
' Mas sudah tak sabar ingin segera menghalalkanmu' Ucap Andi dari sebrang telepon.
April menegang mendengarnya.Tak menyangka,Andi menelponnya malam-malam hanya untuk menyampaikan hal ini saja.
'Haloo .... Haloo Dekk... Halooo...'
'I-iya Mas ada apa telpon malam-malam begini. Aku sudah mau tidur tadi,tapi terganggu mendengar panggilan masuk darimu.' Ucap April yang sudah bisa mengontrol dirinya.
Tak terdengar sahutan dari ponsel April.
"Apa dia terainggung dengan ucapanku yah? Apa dia marah? " Gumam April sambil menjauhkan teleponnya.
'Ah... maafkan Mas kalau begitu Dek. mas tak tahu jika ternyata kamu sudah mau istirahat.'
'Inikan sudah malam Mas. Pastilah semua orang juga ber-istirahat.' Jawab April malas.
'Ba-baiklah kalau begitu,akan Mas tutup teleponnya. Maaf sudah mengganggu waktu istirahatmu ya Dek.' Ucap Andi kikuk.
' Hemmm... Sudah terlanjur gak jadi tidur. Jadi tadi Mas Andi mau ngomong apa?' Tanya April.
' Ahhh ituu.. Mas cuma mau bilang jaga kesehatan saja. Mas gak mau kamu sakitt saat hari pernikahan kita nanti.' Ucap Andi bersemangat.
' Hanya itu?'
'Iya,apa kamu ingin Mas mengatakan sesuatu lagi?' Andi bertanya dari sebrang telepon.
April mengernyit tak paham dengan pertanyaan Andi.
'Maksudnya Mas?'
'Apa kami masih mau mendengar jika Mas berbicara lagi?'
' Ya Tuhannn... Jika masih ada yang ingin di sampaikan ya silahkan. Akan aku dengarkan Mas.' Jawab April malass.
' Aku merindukanmu.' Singkat Andi.
April terbengong. Tiba-tiba pipinya merona merah semerah tomat. Bibirnya Tersungging menampilkan senyuman tipis di bibirnya yang ranum.
April mwmatung sejenak,menetralisir ribuan kupu-kupu yang tiba-tiba memenuhi rongga hatinya.
'Eemmmm....'
'Tak usah di jawab.. Aku hanya ingin mengatakan hal itu saja,tanpa berniat mendengar jawaban darimu Dek.' Potong Andi cepat.
' He umm...' Lagi-lagi April hanya berdehem.
'Sudah 2 minggu lebih Mas tidak melihat wajah manismu.'
'Ppfftttt.... Mana ada wajahku manis Mas? Lebah saja tak mau bersarang diwajahku. bagaimana mungkin wajahku bisa manis.' Ucap April sambil menahan tawa.
'Akhirnya si cantiku bisa tertawa lagi. Abang sudah rindu tawa merdumu Dek... Aseekkk...' Canda Andi menggoda April dengan gombalan abal-abal yang dipelajari dari teman kulinya.
__ADS_1
'Mas Andi kesambet setan apa-an sih Mas? Kok tiba-tiba jadi pandai menggombal seperti ini?' Kekeh April renyah.
'He he he... Tapi gombalan Mas mempan kan? Buktinya kamu sudah gak bad mood lagi.' Jawab Andi senang.
' Ha ha ha... Iya Mas,makasih ya sudah buat aku good mood lagi. Persiapan pernikahan kita ternyata sangat banyak Mas. Mana ada beberapa hal yang gak sesuai ekspektasi lagi. Aku capek fisik dan capek hati Mas...' Keluh April mengeluarkan segala kekesalannya.
' Sabar ya Dek... Maafin Mas karena gak bisa bantu ngurusin ini itu dan segala keperluan pernikahan kita. Maafin Mas yang masih sibuk cari tambahan uang.'Sesal Andi tak enak pada calon istrinya.
' ***Ehh bukan seperti itu maksud aku Mas. Aku gak nyalahin Mas kok. Aku hanya butuh teman untuk berkeluh kesah saja. Lagian kan Maa cari uang juga untuk masa depan kita nanti. Semangat ya Mas.'
'Minggu depan kita akan sah menjadi sepasang suami istri***.' April berucap dengan nada ynag rendah.
Lidah April sungguh kaku mengatakan hal yang bisa dikatakan terpaksa itu. Kata suami istri baginya sangatlah ambigu.
'Apa kamu sudah mencintai Mas Dek? Apa kamu sudah ada rasa sama Mas? Barang secuil pun tak apa.' Tanya Andi penuh harap.
