Takdirku?

Takdirku?
S-2 °•° Part 2


__ADS_3

" Dekk." Panggil Andi lirih.


Andi tengah berbaring dengan April yang berada dalam dekapannya. Andi membelai lembut rambut April yang tergerai. Hingga ternyata, April tertidur karena rasa nyaman yang dirasa.


Andi melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 8 malam. April memang tipe wanita yang selalu tidur awal. Buktinya, kini pukul 8 saja Ia sudah terlelap nyenyak dalam dekapan sang suami.


" Seneng banget sih ngumpet di keteknya Mas kalau tidur." Kekeh Andi yang heran dengan kebiasaan baru April.


Kekehan Andi mereda, kini pikirann kembali di masa awal setrlah mereka menikah. April benar-benar kembali terpuruk setelah kepergian Ayahnya ke luar negri.


#Flashback on.


" Makan dulu ya Dek." Bujuk Andi lembut sambil menyodorkan sesendok nasi di hadapan April yang tengah berbaring.


April hanya menggeleng lemah. April tengah sakit, badannya panas tinggi.


" Huhh..." Andi menghela napas berat, sudah berbagai cara Ia lakukan agar April dapat makan serta meminum obat.


" Sedikit saja ya, paling tidak 3 sendok saja. Supaya kamu bisa minum obat dan cepat turun demamnya." Bujuk Andi sekali lagi.


" Tidak Mas... Aku gak lapar." Tolak April lagi.


Andi menyerah, diletakkannya mangkuk berisi bubur buatan Ibu. Andi meraih baskom kecil yang berisi air hangat.


Andi mengomprrs April dengan air hangat, berharap agar demamnya segera turun.


" Airnya sudah dingin, Mas ke dapur dulu untuk menggantinya ya."


Andi keluar meninggalkan April yang tengah berbaring dengan selimut uang menutupu sampai batas dadanya.


" Sudah mau makan?" Tanya Ibu yang dijawab gelengan lemah oleh Andi.


" April memang susah makan kalau sedang sakit." Cemas Ibu.


" Sini baskomnya, biar Ibu ganti dengan air hangat yang baru." Sambung Ibu.


Tak lama, Ibu sudah kembali membawa baskom yang sama. Andi mengambil baskom itu lalu kembali masuk ke kamar.


Saat sampai dipintu, Andi melihat April yang tengah terduduk dengan kepala mendongak.


" Ya Allah Dek.." Panik Andi berlari cepat memghampiri sang istri. Baskom yangdi bawanya jatuh hingga airnya tercecer kemana-mana.


" Kenepa bisa sampai seperti ini." Panik Andi meraih tisu du meja dengan tergesa.


Hidung April mimisan, cukup banyak darah mimisan yang keluar dari hidung April. Terbukti dari ceceran darah yang menetes di mana-mana.

__ADS_1


Andi mencoba menahan darah yang keluar dengan tisu yang banyak.


" Angkat kedua tanganmu Dek, kepalanmu mendongak." Ucap Andi dengan cemas. Hanya hal itu yang diketahui Andi untuk mengatasi mimisan.


April pun menurut, dengan lemas April mengangkat tangannya diatas kepala.


" Kenapa bisa begini sih Dek. Kamu membuatku cemas."


"Ada apa Nak..." Ibu menyembul di ambang pintu.


" April mimisan Buk." Adu Andi.


" Ya Allah... Kamu ini selalu saja mimisan jika deman nak." Ucap Ibu sendu.


Seperti langganan, April akan selalu mimisan jika sedang demam tinggi. Jadi, Ibu sudah tak kaget lagi. Karena hal itu sudah sering terjadi pada April.


" Enggak kok Buk, cuma sedikit aja." Ucap April berusaha menenangkan Ibu.


" Sedikit apanya? Orang darahnya aja sebanyak ini, coba aja tadi aku tadahin, pasti bisa dapat satu gelas full." Ucap Andi ceplas ceplos.


