
Kini Baoak dan April duduk di teras deoan rumah. Menanti kedatangan sang calon menantu,siapa lagi kalau bukan Andi Pratama..
" Ke sini naik apa si Andi? Kenapa sudah setengah jam masih belum sampai-sampai? Padahal jarak rumahnya ke sini hanya butuh waktu 5 menit saja." Gerutu Bapak yang sudah tak sabaran.
" Eentah lah Pak,April juga tak tahu." Jawab April menggidikaan bahunya.
"Coba telepon lagi. Suruh cepat datang ke mari." Ucap bapak.
" He em..." April mengangguk lalu meraih ponselnya hendak menelpon Andi.
Tuutttt....Nada tunggu baru terdeengar satu kali. Namun tiba-tiba,
"Assalamualaikum.."
Terdengar suara motor berhenti di depan rumah. Ternyata itu adalah Andi. Sungguh pucuk di cinta ulang pun tiba.
April lalu memutiskan sambungan teleponnya. Karena orang yang hendak di telepon sudah ada di hadapannya.
" Datang juga akhirnya." Gumam Bapak pelan lalu menjawab salam Andi.
" Waalaikum salam."
Andi langsung menghampiri Bapak Hadi yang tengah duduk. Andi lalu menyalami calon Bapak mertuanya itu.
" Pakk..." Sapa Andi sambil mencium tangan Pak Hadi.
" Heeemmm.." Sedangkan Bapak hanya bergumam saja.
Mati akuu... Sepertinya calon Bapak mertua marah kepadaku karena aku terlalu lama datang kemari. Batin Andi menelan ludahnya kasar.
" Kenapa baru ke sini? Apa ada suatu hal yang dikerjakan di rumah?" Tanya Bapak.
" Tidakk... Tidak Pak." Jawab Andi cepat.
" Lalu kenapa baru sampai setelah 30 menit lamanya? Kamu kemari naik kura-kura?"
" I-iya Pak." Sepersekian detik,Andi langsung gelagapan karena salah menjawab.
" Maksud saya bukan Pak." Ucap Andi cepat meng-koreksi kekeliruannya.
"Lalu?"
" Saya ke rumah Pak Kadus dulu Pak."
" Ohh... Jadi,kamu ke rumah pak Kadus dulu untuk ambil akta kelahirannya? Ya sudah,bagus lah kalau akta kelahirannya sudah siap. Jadi besok Bapak bisa kumpulkan ke KUA." Lega Pak Hadi.
Andi hanya diam saja sambil memegang erat dokumen data dirinya.
" Lalu itu apa yang kamu bawa?" Tanya Bapak yang baru sadar jika Andi menenteng tas kecil berisi kertas-kertas.
" Do-dokumen data diri saya Pak."
" Buat apa?" Tanya Bapak heran.
"Buat bikin akta kelahiran Pak." Jawab Andi..
" Ohhhh.... A-apa? Buat buat bikin kata kelahiran?" Pekik Bapak terkejud. Hilang sudah kelegaan di hatinya tadi.
" I-iya Pak." Gagap Andi.
__ADS_1
" Jadi akta kelahirannya masih belum jadi?"
" Be-belum Pak."
" Ya Allahhh....Astagfirullah..." Bapak nyebut sambil geleng-geleng kepala.
Andi menatap April bermaksud meminta pertolongan. Namun sepertinya April enggan mebolong Andi yang sedang berada di situasi sulit ini.
April hanya menatap Andi dengan datar. April hanya mendengarkan percakapan Andi dengan Bapak,tanpa berniat ikut campur.
" Ini sudah malam jum'at Nak Andi.Hanya tinggal 3 hari lagii. TIGA hari lagii !!!! Tiga hari bukanlah waktu yang banyakkk..." Geram Bapak sambil menekankan kata TIGA.
4 jari tangan Pak Hadi mengacung.Menyisakan jari jempol yang terlipat kedalam.
" Maaf Pak. Jarinya salah,I-itu kelebihan satu." Koreksi Andi.
Andi dengan beraninya melipat kedalam jari kelingking Pak Hadi. Kini menyisakan 3 jari yang berdiri yang melambangkan angka tiga.
April menepuk keningnya. Bisa-bisanya Andi masih sempat bertingkah konyol.
Sedangkan Bapak memandang jarinya. Ternyata benar,Ia salah mengacungkan jarinya.
" Oh iya... Ini jari kelingking kok ikut-ikutan berdiri." Ucap Bapak menyentil kelingkinnya.
" Monggo Pak lanjutt." Ucap Andi..
" 3 hariii... Hanya tinggal 3 hari kalian akan melaksanakan ijab khobul." Ulang Bapak dengan jari yang benar melambangkan angka 3.
" Saya sudah meminta tolong Pak kadus dari hari senin Pak. Tapi tadi saya ke rumah Pak Kadus,dan pak kadunya bilang jika Ia tak sempat mengurusi akta lahir saya. Jadi saya ambik semua data yang sudah saya serahkan. Rencananya,besok saya akan pergi ke kantor pencatatan sipil untuk mengurua semuanya." Ucap Andi panjang lebar.
