Takdirku?

Takdirku?
Part 109


__ADS_3

Tak terasa,hari ini adalah hari terakhir April bekerja di Rumah Makan ini. Terasa berat bagi April,bamun harus bagaimana lagi? Semuanya harus dilakukan. Walaupun dengan memutuskan menikah,akan merenggut masa-masa remaja April.


April tak menyesall,karena memang ini keputusan yang telah Ia ambil.


Hari ini adalah hari gajian,termasuk pula hari dimana April terakhir bekerja. Dalam hati April,sebenarnya tak ingin berhenti bekerja. Tetapi jika nnati Ia sudah menyandang gelar Istri. Maka harus siap siaga dirumah mengurusi segala keperluan suaminya.


" Aprillll....." Panggil Febi dengan sendu.


"Kenapa Hemmmm?" Jawab April.


"Ini hari terakhir kamu disini. Kamu tega banget sih ninggaalin aku sendirian." Gerutu Febi.


"Sendirian gimana? Kan masih ada Mbak Ambar sama Mas Agung tuh."


"Kamu kan tau sendiri gimana sifatnya Mbak Ambarr. Mana bisa aku akrab dengannya. Palingangan cuma sama Mas Agung aja nanti aku."


"Yaidah kann."


"Ya tapi Mas Agung masih pemula,masih belum mahirr jadi susahh. Aku takut kalau pas si Ambar ambil cuti. Nanti aku di sini sendirian sama Mas Agung. Aku takut gak bisa nge handell Prill.."


"Yakin aja,insyaAllah bisa. Pasti nanti Mas Tono akan cari karyawan baru lagi buat bantu-bantu di sini. Kamu tenang aja,oiyaa. Kamu jangan berantem terus sama Mbak Ambar yah,yang aku kalau aku sama Mbak Resa udah gak disini."


" Nahh kann... Kamu mah gituuu Prill..."


"Ha ha ha.."


"Eh Prill Prilll... Aku mau bilang sama kamu." Febi merapatkan tubuhnya ke April lalu celingukan melihat sekitar.


Setelah dirasa aman,Febi mulai mendekatkan wajahnya ke April.


"Tadi akudengar dari Mas Bagas. Kalau si Ambar marah-marah gara-gara kamu sama Mbak Resa resign." Bisiknya pelan sambil celingak-celinguk. Takut jika ada yang mendengar atau tiba-tiba orang yang dibicarakan datang.


"Marah? Marah kenapa? Perasaan aku gak ada buat salah sama dia tuh." Jawab April heran.


"Kata Mas Bagus. Tadi Mbak Ambar bilang sama dia. Kalau gara-gara kamu sama Mbak Resa,dia jadi gak bisa resign juga hari ini."


" Lah kenapa begitu?"


"Ya karena sudah ada 2 yang resign,dia jadi gk bisa."


"Ya salah dia sendiri kenapa gak bilang sama Mas Tono kalau mau resign. Ya mau bagaimana lagi,semua sudah terlanjur kan. Mbak Resa yang dukuan mengajukan resign. Kemarin saja,seharusnya aku juga di tahan sama Mas Tono. Tapi karena aku menikah bukan depan. Jadinya Mas Tono terpaksa ngebolehin aku resign." Jelas April.

__ADS_1


" Trus trusss... Katanya dia bakal keluar diam-diam alias kabur. Setellah gajian,esoknya dia gak berangkat kerja lagi." Bisik Febi lagi.


"Harusnya jangan begitu lahh. Kita kan masuk ke sini baik-baik. Jadi keluar juga harus dengan cara yang baik juga. Jangan asal nyelonong diam-diam gak berangkat,eh pas dihubungi ternyata keluar. " Nasehat April.


"Hu.umm..."


" Nanti kalau setelah kamu dan Mbak Resa keluar. Dan aku di sini hanya bertiga,kalau aku gak betah. aku juga akan mengundurkan diri saja lah." Putus Febi.


"Lahh kenapa jugaa?"


"Buat apa bertahan kalau suasananya sudah gak mendukung. Lebih baik aku keluar sekalian lalu cari kerjaan di tempat lain." Jawab Febi dnegan mengangkat bahunya.


"Jangan begitu. Kasihan Mas Agung. Mas Agung yang polos akan tertekan jika harus bersama Mbak Ambar sendirian. Kamu ingat tidak ceritanya Mbak Resa?" Ucap April.


"Apa? Yang mana?"


