
Andi datang ke rumah April bersama rombongan besan tepat pukul 9. Andi datang di bonceng Ardi lagi,kali ini Andi membawa 10 temannya untuk menemaninya. Kalau istilah jawa disini namanya Bolo Manten.
Andi datang menggunakan setelan jas berwarna hitam. Dengan kemeja putih di dalamnya serta peci hitam yang menutupi rambutnya.
Kini Andi duduk di kursi yang sudah tersedia bersama ke 10 Bolo Manten..Sedangkan April sendiri masih di dalam.
April pun sebenarnya sudah siap,namun masih belum di peebolehkan untuk keluar,sebelum penghulu datang.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 tepat. Kini para tamu undangan dan rombongan besan mulai bersiap-siap menungu kedatangan penghulu.
" Penghulunya datang jam berapa Pak?" Tanya Bapak pada Pak Parman,Pak Parman adalah tetangga Aprik uang mengurusi pendaftaran di dusunnya.
" Kemarin kata April jam 10 Pak.." Jawab Pak Parman.
" Ini sudah jam 10.20 kok masih belum sampai Pak?" Tanya Bapak cemas.
" Mungkin masih menyembelih hewan qurban. " Alasan Pak Parman.
Memang benar,hari pernikahan April bertepatan dengan hari raya iduk adha. Dan alasan yang di berikan Pak Parman masuk akal juga.
" Oiya ya Pak. "
Akhirnya mereka semua kembali menunggu. Namun sudah 1 jam lebih menunggu,penghulu tak kunjung tiba juga. Bapak Hadi sekeluarga pun mulai dilanda rasa panik.
" Pak Parman... bagaimana ini? Ini sudah pukul setengah 12 siang. Kenapa penghulunya belum datang-datang juga?" Heboh Bapak.
Bapak di desak para kerabatnya yang sudah mulai tak sabar menunggu.
" Sebentar,saya coba telepon dulu." Ucap Pak Parman.
Tuutttt.... Tuttttt.. Tutttt..
" Gak diangkat Pak." Ucap Pak Parman lesu. Sudah 4 kali Pak Parman mencoba menghubungi si penghulu,namun nihil tiada satu pun yang tersambung.
" Bagaimana ini Pak? Para tamu undangan dan besan sydah menunggu 3 jam lamanya. Padahal kesepakatan awal pukul 10 akan tiba,namun ini sudah pukul setengah 12 siang,pak penghuku belum kunjung tiba juga." Bapak panik,takut jika acara akad nikah batal.
" Saya juga tak tau Pak. Tak seperti biasanya begini. " Ucap Parman.
" Emmm.... lebih baik para tamu undangan dan besan disuruh menikmati hiburan terlebih dahulu." Saran Pak Parman.
" Baiklah baiklah.." Pasrah Bapak.
Bapak mendekat ke MC (Pembawa acara). Bapak membisikkan sesuatu, dan terlihat sang pembawa acara mengangguk. Setelahnya,Bapak kembali menuju temoat akad bersama keluarga yang lain.
" Mohon perhatiannya... Karena ada sedikit hambatan,mari kita nikmati terlebih dahulu hiburan yang sudah di sediakan oleh pemilik acara." Sang pembawa bersorak heboh.
__ADS_1
Sinden pun langsung menyanyikan lagu-lagu yang menggunakan bahasa jawa. Ketukan gendang yang terdengar sangat merdu pun membuat para tamu undangan terhibur.
Banyak pemuda di dusun April yang berjoget bersama sang sinden. Terkadang sinden menyanyikan lagu dangdut yang membuat para pemuda menggila.
Ini lah hal buruknya,tak jarang para pemuda meminum arak untuk kesenangan belaka. Dan karena hal itu lah yang membuat para pemuda hilang kewarasan dan menjadi liar dalam berjoget.
Hingga tak jarang menimbukkan bentrok dan tawuran karena merasa tak terima bersengholan dengan yang lain.
Karena sinden mulai bernyanyi,suasana sedikit teratasi. Namun tetap saja kepanikan masih melanda pada para calon mempelai.
Andi pun sudah tak bisa diam sedari tadi. Matanya terus mengawasi arah pintu masuk menanti kedatangan penghulu.