" Kenapa tidak dari awal kamu pergi sendiri ke kantor pencatatan sipil? Kenapa harus minta bantuan kepala dusun segala?" Protes Bapak.
"Hahhhh.... Kamu begitu mementingkan mencari uang dari pada mengurus pernikahanmu." Ucap Bapak menghela nafas kasar.
" Bukannya begitu Pak. Saya mencari uang sampai begini juga untuk biaya pernikahan saya dengan anak Bapak." Sanggah Andi.
" Buat apa cari uang sampai H-4 pernikahan,jika kalian saja belum mendaftarkan data pernikahan kalian ke KUA? Buat apa? Bukankah tak ada gunanya jika punya uang tapu pernikahan kalian gagal?" Cecar Bapak.
Andi diam membenarkan ucapan Calon Bapak mertianya itu. Andi menyadari letak kesalahannya.
" Maafkan saya Pak. Saya berfikir jika Pak Kadus bisa mengurusnya. Karena itu memang salah satu tigas Pak Kadus untuk membantu rakyatnya. Dan dari awal pula Pak Kadus juga menyanggupi untuk membanti saya membuat akta kelahiran. Jadi saya pun merasa jika bisa bekerja 2 hari lagi lalu setelah itu berhenti bekerja dan fokus ke pernikahan di hari minggunya." Ucap Andi.
"Ya sudah lah... Besok akta kelahiran harus sudah jadi. Dan kamu daftarkan sendiri saja ke KUA. Bapak sudah malas." Ucap Bapak lalu bangkit masuk ke dalam rumah.
"Tapi Pak---" Protes Andi.
" Laki-laki harus bisa bertanggung jawab atas kesalahannya. Dan kamu aebagai laki-laki,maka harus bisa bertanggung jawab atas kesalahanmu." Ucap Bapak sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah.
Lemas sudah Andi mendengar perkataan Bapak Hadi.Andi menoleh menatap April yang sedari tadi diam duduk di kursi.
" Bagaimana ini Dek?" Tanya Andi frustasi.
Andi mendudukan bokongnya di kursi tempat Bapak duduk tadi. Karena saking tegangnya suasana. Bapak sampai tak menyuruh Andi duduk terlebih dahulu.
" Bagaimana apanya?" Ucap April datar.
" Ya semuanya..."
" Bukankah yang dikatakan Bapak tadi sudah jelas Mas?" Ucap April.
__ADS_1
" Besok bantu Mas untuk menyelesaikan semuanya ya." Pinta Andi memelas.
"Aku sudah mewanti-wanti Mas Andi dari awal. Tapi Mas Andi masih saja keras kepala. Sekarang Bapak sudah terlanjur kesal,jadi aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku pun juga tak berani membujuk Bapak. " Ucap April menatap Andi dalam.
" Mas kerja Dek,kerja. Mas kerja untuk masa depan kita. Dan itu semua juga untuk kamu." Protes Andi.
" Segalanya memang butuh uang Mas. Tapi jangan sampai kamu diperbudak oleh uang." Ucap April tegas.
" InsyaAllah Allah akan memudahkan urusan hambanya,selama di jalan yang baik. Menikah itu termasuk ibadah,jadi Allah akan memberi jalan kemudahan dalam setiap prosesnya. Mas Andi memang perlu bekerja mencari uang. Karena itu memang tugas seorang kepala keluarga. Tapi di sini, Mas Andi punya suatu hal yang harus di dahulukan terlebih dahulu. " Sambung April lalu bangkit berdiri.
Andi diam,mencerna setiap perkataan April.
" Mas mau masuk dulu atau tidak?" Tanya April yang melihat Andi yang hanya diam saja.
"Mas langsung pulang saja,sudah malam." Ucap Andi dengan pandangan kosong.
Andi bangkit menuju motornya.
" Assalamualaikum." Pamitnya tanpa memandang April.
" Waalaikim salam." Jawab April.
Andi menyalakan mesin motornya. Andi bersiap membelokkan motornya pergi.
" Jam setengah 8 aku tunggu di depan rumah. Jangan sampai terlambat." Ucap April lalau masuk ke dalam rumah tanpa menunggu respon dari Andi.
Andi langsung mengangkat wajahnya begitu mendengar ucapan Aprik. Namun telat,April sudah lebih dulu masuk ke rumah.
" Baiklahh..." Jawab Andi agak keras.
.
.
.
.
Bersambung...
Hai hai haiii readerssku yang setiaa...
Ayo tetap berikan
Like
komen
Vote
Serta Favorit yahh...
Berikan sedikit hadiah poin juga sangat boleh lohh..
Gratiss kok he he he.. 😄😉
Terimakasihh atas kesetiaannya.
Happy readingg..
__ADS_1
Babayy...😚😚