Takdirku?

Takdirku?
Lamaran Andi


__ADS_3

Malam ini April duduk diantara Ibu Andi dan seluruh anggota keluarga besar Andi.April sangat gugup berada dalam satu lingkaran kebersamaan itu.April hanya diam,tersenyum saat ada yag menatapnya serta menjawab sekenanya jika ada yang bertanya.


Acara lamaran berlangsung dengan khidmat tanpa halangan apapun.April yang sedari tadi duduk membeku bersama orang-orang baru,kini Ia terkejud saat mendengar seseorang memanggil namanya.


"Nak April kemarilah !" Ucap Kakek dul yang membuat Apeil terkejud.


April yang sedari tadi tam memperhatikan acara pun langsung menoleh mencari sumber suara.


"Kesanalah." Ucap Ibu pelan dengan menyenggol lengan April.


April mengangguk lalu berdiri dan berjalan mendekat ke arah Kakek Dul.


"Duduklah disini." Ucap Kakek Dul menepuk bangku kosong disampingnya.


April menurut saja,April duduk dengan posisi sedikit menyerong ke arah Kakek Dul.


"Kakek kesini mengantarkan cucu pertama Kakek untuk melamar gadis.Cucu laki-laki Kakek ini mengatakan jika dia hendak melamar anak gadis Pak Hadi.Bukan kah begitu Pak Hadi?" Ucap Kakek Dul menoleh meminta persetujuan dari Pak Hadi.


"Betul." Jawab Bapak Hadi dengan mengangguk.


"Dan anak gadis itu adalah kamu Nak April."


"Iya Kek."


"Saya disini mewakili cucu saya Andi untuk memberikan pengikat pada Nak April."Ucap Kakek Dul sembari meraih kotak berwarna pink yang berada diatas meja.


"Terimalah pemberian dari cucu saya Andi.Walaupun tak seberapa,tapi setidaknya dapat mengikat April agar tidak di gondol laki-laki lain."Sambung Kakek Dul yang diselingi candaan.


April diam menatap kotak berwarna pink itu.


"Terimalah Nak !" Ucap Bapak,reaksi April yang hanya diam membuat Bapak angkat bicara.


Kakek Dul pun menyadari sikap April.


"Apa Nak April keberatan dengan lamaran dari cucu saya Andi?" Tanya Kakek Dul yang membuat April tersadar dari lamunannya.


"Ti-tidak Kek." Jawab April cepat namun tergugup.


April langsung mengambil kotak pink yang masih ditangan Kakek Dul.


"Jadi Nak April menerima lamaran Andi?" Tanya Kakek Dul memastikan.


"Iya Kek,April menerima lamaran Mas Andi." Jawab April penuh keyakinan.


"Alhamdulillahh" Ucap serempak seluruh tamu yang hadir menyaksikan acara lamaran Andi dan April.


"Nak April boleh kembali duduk di sana !" Ucap Kakek Dul mempersilahkan April untuk kembali duduk di samping Ibu Yani dan seluruh kerabat dari Mas Andi.


April menunduk malu dengan tangan memegang erat kotak berwarna pink pemberian Andi.Saat April mendongak melihat kesekitar,tak sengaja mata April bertemu dengan mata Andi yang menatapnya.


Pandangan mata mereka terkunci.Andi yang sedari tadi mengamati setiap gerak-gerik April pun tersenyum senang saat pandangan mereka bertemu.


April yang menyadarinya pun langsung tersadar dan memutuskan kontak mata mereka.April beru-buru menunduk tak berani lagi melihat ke arah Andi.


Ha ha ha...Kamu terlihat semamin menggemaskan jika malu malu seperti itu Dek. Batin Andi memandangi April.


"Zina mata bang." Tegur Ardi pelan dengan menyikut lengan Andi.

__ADS_1


"Ckk,ganggu aja" Gerutu Andi pelan menjawab Ardi.


Setelah acara serah terima pengikat.Acara dilanjutkan makan-makan lalu setelah itu acara pertunangan antara Andi dan April pun selesai.


Seluruh rombongan keluarga besar Andi pun pamit pulang.April dan keluarganya berdiri didepan pintu untuk menyalami para rombongan keluarga Andi yang hendak pulang.


Setelah seluruhnya pulang,kini dirumah April hanya tersisa kerabat dekat dari Ibu dan Bapak saja.April pun masuk kerumah setelah selesai menyalami para tamu tadi.


Alangkah terkejudnya April saat melihat Mas Andi yang masih duduk santai dan terlihat anteng bersama Nenek April.


Lahh,kenapa Mas Andi masih disini? Apa ketinggalan? . Batin April heran dan bertanya-tanya dalam hatinya.


April mendekat dan ikut duduk bergabung disamling Nenek.Andi pun tersenyum melihat April.


Mas Andi berbincang-bincang dengan Nenek dan Bapak dengan asyiknya,April pun hanya menjadi pendengar setia diantara ketiganya.


