
Sementara Andi yang berada di Rumah Makannya nampak sangat frustasi.Bajunya berantakan,wajahnya kusut,rambutnya pun sudah acak-acakan bagai terhantam angin ****** beliung.
Bangaimana tidak,saat ini Rumah Makannya tengah dilanda musibah.Musibah yang berada diluar nalar manusia.
"Mas Andi..." Panggil salah satu karyawan Rumah Makan Andi.
Andi mengangkat kepalanya,tangannya masih setiap berada di kepalanya mencengkram rambutnya.
"Ada apa?"
"Emmm anu Mas,i-ituu a-anu..." Karyawan Andi berucao terbata-bata tak jelas.
"Bilang saja yang jelas." Ucap Andi tegas karena tak sabar dengan omongan karuawannya yang blekak-blekuk.
"Na-nasinya ba-basi Mas." Ucap Karyawan yang bernama Sofyan dengan takut.
"Kenapa bisa basi ? Apa itu nasi sisa kemarin dihangatkan? Bukankan sudah aku katakan.Jika sudah waktunya tutup dan nasi masih banyak,bagikan saja pada karyawan yang lain.Kenapa ini malah di hangatkan dan di sajikan ke pelanggan?" Ucap Andi dengan kesal.
"Ti-tidak Mas...Nasi yang basi tadi adalah nasi baru.Bahkan baru saja matang,belum ada 1 jam.Saat nasi matang masih bagus tak basi.Tapi saat sampai di meja pelanggan,pelanggan protes dan bilang jika nasinya basi kenapa di hidangkan." Jelas Sofyan dengan kelapa menunduk.
Andi lagi-lagi di buat hampir gila dengan masalah yang baru.Belum selesai masalah kemarin tentang adanya belatung dan paku di makanan pelanggan.Uang di kasir yang setiap harinya hilang satu juta.Kini malah muncul masalah baru tentang nasi Basi.
"Mungkin si Mbok masaknya kurang bersih,makanya nasinya basi." Jawab Andi mencari alasan yang logis.
"Ini sudah kejadian yang kedua kalinya Mas."
"Maksudnya?"
"Tadi sebelum itu juga terjadi hal yang serupa.Tapi belum sampai pada konsumen.Nasi yang baru di angkat dari panci dan dipindahkan dalam rice cooker juga basi.Itu hanya di tinggal selama setengah jam. Si Mbok kebelakang untuk mencuci panci bekas memasak nasinya tadi.Dan saat kembali,Mbok melihat jika nasi yang berada du dalam rice cooker sudah basi.Kindisi nasinya sudah bau dan berair,seperti nasi yang sudah basi dari kemarin.Padahal itu nasi baru,bahkan baru setengah jam yang lalau matang." Jelas Sofyan panjang lebar.
Andi tercengang mendengar penjelasan Sofyan.
Apa lagi ini ya Tuhann....Ini semua sungguh di luar akal manusia.Bagaimana bisa nasi basi padahal baru saja matang? Bagaimana bisa ada belatung dan paku dalam makanan yang disajikan? Ada apa ini Ya Allah.
Batin Andi benar-benar tak tau harus berbuat apa.
"Kenapa tidak langsung bilang ke saya?"
"Saat kejadian yang pertama,Mas Andi masih pergi ke pasar belanja.Dan saat Mas Andi sampai,Nasi yang ke 2 juga baru matang.Dan terukang lagi kejadian yang pertama tadi Mas.Dan saya buru-buru kemari untuk menyampaikannya pada Mas Andi." Jelas Sofyan.
"Hahhhh......Baiklah,suruh si Mbok masak nasi yang baru lagi.Jangan lupa perhatikan kebersihannya dan ucap Bismillah juga agar semuanya dipermudahkan."
"Baik Mas...Saya permi---" Ucaoan Sofyan terpotong,kala Dito berlari dengn panik.
"Mas gawat Mas..." Dito si kepala koki berlari mendekati Andi dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Ada apa Dito? Kenapa kamu terlihat sangat panik?" Tanya Andi dengan perasaan kalut.Tak siap jika harus menerima kabar buruk lagi.
"Hah hah hah..." Dito membungkuk dengan tangan memegang kedua lututnya.Nafasnya memburu karena lari tadi.
"Se-semua masakan basi semua Mas.Bahan sayuran dan protein di lemari pendingin juga pada busuk dan banyak belatungnya." Ucap Dito setelah selesai mengatur nafasnya.
"astagfirullah..." Ucap Andi dan Sofyan bersamaan.
"Bagaimana Bisa Dito?" Tanya Andi yang langsung bangkit dari duduknya.
