Takdirku?

Takdirku?
Gak Ninja,Gak Cinta


__ADS_3

" Aahhhh hari yang sangat panjang dan melelahkan." April turun dari motornya.


April langsung masuk ke kamar dan bergegas tidur setelah berganti pakaian.


April tidur pukul setengah 12 malam. Dan akan bangun nanti fajar pukul 4 untuk melaksanakan ibadah solat subuh.


Karena saking lelahnya. Waktu 4.5 jam berjalan begitu cepat bagi April.


Allahuakbar Allahuakbar.....


April yang mendengar suara azan subuh pun membuka matanya perlahan.


"Huaaahhhh....." April menguap sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


April duduk dengan mata yang masih terpejam. Lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dengan gontai.


April meradakan tubuhnya sangat lelah sekali. Karena habis berenang dan perjalanan jauh. Kemudian ditambah dengan persiapan yang serba cepat saat Rumah Makan akan buka. Karena saat pulang dari tempat wisata. April dan rombongan sampai di Rumah Makan pukul 11 siang.


Dan sesuai kesepakatan dan izin yang diberikan oleh pihak pengelola. Rumah Makan harus sudah buka pukul setengah 12 siang. Tepat pada saat jam makan siang berlangsung.Jadilah semua kalang kabut karena terburu-buru.


April memakai mukenahnya dengan mata yang terkantuk-kantuk.


April mulai melakukan gerakan solat.April mengangkat kedua tangannya melakukan gerakan takbiratul ikhrom.


"Allahu Akbar."


April mengerjapkan matanya. April tersadar,ternyata mukenah yang Ia kenakan terbalik. Terdapat garis jahitan di tengah,tepatnya dari bawah dagu April sampai bawah. Dan warnanya pun pudar,menandakan bahwa itu adalah bagian dalam.


"Astagfirullah...."


" Saking ngantuknya sampai tak sadar jika mukenahku kebalik." Gerutu April pada dirinya sendiri.


April kantas melepas mukenahnya lalu membeliknya dan memakainya kembali. Setelahnya April langsung melaksanakan solat subuh.


Setelah solat subuh April melanjutkan kembali tidurnya.


"Aku akan bangun jika matahari sudah tinggi tepat di atas kepalaku." Gumam April tak jelas dengan mata terpejam dan badan yang berbaring tertelungkup.


Dengan sekejap,April pun kembali ke alam mimpi.


...🌻...


"Aprillll.... Apa kamu sekarang sudah berubah jadi kelelawar? Ini sudah siang,waktunya manusia bangunn !!" Panggil Ibu dari luar kamar.


Tak ada jawaban dari dalam.


"Aprilll... Apa masih ada kehidupan di dalam kamarmu? Kenapa hening sekali, Bahkan suara dengkuranmu pun tak terdengar di gendang telinga Ibu." Teriak Ibu lagi.


Tetap saja tak terdengar jawaban. Ibu semakin gemas.


" Anak perawan tak baik bangun siang April. Sebentar lagi kamu sudah mau jadi Istrinya Andi. Bisa kelaparan Andi saat sudah jadi suamimu jika kamu jam segini belum bangun." Gertak Ibu.


"Hemmm..." April hanya bergumam saja dengan mata yang masih terpejam.


"Aissss dasarrr Apr---." Ibu menggoyang-goyangkan hendel pintu.


Ucapan Ibu terhenti karena baru menyadari jika ternyata pintu kamar April tak terkunci.


"Aissss.... Ternyata kamarnya tak dikunci. Tau begitu aku masuk sedari tadi,tak perlu teriak-teriak dari luar." Gumam Ibu.


Memamg kebiasaan bagi April. Jika tidur selalu mengunci pintu kamarnya. Mungkin tadi April lupa kembali menguncinya setelah selesai berwudu untuk solat subuh tadi.


"Ayo bangun... Kamu harus sarapan dulu. " Ibu menggoyangkan pantat April.


"Emmmm..." April hanya beralih posisi.


"Dasar bocah ndablegg... Cepat bangun,nanti rezekimu dipatok ayam." Ancam Ibu ala kadarnya.


"April masih ngantuk Bu..." Gumam April sambil menutup wajahnya dengan bantal.

__ADS_1


" Ini udah jam setenagah 10 April. Mandi dulu lalu makan."


April pun dengan terpaksa akhirnya beranjak menuruti perintah Ibu.


Seharian ini April tak melakukan hal apapun. April hanya menghabiskan waktu cuti seharinya untuk instirahat dirumah. Rebahan sambil nonton tv.Rebahan sambil main ponsel. Rebahan sambil ngemil. Bahkan rebahan sambil tidur.


Tak terasa wakt7 cepat berlalu. Sekarang hari sudah gelap dan April baru saja selesai melaksanakan ibadah solat magrib.


" Assalamualaikum." Ada seseorang datang. April yang sedang nonton tv pun beranjak untuk membukakan pintu.


"Waalaikum salam." Jawab April sambil membukakan pintu.


Sosok manusia terlihat berdiri dengan senyum manisnya.


"Ha-haii." Sapa Andi kikuk dengan kepala yang sedikit di telengkan ke kanan.


"Ma- Mas Andi."


"Mas Andi kapan pulangnya?" Tanya April kemudian setelah tersadardari keterkejutannya.


" Nggak di suruh duduk dulu nih?"


"Ah i-iya.. Mari masuk Mas."


Andi pun duduk di bangku ruang tengah,ditemani April di sebrangnya.


"Kenapa malam-malam kesini Mas? Dan kenapa gak bilang dulu sama April kalau mau kesini?" Tanya April langsung.


