
Perjalannan ke stadion membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.Stadion sering dijadikan tempat pacaran para muda mudi.Karena tempatnya sepi,cahaya remang-remang serta banyak pohon cemara.Dibawah pohon cemara pun disediakan kursi untuk duduk-duduk manja,tapi tak sedikit juga yang lebih memilih duduk berhadap-hadapan di atas jok motor.
Sepanjang jalan tangan April terus memeluk pinggang Putra.Satu tangan Putra memegang kemudi dan sat tangannya lagi menggenggam tangan April,sesekali mengelus lembut.Sepanjang jalan mereka selalu bercerita membahas hal-hal yang tak penting.
Sejujurnya April takut ditilang Polisi,karena Ia tidak memakai helm,hanya Putra yang memakai helm.April tak tau kalo ada rencana tambahan untuk pergi apel ke stadion,jadi April tak membawa helm.
April dan Putra sampai di halaman stadion.Benar saja,banyak pasangan yang ngapel disini.Putra mencari tempat yang tidak terlalu ramai.Putra menghentikan motor dibawah pohon cemara yang cahaya disekitarnya hanya remang-remang.
Sebenarnya April sedikit takut ditempat sepi seperti ini.Ini kesan pertamanya berkencan dengan pria,April takut diapa-apakan,takut ditinggal disini lalu motornya dibawa dan April menangis sendiri dibawah pohon seperti orang gilaa.Tapi April buang jauh-jauh pikiran buruk itu.
April duduk membonceng menghadap depan dengan satu kaki dibawah,sedangkan Putra duduk menghadap April dengan kaki yang dilipat diatas jok motor.Jarak duduk dua Makhluk itu hanya sejengkal.Sangat dekat dan itu juga yang membuat hati April berdendang tak karuan.
"Yang,kenapa nunduk teruss hm,uangmu jatoh?" tanya Putra memulai pembicaraan.
"Enggak"
"Heii,lihat sini dong" Putra mengangkat dagu April hingga sejajar dengan wajah Putra,sedikitt lagi hidung mereka akan menempel
"Emmm" gugup April memundurkan kepala.
"Kenapa menjauh,kamu gk suka deket deket sama aku?" Putra semakin mendekatkan wajahnya.
"Su..Suka kok,tapi aku malu kalo kamu terus melihatku begitu" ucap April memalingkan wajah.
Cup
Putra mengecup pipi April sekilas.April mematung,reflek tangannya mengusap bekas ciuman dari Putraa.
"Kenapa kamu lap,gk suka?" datar Putra merasa tersinggung karena gerakan refleks April tadi.
"Emmm bukan begitu,aku reflek,sebelumnya gak ada yang pernah cium aku,kamu orang yang pertama" cicitnya malu malu.
"Benarkah" Girang Putra seperti memenangkan lotre.
"Iya,bahkan Bapak gak pernah menciumku,palingan hanya mengelus kepalaku" jelas April,karena memang itu ciuman pertamanya dan Putra lah yang mengambilnya.
Cup Cup Cup
Ciuman bertubi-tubi mendarat di wajah April
"Iihhh,Putraa" Aptri memukul pelan dada Putra.Pasti sekarang pipi April sangat merah merona karena terlalu senang.
"Aduh" ringis Putra menarik April bersandar pada dada bidangnya.
__ADS_1
April menenggelamkan wajahnya ke dada Putra untuk mengurangi rasa malu.Usapan lembut dikepala semakin membuat April deg degan tak karuan.Buru buru April menjauh,takut Putrq mendengar detak jantungnya yang sangat nyaring.
"Eh eh,pipinya merah tuu" goda Putra semakin menggoda.
"Ihhh sudah deh,jangan gituu" April menutup wajah Putra dengan kedua tangan.April tak kuat karena terus ditatap genit oleh Putra.
"Mataku jangan ditutupin,nanti aku gak bisa liat kecantikanmu sayanggg" ucap Putra tersenyum menurunkan tangan April dari wajahnya.Putra menggenggan tangan April.
"Kamu kok seneng banget si elus tangan aku" tanya April penasaran karena sedari tadi Putra selalu mengelus tangannya,terutama saat di atas motor.
"Suka aja,masih mending aku elus tanganmu,bukan elus yang lain he he he" kekehnya
"Jangan macam macamm"
"Kamu kaget gak pas lihat aku untuk yang pertama kali tadi.Basanya kan cuma lihat foto sama denger suara lewat telpon doang.Tapi sekarang kita ketemuan langsung" tanya Putra.
"Nggak kok biasa aja" sebenarnya April sedikit kaget,karena Putra lebih tampan saat difoto.Foto yang di jadikan profil itu fotonya jaman sma,sedangkan sekarang dia sudah lulus sma dan bekerja jadi kuli bangunan.
