Takdirku?

Takdirku?
Part 110


__ADS_3

Deli langsung pergi ke luar dengan senyum smirk-nya.Kini April,Febi,Agung dan Mbak Ambar hanya bisa menahan rasa ketakutannya. Menunggu kedatangan Resa untuk meminta kejelasan.


" Tadi yang bikin orderan minuman itu siapa?" Tanya Febi memecah ketegangan.


Tak ada yang menjawab,hening. Seprtinya yang membuat takut disalahkan karena minumannya di kembalikan. Karena pertanyaannya tak ada yang menjawab. Akhirnya Febi memilih diam lagi.


Tak lama,Mbak Resa datang dengan wajah yang sudah kusut. Ditangannya membawa satu gelas minuman. Milkshake strawberi,pembawa bencana.


Mbak Resa meletakkan segelas minuman itu di atas meja,berjejer tegak lurus dengan 2 gelas lainnya. Mereka ber-lima mengamati 3 gelas yang teronggok di meja dengan perasaan tak menentu. Tanpa suara,masih hening,tapi mata terus menilisik dan menerka-nerka,apakah yang salah dari minuman itu.


" Jadi di mana kesalahannya Mbak? " Tanya April buka suara. Tak kuat jika terus berkutat dengan pra-duganya sendiri. Bisa -bisa pingsan karena penasaran.


"Huhhhh... Kita dalam masalah Pril. Nama baik kita sudah tercorengg. Kesan yang sangat buruk di hari terakhir kita bekerja di sini." Keluh Resa lesu.


"Jelaskannn Mbak !! Jangan tambah membuat rasa penasaran kami menggunungg." Desak Febi tak sabar.


" Minuman ini,minuman yang baru saja aku bawa dari meja Mas Tono. Minuman ini dikembalikan pelanggan karwna terdapat potongan rambut di dalamnya." Desah Resa.


"Bagaimana bisa?" Tanya April.


"Entah lah aku juga tak tahu. Padahal kita memakai hijab. bahkan seluruh wanita yang bekerja disini memakai hijab. Tapi kenapa bisa-bisanya ada rambut yang berenang bebas di minuman ini. Kecualii...." Mata Resa menelisik ke arah Agung.


Agung gelagapan. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Karena merasa tertuduh dengan sorot mata Resa yang tiba-tiba memandangnya.


"Kamu menuduhkuu?" Tanya Agung tak percaya menunjuk dadanya sendiri dengan telunjuk kanannya.


"Bukannya menuduh. Tapi kemungkinan besar,bisa jadi rambut itu berasak dari kepalamu. Karena hanya kamu Bartender yang tak memakai hijab. Ya jelas kan ya,karena kamu lelaki. Jadi tak mungkin kan kamu pakai hijab." Tuding Resa.


"Atas dasar apa kamu menuduhku Sa?" Agung membela diri.


"Mungkin saja saat kamu membuatnya,kepalamu terasa gatal. Lalu secara tak sadar,kamu menggaruk kepalamu dan ada rambutmu yang jatuh ke minuman ini." Analisis Resa. Dan tentu saja bukan berdasarkan fakta.


"Percaya diri sekali kamu,memangnya kamu tahu jika minuman ini aku yang buat?"


" Bukan kamu ya ? lalu siapa?" Resa kicep.


" Yang membuat 3 milkshake strawberi itu adalah Ambar, bukan aku." Tegas Agung menunjuk Ambar yang sedari tadi hanya diam saja. Agaknya Ia merasa ketakutan.


Sontak saja seluruh mata langsung menatap ke arah Ambar.


" I-iya... Aku yang membuatnya. Tapi tapii,bukan aku saja yang membuatnya. Aku dibantu April tadi,mungkin saja itu rambut April." Ambar membela diri.


"Apaa? Kenapa Mbak Resa menuduhku? Jelas-jelas yang membuat ke 3 minuman itu dari awal sampai akhir adalah kamu Mbak. Aku hanya membantumu mengambilkan 3 saset pop ice. Dan itu pun kamu sendiri yang membuka bungkusnya. Apa mungkin rambutku bisa masuk ke dalam bungkus pop ice yang tersegel ? Lalu masuk ke dalam blender dan terblender olehmu? " Jelas April Panjang lebar.


"Itu jelas tidak mungkinn." Resa dan Febi berucap bersamaan.

__ADS_1


" Ka-kamu jangan begitu Aprill. Sa-saat ada kesalahan seperti ini kamu langsung cuci tangan,main bersih. Pa-padahal kamu yang menyiapkan semuanya dan meraciknya di dalam blender. A-aku hanya tinggal memblender dan menungkannya ke dalam gelas." Kilah Ambar lagi.


April terperangah tak percaya. Bisa-bisanya Ambar menuduhnya dan mencari pembenaran untuk diri sendiri.


" Apaa?" Ucap April tak percaya.


" Me-mengaku saja kamu. Pasti itu rambutmu." Tuduh Ambar memojokkan April.


