Takdirku?

Takdirku?
S -2 °•° Part 16


__ADS_3

6 bulan berlalu, kini April sudah bisa membuka diri. April menjadi istri yang baik bagi Andi. April pun masih istiqomah memakai cadarnya.


Banyak penolakan dari masyarakat yang April terima, tapi Alhamdulillah April masih berpegang teguh untuk tetap memakai cadarnya.


" Yangg ...." Panggil April manja.


Cinta.


Cinta yang subur kini sudah tertanam di hati kedua pasangan itu. Drama perjodohan yang berujung saling cinta.


Ternyata nikmat pacaran setelah menikah melebihi pacaran sebelum menikah. Segala sesuatu menjadi lebih istimewa.


Bagaimana tidak, 2 insan yang awalnya tak saling kenal. Disatukan dalam ikatan pernikahan tanpa proses pacaran. Cinta perlahan tumbuh seiring kebersamaan yang ada.


Bukannya menyusut, cinta akan semakin bertambah di setiap harinya. Senikmat itulah pacaran halal. Apa-apa pun menjadi ibadah yang bernilai pahala.


Kini April lebih berani bersikap manja pada sang suami. Panggilan sayang tak pernah terlewatkan. Memang tak ada pengakuan cinta yang terucap lewat kata.


Tapi siapa peduli? Jika semua tindakan sudah mampu menggambarkan, betapa besarnya cinta keduanya.


" Dalemm sayangg..." Jawab Andi yang sedang bersantai di depan rumah.


Andi sedang melatih kicauan burung love bird peliharaannya. Burung love bird sedang marak di saat ini. Tak ayal, kicauan sang burung dapat mengisi kesunyian hari.


" Cckkkk..ckkkkk.tttkkkkkk." Andi mengacungkan-acungkan jarinya sambil berjentik pelan.


April memegang pundak suaminya, Andi langsung berbalik lalu mencium pipi April sekilas.


" Kicauan si Biru makin jago ya Mas." April memperhatikan burung yang sedari tadi berkicau tanpa henti.


" Iya Dek, lumayyan lah untuk meramaikan suasana."


" Sudah hampir magrib, ayo masuk Mas. Si Biru sekalian di bawa masuk." Ajak April.


" Iyaa.."


.


.


.


.


" Mas.." Panggil April.


Kini keduanya telah bersantai di kamar. April berbaring miring dengan Andi memeluknya dari belakang. Keduanya sedang bersama menikmati siaran televisi di dalam kamar.


" Heemm?" Dehem Andi masih serius menonton tayangan sepak bola.


" Mas Andi sayang gak sama aku?" Tanya April.


Bukannya menjawab, Andi malah menghujani wajah April dengan ciuman. April berbalik menghadap Andi.


" Ihhhh Mas Andii... Bukannya di jawab malah cium-cium." Gerutu April sembari menjauhkan wajah Andi.


Andi hanya terkekeh, tangannya kenyingkirkan tangan April yang menghalangi pandangannya.


" Mas Andii.. Jawab ihh..." Desak April.


" Hemm." Lagi-lagi Andi hanya bergumam.


" Mas Andi mah gitu.." Rajuk April.


"GOOOOLLLLLLL...!!!!!" Teriak Andi girang.


"Mas Andii..." Kesal April. April menutup telinganya yang terasa pengang. Andi berteriak keras tepat di depan telinganya.


" Telingaku sakit nih.."


" Aduhh maaf sayangg... Mas terlalu senang." Andi langsung mengecupi telinga April yang berdengung.


" Nahh, sudah gak sakit kan ? Kan sudah Mas obati." Ucap Andi dengan senyuman.

__ADS_1


" Mana ada di obati? Orang cuman di cium, mana ngaruh."


" Eeitts, jangan salah. Ciuman Mas itu mengandung obat penawar rasa sakit loh."


" Ihh bo'ong amat."


" Benerann sayang. Buktinya, pasti saat ini gendang telingamu sudah tak sakit lagi." Ucap Andi penuh percaya diri.


" Masih sakit tau Mas, masig berdengung ini." Ketus April.


Cupp...


" Nah, udah gak sakit kan?" Tanya Andi dengan seringai.


" Ckk.. Itu sih Mas Andi modus. Bilang aja mau cium-cium aku, gak usah kebanyakan alasan." Gerutu April.


" Biarin, kan yang aku cium istriku sendiri." Goda Andi.


" Bisa kempot pipi aku kalau di ciumi terus Mas."


