Takdirku?

Takdirku?
Perjodohan part 2


__ADS_3

April menghempaskan tubuhnya pada kasur yang sudah tak empuk lagi.Otak April penuh memikirkan kata perjodohan yang baru saja Ia dengar.April tertekan,sangat-sangat tertekan.April ingin menolak tapi tak kuasa melihat raut kekecewaan orang tuanya.Jika April menerima,Ia harus mengorbankan perasaannya.


"Aku harus bagaimana?" Gumam April yang masih terlentang dengan pandangan menatap langit-lagit kamar.


"Aku dijodohkan dengan om om.Selisih 14 tahun sangatlah banyak bagiku." Ucap April menitihkan air mata.


"Apa aku berhak menolak ya Tuhann? Sebenarnya hatiku sungguh keberatan menerimanya.Tapi aku tak ingin mengecewakan Ibu dan Bapak" April bangkit duduk,merosot duduk dilantai.April bersandar pada ranjang,April memeluk lututnya,menyembunyikan wajahnya yang penuh air mata di antara kedua kakinya.


April meraih bantal,didekapnya bantal dengan erat untuk mengurangi kekesalan hatinya.


"Aarrrgggg" April berteriak kencang,namun suaranya tertahan oleh bantal yang Ia tutupkan diwajahnya.April tak ingin orang tuanya mendengar jika Ia sedang menangis dikamar.


"Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana?" Gumam Aprill sembari menjambaki rambutnya.


"Huuuuu hiks hikss" April menangis dengan menekan wajahnya kuat-kuat pada bantal.


April menangis sampai Ia tertidur dengan posisi masih dilantai dan tangan masih memegang bantalnya.


Sedangkan Ibu dan Bapak yang masih berdiam di ruang tengah nampak berfikir.Wajah murung April menjadi pertimbangan lagi bagi mereka.


"Bagaimana ini Pak? Sepertinya April tertekan" Ucap Ibu


"Entahlah Buk,Bapak juga bingung.Bapak sudah terlanjur menyetujui perjodohan ini,tapi melihat respon April yang seperti itu,Bapak jadi ragu lagi" Ucap Bapak lalu mengambil sebatang rokok dari bungkusnya.


"Lebih baik kita bicarakan lagi dengan Ridwan Pak"


"Iya Buk,Bapak akan telpon Ridwan untuk menunda lamarannya." Bapak merogoh saku kemejanya,dikeluarkan ponselnya lalu membuka layar kuncinya.


Baru hendak memencet,tiba-tiba ponsel Bapak berbunyi. Ada panggilan masuk atas nama Ridwan.Sontak Bapak terdiam lalu menatap Ibu.


"Siapa Pak? Kok gak diangkat?" Tanya Ibu heran melihat Bapak.


"Ridwan Buk"


"Loh kok malah Ridwan yang telepon duluan? Kira-kira ada apa ya Pak?" Ucap Ibu penasaran.Pasalnya Ridwan sangat jarang telepon jika bukan ada urusan yang penting.


"Entahlah Bu,Bapak juga tidak tau"


"Coba angkat Pak,Ibu jadi penasaran.Nanti sekalian bicara tentang perjodohannya,bilang sekalian jika minta lamarannya diundur"


"Iya Buk" Bapak menekan tombol bergambar telepon berwarna hijau itu.


"Haloo Assalamualaikum Wan"


"Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh" Terdengar nada senang Ridwan disebrang telepon.

__ADS_1


"Ada apa gerangan? Jawab salamnya semangat bener" Ucap Bapak terheran-heran.


"Aha ha ha...Tentulah aku senang Di,aku akan memajukan acara lamaran anak kita.Aha ha ha ha" Ucap Ridwan senang sembari tertawa-tawa.


DEG


Haduh,bagaimana ini? Kenapa malah jadi begini.Ridwan sangat senang dengan dengan perjodohan ini,aku tak kuasa mau menolaknya. Batin Bapak ketar-ketir.


"Halo haloo,kenapa kamu diam saja Di?"


"Ahh,i-iyaa haloo gimana gimana?" Ucap Bapak Hadi gelagapan,pasalnya Ia ketahuan sedang melamun.


"Kamu itu lagi mikorin apa sih Di? Diajak bicara tentang kabar bahagia kok malah diem saja?"


"Ti-tidak,tadi sinyalnya buruk" Elak Hadi.