"Emang gak boleh yah kalau Mas kesini dadakan? Apa harus ada alasan yang jelas dulu agar Mas boleh kesini?"


" Eeeee." April tak bisa menjawab pertanyaan Andi.


"Yaidah kalau begitu. Akan Mas kasih alasan kenapa Mas datang kesini. Alasanya karenaaaaaaaaaaa,karena Mas kangen sama Adek." Ucap Andi dengan nada berbisik. Tangannya diletakkan di samping mulutnya seperti hendak membiaikkan kata.


April merona mendengarnya.


"Ha ha ha..." Andi tertawa kecil melihat semburat merah di pipi April.


"Ahh...emmm..i-ituu." Gugup April.


"Heemm?" Andi mengernyit.


"Di-di kamar.Se-sebentar aku panggilkan ." April langsung berlari memanggil orang tuanya.


Tak lama April keluar dengan kedua orang tuanya.


"Eh nak Andi.Sudah dari tadi datangnya?" Tanya Bapak setelah duduk di samping Andi.


"Barusan kok Pak."


"Kok Andi gak dibikinin minum Pril ? Kamu ini bagaima sih ?" Kata Ibu menegur.


"Ah iyaa...April lupa." Jawab April sambil menepuk dahinya.


"Gak usah Dek... " Cegah Andi


"Pak,Buk... Andi mau minta izin ngajak April buat jalan-jalan. Boleh tidak?" Sambung Andi.


"Boleh boleh boleh. Tentu saja boleh nak. April segera ganti baju dan bersiaplah !"


"Eemmm.... April pakai baju ini saja Pak. " Jawab April singkat. Kini April memang menggunakan gamis sederhana. Gamis polos berwarna merah marun yang terdapat 2 garis abu-abu dibagian bawah. Lalu disandingkan dengan hijab pasmima berwarna abu-abu.


"Baiklah maru kita berangkat sekarang agar nanti pulangnya nggak kemalaman !" Ucap Andi.


"Kau benar nak Andi. Ingat !! Jaga batasan kalian,Bapak percaya kalian bisa menjaga diri."


" Baik Pak,kalau begitu kami permisi dulu Pak,Buk." Andi berdiri pamit pada kedua orang tua April yang dalam waktu kurang dari 2 bulan akan menkadi mertuanya.


April dan Andi pun berangkat untuk berjalan-jalan di malam rabu. Tak seperti kebanyakan pasangan yang akan kencan di malam minggu.

__ADS_1


" Maaf yah Dek,Mas ngajak jalan kamu cuma pakai motor matic." Ucap Andi setlah motor melaju sudah cukup jauh.


"Emang ada yang salah dengan motor matic ya Mas?" April kembali menjawab pertanyaan Andi dengan pertanyaan pula.


"Mungkin saja Adek malu karena Mas bonceng pakai motor matic." Ucap Andi sambil mengatur kaca sepionnya agar dapat melihat wajah April.


"Ngapain malu Mas? Naik motor vespa pun aku mau." Jawab April sekenanya.


"Ha ha ha...Kamu bisa aja Dek."


Ciiittttt....


Andi mengerem mendadak karena tiba-tiba ada kucing yang menyebrang jalan.


"Astagfitullah Mas." April kaget hingga merosot menempel pada punggung Andi.


"Maaf maaf Dek. Tadi tiba-tiba ada kucing yang lewat." Andi berucap sembari membetulkan posisi helmnya. Helmnya sedikit turun kebawah hingga menutupi matanya karena terjedot helm milik April saat berhenti mendadak tadi.


April buru-buru beringsut mundur menjauh lagi. Terdapat jarak di antara Andi dan April. Seperti pasangan yang sedang marahan.


April duduk di pol ujung jok motor dengan tangan yang berpegangan pada begel motor.Persis seperti kakek-kakek yang dibonceng oleh cucunya.


"Mas sudah lama gak pakek motor matic,jadi sedikit kagok. Mas terlalu sering pakai motor yang koplingan soalnya Dek. Tapi sekarang motor Mas yang biasanya sudah Mas jual. Dan Mas tukar dengan motor matic ini."


"Kamu gak malu kan jika nanti punya suami yang kendaraannya hanya motor matic. Bukan motor gede seperti dulu lagi?" Tanya Andi menolehkan wajahnya pada April.


"A-apaa sih Mas. A-ayo jalan lagi,Mas lihat depan saja !!" April berpaling malu selaligus gugup.


Andi pun kembali melajukan motornya. Kali ini Ia lebih berhati-hati.


"Aku gak malu kok Mas. Bahkan jika harus naik sepeda pun aku juga mau. Kan jadi lebih hemat uang bensin. Sehat pula karena goes sepeda." Jawab April dengan candaan.


Andi tersenyum bangga mendengar jawaban April. Padahal banyak wanita diluaran sana yang sangat memperhatikan kendaraan laki-laki.


Tak jarang pula,seorang wanita menolak pria karena kendaraannya bukan motor gede.Dengan alasan malu punya cowok yang motornya cuma matic atau bahkan Su*ra.


Bahkan sampai ada selogan


*Gak Ninja gak cinta


Gak FU gak i love you.


Gak satria gak setia*.


.


.


.


.


.


...Beraambung....


...Jangan lupa...


...terus tinggalkan jejak berupa...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...*S**erta Favorit yah*....


...Ayo dong dukung terus karya aku Readerss yang baik hati....

__ADS_1


...Happy Reading yah......


...Babayy😉😉...


__ADS_2