
"Jangan sampai kamu nikah muda Pril.Kamu itu masih bocil umur 18 tahun.Masih bau kencur,bocil kelahiran 2001 nikahnya entar-entar aja.Kasian yang lahir taun 90 han masih banyak yang belum kebagian jodoh.Ha ha ha." Ucap Mas Apit menasehati.
April terdiam mendengar ucapan Mas Apit.Dalam hatinya terbesit keraguan kembali.
"Tapi kalau udah terlanjur tek dung duluan mah nikah aja langsung." Sambung Mas Apit kembali.
"Astaga Masss....Mas pikir aku cewek apaan." Protes April.
"Ha ha ha...Kan kali aja Wok.Biasanya kan anak yang pendiem malah mematikan dan menggemparkan.Kelihatannya kalem,pendiam,gak petakilan...Eh malah tek dung. Beda kalo sama yang blak-blakan yang kebanyakan tingkah,kebanyalam maah pada bisa jaga diri."
"La iya lah...Kan yang banyak tingkah udah pengalaman.Jadi mah tau gimana caranya biar gak tek dung.Beda sama cewek yang masih polos,di iming-imingi kenikmatan dan janji manis mah udah ayo-ayo aja."
"Nah tu tau kamu Pril."
"Ya tapi ya jangan dijadikan patokan kalau nikah muda karena alasan udah hamil duluan atuh Mas.Banyak kok yang nikah muda tapi gak hamil.Nikah mudah juga baik kok,bisa menghindari perbuatan zina.Ya tapi kalau udah sama-sama siap mental dan fisiknya sih."
"Iya...Kebanyakan orang yang nikah muda banyak yang pada cerai karena masih sama-sama gak dewasa pemikirannya." Sambung Mas Apit.
"Iya Mas...Kan memang lebih baik menikah dengan laki-laki yang umurnya di atas ceweknya.Jadi kalau ceweknya masih labil nanti cowoknya yang udah dewasa jadi bisa membimbing,mengayomi.Atau istilah jawanya Momong istrinya." Ucap April.
"Betul." Ucap Mas Apit membenarkan seraya mengusap pucuk kepala April.
April hanya nyengir saja diperlakukan seperti itu.
"Sana kamu balik ke tempat asalmu.Udah selesai nih petik kangkungnya."
"Wokayy..." Jawab April dengan jari telunjuk dan jempol yang ditekut membentuk simbol Ok.
"Makasih wokk.."
Ahh senang sekali aku jika di panggil wok sama Mas Apit.Terkesan lebih manis di dengar. Batin April lalu berlalu menuju tempatnya.
"Udah selesai Pril?" Tanya Mbak Ambar yang sedang duduk-duduk santai.
"Udah Mbak....Mbak Resa beluk kesini yah?"
"Udah,tuh lagi ngisi tempat gula."
"Ohhh..."
"Prill udah?" Tanya Mbak Resa yang berjalan mendekat ke tempat cuci tangan.Ia hendak mencuci tangannya yang terkena cairan gula.
"Udah Mbak."
"Kamu mau ikut aku mecah kelapa muda atau mau peras jeruk?" Tanya Mbak Resa pada April.
__ADS_1
"Aaakkk---"
"Aku aja yang meras jeruknya Sa !" Ambar memotong cepat ucapan April.
April yang masih menganga karena ucapannyaa disela pun tak jadi melanjutkan ucannya.
"Yaudah kamu sama aku mecah kelapa dibelakang yok." Ajak Resa.April mengangguk saja.
"Jangan lupa bawah wadah,kerokan sama plastik yah." Ucap Mbak Resa sembari berjalan menuju pintu belakang.
April pun menurut lalu berjalan menyusul ke belakang.
Resa membuka karung yang bersi 10 butir kelapa muda yang masih utuh beserta kulit-kulitnya.
Setiap sore pasti akan memecah 10 butir kalapa untuk diambil daging dan airnya.
Seharusnya memang harus ada 1 pegawai laki-laki yang juga ikut di bagian tukang es.Tapi karena tak ada pelamar laki-laki,Akhirnya hanya ada 3 perempuan saja.
Jika ada laki-laki kan tugas jadi lebih ringan.Para perempuan tak perlu mengangkat berat.Tugas memasak teh 1 galon penuh yang pancinga harus diangkat dan dinaikkan ke atas kompor akan menjadi tugas lelaki.
Tugas mengangkat panci berisi gula 13 kg yang akan dicairkan juga menjadi tugas lelaki.Dan tugas memecah kelapa pun jika ada lelaki akan lebih mudah.
