
Berawal dari perdebatan Putrq dengan pacarnya yang bernama Dewi.Dewi selalu menuntut Putra untuk menjadi yang terbaik,Dewi selalu meminta untuk membelikannya ini dan itu,dia selalu marah jika saat pergi berkencan dan makan dikafe Putrq tak pernah membayar.
Putra sudah menganggur lama dirumah,Ia tak punya uang,Ia gengsi jika harus meminta uang pada Bapak,apalagi Ibu tirinya,kalau minta Kakak pasti diomelin trus disuruh cari kerjaaa..
Sikap Dewi semakin hari semakin menjadi-jadi dan puncaknya perdepantan sore ini hingga Putrq memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannnya.
"Lalu maumu apa haa?" tanya Putra datar,saat ini mereka sedang makan di sebuah Taman kota dekat alun-alun.Mereka duduk di saung yang berjejer rapi disetiap pinggiran taman.Jarak saung satu dengan yang lain lumayan jauh,jadi setiap pasangan bebas melakukan apapun.
"Kamu bisa berubah nggak sih,modal dikit dong.Disini kamu yang cowok,harusnya bisa nyenengin ceweknya.Aku kan cuma minta kamu beliin aku helm,toh gak mahal juga cuma 350.000 loh Traa" ketuss Dewi.
"350.000 kamu bilang cuma? Iya cumaa? 350.000 itu uang banyak Wi,aku nggak punya uang sebanyak itu.Kamu tau kan kalo aku belom dapet kerjaan lagi?" Sungut Putra ikut emosi.
Alih-alih Dewi minta maaf dan mengerti keadaan Putra,justru kemarahannya semakin meledak-ledak.
"Kalo kamu kayak gini terus aku capek sama kamu Tra,apa matamu buta?setiap kita jalan aku selalu jemput kamu di gapura desa.Aku yang selalu bayarin makanan yang kita makan,kamu juga sering minta dikirimin pulsa dengan alasan buat dituker paket data agar bisa chat dan telpon aku tiap hari.Itu semua uang aku Traa uang akuu.Selama kita pacaran kamu gk pernah kluarin uang sepeserpun buat aku" marah Dewi meluapkan unek-unek yang selama ini di simpan.
"Jadi kamu gak ikhlas? Jadi sekarang kamu ngungkit-ngungkin kejadian yang udah lama? Kalo aku punya uang aku juga gak bakalan minta dibayarin sama kamu!!" Putra tak trerima Dewi mengungkit masalah tentang biaya makan dan uang pulsa.Walaupun memang benar apa yang dia katakan.Tapi sebagai laki-laki harga dirinya seakan diinjak-injak oleh Dewi.
"Udah lah aku mau kita putus aja,aku udah gk kuat sama kamu,kamu terlalu kere buatku !" tegas Dewi lalu beranjak pergi.
"Ok,lagi pula aku juga udah muak dengan semua tingkahmu" Ketus Putra tak mau kalah.
"Oiya,kamu pulang jalan kaki" Dewitersenyum sinis.
"Sialannnn"
"Selamat berjalan kaki,semoga soremu menyenangkan,cihh" Dewi berdecih memandang Putra mengejek.
"Hati-hati dijalan,jangan terlalu sombong,aku takut kau tak sampi dirumah dengan selamat" jawab Putra tak kalah sinis.
"Kalau aku tak selamat,kau orang pertama yang akan kuhantui"
"Aku sangat menantikan hal itu terjadi"
"Cihh"ucap Dewi berlalu pergi.
"Breng*ek.....aaawwaa.." teriak Putra tertahan karena ternyata banyak mata yang memandang pertengkarannya dengan Dewi.Banyak diantara mereka yang berbisik bisik dengan spekulasinya sendiri.
__ADS_1
Tak ingin lebih lama menjadi bahan gosipan orang orang jadi Putra segera menyambar sling bagknya lalu pergi dari Taman kota yang sudah mencetak kenangan buruk segaligus memalukan buatnya.
Saat Putra sampai dipinggir jalan raya,Ia coba mencari kendaraan umum berupa angkot.Uangnya hanya 10.000 jadi tak mungkin jika Putra memesan ojek online.
Ini sudah terlalu sore,semoga saja masih ada angkot yang lewat.Dan benar saja setelah menunggu 10 menitan menunggu ada anggkot yang melintas.
Putra beranjak berdiri disamping trotoar,lalu melambaikan tangan sebagai pertanda men-stop angkutan itu, anggotpun berhenti di depan Putra.
"Maaf Mas anggotnya udah penuh,Mas cari yang lain saja ya." ucap Supir angkot lalu melajukan angkotnya pergi.
"Ahhh,sussah susah nungguin angkot sekalinya ada angkot lewat malah penuhh.Apes banget sih aku hari ini" Putra mengacak rambutfrustasi.
Putra ambil masker didalam sling bag untuk di kenakan,
*J**angan sampai ada orang yang mengenaliku sedang duduk dipinggir jalan*. Batin Putra
Putra duduk di pinggiir jalan sambil sesekali menengok ke kanan dan kiri memastikan.Ada satu angkot yang melintas.
"Semoga kali ini gak penuh lagi" Putra melambaikan tangan lagi menghentikan angkot itu.
"Syukurlah,iya bang"
Betapa terkejudnya Putra,sisa satu tempat duduk yang dimaksud si Supir adalah tempat yang sangat tidak mengenakkan.
Disisi kanan ada wanita gemukk dengan lemak perut yang berlilat lipat,ditangannya ada sekantung kripik kentang rasa balado yang membuat jari jarinya merah,dan dengan nikmatnya ia menjilati jari jarinya tanpa memperdulikan orang orang yang terus memandangnya.
Disamping kiri ada Nenek tua yang mengunyah nginang(tembakau yang digulung dengan daun sirih lalu di beri kapur sirih).Gigi dan bibirnya merah pekat akibat tembakau yang ada didalam nginang tersebut.Nenek tua itu tersenyum melihat Putra yang masih mematung di pintuk masuk angkot.
Dan yang semakin menambah buruk adalah keberadaan lelaki bertubuh kekar ,bertato,dan ada bekas luka dipipi kanannya serta berambut gondrong nan ikal seperti tak pernah keramas satu bulan.
"Jadi naik gak mas,ini sudah sore,mungkin ini anggot terakir yang melintas" tegur si Supir tak sabar.
"I..iya jadi mas" mau tak mau akhirnya Putra duduk ditempat yang seberti Neraka Dunia itu.
Bisakah lebih buruk lagi?ini lagi si mbk gendut penuh lemak yang terus bergerak,gak tau apa kalo aku kegencet badan besarnya.Ahh,si Nenek ini juga sangat menjijikan,air liurnya yang merah menetes mengenai sepatuku.Huhhhh,lebih baik aku tak melihat kedepan,perasaanku tak enak dengan mas mas preman ini.Jika bukan karena terpaksa,aku tak akan sudi naik anggkot dan berdampingan dengan mereka. Batin Putra menjerit.
Setelah drama per angkotan,akhirnya Putra sudah berada dikamarnya yang nyaman,Putra langsung mandi untuk menghilangkan remahan kripik kentang yang menempel dirambutnya akibat Mbk gendut tadi,serta mencuci sepatu yang terkontaminasi dengan air liur merah pekat itu.
__ADS_1
"Hahhhh,hari yang menyebalkan" ucap Putra lalu meraih ponsel.
Putra membuka aplikasi berwarna biru dengan lambang f itu.Ia melihat daftar nama-nama gadis,ada satu nama yang menarim perhatiannya.
"APRILIA CALISTA" gumam Putra tersenyum,Ia mengirimkan pesan pada akun itu.
Dan beruntungnya Putra,akun Aprilia Calista merespon cepat pesan yang bari Ia kirimkan.Karena tak mau bertele tele Putra putuskan untuk meminta nomer whatsappnya saja.
Semakin hari hubungan mereka semakin dekat,setiap malam Putra akan menelfonn April sampai berjam jam.Putra selalu mengingatkan April untuk makan tepat waktu dan istirahat yang cukup.
Waktu satu bulan Pdkt sepertinya sudah cukup,mari kita akhiri. Senin,29 April Putra menembak April dan langsung diterima olehnya.
"Aku mendapatkanmu" Gumam Putra tersenyum.
Putra mengajak April bertemu di pertengahan ramadhan dengan dalih ingin buka bersama dengannya.Putra menghasut April agar mau berbohong pada Ibunya agar bisa bertemu dan melihat secara langsung.Karena Putra pacar pertama April,jadi mudah bagi Putra untuk membuat April menuruti keinginannya.
"Pengganti Dewi sudah tiba" Putra tersenyum tipis membayangkan hal yang akan terjadi kedepannya.
.
.
.
.
.
.
.Dukung terus karyaku ya.
.
.
.Selamat membaca,salam manis dariku:)
__ADS_1