Takdirku?

Takdirku?
Kayu apa yang bisa dimakan?


__ADS_3

Malam ini Rumah Makan tempat April cukup sepi.Sudah tak ada pelanggan sama sekali setelah pukul 8 malam.Jadi semua karyawan pun berleha-leha memakan gaji buta.


"Kal Kaliii...." Teriak Mas Apit memanggil kali.


"Oiii..." Sabhut April sekenanya.


"Buatin minum yang anget-anget lahh...Badan berasa masuk angin nih." Ucap Andi sambil mengusap-usap tengkuknya.


"Anget-anget apaan nih? Kerampul hangat? Jeruk hangat? Apa teh manis hangat? "


"Serah dah...Yang penting pas buat badan yang sedang masuk angin." Ucapnya.


"Ok.."


"Nanti bawa kebelakang yah !" Pinta Mas Apit lagi.


"Asyapp beress..."


Mas Apit peegi kebelakang dan April mulai mengambil jeruk lemon untuk membuat lemon hangat.Sepertinya lebih cocok lemon hangat untuk Mas Apit saat ini.


"Haii..." Sapa seorang gadis.


"Ohh haii...Kamu ya anak barunya?" Tanya April sembari mengaduk jeruk lemon hangat.


"Iya...Saya Febi.." Ucapnya lagi.


"Saya April...Kok dari tadi saya gak lihat kamu?" Tanya April penasaran.


"He he he...Tadi sehabis kamu mandi,saya ikut Mbak Ambar ke gudang cek stok barang kita.Jadi kamu gak lihat saya deh." ucap Febi sambil tersenyum.


"Ohh pantesan...Emmm,nanti kita ngobrol lagi.Aku mau ngasih minuman ke Mas Apit dulu di belakang." Ucap April.


"Baiklah."


April pun hati-hati membawa jeruk lemon hangat tang berada du genggamannya.


April melihat jika Mas Apit sedang duduk sendirian di sebuah kursi yang yterbuat dari bambu.


Mas Apit melepas bajunya dengan tangan yang memegang koin dan minyak kayu putih.


Sesekali koin yang di pegangnya Ia gesekkan ke tengkuknya hingga membuat garis merah disana.Kerokan,itu lah istilah yang dilakukan Mas Apit sekarang.


"Ini Mas minum dulu mumpung masih hangat." April menyodorkan jeruk lemon hangat yang dibuatnya tadi.


"Makasih Wok.."


"Kamu bisa kerokin aku gak Wok?" Tanya Mas Apit.


"Bisa..." Ucap April cepat.


April tak tega melihat Mas Apit yang sepertinya sedang benar-benar tak enak badan itu.

__ADS_1


"Tolong ya Wok..." Pintanya dengan tatapan sayu.


Aprik menerima koin dan minyak kayu putih dari tangan Mas Apit.Aprik menggerakkan koinnya dengan oelan agar tak menyakiti Mas Apit. Sebenarnya kerokan itu terasa sakit dan perih.


Bagaimana tidak,pasalnya koin logam digesekkan dengan kuat pada permukaan kulit sampai memerah.Bahkan tak jarang sampai mengeluarkan darah karena kulitnya lecet.


Sesekali Mas Apit bersendawa mengeluarkan angin yang masuk dalam tubuhnya.Mas Aput memang orang yang tak memperdulikan pandangan orang lain terhadapnya.


Saar sedang khidmadnya Aprik mengerokku Mas Apit.Mas Agung datang dengan membawa kertas koran dan sebuah pena ditangannya.


"Mass...Aku elok lungguh kene yo?(Aku ikut duduk di sini ya?)" Tanya Mas Agung dengan logat bahasanya.


"Sak karepmu ae lah Tull.(Terserah kamu saja lah Tull.)" Jawab Mas Apit dengan bahasa yang sama.


Mereka memang berasal dari desa yang sama.Dan memang kebayakan karyawan yang bekerja disini juga berasal dari desa C .Karena Rumah Makan utama berada di desa C.Maka dari itu kebanyakan karyawan disini juga orang desa C.


"Itu yang kamu bawa apa Mas?" Tanya April menatap Agung.


"Wes ora nesu koe bi aku? (Kamu sudah tidak marah sama aku?). Tanya Mas Agung berbinar.


Memang sedari tadi aku mencuekkan Mas Agung dan Mas Yen.Bukan karena marah sebenarnya,tapu karena ingin saja. He he he...