Mbak Resa mulai mengambil satu butir kelapa.Diletakkannya kelapa itu didepannya,lalu...
Krakkk...Kraakk...Krakk...
"Si Ambar emang paling malas kalo urusan ngerok kelapa Dek.Pasti ada aja alasannya kalau di ajak ngerok kelapa.Mana pernah dia pegang golok,selalu saja aku yang mecahin kelapanya.Dia hanya tinggal ngerokin dagingnya saja." Ucap Resa sambil menunggu air kelapa selesai ditampung.
"Iya Mbak...Kelihatan banget kok." Jawab April membenarkan.
"Ambar juga malas kalau disuruh nimbang gula buat di cairin.Pernah kan kamu lihat dia cuma nyingkirin panci tempat guka yang kosong.Bukannya dicuci terus nimbang lagi terus di rebus lagi,Eh malah di singkirin dibiarin gitu aja."
"Malah aku yang sering di suruh Mbak Ambar nimbang gula Mbak." Protes April.
"Sekali-kali kita diamkan saja.Tadi gulanya di oanci satunya hampur habis.Nanti kalau dia nyuruh kamu nimbang jangan mau,biar dia aja yang nimbang." Pinta Resa pada April.
"Asyapp..."
Setelah dirasa airnya tak keluar lagi.Mbak Resa kemudian memukul-mukul lagi kelapanya.Golok yang menancao pada kelapa dipukulnya dengan palu dan sesekali di hantamkannya demgan keras kelapa itu ke tanah.
"Sini aku bantu buka kan !" Ucap Suara barinton dari belakang April dan Mbak Resa.
Sontak April dan Mbak Resa menoleh bersamaan.
"Kenapa gak dari tadi Nton." Ucap Mbak Resa pada Anton.
__ADS_1
Anton adalah Pramusani laki-laki.Anton juga driver,jika ada pesanan deliveri,Maka Anton lah yang akan mengantarkannya.
"Yeeyyy malah nglunjak nih anak." Jawab Anton menonyor kepala Mbak Resa.
"Susah Nton susahh." Protes Mbak Resa.
"Ini aja kalau bukan karena sedang antri mau mandi,gak bakalan aku bantuin kamu mah." Ucap Anton sembari menunjuk antrian kamar mandi yang terdapat 4 orang yang duduk manis mengantri untuk mandi.
Untuk Pramusaji memang jam mandi sorenya lebih awal.Pramusaji harus sudah selesai mandi semua pukul 4 sore.Jika lebih dari jam 4 sore,karyawan dilarang mandi.
Pramusaji juga diwajibkan berdandan dan wangi.Harus berpenampilan menarik dan ramah senyum terhadao pelanggan.
Itu sebabnya Pramusaji harus sudah mandi sebelum pukul 4.Karena jika lebih dari pukul 4 adalah waktu yang sudah cukup ramai untuk persiapan makan malam bagi para pengunjung.
"Yaudah bantuin dulu buka kelapanya ! Mumpung kamu masih antri 4 orang." Pinta Mbak Resa.
"Apa sih yang nggak buat kamu Sa." Anton menerling dan tersenyum genit pada Resa.
Diambilnya golok dari tangan Resa.Dihantamkannya sekali dengan keras kelapa yang masih belum terbuka tadi.Yah...Kelapa terbelah sempurna menjadi dua bagian.Tapi pandangan mata Anton masih tetap mengarah pada Resa.
Anton memang memiliki perasaan dengan Resa.Paras Resa yang cantik,putih,bersih serta hati yang baik membuat para karyawan laki-laki menyukainya.Sudah tercatat ada 3 karyawan laki-laki yang menaruh hati padanya.
Tak terasa 10 butir kalapa sudah dipecahkan Anton mencadi 20 bagian.
"Yaudah aku mandi dulu." Ucap anton berdiri berjalan ke arah kamar mandi yang sudah terbuka pintunya.
"Antonn..." Panggil Resa. Anton berbalik menatap Resa.
"Makasii..." Sambung Resa dengan senyum jahil.
"Sama-sama Sa--- Yangg." Goda Anton dengan jari yang membentuk simpul sarange.
Resapun membalas mengacungkan jarinya dengan simbol yang sama.
"Aaahhhh....Aku padamu Resa." Ucap Anton sembari tersenyum dengan kedua tangan memwgang pipinya gemas.
"Ha ha haa..."April tertawa dengan garingnya melihat tingkah konyol Anton.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung