
Setelah mengantarkan Riri,Pak Ridwan juga mengantarkan Putra pulang kerumahnya.Pak Ridwan menjelaskan segala kejadian yang Putra lakukan kepada kedua orang tua Putra.Pak Ridwan menghimbau agar orang tua Putra dapat memberi nasihat kepada Putra.
Setelah selasai menjelaskan,Pak Ridwan beserta Joko dan Andi pamit pulang.Hingga kini diruang tamu hanya tersisa Ibu,Bapak dan Putra saja yang duduk berhadapan dengan pandangan yang sulit diartikan.Tiba-tiba Bapak bangkit dari duduknya dan,
BUG BUG BUG
"Dasar anak tak tau diuntung,hidupmu cuma nyusahin saja" Marah Bapak Putra dengan memukul,menampar dan menendangi tubuh Putra.
"Lihatlah anakmu itu Pak,sudah gak bisa ngasih duit,malah nambah-nambahin masalah saja." Gerutu Ibu tiri Putra semakin menuang minyak di atas kemarahan Bapak.
"Mati saja kau menyusul Ibumu yang tak berguna itu" ucap Pak Juki Bapak Putra.
"Benar apa kata Bapakmu,kamu memang manusia tak berguna" Ucap Minah Ibu tiri Putra.
"Kenapa orang tua April tak menjebloskanmu kepenjara saja,agar kau tak menyusahkan kami lagi.Aku sudah muak memberimu makan gratis setiap hari !" Sungut Minah tak berhenti mengompori Juki.
"Andai keluarga April ingin melanjutkan masalah ini kerana hukum,Bapak tak akan membantumu.Bersyukurlah karena keluarga April memiliki tingkat kebaikan yang tinggi." Ucap Juki.
"Sia-sia aku membiayai kehidupanmu sampai sekarang
"Dasar anak tak tau diuntung,hidupmu cuma nyusahin saja" Marah Bapak Putra dengan memukul,menampar dan menendangi tubuh Putra.
"Lihatlah anakmu itu Pak,sudah gak bisa ngasih duit,malah nambah-nambahin masalah saja." Gerutu Ibu tiri Putra semakin menuang minyak di atas kemarahan Bapak.
"Mati saja kau menyusul Ibumu yang tak berguna itu" ucap Pak Juki Bapak Putra.
"Benar apa kata Bapakmu,kamu memang manusia tak berguna" Ucap Minah Ibu tiri Putra.
__ADS_1
"Kenapa orang tua April tak menjebloskanmu kepenjara saja,agar kau tak menyusahkan kami lagi.Aku sudah muak memberimu makan gratis setiap hari !" Sungut Minah tak berhenti mengompori Juki.
"Andai keluarga April ingin melanjutkan masalah ini kerana hukum,Bapak tak akan membantumu.Bersyukurlah karena keluarga April memiliki tingkat kebaikan yang tinggi." Ucap Juki.
"Sia-sia aku membiayai kehidupanmu sampai sekarang.Jika ternyata saat besar kau hanya jadi beban.Lebih baik kau ikut mati bersama ibumu saat kecelakaan itu." Ucap Minah penuh dengan sindiran.
Putra yang menunduk otomatis langsung mendongakkan kepalanya menatap kedua orang tuanya.Tatapannya tajam,tak terima dengan ucapan Ibu tirinya itu.
"Kenapa melotot? Benar kan yang kukatakan,lebih baik kamu mati menyusul ibumu." Ucap Minah semakin menginginkan kematian Putra.
Putra bangkit lalu berjalan menuju dapur.Diraihnya pisau berukuran paling besar.Putra kembali berjalan menuju ruang tamu.
Putra tanpa kata menyerahkan pisau itu didepan Pak Juki dan Bu Minah.Juki dan Minah pun hanya diam tak mengerti maksud Putra memberikan pisau itu.
"BUNUHH AKU !,BUNUH SAJA AKU PAKK !" Teriak Putra dengan mata tajam mengarah pada Juki dan Minah.
"Bukankan kalian menginginkan kematianku? Bunuh aku sekarang,agar kalian bebas hidup tanpa memikirkan orang yang tak perguna seperti diriku." Ucap Putra tegas dengan tangan yang menyodorkan pisau.
Juki menahan tangannya saat Putra hendak menuntunnya menuaukkan pisau itu keperutnya.
"Jangan lakukan itu Putra.Lepaskan tanganku dan lepaskan juga pisau itu.Ini berbahaya Putra,jangan main-main denagan benda tajam" Geram Juki tetao menahan pergerakan pisau agar tak menusuk perut Putra.
"Kenapa Pak? Bapak takut jika aku berbalik membunuh kalian? Bukankan kalian ingin aku mati? Bunuh aku sekarang,bunuh aku sekarang Pakk !!" teriak Putra semakin menekan tangan Juki agar pisau itu menghunus perutnya.
"Jangan gila kamu Putraa.Cepat lepaskan !!" Teriak Juki lalu merebut pisau.
CRESS,PRANGGG
__ADS_1
Pisau terlempar jauh karena di buang oleh Juki.Tapi pisau itu tak sengaja menggores telapak tangan Putra hingga berdarah,saat aksi rebut-merebut pisau terjadi.
Putra mundur memegang tangannya yang berdarah.
"Selama ini aku selalu diam saat kalian memperlalukanku berbeda.Aku diam jika selalu kalian salahkan.Kalian memang benar,aku memang beban dikeluarga ini.Aku yang hanya bisa makan gratis tanpa pernah memberi kalian uang.Aku yang membuat kalian malu atas semua tingkahku.Aku adalah anak yang tak bisa kalian banggakan.Dan kalian memang benar,jika seharusnya aku pantas mati bersama Ibuku." Ucap Putra lemah memandang tangannya yang berdarah.
"Silahkan kalian hidup bahagia dengan anak-anak yang kalian banggakan itu.Aku akan pergi,aku tak akan mengusik kehidupan kalian lagi.Saat ini mungkin kalian tak mau membunuhku,jadi lain kali jangan harap aku akan mati sia-sia sebelum membuat kalian menyesal karena telah menyiksaku selama ini." Ucap Putra tegas menatap Juki dan Minah.
"Dan untuk kau yang katanya Ibu tiri yang baik hati,berbahagialah karena kau telah berhasil merebut semua kepercayaan Bapakku,Berhasil menyingkirkan Ibuku dengan kecelakaan rekayasamu itu.Mungkin kau kurang beruntung,karena aku masih bisa selamat dari kecelakaan itu.Dan untuk Bapak,aku kecewa padamu.Kau tahu wanita ini yang membunuh Ibuku tapi kau memaafkannya begitu saja.Sungguh kasih sayangmu tak terkira pada wanita yang menyebut dirinya sebagai Ibu tiri ini.AKU PERGI !." Putra berlalu pergi daru rumah tanpa menghiraukan tangannya yang terus meneteskan darah.
Sedangkan Juki dan Minah hanya diam menatap kepergian Putra.Juki bingung dengan kejadian yang beru saja terjadi.Lalu Minah? Dia malah tersenyum bahagia melihat Putra pergi dari rumah.
.
.
.
.
.
Bersambung
Dukung terus karyaku yah
Jangan lupa Like komen Vote Faforit yah para Readers
__ADS_1
Maklumi jika banyak typo yah.
selamat membaca para Readerss..😄😄