
April bangun karena merasakan goncangan di kakinya.
" Prill... bangunnn... Sudah jam setengah 4 ini." Ternyata Ibu Yani yang menggoyang-goyangkan kaki April.
" Sebentar lagi Buu,5 menit." Gumam Aprill.
" Heehhh... Kamu harus segera mandi. Bersihin lulurnya susah loh. Ingatt !! Kamu sudah harus siap pukul setengah 6 pagi. Kan tukang pasang sanggulnya datangnya pagi -pagi buta." Ucap Ibu mengingatkan April.
Yeaahh... Memang di pernikahan April hari ini,April tidak memakai hijab. April akan memakai sanggul dan di paes,agar dapat kesan kejawennya.
Sebenarnya April sudah memilih menggunakan jilbab. Tapi argumennya di tolak mentah-mentah oleh orang tua dan juga neneknya.
Sungguh,April sangat malu jika harus dilihat banyak orang dengan aurat tang terbuka. Tapi April hanya bisa paarah. Tak mungkim satu suara bisa mengalahkan 3 suara bukan?.
April bertekat,ini akan jadi yang terakhir Ia mempertontonkan auratnya di depan banyak orang.
April sebelumnya sudah berdebat alot dengan Ibu dan Neneknya. Awalnya Apeil kekeh untuk menggunakan hijab. Tapi kata Nenek da Ibunya.
" Kalau manten pakai hijab itu bukan kayak manten. Cuman kayak orang mau kondangan. Kan kalau pakai sanggul lebih kelihatan aura mantennya. Apa lagi kalau sudah di paes.. Beehhh.... Cantiknya tiada tanding."
Begitulah kata Nenek. April hanya bisa pasrah saja. Tak bisa membantah apa kata orang tua.
" Ayo lekas bangunn Prill..." Ibu masih berusaha membangunkan April.
Akhirnya dengan sejuta rasa malas,semilyar ke-mageran. April pun mulai bangun.
April mengucek -ngucek matanya untuk membuang belek kehidupan di matanya.
"Sana buruan mandi,sudah jam 4 ini." Ucap Ibu mengingatkan.
" Iya bu iyaa..." Jawab April malas.
" Sebenarnya manten itu gak boleh ke dapur. Tapi ya mau bagaimana lagi,letak kamar mandi kita tepat di depan dapur." Ucap Ibu.
" Memangnya kenapa Bu?" Tanya April.
" Menurut kepercayaan orang dahulu. Jika manten keluyuran ke dapur. Nanti bedaknya jadi mudah luntur dan mantennya jadi gampang keringetan." Jelas Ibu.
" Ya jelas saja bedaknya luntur dan keringetan. Orang kalau di dapur kan panas,ya wajar lah." Gumam April pelan tak terdengar oleh Ibu.
" Bahkan dulu waktu Ibu menikah. Ibu harus puasa mutih selama 3 hari. Gak boleh makan apapun kecuali nasi putih dengan garam saja." Ucap Ibu lagi.
"Apa hubungannya Bu?" Tanya April heran.
" Ya supaya nanti di hari pernikahan bedaknya awet dan tidak luntur.Supaya gak keringetan dan gak bau badan." Jawab ibu.
" Astagaa... Apa hubungannya coba." Seloroh April.
April langsung bangkit menyambar handuk hendak mandi. Ternyata memang benar kata Ibu. membersihkan lulurnya sangat sulit. Karena ada ekstrak kunyitnya,jadi meninggalkan bekas oranye di kulit kalau tidak benar-benar digosok dengan sabun.
Akhirnya April selesai mandi dan keramas. Setelahnya April solat subuh lalau April di suruh makan sebelum mulai didandani.
" Sudah Prill? Itu yang mau masang sanggulmu udah datang. " Ucap Ibu.
__ADS_1
" Lah ini kan baru jam 5.15 Bu. kenapa cepat sekali datangnya? Bukannya kemaren katanya jam setengah 6." Protes April.
"Tak tau lahh.."
April pun akhirnya langsung menemui Mbak si oemasang sanggul.Karena memasang sanggul pengantin itu berbeda dari sanggul biasa.Tak semua perias bisa melakukannya.
" Maaf ya Dekk aku kesini terlalu pagi. Soalnya hari ini ada 2 tempat nih yang harus aku datengin.Jadi aku ke sini dulu deh buat ngerjain rambutmu." Jelas wamita penata sanggul.
" Ahh iya Mbak tak apa..." Ucap April santai.
Rambut April disasak hingga mengembang seperti singa.Lalu entah di apakan lagi April tak tau. Pokoknya hampir 1 jam si penata rambut bergelut dengan rambut April.