"Yaudah yaudah"


"Tadi kamu bilang apa Wan?"


"Oh begini,kamu tau? Andi menerima perjodohan ini dengan tangan terbuka dan lapang dada,ha ha ha" Ucap Ridwan senang.


"Be-benarkah?"


"Iya,Ternyata Andi sudah tertarik demgan April sejak kejadian di depan gudang lalu.Kalau ku pikir-pikir,memang saat iti Andi selalu memperhatikan April,bahkan Andi memberikan jaket kesayangannya pada April secara cuma-cuma" Jelas Ridwan


Hadi bingung memikirkannya,Tak mungkin Ia mengecewakan Ridwan,dan tak mungkin juga mengorbankan perasaan April.


"Jadi bagaimana dengan April? Apakah dia juga menerima perjodohan ini?" Tanya Ridwan penuh harap.


"A-aku belum bertanya pada April.Kamu tau sendiri kan jika April baru pulang persami,dia sedang istirahat" Jawab Hadi mencari aman,Ia terlalu bingung harus menjawab apa.


"Baiklah baiklah aku mengerti,cepat tanyakan padanya ya ! Aku tunggu kepastiannya.Jika April setuju segera hubungi aku,maka aku akan langsung meluncur membawa rombongan" Ucap Ridwan penuh semangat.


"Baiklah,sudah dulu ya! Aku mau pergi beli rokok dulu" Ucap Hadi mencari alasan.


"Baiklah calon besan, Ha haha" Kelakar Ridwan


Sambungan telepon diputus.Hadi menatap ponsel ditangannya,lalu beralih menatap Ibu.


"Bagaimana ini Bu?" Tanya Bapak bingungg sebingung bingungnya.


"Ibu juga gak tau Pak" Jawab Ibu


"Saat Bapak mau membatalkan perjodohannya,Ridwan malah memberi kabar jika Andi ternyata menyukai April,Ridwan terlihat sangat senang dari nada bicaranya Buk"

__ADS_1


"Ibu ta---" Ucapan Ibu terpotong kala melihat April keluar dari kamarnya tanpa menoleh menatap Ibu dan Bapak yang masih setia berduduk di ruang tengah.


"Prill" Panggil Ibu yang membuat April menghentikan langkahnya.


"sini dulu sebentar"Sambung Bapak.


April berjalan pelan ke arah samping Ibu,April menunduk menyembunyikan wajah sembabnya,matanya bengkak dan hidungnya yang memerah.


"Apa kamu benar-benar kamu menerima perjodohan ini Nak? Kamu bemar-benar bersedia menerima Andi menjadi suamimu?" Tanya Bapak serius.


"Kenapa Bapak sekarang terlihat ragu begitu? Bukanya tadi Bapak yang sangat senang?" April twrherN mendengar rentetan pertanyaan yang dilontarkan Paman.


"Bapak ragu karena dirimu Nak,Bapak takut kamu tak bahagia nantinya" Ucap Bapak mendekat ke arah April.Didekapnya,dielusnya hingga tangannku digenggam.


"Aku tak apa - apa Pak,Insya Allah aku iklas menerima perjodohan ini." Ucap April memaksakan senyum.


"Beneran Nak?" Tanya Ibu tak percaya.


"Iya Bu"


"Tadinya Bapak mau menelepon Ridwan untuk membatalkan pertunangan kalian" Ucap Bapak tiba-tiba.


"Kenapa gak jadi Pak?


"Karwna ternyata Ridwan telepon memberi kabar bahwa dalam waktu dekat akan diadakan lamaran untukmu.Ternyata Andi menyukaimu,itu alasan Bapak tak jadi menolak perjodohan kalian."


"Haaa?" Pekik April terkejud mendengar perkataan Bapak.


"Bapak takut jika kamu menolak Andi,nanti amdi malah mempelet kamu atau main guna-guna denganmu.Seperti istilah cinta ditolak dukun bertindak" Sambung Bapak.


Seketika April mengingat tentang beberapa berita yang pernah Ia lihat,berita menenai perempuan yang disantet mantan pacarnya karena tak terima diputuskan.


April yang ngeri membayangkan kejadian tersebut memutuskan akan menerima lamaran Andi.April tak mau menjadi perempuan yang kurus kering karena disantet seorang pria yang sakit hati karena lamarannya ditolak.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote serta favorit yah


babayg


__ADS_2