"Itu lohh yang katanya Mbak Ambar pernah hampir memukul kepala rekan kerjanya dengan gelas petruk. Gelas yang panjangnya 25 cm itu lohh. Untung saja bisa di tahan yang lainnya. Kalau tidak,pasti kepala orang itu sudah mendapat banyak jahitan." Ucap April bergidik ngeri.


"Oh iya ya,waktu itu rekan nya juga pas cowok lagi. namti kalau Mas Agung juga digitukan gimana?" Ngeri Febi.


"Makanya jangan tinggalkan Mas Agung. Kamu resign-nya kalau Mas Agung sudah bisa semua menu. Jadi nanti kamu tenang ninggalinnya." Nasihat April.


" Alaahhhh... Kamu aja tega ninggalin aku yang juga belum hafal semua racikan tuh." Sindir Febi.


Sore pun tiba. Seharian ini pelanggan sedang banyak-banyaknya. Mungkin karena faktor malam minggu juga. Jadi banyak keluarga serta remaja yang mencari makan di luar.


Saat di akhir membeludaknya pelanggan.Datang Deli dengan membawa 1 gelas dari depan. Gelas itu masih berisi 3/4 minuman.


"Itu kan minuman orderan terakhir tadi. Kenapa dibawa kebelakang lagi ya?" Gumam April ketar-ketir.


Karena biasanya akan terjadi hal yang tidak mengenakkan jika minuman yang sudah sampai di mmeja pelanggan kembali di bawa ke belakang oleh pelayan.


Deli berjalan ke arah meja Mas Tono dengan membawa segwlas milk shake strawbery yang hanya berkurang sedikit. Sontak saja seluruh Bartender melihat ke arah Deli. Deli menyeringai seperti. Seringainya seperti mengatakan tunggu kejutanmu sebentar lagi.


Orderan baru kembali datang. April dan yang lainnya mulai membuat pesanan. Di tengah-tengah pengerjaan,terdengar suara Mas Tono yang memanggil.


" Tukang ess..." Panggil Mas Tono dari mejanya.


Para tukang es yang sibuk membuat orderan pun menjawab.


"Iya Mas." Jawab Mbak Resa. Tetapi masih fokus dengan pekerjaannya.

__ADS_1


" Apa sekaramg semua tukang es budeggg? Dioanggil gaknada yang menyahut sama sekali." Bentak Mas Tono.


Sontak seluruh tukang es menghentikan pekerjaannya. Terkejud dengan teriakan Mas Tono. Tukang es saling lirik sati sama lain.


"Tadi saya sudah menjawab Mas." Bela Mbak Resa.


" kalau dipanggil itu datang. Temui yang memanggil."


"Maaf Mas,kami sedang membuat orderan." Lagi-lagi Mbak Resa mencari pembelaan.


"Leader-nya kemari. Suruh yang lain yang membuat orderan." Pekik Mas Tono lagi.


" Prill,kamu hendel dulu ya ! Aku akan menghadap ke Mas Tono dulu. Semoga tak ada apa-apa." Pinta Mbak Resa.


April mengangguk llalu menerima uluran gelas dari tangan Mbak Resa.


Mbak Resa berjllan menemui Mas Tono. Sedangakn April,Ambar,Febi serta Agung melanjutkan membuat pesanan.


Mereka tak dapat mendengar appa yang dibicarakan antara Mas Tono dan Mbak Resa. Tapi melihat situasi di sekitar yang menegang,sepertinya bukanlah hal baik.


Setelah selesai membuat orderan. Deli datang lagi,kali ino membawa 2 gelas lagi. Gelass yang berisi minuman yang sama. Jadi total minuman yang kembali ke belakang ada 3 gelas milkshake strawbery yang hanya terminum setengguk.


Deli meletakkan dua gelas itu di depan para Tukang es yang ssedang termangu menanti kembalinya Mbak Resa.


Deli lagi-lagi memasang wajah yang terkesan mengejek.


" Tiga minuman dikembalikan." Ucapnya pogah.


Sontak para Bartender menegang seketika.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like,komen,vote serta favorit yah. berikan poin hadiah juga boleh😄.

__ADS_1


Maaf kalau banyak typo. Keyboar hp saya sedang eror. sering menekan ke sembarang arah sendiri tanpa bisa saya kontrol. jadi mohon di maklumi ya readerr...


Terimakasihh andd... Happy readingg😉😉


__ADS_2