
April duduk di sebelah kiri Andi. Di depan April sudah ada saksi dari pihak Andi.
" Baiklahh,bisa kita mulai sekarang prosesi akad nikahnya." Ucap Pak Khoirul selaku penghulu yang diangguki oleh semuanya.
Pak penghulu membuka prosesi akad nikah dengan membaca basmalah terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan membaca do'a agar di beri kelancara selama akad nikah berlangsung.
Setelahnya,Pak Ustad melantunkan ayat suci Al -Qur'an dengan fasih dan suara yang merdu.
Di lanjutkan dengan pemberian sambutan dari pihak laki-laki. Setelah itu, pihak perempuan juga melakukan sambutan sebagai penerimaan yang bisa diwakili oleh sesepuh keluarga masing-masing.
Kemudian dilanjut dengan penyampaian khutbah nikah, biasanya langsung disampaikan oleh penghulu dari KUA atau ustadz lain yang berkompeten di bidang pernikahan. Khutbah ini dilakukan sebagai pemberian pembekalan sekaligus pengingat bagi calon mempelai untuk menjaga keutuhan pernikahan.
Setelah kutbah selesai,kini tibalah saatnya melakukan ijab kabul.Ijab kabul merupakan sesi puncak dari susunan acara akad nikah, di mana wali nikah mempelai perempuan akan menyerahkan tanggung jawabnya kepada calon mempelai laki-laki.
Sesi ini menjadi momen paling sakral, sebab wali nikah mempelai perempuan melepaskan putrinya untuk dinikahi.
Saat akan memasuki proses ijab kabul, kedua mempelai didampingi dengan walinya diarahkan untuk duduk di depan meja ijab qabul.
Penghulu beserta para saksi dihadirkan dalam proses tersebut. Penghulu berkewajiban untuk memimpin jalannya pelaksanaan.
"Saudara Andi Pratama,apakah anda bersedia menikah dengan saudari Aprilia Calista tanpa adanya suatu paksaan apapun?" Tanya Pak Khoirul menatap Andi.
" Saya bersedia." Jawab Andi mantap.
Kemudian Pak Khoirul beralih menatap April.
" Saudari Aprilia Calista,apakah anda bersedia menikah dengan saudara Andi Pratama tanpa adanya suatu paksaan apapun?" Pak Khoirul menanyakan hal yang serupa.
" Sa-saya bersedia." Jawab April sedikit terbata.
Andi spontan menoleh,batinnya mencelos mendengar perkataan April yang terkesan ragu-ragu.
" Baiklah..."
" Siapa saksi dari pihak laki-laki?" Tanya Pak penghulu.
" Saya dan Adiknya Pak." Ucap Ayah Ridwan mengajukan dirinya serta Ardi.
Pak Khoirul meminta ktp milik Ayah Ridwan dan Ardi utuk dicatat.
" Baiklah..."Ucap Pak Khoirul.
" Siapa wali dari mempelai perempuan?" Tanya Pak Khoirul.
Pak Hadi yang duduk di samping diam,hatinya tak enak hendak menjawab bagaimana.Pak Khoirul pun mengernyit karena tak mendapat jawaban.
Bapak mendekat lalu berucap dengan pelan.
" Saya Bapak angkat dari April. Bapak Apriltak diketahui keberadaannya. Sedangkan Ibu April sudah meninggal sejak 11 tahun yang lalu." Ucap Bapak menjelaskan keadaan yang sebenarnya pada Pak Khoirul selaku penghulu.
April diam menunduk sedih,sebisa mungkin Ia menahan air matanya.
Pak Khoirul langsung paham akan situasinya,beliau pun langsung mengambil tindakan.
" Apakah April memiliki saudara laki-laki?" Tanya penghulu.
__ADS_1
" April anak tunggal Pak." Jawab Pak Hadi.
" Adakah saudara laki-laki dari pihak Ibu?"
" Tidak Pak,saudara Ibunya April perempuan,yaitu istri saya." jawab Bapak lagi.
" Baiklah,karena tak ada saudara laki-laki maupun paman atau om. Maka wali nikah saudari April diserahkan kepada saya sekalu wali hakim. " Putus Pak Khoirul.
" Apakah Bapak Hadi selaku orang tua angkat April berkenan?" Tanya Khoirul.
" Saya selaku Bapak angkat April menyerahkan tanggung jawab sebagai wali nikah kepada anda." Ucap Bapak.
" Baiklahh... Semua sudah jelas,mari kita mulai." Ucap Pak Khoirul.
Sebelum April datang tadi,Andi dan Pak Khoirul telah melakukan kesepakatan.
Kesepakatannya ialah,akad nikah akan dilangsungkan menggunakan bahasa indonesia. Serta Pak Khoirul memberi tahu. Jika setelah wali mengucpkan ijab qobul,lalu mengentakkan tangan Andi. Maka itu adalah tanda jika Andi harus langsung menjawab qobul.
Tangan kanan Pak Khoirul menjabat tangan Andi. Sedangkan tangan kirinya memegang mic.