Tak jarang Andi ingin mengumpat,berbicara kasar karena saking kesalnya. Sudah 2 jam mereka menunggu namun penghuku yak kunjung datang juga.
" Aarrgggg... Mana si pak penghulunyaa?" Ucap Andi frustasi.
" wah wah wahh... si manten sudah gak sabar pengen di sah-kan." Goda Galuh.
" Bukannha begitu Luh.. Kemaein janjinya jam 10 tiba,tapi ini sudah jam 12. Sudah 2 jam molorr loh Luh. Gimana gak oanik coba." Ucap Andi sambil menyeka keringatnya.
Entah panik karena sang penghulu tak kunjung tiba. Atau gugup karena akan menikah. Keringat Andi sungguh banjirr,terlihat jelas keringatnya mengalir melewati leher dan pelipisnya.
" Yang santai broo...Tuhh elap dulu keringat lu." Ucap Galuh.
" Tau nih,calon suami kok mandi keringat. Bisa pingsan namyi April kalau di dekatmu." Seloroh Seto.
" Bau keringatmu sampai sini nih." Goda Seto menutup hidung.
"Masak? Padahal aku tadi sudah pakai deodoram banyak loh." Andi mencium bau keteknya.
" Lepas saja jas-mu. Nanti di pakai lagi kalau mau akad saja." Ucap Ardi memberi saran.
Andi pun mengangguk lalau melepas jasnya.
" Mungkin penghulunya masih ikut bagiin daging kurban bro. Siapa suruh lu nikah bertepatan dengan idul adha." Ucap Seto.
" Dapat hari baiknya ya saat ini,lalu mau bagaimana lagi. Lagian,ini kan sudah jam 12. Mana ada penghuku ikut bagiin daging kurban sampai siang begini." Kesal Andi.
" Sabarr broo sabarr.. orang sabar pantatnya lebar." Canda Seto yang mendapat pukulan dari Andi.
" Bisa gak sih kalau penghulunya di ganti saja?" Tanya Andi frustasi.
" Jiahhh... Emangnya mau lu ganti siapa?" Tanya Galuh.
" Ganti Pak Burhan saja tuh contohnya. Dia kan biasa mimpin do'a kalau acmda acara slametan."
__ADS_1
" Beda do'anya bambankk....." Ucap Teman-teman Andi bersamaan.
Karena suara musik dan nyanyian yang keras. Kadi suara percakapan Andi dan lainnya hanya terdengar samar saja.
Tak jauh berbeda dengan April,April yang sedang berada di dalam pun juga merasa panik.
April sendirian di dalam. Para tukang rias malahan tidur.
" Kami tidur dulu yah Pril,capek." Begitulah kata tukang rias satu jam yang lalu.
Ingin rasanya April juga merebahkan diri. Namun sayangnya tak bisa,kepalanya yang sudah terpasang sanggul serta tubuhnya yang sudah memakai kebaya ketat. Membuatnya kesusahan dan tak bisa leluasa bergerak.Padahal mata April sudah sepet ingin ditidurkan.
" Hahhh... Kayaknya enak rebahan." Gumam April yang tengah duduk bersandar di kursi plastik.
" Ini sudah jam 12,kenapa penghuku belum datang juga?" Gumam April khawatir.
Lagi-lagi April berfikiran jika ini salah satu tanda dari Allah.
" Kenapa lagi ini ya Tuhan ? Kenapa banyak sekali halangan untuk hamba menikah dengan Mas Andi. Apa ini salah satu teguranmu,jika kami tak cocok?" Gumam April memandangi tangannya yang bercorak cantik.
" Jika memang Mas Andi jodoh ku,mudahkan lah semua urusan kami. Namun jika Mas Andi bukan jodohku,tunjukkan lah kuasamu." Gumam April pasrah.
Sanggul yang Ia gunakan terasa berat. Membuat kepalanya berdenyut-denyut nyeri.
.
.
.
.
.
...Bersambungg......
... Jangan lupa LIKE,KOMEN.,VOTE,SERTA FAVORIT yah....
...Dukung terus karyaku agaraku semangat update....
...Maaf jika banyak typo dalam penulisan....
... Serta terimakasih bagi semua pembaca setia April....
... Happy reading.....
__ADS_1
... Babayy...