" Yang diucapkan Ambar itu tidak benar." Agung buka suara.


"Apa-apaan kamu Agung. Jangan membela April yang sudah melakukan kesalahan." Ketus Ambar


"Aku tak membelanya. Aku melihat sendiri,jika kamu yang membuat ke 3 minuman itu. Dan April hanya mengambilkan 3 saset pop ice saja. " Ucap Agung. Jelas Agung mengetahuinya,karena saat itu Agung meliatnya sendiri.


" A-akuu... A-akuu..."


"Sudah-sudahh... Mari kita buktikan saja. Apa benar di dalam minuman ini ada rambutnya atau tidak." Ucap Resa.


" Bukannya sudah di cek Mas Tono Mbak?" Tanya April.


"Memang,dan aku juga melihatnya. Rambut itu hanya seukuran bulu mata. Tapi aku masih tak yakin."


Resa mengambil saringan dengan lubang penyaring paling rapat.


" Kita saring ke tiga minuman ini." Resa mulai menyaring minuman itu di mulai dari yang paling kiri.


"Sejauh ini sudah 2 minuman aman. Ini gelas yang terakhir,gelas yang di perikasa oleh Mas Tono tadi. Mari kita buktikan bersama."


Mbak Resa mulai menuangkannya sedikit demi sedikit. Memastikan tak ada satu tetes pun yang ter tumpah.


Dannnnnn Dapat,terlihat sehelai rambut kecil yang tersangkut di atas saringan.


Mereka berlima saling tatap. Lalu Resa mengambil sehelai tisu dan meletakkan rambut itu di atasnya.


" Benar-benar ada rambutnya." Gumam Agung.


Nuti semakin terlihat pucat,takut kalau dia disalahkan atas kejadian ini.


Resa mengamati rambut itu,namun ada yang janggal. Rambut itu terlihat aneh,karena terlalu lebar tak seperti rambut pada umumnya.


" Sepertinya ini bukan rambut." Kata Resa.


Sontak mereka merapat untuk mengamati.


"Tapi ini---" Gantung Resa.

__ADS_1


"Potongan taki rafia." Ucap mereka kompak bersama. Lalu mereka saling tatap,dan bernafas lega.


"Aku akan bilang sama Mas Tono kalau ini bukan rambut." Semangat Resa. Ia kangsung menuju ke tempat Mas Tono.


Tersengar sedikit pembicaraan yang alot. Lalu tak lama Mas Tono berjalan menuju tempat tukang ea berada dengan wajah gaharnya.


"Tahu apa kesalahan kalian hari ini? Kalian telah membuat konsumen kecewa. Dengan ditemukannya rambut diminuman,hal ini membuat keberaihan disini di ragukan oleh konsumen."


"Intrupsi Mas,potongan tali rafia,bukan rambut." Sanggah Agung tak tau kondisi.


April dan yang lainnya merutuki kepolosan Agung.


"Mau rambut mau tali rafia mau bulu ketekmu pun saya tak perduli. Intinya ini adalah kesalahan fatall. Kebersihan dan kehigienisan kita dipertaruhkan karena kecerobohan kalian."


" Maaf Mas.Tapi di 2 gelas yang lain tak ditemukan rambut serupa. Hanya ada di satu gelas saja yang terdapat potongan tali rafianya. Ke 3 minuman itu di buat bersamaan. Dan di blender bersama pula." sanggah Resa.


"Saya tak mau dengar alasan dari kalian." Bentak Mas Tono.


"Dan untuk kamu,April dan Resa. Mentang-mentang hari ini hari terakhir kalian bekerja. Kerja kalian menjadi se enanaknya sendiri.Gara-gara kecerobohan kalian,kita mengalami kerugian dan kekecewaan pelanggan. Bulan ini gaji kalian saya potong." Putis Mas Tono lalu pergi meninggalkan tukang es.


" Sudah ku bilang. Pasti kita yang akan disalahkan Pril." Ucap Mbak Resa.


"Sungguh kesan yang buruk di hari terakhir bekerja Mbak." Sedih April.


"Kalian yang sabar ya,ini bukan salah kalian kok." Hibur Febi.


"Ooo jadi kamu memyalahkanku?" Ketus Ambar.


"Lahh.. Siapa juga yang menyalahkanmu Mbak.Kenapa situ sensi amat?" Jawab Febi tak kalah ketus.


Ambar diam saja. Dalam hatinya Ambar juga mengakui jika sebagian besar masalah ini adalah kesalahannya karena kurang teliti dan hati-hati. Tapi egonya menuntut untuk terlalu tinggi untuk hanya sekedar meminta maaf atau mengakui kesalhannya.


.


.


.


.


Bersambung.....


Jangan lupa like,komen,vote serta Favorit yah readerss tersayangkuu...


Jika berkenan,berikan juga piin hadiah untuk authorr😉

__ADS_1


Terimakasihh.


__ADS_2