" Jangan dongg... Kan cantikan gembul begini, enak kalau di cubit." Andi menarik pelan pipi April.


" Enakan di kamu lah Mas, tapi sakit di aku." April mengusap pipinya.


" Uluh-uluhh... Tayang tayang tayang, mana yang sakitt."


" Ckkk.."


April tak menghiraukan Andi. April meraih poselnya. Semenjak menikah, April sangat jarang memainkan benda pipih itu. Kali ini Ia hendak membuka aplikasi hijau. April ingin melihat-lihat story yang di biat oleh teman-temanya.


Ada satu postingan yang menarik perhatiannya. April memencet status Vani. Ada sebuah foto bayi laki-laki yang baru lahir.


#VANI



Welcome to the world baby boy. Save date, 29 Februari 2020.


Bukankan Vani menikah di bulan yang sama denganku? Bulan Agustus taun lalu. Tapi kenapa tiba-tiba dia melahirkan di bulan Februari? Batin April penuh tanya.


Tapi April buru- buru menepis pikiran buruk di hatinya. April tak ingin berprasangka burung pada kawannya itu. Tanpa sadar, April menggeleng pelan.


" Kenapa geleng-geleng?" Tanya Andi heran.


" Ahh eemmm, ti-tidak apa-apa." Jawab April cepat.


April menekan suatu sudut untuk memberi komentar pada status Vani.


📤 Selamat ya Van atas kelahiran putra pertamamu.lama tak berkabar.


Tulis April singkat lalu mengirimkannya kepada Vani.


Drrtttt... Drtt....


Ternyata, Vani langsung membalas pesan darinya.


📥 Eh Aprill... Iya, makasih atas ucapannya." Balas Vani singkat.


📤Siapa nama anakmu? Tanya April basa-basi.


Terakhir bertemu, mereka memiliki kesan yang kurang baik. Agak canggung rasanya, saat memulai semuanya dari awal lagi, setelah beberapa bulan tak saling berkabar.


📥 Namanya Dwi Nugroho. Mainlah ke sini lain kali.


📤 Baiklah, nanti kalau ada waktu aku akan kesana.


📥Ajak juga suamimu.


📤Gampang lah.


📥Kamu sudah hamil berapa bulan ?


Deggg...

__ADS_1


Pertanyaan yang sama sekali tak pernah terlintas di benak April. Pertanyaan yang selama 6 bulan ini belum terlontar. Pertanyaan yang terasa menyentil hati April.


April tak langsung membalas, Ia membatu sesaat. Pikirannya tiba-tiba nge blank.


📤 Belumm... Aku belum hamil. Balas April singkat, dengan perasaan tak menentu.


📥 Apa kamu menundanya? Kamu KB ya?


📤 Tidakk.


📥Ohhh...Mungkin memang belum saatnya saja. Ya sudah ya, Dwi nangis nih minta *****.


📤Iya, selamat menjadi mamah muda ya.


Pesan April sudah tak di balas. Mungkin Vani sidang riweh dengan anaknya yang rewel.


Karena pertanyaan Vani, April jadi berfikir keras. April terus saja terdiam, tak menyahut saat Andi mengajaknya bicara.


" Sayangg...." Panggil Andi ke sekian kalinya.


" Hahh? Apa ?" Cengoh April.


" Kamu ini kenapa sih? Setelah lihat pinsel kok jadi diam saja. Apa ada masalah?" Tanya Andi memastikan.


" Ti-tidak kok Mas."


" Lalu kenapa diam saja?" Heran Andi.


April tersiam sesaat. Lagi-lagi pertanyaan Vani terngiang-ngiang dalam benaknya.


" Eemmmm... Mas." Panggil April.


" Hemm, ada apa?"


" Aku mau bertanya sesuatu." Celetuk April.


" Apa?" Andi masih terfokus dengan siaran pertandingan bolanya.


" Apakah Mas Andi sudah ingin memiliki anak?" Tanya April.


Sepertinya Andi tak mengira jika April akan bertanya seperti itu. Andi langsung diam membisu,bingung harus menjawab apa.


" Kenapa Mas Andi diam saja?"


" Iya...." Jawab Andi ambigu.


.


.


.


...Bersambung.....


...Haai hai haii......


...Jangan lupa tetap berikan...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Faforit...


...serta hadiah sebanyak banyak banyaknya yaa.....


...Maaf kalau banyak typoo.....


...Happy readingg Readeraku tersayangg.......


...Babayy😄😄😄...

__ADS_1


__ADS_2