April tak ingin membuat Andi senang dengan berbohong. April lebih memilih jujur walau terasa menyakitkan.
'Maafkan aku mas...' Lirih April.
Terdengar hembusan nafas berat daei sebrang telepon. Sepertinya Andi sangat kecewa dengan jawaban April.
'*Tak apa Dek. Mas paham,Mas tak bisa memaksamu untuk mencintai Mas. Tapi Mas berharap,semoga cinta bisa tumbuh seiring kebersamaan kita nantinya setelah menikah.'
' Mas tutup teleponnya,Wasalamualaikum."
Andi mengakhiri percakapannya dengan April.April merasa tak enak dan menyesal karena terlalu jujur.
" Haaahhhh.... Tapi aku tak bisa berbohong padanya. Tapi yinggal 6 hari lagi aku akan menjadi istrinya,istri dari pria yang tak ku cintaii..."
" Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimanaaa....?" Gumam April merancau tak jelas.
Drrtttt Drtttt Drttttt...
"Siapa lagi yang telpon di jam 10 malam ini? Apa Mas Andi lagi?" April kembali meraih ponselnya.
" Kak Salim? Untuk apa dia menelpon malam-malam?" April bergegas menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
'Hallo Assalamualaikum kak.' Sapa April terlebih dahuku setelah panggilan terhubung.
' Waalaikum salam... Sudah pulang bekerja? Atau masih di tempat kerja?' Tanya salim.
'Aaeemmmm... Akuuu,aku sudah berhenti bekerja disana Kak.' Jawab April sambil mengganti posisi tidurnya menjadi menyamping ke kanan.
'Oh benarkah? Kenapa berhenti tiba-tiba?' Tanya Salim penasaran dari sebrang telepon.
'Emmm .... Hanya ada sedikit urusan yang mengharuskan ku untuk resign dari sana Kak.' Jawab April.
' Ohhh seperti itu.. Baiklah.'
' Jadi kenapa Kak salim menelpon malam-malam?' Tanya April dengan mata yang mulai terkantuk- kantuk.
__ADS_1
'Aku hanya ingin ngobrol saja denganmu.'
'Hooaammmm.... Benarkahh..?' Ucap April dengan suara yang mulai tak jelas seperti orang yang mengigau.
' Apa kamu sudah mengantuk?'
'He umm... Harii ini sangatlah melelahkan bagiku Kak.' Gumam April yang masih di mengerti oleh Salim.
' Kau boleh tidur... Tapi jangan matikan teleponku. Aku akan menemanimu.'
'He ummm...' Gumam April mulai terlelap dalam tidurnya.
Terdengar deru nafas teratur dari ponsel Salim. Menandakan jika lawan bicaranya telah tertidur. Terdengar dengkuran halus yang membuat senyum salim tersungging.
' ***Sepertinya kau benar-benar lelah ya? Baru sebentar mengobrol saja kau sudah tertidur.' Ucap Salim pelan.
' Tunggu aku sukses dulu yah Pril. Aku akan melamarmu jika tabunganku sudah cukup***. '
Salim berbicara sendiri,namun hak itu dapat membuatnya lega. Walaupun mungkin April tak akan mendengar ucapannya di dalam tidur lelapnya.
' I Love Youu Aprill...Emuahh...'
' Hee ummm... Iyaaa....' April bergumam seakan menjawab ungkapan cinta Salim.
' Prill? Apa kamu bangun? Tanya Salim senang saat mendengar jawaban singkat April.
Namun sayang,ternyqta April hanya mengigau.
'Ternyata kamu masih tidur. Ku kira tadi kamu menjawab ungkapan hatiku. Ha ha ha,ternyata aku hanya terlalu berharap yah. Tunggu aku,sebantar lagi aku akan ke rumahmu membawa kedua orang tuaku.' Ucap Salim lagi.
Salim kemudian membuka Aplikasi game,Salim memutuskan untuk bermain game bersama teman-teman tongrongannya. Namun tetap dengan sambungan teleponnya yang masih terhubung dengan April.
Salim bermain game dengan di temani deru nafas halus April yang terasa merdu di telinganya.
.
.
.
.
Bersambungg...
Jangan lupa like komen Vote serta favorit yahh...
Oiya.. hari ini kan hari senin,jika boleh lemparkan lah vote kalian padaku yah. Nanti akan ku tangkap dengan senang hati.. Hi hi hi..
Terima kasih...
Happy Reading readerss...
__ADS_1
Babayyy...