" Apa sih Mas." Sebal April .


" Darahnya sudah berhenti belum? Kalau belum akan Ibu carikan daun sirih ke rumahnya Bu Wahyu."


" Sudah kok Buk, aman." Andi yang menjawab.


Andi membantu April kembali berbaring di ranjang dengan perlahan.


" Minum Mas, Tenggorokanku rasanya anyir banget." Keluh April.


Dengan cekatan, Andi langsung meraih segelas air putih. Dengan telaten, Andi membantu April untuk meminumnya.


" Yahh... Airnya tumpah semua deh." Sesal Andi saat sadar jika baskom berisi air hangat sudah tergeletak terkapar di lantai.


" Mas ambil air lagi dulu ya. Buat kompres sama bersihin hidung kamu yang masih ada sisa darahnya."


.


.


Denggan lembut, Andi mengusap wajah April dengan handuk basah. Di usapnya bekas darah yang mengotori area hidung serta mulutnya. April hanya diam,pasrah meneria segala perlakuan Andi.


"Bajumu terkena darah, kamu ganti baju dulu ya." Pinta Andi.


Andi langsung menuju lemari mengambilkan baju untuk April.Andi langsung melepaskan baju April lalu menggantikannya, karna April masih terlalu lemas.

__ADS_1


Mulus banget sih tubuhmu sayang. Haduhhh.... Harus mati matian tahan syahwat. Apa lagi setelah mata suciku melihat 2 bukit indah ini. Batin Anditeeus mempeehatikan maha karya tuhan yang terpampang jelas dihadapannya.


" Dingin Mas." Rengek April yang sebenarnya merasa malu.


Walaupun sudah 1 minggu lebih menjadi istri Andi. April masih saja canggung jika berdekatan dengan Andi. Bahkan April masih sering menolak jika di sentuh oleh Andi. Jika bukan karena sakit, pasti April juga tak mau digantikan baju oleh Andi.


" I-iya." Gagap Andi berusaha menghilangkan fikiran kotornya.


Karena perhatian ekstra yang di berikan Andi. Setelah 4 hari,bApril sembuh dari sakitnya.


Namun masih saja tetap sama, April masih suka menyendiri dan melamun. Bahkan terkadang sama sekali tak mau di dekati oleh Andi.


Setiap malam, April selalu tidur membelakangi Andi dengan guling yang berada di tengah sebagai pembatas. April tak pernah menghiraukan atau memeperhatikan Andi.


April terlalu sibuk melamun dan memikirkan banyak hal dalam otaknya.


Setelah hampir 1 bulan usia pernikahan, April baru sadar jika selama ini Ia sangat keterlaluan dengan Andi.April terlalu sering mengabaikan keberadaan Andi.


Untung saja Andi sangatlah sabar dan pengertian dengan April. Andi tak pernah marah sekalipun dengan April.


" Maafkan aku Mas. Selama sebukan ini aku sudah lalai dalam menjadi istrimu." Sesal April setelah solat isya berjamaah dengan Andi.


April menyalami tangan Andi dengan takzim, diciumnya lama tangan Andi


#Flashback off


.


.


.


...Bersambungg......


Haiiii.... Satu bab lagi buat menemani acara bakar-bakaran kalian nih. makan sate sambil baca novel kan seruu...


Selamat tahun baru untuk semua pembaca setia novel saya. Mari kita tinggalkan segala duka dan lara di tahun 2021. Lalu kita sambut dengan tangan terbuka kebahagiaan du tahun 2022.


.


Mohon do'akan saya ya semuanya. Semoga di tahun 2022, saya bisa segera hamil, Aaminn. do'a baik dari kalain sangat berarti bagiku dan suami.


Terimakasih atas semua dukungan yang kalian berikan padaku di tahun ini.


Happy reading readers tercinta..♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


Aku sanyang kaliann...🤗


Babayy...😄😄😄


__ADS_2