
Pov Andi
"Mas...Mas Andiii...Bagaimana ini Mas? Semua pengunjung mengeluh perutnya sakit setelah memakan makanan yang kita sajikan." Keluh Dito panik karena banyaknya pelanggan yang sakit perut.
"Ba-bagai mana bisa?" Jawab Andi ikut panik.
"Kami juga tak tau Mas.Padahal saat sarapan tadi,seluruh karyawan tak ada yang sakit perut Mas.Tapi kenapa tiba-tiba seluruh pelanggan mengeluh sakit perut setelah makan disini." Jelas Andi.
"Mas Andi...Para pelanggan meminta ganti rugi Mas.Pelanggan menjadi brutal dan mengamuk di depan." Jelas Sofyan yang tiba-tiba masuk ke ruangan Andi.
Andi tanpa bicara langsung berjalan cepat menuju tempat dimana para pelanggan makan.Dan benar saja,Imas yang bertugas sebagai kasir sedang diserbu para pelanggan.
"Ganti uang kami..."
"Kembalikan uang kami sekarang juga..."
"Ganti rugiiii sekarang untuk kami berobat..."
"Makanan beracun kok dijual..."
"Tanggung jawab sekarangg....perut kami sakit karena memakan makanan di sini...."
Kira-kira begitulah teriakan protes para pelanggan yang mengerubuni Imas.
"I-iya Pakk,Buk,Mas,Mbak...Sabar yah sabarr.Nanti semua akan di urus sama Bos saya." Ucap Imas ketakutan.Tapi sebisa mungkin Imas menenangkan para pelanggan yang memasang wajah gahar itu.
"Tenag dulu semuanya...Mari kita selesaikan baik-baik masalah ini." Ucap Andi yang langsung membuat semua menoleh ke arah Andi.
"Tenag-tenag bagaimana? Perut kami sakit karena memakan makanan di Rumah Makanmu ini.." Ucap Bapak berbaju biru.
"Kamu kan Bosnya disini? Cepat ganti uang kami dan berikan kami uang untuk berobat !!" Ucap Ibu berbaju merah.
"Iya tanggung jawab....Tanggung jawaab.."
"Ganti rugi...Ganti rugi..."
Teriak pelanggan lain yang juga memegangi perutnya sambil sedikit membungkuk dan meringis seperti menahan sakit.
Terdapat 15 orang yang mengeluh sakit perut karena memakan makanan di Rumah Makan milik Andi.
"Baiklah....Baiklah..Saya akan bertanggung jawab." Putis Andi pada akhirnya.
"Memamg sudah seharusnya kamu ganti rugi." Teriak Bapak berbaju biru lagi.
__ADS_1
Ckkk,sialan nih Bapak-Bapak.Sepertinya dia profokatornya nih.Dari tadi ngomporin mulu mulutnya.
Batin Dito menggerutu melihat Bapak berbaju biru itu.
Andi memberikan uang masing-masing orang sebesar 500 ribu.Untuk ganti uang mereka yang tadi membayar makanan,dan untuk berobat ke klinik.
Jadi totalnya Andi mengeluarkan uang 7.500.000 untuk ganti rugi dan berobat mereka.
"Apa ini ? Cuma 500 ribu dapat apa? Kamu suruh kita berobat dimana haaaaa? Kamu pikir biaya rumah sakit cukup dengan uang 500 ribu yang kamu berikan? " Protes Ibu berbaju merah.
"Iya buat apa uang 500 ribu.Kurang....Kurangg.." Teriak yang lainnya yang termakan ucapan Ibu berbaju merah itu.
Busyettt....Nih Ibuk baju merah sama Bapak baju biru suami istri apa ya? Kenapa kompak bener memprofokasi yang lainnya? .
Batin Dito lagi.Dito ingin rasanya menyumpal mulut ke duanya menggunakan sayuran basi yang ada di dapur.
Andi pun kembali merogoh tas kecil tempat menyimon uang yang sedari tadi Ia pakai di dadanya.
Andi mengeluarkan sejumlah uang lagi,namu tiba-tiba---
"Semuanya saja !!! Kelamaan kamu.Ini aja mungkin gak cukup untuk kami berobat." Ucap Bapak berbaju biru itu.Bapak itu menyerobot uang yang di pegang Andi.Kira-kira sejumlah 2 juta.
"Eh eh he...Gak bisa gitu dong Pak.Itu terlalu banyak Pak." Protes para karyawan Andi.
"Pemerasan ini namanya Pak." Protes karyawan Andi.
"Bapak dan yang lainnya hanya sakit perut biasa.Tak mungkin jika sampai masuk ke IGD ataupun ICU.Lagi pula makanan kami tak beracun yah Pak.Jika makanan yang kami sajikan beracun,pasti seluruh karyawan saya pun juga akan sakit perut.Karena mereka tadi pagi juga sarapan mengunakan makanan yang berbahan dasar sama." Ucap Andi yang sedari tadi diam.