Setelah kehabisan topik pembicaraan,hanya terdengar kesunyian diantara mereka.April pun buka suara hendak bertanya pada Andi.


"Emmm...Jika Mas Andi mau pulang mari April antarkan." Ucap April menawarkan.


Pletakk


Kepala April diketuk pelan oleh Nenek.


"Auu sakit Nek." Kesal April sembari mengusap-usap kepalanya yang terasa sedikit nyeri.


"Andi akan tidur disini kenapa malah kamu suruh pulang." Ucap Nenek tegas dengan menatap April serius.


"Tidur disini?"


"Kenapa?" Tanya April polos menatap Nenek dan Bapak.


"Memang seperti itu syaratnya." Jelas Bapak.


"Syarat?" Tanya April semamin bingung tak mengerti arah pembicaraan ini.


"Ckk" Nenek Berdecak malas melihat kepolosan April.


"Jika laki-laki habis melamar seorang gadis,maka harus bahkan diwajibkan bagi laki-laki itu untuk menginap satu malam di rumah gadis yang dilamarnya.Jadi,Andi juga akan menginap satu malam disini." Ucap Bapak lembut menjelaskan sejelas-jelasnya pada April.


"Siapa yang mewajibkannya Pak? Bukannya bukan mihrik yah?" Tanya April lagi dengan kepolosannya yang menjengkelkan.


"Kamu anak kecil diam saja jika tak mengerti.Adat disini memang harus seperti itu,jadi turuti dan ikuti saja ketentuannya." Ucap Nenek yang mebuat April bungkam.


April tak berani bertanya lagi,April hanya diam dan menunduk.


"Sudah jam 11 malam,kalau Nak Andi mau istirahat sekarang silahkan." Ucap Bapak mengalihkan pembicaraan.


"Iya Pak" Jawab Andi.


"Pril...Antar Andi ke kamarmu !" Pinta Bapak.


April terdiam sepersekian detik,lalu segera bangkit dan berjalan menuju kamarnya.


"Mari Mas" Ucap April lembut mengajak Andi menuju kamarnya.


Andi mengangguk lalu berjalan mengikuti April.Sesampainya di dalam kamar,Mas Andi langsung melepas kemejanya dan hanya menyisakan kaos berlengan pendek saja.

__ADS_1


"Boleh pinjam cas ponswlnya?" Tanya Andi menatap April yang duduk dipinggiran ranjang.


"Iya silahkan" Jawab April menunjuk cas yang tergantung di dinding.


Setelah itu April langsung beringsut membaringkan tubuhnya merapat pada dinding.April merasa badan dan otaknya sangat lelah hingga membuatnya sangat mengantuk.


April memgambil posisi paling nyaman untuknya tidur.Disusul Andi yang juga membaringkan tubuhnya disamping April.April menegang takut karena tidur satu ranjang dengan Andi yang maaih belum menjdi mahromnya.


April buru-buru meletakkan guling ditengah-tengah kasur sebagai pembatas antara dirinya dengan Andi.


"Gulingnya April taruh sini ya Mas" Ucap April pelan meminta izin.


"Iya Dek" Jawab Andi lembut.


April membaringkan tubuhnya mepet ke dinding.Berusaha berada sejauh mungkin dari Andi.April takut akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan.


Bagaimanapun juga Andi adalah seorang laki-laki normal yang memiliki *****.April takut jika tiba-tiba Andi bertindak melakukan hal-hal yang diluar batas.


Buru-buru April menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.April hanya menyisakan kepalanya saja yang masih nonggol menghadap ke arah dinding.


Semoga malam ini tak terjadi apa apa ya Tuhan. Batin April ketar-ketir.


April memejamkan matanya berusaha untuk cepat-cepat tidur untuk menghindari Andi.


Sedangkan Andi sedari tadi hanya melihat tingkah April yang sangat lucu baginya.


Sepertinya kamu sangat takut tidur berada dalam satu ranjang denganku.Sampai sampai kamu menaruh guling ditengah kasur dan membungkus seluruh tubuhmu dengan selimut yang tebal itu.Padahal malam ini terasa sangat panas sampai aku merasa kegerahan.


Batin Andi melihat punggung Apeil yang berbungkus selimut.


Karena terlalu dalam memperhatikan April yang tidur dengan tenang,terdapat sesuatu dalam diri Andi yang terpancing.


Oh siall...Kenapa si otong terasa sangat sesak didalam sana. Batin Andi yang merasakan kejantannya bereaksi.


Andi berusaha mengontrol nafsunya dengan mengatur nafas dan berusaha cepat untuk tidur.Andi takut tak dapat mengendalikan diri dan menerkam April dalam kondisi yang masih belum SAH.


Setelah bertarung melawan gejolak dalam dirinya.Akhirnya Andi dapat tidur dengan tenang dan damai.Mungkin karena terdapat April disampingnya,membuat Ia merasa nyaman dan tidur dengan sangat lelap.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like


Komen


Vote


Serta Favorit yah Readerss

__ADS_1


__ADS_2