" Bismillahirahmanirahim... Atas izin Allah,saya selaku wali hakim akan menikahkan saudara Andi dengan saudari April."
" Saya nikahkan dan kawinkan saudara Andi Pratama bin Ridwan dengan saudari Aprilia Calista. Dengan mas kawin seperangkat alat solat serta emas seberat 13 gram di bayar tunai." Ucap Pak Khoirul lantang.
Pak Khoirul menghentakkan jabatan tangannya dengan Andi. Tanda bahwa Andi harus segera berucap.
"Saya terima nikah dan kawinnya Saudari Aprilia Calista binti Hadi dengan seperangkat alat solat di bayar tunaii..." Ucap Andi lantang.
Andi mengehembuskan nafas lega setelah berhasil mengicapkan janji suci di depan banyak orang.
Andi langsung menegang.
Apakah aku salah mengucapkannya? Batin Andi ketar-ketir.
" A-apakah salah Pak?" Tanya Andi takut.
" Kamu mencantumkan Binti Hadi tadi. Disini April tak memiliki binti..,karena tak diketahui siapa orang tuanya." Jelas Pak Khoirul.
Andi langsung merutuki dirinya yanh salah sebut. Andi jadi tak enak hati pada April dan Pak Hadi.
" Ma-maafkan saya Pak." Sesal Andi.
Andi melirik April yang sedari tadi hanya diam saja. Apeil lebih sering menunduk,terkadang April menatap kosong lurus kedepan.
" Tak apa,mari kita ulangi sekali lagi."
" Bismillahirahmannirrahim... Saya nikahkan dan kawinkan,saudara Andi Pratama bin Ridwan dengan saudari Aprilia Calista. Dengan mas kawin seperangkat alat solat serta emas seberat 13 gram di bayar tunaii.."
" Saya Terima nikah dan kawinnya saudari Aprilia Calista dengan mas kawin tersebut di bayar tun--?"
"Stooppp...." Teriak seseorang yang memutus ucapan Andi.
Terlihat lelaki paruh baya berlari mendekat ke arah tempat ijab qobul berlangsung.
Seluruh mata menatap seorang lelaki yang mengganggu jalannya acara sakral.Tak sedikit pula yang memandang dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
April,Andi,Bapak serta yang lainnya menoleh ke sumber suara.
" Tu-- tunggu..." Ucap si lelaki dengan nafas tersenggal-senggal.
" Anda siapa? Kenapa mengganggu acara pernikahan anak saya." Tanya Bapak tak suka.
" Sa-sayaa... Huhhh hahh." Lelaki itu terlihat mengatir nafasnya terlebih dahulu.
" Saya Ayah kandung dari April." Ucap Lelaki iti dengan mantab seyelah nafasnya kembali normal.
Sontak seluruh orang membelalak mendengar pernyataan pria asing yang kini berdiri di hadapan mereka.
" Anda jangan bercanda di situasi seperti ini." Bentak Bapak tak senang.
" Apa yang saya ucapkan tak main-main." Tegas lelaki itu.
" Apa bukti dari ucapanmu itu." Tanya Bapak.
Lelaki iti menterahkan map yang berisi beberapa lembar kertas.
Bapak membaca kertas itu,setelahnya mata Bapak membelalak tak percaya.
" Ba-bagaimana mungkinn..." Gagap Bapak menatap Lelaki asing dengan tangannya gemetar.
April yang melihat respon Bapak seperti itu pun langsung merebut kertas yang masih di pegang oleh Bapak.Dibacanya dokumen itu dengan teliti.
Seketika air matanya tak dapat Ia bendung. April menangis melihat kenyataan yang kini Ia dapat. Tangannya gemetar menutup mulutnya yang mengaga tak percaya.
April menggelengkan kepalanya cepat," Tidaakk... Ini tidak mungkinn..." Ucap April lirih.
Dokumen yang di pegang oleh April adalah surat hasil tes DNA. Di dalam dokumen tersebut tercantum nama April dan lelaki asing itu. Dan di dalam dokumen itu pula dinyatakan bahwa 98% hasil tes DNA dinyatakan cocok.
"Iya Nakk... Ini aku,Ayah kandungmu." Ucap lelaki asing itu sendu.
" A-ayahh..." Isak April. April tak percaya jika Ia bisa bertemu dengan Ayah kandungnya di hari pernikahannya.
" Tidakk... Tidak mungkin,i-ini pasti palsuu." Ucap Bapak Hadi datar.
.
.
.
...Bersambung......
...Jangan lupa tetap dukung saya dengan tetap berikan LIKE,KOMEN,VOTE,FAVORIT DAN HADIAH ya....
...Mohon maaf jika ada kesalahan dalam cerita ini. Saya sudah mencari referensi dari google. Saya sudah membuka banyak web,lalu saya simpulkan mana yang ter-falid. Tetapi jika masih ada kekeliruan dalam prosesi akad nikahnya,mohon ingatkan saya....
... ...
...Terimakasihh......
Happy readingg...
__ADS_1
Babayy😉😉