggongan anjingpun langsung memeluk erat Salim.
"Ayo cepat pergi Kak,April takut dengan anjing.April trauma kalo dengar anjing menggonggong keras,Cepetan Kak" Rengek April menyembunyikan wajahnya pada lunggung Salim,pegangan April sangat erat,mengisyaratkan bahwa Ia benar-benar ketakutan.
Ada untungnya juga ketemu anjing komplek,aku jadi bisa dipeluk-peluk April lagi,Hi hi hi. Batin Salim senang.
"Ayo Kak cepetann,aku takut" Rengek April menduselkan(menggeleng-gelengkan kepala) kepalanya di punggung Salim.
Bukanya mempercepat motornya,Salim malah memperlambatnya agar momen yang langka ini bisa berlangsung lama.Salim sangat menikmati pelukan April.
"Anjingnya udah gak ada kok" Ucap Salim
"Enggak Kak ayo cepetann aku takutt" Rengek April yang masih menenggelamkan wajahnya dipunggung Salim.
"Cepetan gimana Aprill,ini kita sudah sampai didepan gerbang sekolah" Ucap Salim sambil terkekeh kecil.Saking takutnya April,April tak menyadari jika motor sudah berhenti didepan gerbang sekolah.
April diam mendengar ucapan Salim.Dibuka matanya,Ia mengintip dibalik bahu Salim.Benar saja,mereka sudah sampai didepan gerbang sekolahan.
"Ehemm,ini masih mau peluk-peluk terus sampai masuk ke sekolah nih? Aku sih fine-fine aja." Dehem Salim menggoda April.
__ADS_1
"Ehh,ma-maaf Kak" Spontan April melepas pelukannya dengan wajah merona malu.
"Gak papa kali,aku malah seneng kok" Goda Salim.
"Apa sih Kak" Buru-buru April melompat turun dari motor,karena saking malunya demgan Salim.
Karena tergesa-gesa,rok April tersangkut pijakan kaki.April kehilangan keseimbangan dan terhuyung kedepan hendak menciun dinginnya lantai.
"Aakhhh" Pekik April memejamkan mata pasrah.
Brukk
Terdengar bunyi sesuatu terjatuh,April tak merasakan sakit ditubuhnya.April membuka mata,Ia terkejud melihat wajah salim yang sangat dekat dengannya.
Ternyata April ditangkap oleh Salim,sehingga Ia tak jadi jatuh.Sedangkan suara tadi berasal dari motor Salim yang terjatuh karena Salim memilih menangkap April yang hendak jatuh.
Pandangan mata April dan Salim bertemu.Pandangan mereka terkunci,mereka seolah tak mau berpaling.Jarak yang sangat dekat membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.
"Kamu itu hobi terjatuh ya April" Bisik Salim pelan dengan mata yang masih bertaut.
"Ehemmn ehemm" Deheman seseorang mengejudkan mereka yang sedang saling berpandangan.
Sontak April dan Salim buru-buru menjauhkan diri.Mereka menoleh ke sumber suara.
"Bagoosss,mesra-mesran terusss sampai tak tau jika ada orang yang berdiri disini sejak tadi" Ucap Wahyu kesal melihat pemandangan yang membuatnya iri.
"Ha haha...Aku tak tahu jika ada orang disitu,Kupikir tadi patung selamat datang" Jawab Salim santai tanpa memperdulikan wajah April yang bersemu merah.
"Ayo kita masuk li" Ucap April bergegas menarik masuk Lili.meninggalkan kedua lelaki yang sedang bercanda.
"Loh eh eh eh...kok malah ditinggal sih Aa Salimnya" Ucap Wahyu menggoda April.
"Hust udahhh,jangan di goda terus Wahyuu" Geram Salim memukul bahu Wahyu.
.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf kalo episode ini kurang greget kurang sempurna ya Readers.Sungguh otak Author saat ini sedang bercabang banyak memikirkan kehidupan nyata author.
Saya sangat pusing tapi masih saya sempatkan untuk up,walaupun cuma satu.
Mohon dukungannya ya Readerss
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote serta favorit yah Readersku tercinta
lavvyuu;*