Putra 3 taun lebih tua dari April.Putra pernah tinggal kelas waktu kelas 4 sd.April tak mempersalahkan hal itu,karena itu hanya masa lalu.April senang bisa menjadi kekasihnya,dia baik dan juga romantis.
"Kalo kamu? Kaget nggak waktu lihat aku?"
"Enggak kok,aku seneng bisa bertemu denganmu" Cup,Putra mengecup pipi April lagi
"Cerita dong tentang hidup kamu" April mencari topik obrolan lain.
"Apa aja,keluarga,teman kerjaan atau mantan mantanmu mungkin" April mengangkat bahunya.
"Ibu kandungku sudah meninggal sejak aku kecil,aku tinggal sama Bapak,Kakak dan satu Adek.2 taun yang lalu Bapakku menikah lagi dengan janda beranak satu dan sekarang Ibu tiriku sedang hamil.Kakakku sudah menikah dan punya satu anak,dia masih tinggal bersama Bapak.Jadi dirumah totalnya ada 7 orang." terang Putra panjang.
"Kamu enak masih punya Bapak,Kakak dan Adik kandungmu,sedangkan aku tak punya siapa siapa" April tersenyum kecut mengingat hidupnya.
"Kan kamu juga punya Ibu dan Bapak"
"Mereka orang tua angkatku.Ibu kandungku merupakan Adik Ibuku yang sekarang.Ibu kandungku sudah meninggal saat usiaku 6 tahun.Aku gak tau siapa Bapakku jadi,Ibu dan Bapak merawatku sampai sekarang.Ibu dan Bapak juga yang menyelamatkan nyawaku,karena Ibuku meninggal hanyut tenggelam dikali saat akan membawaku berobat ke klinik,dan aku jatuh terbentur pondasi hingga pendarahan dikepala belakangku.Aku lupa ingatan,aku hanya bisa mengingat kenangan saat umurku 6 taun keatas.Selebihnya aku tak tau,bahkan aku tak ingat wajah Ibu kandungku selain dari foto yang ditunjukan Ibuku" jelas April pelan.
Putra menarik April dalam pelukannya,dia mengelus punggung April sesekali mengecup puncak kepalanya.Hal itu bisa membuat April tersenyum kembali.
"Kita ada sedikit persamaan dalam masalah keluarga.Mari kita saling menguatkan !" Putra tersenyum menguatkan.
"Hmmm"
"Udah dongg,kok jadi sedih sih,padahal ini apel pertama kita loh" ucap Putra mencairkan suasana.
__ADS_1
"Mantanmu banyak ya?"tanya April tiba tiba.
" Emmm nggak kok,tapi kayaknya ada satu mantanku yang kamu tau.Dia satu seklolah denganmu namanya Dewi.Dia mantan terakhirku sebelum aku berpacaran denganmu" jelas Putra.
Haduh,kalo aku dibandingin dengan Dewi kalah jauh.Dia putih bersih sedangkan aku kucel. Batin April pesimis
"Kamu jangan mikir aneh-aneh,yang terpenting sekarang hanya ada kamu dihatiku."
"Emm..pulang yuk,udah jam setengah delapan.Aku harus anterin kamu pulang dulu,nanti takut kemalaman." ucap April mengalihkan pembicaraan.
"Yahh,padahal masih pengen sama kamu,masih pingin peluk peluk cium-cium kamu loh" ucap Putra manja menduselkan kepalanya dipundak April.
"Besok-besok kan bisa ketemu lagi" April mengangkat kepala Putra.April takut Putra mencium bau keringat diketeknya.Karena April sempat berkeringat saat menunggunya di gapura sore tadi dan saat makan baso tadi.Akan sangat memalukan jika Putra nyium bau ketek April yang asem.
"Malem takbiran kita jalan keluar ya,ke alun alun kota pasti ramai"
"Kalo kamu berani ijin ke Bapakku aku mau,tapi kalo kamu gk berani ijin aku gak bisa" tantang April.
"Ok,nanti aku ijin keBapakmu" tegas Putra.
"Kamu harus datang kerumahku trus minta ijin ke Bapak loh,kalo Bapak ngijinin kita jalan keluar aku sih ayo aja.Tapi kalo Bapak gak bolehin,kita apel diteras rumahku aja ya.He he he" Terang April.
"Iya deh gak papa,semoga Bapakmu ngijinin ya" jawab Putra.
"Aaminn,yaudah yok pulang"
"hem."
.
.
.
.
.Bersambungg.
Siapa yang punya kenangan manis sama mantan pacar pertamanya?
Bagi bagi ceritanya dong
Hal apa yang gak bisa dilupain dari mantan pertama kalian.
__ADS_1
he he he
Sampai ketemu di part selanjutnya😅