"Saya juga tak paham dengan semua ini Mas.Semuanya tak bisa di nalar.Bahkan bahan masakan yang barusaja Mas Andi beli dari pasar juga sudah busuk semua tanpa terisa satu pun."
"Aarrrggggg...." Teriak Andi tertahan karena saking bingungnya.
"Di luar masih ada pelanggan?" Tanya Andi kemudian.
"Tidak ada saru pun pelanggan yang datang Mas. Setelah nasi basi tadi,para pelanggan yang melihat juga ikut meng cancel pesanannya dan pergi meninggalkan Rumah Makan." Ucap Dito menjelaskan.
"Yasudah...Balik papannya,kita tutup Rumah Makannya sekarang." Ucap Andi mengambil keputusan.
"Bagaimana bisa Mas? Bahkan ini saja kita baru buka 2 jam." Protes Dito.
"Ya mau bagaimana lagi? Kamu sendiri yang bilang jika semua sayur dan protein busuk,Nasi pun terus saja basi walau baru saja matang dimasak."
"Lebih baik kita tutup saja untuk hari ini.Kita cari solusi dari masalah ini bersama.Segera balik papannya, lalu kumpulkan seluruh karyawan di tempat makan lesehan.Kita akan adakan rapat dadakan untuk membahas masalah ini." Putus Mas Andi.
"Baik Mas."
Lima belas menit kemudian seluruh karyawan sudah berkumpul duduk lesehan.Andi pun memposisikan dirinya duduk di barisan paling depan agar dengan mudah mengamati seluruhnya.
"Assalamualaikum wr wb." Andi membuka rapat dengan salam.
"Waalaikum salam wr wb." Jawab Seluruh karyawan serempak.
"Kalian semua saya kumpulkan disini pasti sudah tau maksudnya kan? Jadi apa ada yang tau? Kira-kira apa penyebab dari semua ini?" Tanya Andi to the poin.
Seluruh karyawan Andi diam tak berani menjawab.
"Tolong bantu saya menjelaskan semua kejanggalan ini.Jujur saja,saya benar-benar tak paham dengan semua permasalahan ini." Sambung Andi lagi dengan wajah bingungnya.
"Emm Mass... ." Salah satu karyawan perempuan berucap dengan pelan.
"Iya Ti..." Ucap Mas Andi.Sontak seluruh mata menatap asal suara.Siti yang ditatap pun jadi ciut nyalinya.
"aa aa aa-nuu Mas..." Siti tergagap grogi di pandangi banyak mata.
__ADS_1
"Jangan takut,sampaikan saja apa yang ingin kamu ucaokan tadi." Ucap Andi ramah dengan senyuman.
"Apakah mungkin jika kejadian ini adalah ulah saingan bisnis Mas Andi.Mungkin ada Bos Rumah Makan lain yang tidak suka dengan bisnis Mas Andi yang ramai." Ucap Siti ber argumen.
"Maksudnya bagaimana Ti? Kalau ulah dari saingan lain,mana mungkin bisa masuk ke dalam dapur dan mengganti semua bahan makanan yang segar menjadi busuk? " Tanya Andi bingung dengan ucapan Siti.
"Bukan seperti itu maksud saya Mas.Jika seperti itu sangatlah tidak mungkin,karena semua terjadi hanya berjarak 1 jam saja.Tak akan sempat jika orang suruhan saingan datang ke dapur dan menukar semua bahan makanan menjadi busuk."
"Lalu?"
"Saya pernah menjumpai kasus yang serupa dengan kejadian di sini Mas.Tapi tak separah ini yang sampai ada belatung dan paku pada makanan konsumen.Tante saya yang memiliki warung di proyek besar juga pernah mengalami hal seperti ini.Dan setelah diselidiki ternyata ulah dari saingan Tante saya yang tak terima karena warung Tante saya lebih ramai dari pada warung orang tersebut."
"Jadi? Tolong jelaskan sejelas-jelasnya Ti !" Andi masih cengo dengan penjelasan Siti.
"Hal ini mungkin bisa jadi kiriman dari saingan Mas Andi.Saingan Mas Andi pergi ke dukun lalu meminta bantuan jin untuk membuat nasi dan seluruh bahan makanan di Rumah Makan ini menjadi basi Mas." Jelas Siti pada akhirnya.
"Apaaa..... Bagaimana bisa seperti itu?" Pekik Andi yang otaknya enggan menerima.
"Ya bisa lah Mas...Jaman sekarang mah segala cara akan dilakukan untuk memajukan bisnis.Bahkan tak jarang para pebisnis menggunakan cara kotor seperti pesugihan." Tambah Dito.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorit yah
Mohon maaf jika banyak typo yang mengganggu..
Author nulis sambil nyuri-nyuri waktu soalnya...hihihi..
Happy Reading...
__ADS_1