
Ibu keluar dari kamar April.Ia memeriksa kulkas,apakah masih ada sayuran untuk memasak nanti siang.Karena kejadian tadi pagi,April terpaksa membatalkan puasanya untuk meminum obat nyeri.
"Dikulkas cuma ada kol dan wortel,nanti siang ku buat sayur sup saja untuk makan April"gumam Ibu.
"Buu,Mira mau jalan jalan pagi sama teman teman ya" ucap Mira menghampiri sang Ibu
"Iya,jangan jauh jauh,jangan lari lari,nanti haus malah kamu batalin puasamu !" ingat Ibu
"Iya Bu gak lari lari kok" ujar Mira
"Yaudah sana hati hati " ucap Ibu berlalu menuju kamar.
Dikamar,Ibu mengambil posenlnya.Ibu melihat jam,masih jam 6 jadi Ibu ingin menelepon Bapak sebentar,sebelum Bapak bekerja.Ditekannya nomor bernamakan Bapaknya Anak Anak.
Tutttt Tuttt Tutt
Bunyi panggilan tersambung.
"*Ha*lo Ibuu assalamualaikum"ucap Bapak dari telepon.
"Waalaikumsalam Pak"jawab Ibu.
"Pagi-pagi nelpon ada apa Buk,tumben." tanya Bapak heran.
"Em nggak Pak,Ibu cuma mau cerita sama Bapak.Bapak sedang sibuk tidak?" tanya Ibu memastikan.
"Edak kok Bu,Bapak baru selesai mandi.Nanti cari sarapannya jam setengah 7 nunggu yang lain.Mau cerita apa sih Bu?" heran Bapak.
"Anu Pak,tadi si April dikejar anjingnya Bu Lasti" ujar Ibu memberitahu.
"Kok bisa Buk,trus Aprilnya gimana? Digigit ndak?" Tanya Bapak panik.
"April gak papa pak,gak sampe digigit kok tapi kaki April dari betis sampai telapak kakinya pada luka luka" terang Ibu.
"Alhamdulillah kalo gak digigit,la kaki April luka karena apa bu? Apa dicakar anjingnya Bu Lastri?" tanya Bapak lagi.
"Ndak pak,April lari manjat tumpukan batu yang ada disamping rumah Mbah Kardi" ucap Ibu.
"Gimana ceritanya Buk,kok bisa-bisanya April dikejar anjingnya Bu Lastri?" heran Bapak.
__ADS_1
Ibu menceritakan semua kejadian tadi pada Bapak,mulai dari anjing yang mengejar ayam tapi berbalik mengejar April.lalu April yang ketakutan dibantu Istri Mbah Kardi untuk menghindari anjing.Sampai april yang lari memanjat tumpukan batu besarrr hingga sendalnya putus dan hilang.Dan akibatnya kakinya luka luka tergesek dengan batu yang tajam.
"Gitu Pak" ucap Ibu setelah menceritakan alur ceritanya pada Bapak.
"Memangnya subuh-subuh April mau kemana Bu?" tanya Bapak.
"April disusuh Nenek nganterin kepasar subuh,jadi habis sahur trus bersih bersih rumah,April jalan mau kerumah Nenek pak" terang Ibu lagi.
"Oalah,terus sekarang Aprilnya gimana? Masih nangis?" tanya Bapak khawatir.
"Sudah gak papa Pak,tadi Ibu suruh batalin puasanya,Ibuk kasih minum biar tenang.tadi April nangis ketakutan dan gara gara April teriak kenceng bangett,satu komplek jadi keluar semua."
"Kasihan anak itu jadi tontonan tetangga" ucap Bapak lemah.
"Lukanya juga udah Ibu obati Pak.Nanti siang mau Ibu buatin sop biar dia makan"
"Iya bu,biarin aja sehari gak puasa,kasian dia pasti masih syok" kata Bapak.
"Mmmm Pak,masih ada satu hal lagi yang Ibu bilang ke Bapak!" ucap Ibu pelan.
"Apalagi Bu?" tanya Bapak.
