Takdirku?

Takdirku?
Part 104


__ADS_3

Kali ini April bangun kesiangan.Sampai-sampai April baru melaksanakan solat subuh pukul setengah 6 pagi. Ibu Yani tadi sudah berusaha membangunkan April. Yeahh tapi itu adalah hal yang sia-sia. April akan sulit dibangunkan jika fisiknya dalam keadaan lelah.


Setelah solay subuh yang kesiangan,April kembali menyambung tidyrnya sampi pukul 8.Setelah bangun Ia langsung bersiap untuk berangkat bekerja.


"Vani jemput gak ya? Atau dia akan diantar mas Aldi lagi nanti? Sebel banget aku sama dia." Gumam April yang masih kesal dengan Vani.


April mengambil ponselnya,bermaksud untuk bertanya pada Vani. Walaupun hatinya masih kesal,tapi sebisa munhkin Apeil masih berusaha bersikap baik. Biarlah orang yang berbuat buruk padanya,asalkan dirinya tidak berperilaku buruk pada orang lain.


April melihat ponselnya,matanya menangkap terdapat satu nama yang sangat familiar di otaknya sedang membuat story di WA 15 menit yang lalu.


Di bukanya story itu.


Hanya bayi yang harus di tuntun untuk dapat pulang. Bukan orang dewasa !!.


Seperti itulah tulisan story Vani yang ditulis menggunakan huruf kapital semuanya.


"Ckkk... Ternyata dia menyindirku?" Gumam April tersenyum miring.


📤 Jemput atau di antar sama calon suamimu?


April mengirim pesan pada Vani. April lebih memilih berpura-pura tak paham dan tak tau jika dirinya disindir.


📥 Aku pakai motor sendiri.


Balas Vani singkat,padat dan sedikit terdengar ketus bagi April.


April memilih tak membalas pesan Vani.


" Sebenarnya disini yang pantas untuk marah itu aku atau dia? Bukankah aku yang ditinggal? lalu kenapa dia yang marah?" Gumam April sambil melajukan motornya.


April tak ingin ambil pusing dengan sikap Vani. april kini sudah berani jika harus berangkat dan pulang tanoa Vani lagi. April tak akan mengandalkan Vani lahi dalam hal itu.


Berteman sejak smp ternyata tak membuat sikap Vani berubah terhadapnya. Vani tetaplah sama seperti dulu,Vani yang suka bertindak semaunya sendiri.


Sampailah April di tempat kerjanya. Ternyata Vani sudah lebih dulu sampai. Kini Vani sedang mengobrol berdua dengan Deli. Vani hanya melirik sekilas saat April lewat.


April hanya menghidikkan bahunya berusaha tak perduli. April langsung saja melesat ke arah dapur untuk menyimpan tasnya.


Dan ternyata kebisuan Vani berlanjut sampai saat bekerja di mulai. Vani membawa masalah pribadi dalam bekerja. Vani tak pernah mau mengantarkan pesanan minuman. Vani selalu menghindari area Bartender.


Puncaknya,saat pelanggan sedang ramai-ramainya. Vani yang sedang menganggur pun masih tak mau mengantarkan pesanan minuman.


April yang membawa nampan berisi penuh gelas-gelas minuman pun berlonggak-longok mencari keberadaan pramusaji yang lain.


Namun sialnya,semua pramusaji sedangmengantarkan makanan. Saking kesalnya,Mbak Resa langsung berkata dengan tegas.


"Kamu antar sendiri saja Pril !! Kelamaan kalau nungguin kesadaran dari orang yang gak peka. Bartender boleh kok keluar antar orderan jika keadaan mendesak. Nanti kalau ditegur Mas Tono,bilang aja orderan banyak tapi gak ada yang ngantar." Ketus Mbak Resa melirik Vani.


April pun mengangguk lalu mengangkat nampan itu menuju meja nomor 9.Dilihat April,terdapat Bapak-Bapak memakai jas putih yang sedang duduk bersama beberapa rekannya.


"Permisii,pesanan meja nomor 9. Satu jus alpukat tanpa susu,2 milkshake coklat dan 3 botol air mineral." Ucap April ramah dengan senyum manis mengembang.