"Sopo sing nesu karo koee? Wong aku mung lagi pingin meneng kok.(Siapa yang marah sama kamu? Orang aku cuma ingin diam saja kok.)." Jawab April acuh sambil terus mengerok punggung Mas Apit.


"Youwiss ahhh..." Ucap Mas Agung.


"Emangnya kenapa kok April marah sama kamu Gung?" Tanya mas Apit penasaran.


Kemudian Agung membuka lembaran koran yang Ia bawa tadi.Ternyata Ia sedang mengisi teka teki silang alias TTS.


Haduhhh Mas Agung begoo deh...Kenapa juga bilang sama mas Apit sihh . Batin April merutuki kepolosan Agung.


Mas Apit pun langsung menatap tajam ke arah April.


"Siapa?" Tanya Mas Apit datar.


"Bu-bukan siapa-siapa Mas." Jawab April gelagapan.


"Siapa Gung?" Karena tak mendapat jawaban dari April,Mas Apit beralih pada Mas Agung.


"Ohh ituu...Calon suaminya April." Jawab Agung lagi dengan mata yang masih fokus pada soal TTS.


Sungguh April ingin sekali menggetok kepala Mas Agung sekeras-kerasnya dengan ulekan.


"Calon suami?" Ulang Mas Apit.


"Iya calon suami Mas...Tadi calon suaminya April kesini nemui April." Jawab Mas Agung lagi.Tapi kali ini Ia mengangkat kepalanya dan memandang Mas Apit.


"Upssss....Keceplosan..." Pekiknya heboh saat menyadari jika April menatapnya dengan tatapan membunuh.Sampai-sampai mata April hendak keluar dari tempatnya.


Sontak Mas Apit langsung menoleh pada April.April pun langsung merubah pandangannya menjadi sangat manis saat Mas Apit menatapnya.

__ADS_1


Mas Apit diam saja.Dan April tahu apa arti diam itu.


"Iya...Tadi tunangan April datang buat minta maaf karena gak bisa datang saat wisuda tadi pagi.Dan iyaa,April memang sudah punya calon suami.Dan ini buktinya kalau April sudah dilamar laki-laki." Jelas April sembari memperlihatkan cincinnya pada Mas apit.


Mas Apit hanya diam dan memeperhatikan Agung yang sudah sibuk kembali memikirkan jawaban TTS.


" Sepatu yang bisa dipakai untuk memasak.8 menurun...Apa yah?" Gumam Mas Agung pelan namun masih terdengar oleh April.


April mengernyit mendengar soal yang di bacakan Mas Kun.


"Teka teki silang macam apa itu Mas? kenapa pertanyaannya seperti itu?" Tanya April Heran.


"I-ini teka teki silang lelucon.Jawabannya plesetan kata semua." Jawab Mas Agung yang agaknya masih canggung pada April.


"Haaa?"


"Contohnya nih kayak soal nomor 2 menurun yang sudah aku jawab.Ayam apa yang paling besar? 12 mendatar,di kotak kelima ada arsiran berarti itu tandanya spasi.Jadi jawabannya terdiri dari 2 kata." Jelas Agung.


"Jawabannya Apa? Ayam kalkun yah?" Tebak April.


"Salah...Jawabannya....Aayaaaaaammmmm Semesta." Ucap Agung girang.


April melongok mendengarnya.


"Sepatu apa yang bisa dipakai masak? 8 menurun." Tanya Mas Agung lagi.


"Sepatula." JawabMas Apit cepat.


"Wag benerr.. Pas jumlah hurufnya.Kenapa tadi aku gak kepikiran ya?" Ucap Agung yang mengisi kolom kotak-kota yang masih kosong.


"Ckkk...Soal kayak gitu mah anak SD bisa." Ejek Mas Apit.


"Coba yang ini... kayu apa yang bisa dimakan? 7 menurun." Tanya Agung lagi.


"Emangnya rayap..Kayu kok dimakan,kayak rayap saja." Gerutu Mas Apit yang sepertinya menyerah.


April yang mulai paham pun juga ikut mikir jawabannya.


Saat Ia menoleh,Ia melihat Febi sedang makan kerupuk.


Kraukk kraukkk...


"Ahhhaku tahu jawabannya."Pekik April semangat.


"Apa apa?" Tanya Agung tak sabaran.


"Kayupukkk..." Ucap April bangga.


"Kayupukk?"Tanya Mas Apit dan Agung bersamaan.


"Ckk...Maksudnya itu olesetan dari kerupukk.." Jelas April kesal.

__ADS_1


"Ohhhh kerupukkk..."


__ADS_2