"Bohongin gimana Buk?" tanya Bapak penasaran.
"Kemarin April ijin mau buka bersama disekolah,tapi ternyata dia bohong,April keluar buka bersama dengan pacarnya Pak" terang Ibu.
"Apa? Pacar Bu? Appril punya pacar?" tanya Bapak kaget.
"Iya Pak,kemarin sebelum April pulang,bude Nyumi (sodaranya nenek,yang kemarin ketemu di warung baso ya)datang kerumah.Trus bilang sama Ibu kalo lihat April lagi makan baso berdua sama laki-laki.Katanya April pura-pura ndak tau,anak laki-lakinya Bude Nyumi sempet nimpuk pake krupuk,tapi Aprilnya juga ndak nengok.Bude Nyumi tahu kalo itu April pas mau masuk ke warungnya,April pas lihat Bude dia langaung pindah posisi sama pacarnya,biar Bude gak lihat wajahnya.Tapi ternyata Bude Nyumi udah tau kalo itu April" lanjut Ibu.
"Terus Ibu marahin April?" tanya Bapak pelan.
"Nahh,April pulang jam 8 malem Pak,bawa 2 jus alpokett,mungkin maksudnya buat nyogok biar Ibu ndak marah.Sebelum Ibu tanya ke April,April sudah ngaku dulu kalo dia bohongin Ibu pak,dia cerita kalo tadi dia pergi sama pacarnya" terang Ibu lagi.
"Dasar anak ituu" kekeh Bapak heran mendengar cerita dari Ibu.
"Ibuk ndak marahin April kok Pak,karena April sudah jujur dulu jadi Ibu maafin April,pas bilang sama Ibu dia nunduk terus Pak,mungkin takut dianya.Akhirnya Ibu suruh pacarnya dateng kerumah Pak.Buat dikenalin ke kita,agar kita bisa menilai pacarnya orang baik atau bukan.Ibu ndak mau kalo April sampai kayak Sari Pak.cukup Sari saja yang merasakannya,jangan April." ucap Ibu lemah teringat Almarhumah Adiknya.
"Iya Bu,kita hargai perasaan April.April kan sudah besar pasti bisa jaga diri" ucap Bapak menenangkan.
__ADS_1
"Oiya Pak,tadi April juga cerita kalau malam takbiran nanti April di ajak pacarnya jalan-jalan ke alun-alun Pak!" ujar Ibu lagi.
"Hmmm,suruh pacarnya kerumah bicara sama Bapak.Nanti itu akan jadi urusan Bapak,Ibu jangan khawatir" jelas Bapak.
"Iya Pak,April juga nurut Pak ,katanya kalo pacarnya ndak berani datang kerumah minta ijin langsung sama Bapak,April gak akan mau diajak jalan.Tapi tadi kata April pacarnya mau dateng kesini Pak,katanya pacarnya berani" ucap Ibu tersenyum.
"Ha ha ha,kita lihat aja Buk gimana nanti" jawab Bapak terkekeh.
"Kalo pacarnya beneran berani,berarti pacarnya April bener bener gantelman ya pak,kayak Bapak dulu pas mau ngajak main Ibu pertama kali..he he he" canda Ibu.
"Ahh si Ibu bisa aja,udah dulu ya Buk,Bapak mau cari makan dulu,sudah siang." ucap Bapak.
"Iya Pak,nanti hati hati kerjanya ya Pak.Assalamualaikum" ujar ibu
"Waalaikum salam"
Diletakkannya ponsel Ibu di kasur lalu Ibu keluar dari kamar.
sebenarnya,Ibu menyayangi Appril,tetapi bingung bagaimana cara menunjukkannya.jika Ibu marah marah dan memukul April itu karena April mengingatkannya pada kematian Ibu dan Adiknya.Karena itulah Bbu sulit mengontrol emosinya.Tapi terlepas dari hal itu, Ibu sangat menyayangi April seperti sayangnya pada Mira.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca
Jangan lupa like komen dan vote ya.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.bayyy