April memindahkan minuman dari nampan ke meja.

__ADS_1


"Ada tambahan lagi?" Tanya April memeluk nampannya.


"Sudah ini dulu saja Mbak." Jawab seorang.


"Baiklah,saya permisi." Pamit April sopan.


Baru beberapa langkah April pergi,terdengar suara gelas jatuh.


Pyarrrr.....


April menengok ke belakang. Ternyata minuman yang baru saja diantarnya terjatuh. Jus alpukat tanpa susu yang terlihat menggoda sudah bercampur dengan pecahan gelas di lantai.


April buru-buru menghampiri meja 9 lagi untuk membereskan kekacauan.


"Oh maafkan saya,saya sungguh tak sengaja." Ucap Bapak ber jas putih tadi.


"Tidak apa Pak,akan saya bereskan." Ramah April.


Namun karena tak hati-hati. Saat memegang pecahan kaca,tangan April tergores pecahan gelas yang tajam hingga berdarah.


"Ssttt auhhh..." Ringis April menarik tangannya. Terlihat darah mengali dari bekas robekan.


"Astaga,maafkan saya yang ceroboh ini. sehingga kamu jadi terluka karena saya." Ucap Bapak itu sambil mengelap tangan April yang berdarah menggunakan tisu.


"Tidak pak,ini salah saya yang kurang hati-hati." Ucap April membiarkan Bapak itu menyeka darahnya yang keluar.


"Saya Toni,kamu gadis yang tempo lalu menabrak saya di lorong kamar mandi kan? Apa kamu ingat saya?" Tanya Pak Toni sambil mengobati jari telunjuk April yang terluka.


April mengernyit,bola matanya melirik ke atas berusaha mengingat.


"Ha ha,maafkan saya ya. Pasti pinggangmu sakit karena terbentur lantai."


"Ohh tak apa Pak,saya anak yang kuat kok."


"Sudah selesai,sudah kembalu ke sedia kala." Ucap Pak Toni melepaskan tangan April.


"Lohh Bapak selalu membawa plester?" Tanya April heran melihat jarinya yang berbalut plester transparan.


"Hu.um... Saya seorang dokter,saya sering menyimpan beberapa plester di saku jas saya." Ucap Pak Toni.


"Ohh seperti itu. Terimakasih Pak." Tulus April lalu kembali memunguti serpihan beling dengan lebih hati-hati.


Setelah dikira bersih,April pamit undur diri pada pelanggan meja nomor 9.


"Dapat?" Tanya salah seorang teman Pak Toni.


"Dapat,tinggal melakukan langkah selanjutnya,maka semua akan beres." Ucap Pak Toni melihat kawannya dengan tersenyum.


" I found you !!" Gumam pelan Pak Toni dengan senyum yang sulit diartikan.


Mereka melanjutkan acara makannya. Sementara April kembali bekerja hinga waktu Rumah Makan tutup.


Setengah jam sebelum tutup, April dan para Bartender sudah membersihkan tempatnya.

__ADS_1


"Prill... Dipangil Mas Tono tuh." Ucap Devi.


"Dimana?"


"Didepan,di meja biasa." April mengangguk.


"Kenapa kamu dipanggil Pril?" Tanya Febi.


"Entah,mungkin karena masalah gelas yang pecah tadi." Jawab April.


Aprilpun langsung bergegas menemui Mas Tono. tak ingin membuat bosnya itu menunggu terlalu lama.


"Duduk." perintah Mas Tono yang melihat April datang.


April mengangguk lalu duduk di hadapan Mas Tono.


"Kamu tahu kenapa saya memanggilmu kemari?" Tanya Mas Tono.


Aura Mas Tono sangatlah mengintimidasi. April di buat kaku jadinya.April menggeleng menjawab pertanyaan Mas Tono.


"Apakah benar,jika kamuu....."


.


.


.


.


.


Bersambungg...


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Serta Favorit yah..


Dukung terus karyaku ya,jangan bosan-bosan.


mohon dimaklumi ya jika banyak typo dalam penulisan di karya ku ini.


Stayy with Aprill..


and


Happy reading Readersss tersayang...

__ADS_1


Babayy😄😄😄


__ADS_2