" Nahh sudah jadi,rambutmu panjang,jadi agak kama pengerjaannya."
" Iya Mbak "
" Nanti tim make up akan datang sebentar lagi. Kamu akadnya pagi kan?"
" Iya Mbak,jam 10 pagi akad nikahnya." Jawab April.
" Nahh itu yang lagi di omongin udah pada dateng." 4 orang tim make up datang dengan tas-tas besar berisi pakaian pengantin,alat meka uo serta ***** bengek lainnya.
" Aku duluan ya sayy... Aku sudah selesai nih." Pamit penata rambut pada owner yang bernama Susi.
" Iya jeng.. Makasih ya.." Jawab susi.
" Sudah makan belom Pril?" tanya Susi.
" Kita mulai ya make up-nya." Ujar Susi.
April mengangguk lalau duduk bersila di hadapan Susi. Susi mulai membersihkan wajah April lalau mengoleskan segala jenis make up.
April yang tak mengerti pun hanya diam dan menuruti setiap perkataan Susi. Sedangkan ke 3 teman Suai yang lain. Sedang merias keluarga April.
April di dandani dari pukul setengah 7 hingga pukul 8. Kini tangan April sedang di ukir menggunakan heina berwarna coklat.
" Ayo ganti baju untuk acara akad nikah." Ucap Susi.
Susi menuntun April untuk masuk ke kamar. Di kamar,Susi memasangkan baju kebaya berwarna putih polos di badan April.
" Sangat pas sekali di badanmu. Kamu terlihat sangat cantik menggunakan ini." Puji Susi.
" Ayo kita keluar,aku akan menggambar paes untukmu." Sambung Susi.
April keluar dengan anggunnya. Kebaya putih bersih melekat di tubih rampingnya. Kini April duduk di kursi. memeprrhatikan Susi yang sedang sibuk memepersiapkan alat untuk menggambar paes di kepala April.
Susi mengeluarkan silet daei dalam wadah.Bibir Susi berkomat-kamit seperti melafalkan sesuatu.Setelah nya,Susi langsung mencukur sedikit rambut di atas jidat April
Lalu Susi memgoleskan sesuatu yang berwarna hitam. Entah apa itu April tak tahu,April sempat berfikir jika itu adalah semir sepatu.
" Selesaii..." Ucap Susi terlihat puas dengan hasil kerjanya.
" Badroonnn... Kita lakukan sesi pemotretan dulu." Ucap Susi memamggil sang foto grafer.
__ADS_1
April berfoto ria mengikuti arahan sang fotografer.
Sementara di sisi Andi. Ternyata lelaki itu maaih tertidur pulas diranjangnya.
" Mas... Mas Andi bangun. Audah jam 8 ini." Ardi di minta oleh Ayah agar membangunkan Andi.
Jangan tanya bagaimana Ardi bisa masuk ke kamar Andi yang terkunci. Fajar tadi Andi sempat keluar solat subuh,lalu kembali masuk kamar dan tertidur. Andi sepertinya lupa tak memgunci pintu kamarnya lagi.
"Maass... Sudah jam 8 ini. Jam 9 nanti kita harus sudah sampai di rumah Aprill." Ardi dengan kesal menimpuki badan Andi dengan guling.
" Ini kebo atau orang sih,susah amat di banguninnya." Gerutu Ardi yang lelah membangunkan Ardi dengan segala cara.
Buuggg... satu hantaman cukup keras menghantam badan Andi.
" Sahhhhhh...." Teriak Andi bangun lalu langsung terduduk
" Sah Sahhh apanya... Lihatt,kamu masih dikamar mass. " Tegur Ardi kembali memukul pelan.
" Hahh... Astagaaa jam berapa ini." Pekik Andi panik.
" Jam 8,buruan siap-siapp !! Nanti jodohmu keburu di patok ayam gara-gara bangun kesiangan." Ucap Ardi kesal lalu keluar dari kamar Andi.
" Ternyata tadi cuman mimpi." Kesal Andi.
Ternyata tadi Adi sedang bermimpi melaksanakan ijab qobuk dengan April. Dan saat Ardi menghantamnya dengan guling, Pak penghulu sedang sedang bertanya pada para saksi.
" Bagaimana para saksii? "
Sepontan Andi menjawab Sahh dengan girangnya. Tapi ternyata iti semua hanya mimpi.
.
.
.
.
.
...Bersambung......
... Hai hai haii readersss......
... Ayo ayo ayoo,terus dukung aku dengan LIKE,KOMEN,VOTE,FAVORIT sebanyak-banyaknya yahh.....
... Beri Gift juga boleh kok,Hi hi hi......
... Terimakasihh dannn Happy readingg.....
... Babayy..😉...
... ...
__ADS_1