"Bukankah pelanggan yang lain juga tidak keracunan? Lihatlah di pelanggan meja nomor 5,7 dan 9.Mereka baik-baik saja bukan?." Sambung Andi dengan sedikit emosi.
"Iya,lagi pula,Bapak dan yang lainnya juga tak terlihat benar-benar sakit perut.Buktinya kalian malah berteriak dan marah-marah disini.Bukannya bolak-balik kamar mandi,lemas sampai pingsan atau muntah-muntah kan? Jangan-jangan kalian komplotan pembohong Kan?" Sergah Dito yang juga mulai menyadari keganjilan.
"A-apa maksud kalian.Kami benar-benar sakit perut karena keracunan." Ucap Bapak berbaju biru membela diri.
"Bahkan raut wajah Bapak sama sekali tak menunjukkan kesakitan." Ucap Andi semakin mendesak.
"Aa-aapa....Ti-tidakkk.." Bapak berbaju biru itu kabur berlari membawa uang Andi tadi.
Disusul dnegan 14 orang lainnya yang mengaku keracunan dan sakit perut tadi.
"Woiii penipuuu....Jangan lari kalian,kembalikan uang Bos kami." Teriak Dito dan berlari mengejar para penipu yang kabur.
15 orang penipu itu sangat licik.Mereka berlari memecar ke berbagai arah.Karyawan Andi yang mengejar pun kehilangan jejak mereka.Karyawan Andi kembali ke Rumah Makan dengan sendu.
__ADS_1
"Maafkan kami Pak...Kami tak dapat menangkat mereka." Ucap Dito dengan sedihnya.
"Tak apa Dito...Mungkin memang bukan rezeki saya." Jawab Andi.
"Mas Mass....Ini ketangkepp satu orangnya." Sofyan berteriak dari samping.
Ternyata yabg tertangkap Ibu berbaju merah.Ibu itu bertubuh gempal dan sudah agak tua.Wajar jika larinya dapat dikejar oleh Sofyan.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Andi geram.
"Ampun...Saya tidak tau Mas...Tadi saya waktu mau kepasar hanya disuruh laki-laki yang pakai masker untuk ikut rombongan orang-orang tadi.Terus saya disuruh ekting sakit perut agar dapat uang.Karena saya sedang butuh uang untuk bayar biaya anak saya yang sedang sakit di rumah sakit.saya mau melakukan apa yang Ia perintahkan Mas.."Jelas Ibu baju merah dnegan nada ketakutan.
Bahkan Ibu itu sampai berlutut memohon ampun agar tidak diseret ke kantor pilisi.Karena iba,Andi pun membiarkan ibu itu pergi.
"Jangn lakukan kesalahan yang sama.Walaupun sedang dalam keadaan terdesak.Kali ini kamu saya lepaskan.Karena saya kasihan dengan anakmu yang masih kecil yang tengah sakit." Andi berucao dengan bijak sananya.
Bahkan karyawannya sampai terbengong-bengong.Bagaimana baiknya Andi pada orang yang telah menipunya hingga kehilangan uang 9.5 juta.
Drretttt....Dreetttt...Drettttt.
Ponsel Andi berdering terus menerus dari dalam sakunya.Memang sejak pagi poselnya sering berbunyi.Entah itu terdapat pesan masuk atau telepon masuk.Andi terlalu pusing hinga enggan mengambil ponselnya.
"Ayah?" Andi mengernyit melihat panggilan tak terjawab dari Ayahnya Terdapat 19 panggilan tak terjawab sejak pagi tadi.
"Kenapa Ayah sampai telpon sebanyak ini?" Heran Andi lalu membuka pesan-pesan belum terbaca dari ponselnya.
📥Jangan lupa pulang,hari ini April wisuda.Kamu harus datang menemuinya.
Begitulah pesan yang Ayahnya kirim.Andi hanya membuka 1 pesan dari Ayahnya,dan Ia langsung tersadar.
Dibukanya pesan dari April.Ternyara April mengiriminya foto.Foto wajah April yang berbalut riasan cantik yang tersenyuk menatap kamera.
"Astaga....Aku melupakan hari penting ini.April pasti menungguku sedari pagi." Pekik Andi tergesa-gesa berberes bersiap pulang.
"Tutup saja sekarang.Semua makanan yang tersisa bungkus lalu bagikan kepada orang jalanan." Perintah Andi singkat lalu pergi melajukan motornya.
"Ya Tuhan...Sudah jam 1 siang.Pasti acaranya sudah selesai.Tunggu aku April... .!" Gumam Andi panik.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.