
Andi bergegas bangkit lalu mandi dengan kecepatan kilat.hanya 5 menit waktu yang Andi butuhkan untuk mandi,yang penting basah katanya.
Allahuakbar Allahuakbar.........
Terdengar azan magrib berkumandang,cepat-Andu mengambik wudhu lalu mengerjakan solat magrib di awal.Andi solat dengan tak khusyuk karena pikirannya hanya ada nama April seorang.
Andi berjalan keluar dengan membawa kunci motor ditangannya.
"Mau kemana kamu? Sudah azan magrib bukannya solat malah pegang kunci motor?" Ucap Ayah mencegat Andi.
Andi berhenti lalu menoleh melihat Ayah dan Ibunya yang sudah beraiap berangkat ke masjid.
"Andi sudah solat Yah" Ucap Andi santai lalu kembali berjalan menuju motornya yang terparkir.
"Sudah solat gimana? Ini saja baru selesai azan,kapan kamu solatnya?" Tanya Ayah tak percaya.
"Ckkk,tadi habis mandi pas sudah terdengar azan dari masjid kampung sebelah Andi langsung solat dan sekarang Andi mau kerumah kakek,biar cepat nanti perginya" Ucap Andi berjalan dengan gaya yang sangat cool
"Ckkk...Dasar anak muda yang lagi kasmaran" Gerutu Ayah melihat gaya Andi yang songing menurutnya.
"Udah biarin saja,ayo berangkat ke masjid" Ucap Ibu menggandeng lengan Ayah Ridwan.
"Iya ayo"
...🌻🌻🌻...
Andi telah tiba dirumah kakeknya,sekarang Ia tengah menunggu kakek Dul selesai solat magrib.15 menit kemudian kakek keluar dari tempat solat.
"Ada apa kamu magrib-magrib malah keaini And?" Tanya Kakek lalu mendudukkan diri didepan Andi.
"Andi mau melamar seseorang kek,dan Andi kesini mau mengajak kakek untuk silatirahmi kerumahnya.Untuk.menentukan hari baik buat lamarannya." Ucap Andi menjelaskan maksut kedatangannya.
"Mau melamar gadis? Siapa?" Tanya Kaget terkejud.Pasalnya cucunya yang satu ini sangat sangat berbeda dari cucu -cucunya yang lain.
"Dengan April anaknya Pak Hadi sama Bu Yani Kek" Ucap Andi nyengir kuda.
"April?" Kakek melirik keatas seprti mengingat-ingat nama itu.
"Ituloh yang rumahnya disamling lapangan voli kek" Jelas Andi yang melihat Kakek kebingungan.
"Ohh iya iya iya" Ucap Kakek manggut-manggut.
"Ayo segera berasiap Kek,kita berangkat sekarang"
"Sekarang?" Tanya Kakek melotot.
"Iya sekarang Kek,nih Andi juga sudah rapi"
"Astaga...Tak pernah dekat dengan perempuan,sekalinya dekat langsung mau melamar anak gadis orang" Ucap Kakek menggelengkan kepala heran.
"Andi juga gak dekat dengan April Kek.Andi hanya pernah melihatnya sekali,tapi saat itu juga Andi sudah tertarik padanya,he he he" Andi berucao sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
"Terserah kamu saja lah,kami orang tua ikut baiknya saja." Ucap Kakek melangkah masuk untuk mengganti baju.
15 menit kemudian Kakek sudah siap dengan baju batik berlengan panjangnya.
"Yasudah ayo berangkat,keburu kemalaman !!"
"Iya"
Andi dan Kakek Dul kembali kerumah Ayah Ridwan terlebih dahulu untuk berangkat bersama.
Sesampainya dirumah Ayah Ridwan,ternhata Ayah dan Ibu juga sudah siap.Bingkisan yang Andi pesan pun sudah diantarkan oleh Joko.
"Yasudah Ayo langsung berangkat saja" Ucap Ayah berdiri saat melihat kedatangan Andi dan Kakek.
"Yasudah yasudah...Ayo berangkat" Ucap Kakek yang tak jadi duduk karena mendengar ucapan Ayah.
"Ayah gimana sih,biarkan Kakek istirahat dulu" Tegur Ibu menepuk lengan Ayah.
"Gak jadi,sudah terlanjur berdiri lagi.Ayo berangkat!!" Ucap Kakek Dingin.
"He he he..." Cengir Ayah terlihat tak enak.
"Kardusnya bawa Ayah ya!" Ucap Andi melihat satu kardus berisi makanan yang terlihat lumayan besar.
"Iya ayo!"
10 menit kemudian Andi beserta rombongan sampai dirumah April.April yang sedang tiduran dikamar mendengar suara motor berhenti didepan rumah,Ia segera bangkit dari lalu melongokkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang.
5 meit berlalu tak ada yang mengetuk pintu rumahnya.April memutuskan untuk rebahan kembali.Belum sempat kepalanya menempel dikasur,tiba-tiba ada suara salam dan disusul seseorang membuka pintu rumahnya.
"Waalaikum salam" Jawab April lalu beranjak keluar untuk menemui Pak Ridwan.
Setelah Pak Ridwan masuk,dibelakangnya diikuti Bu Risma,Kakek Dul dan Andi yang iku memasuki rumah.
April terkejud melihat kedatangan mereka.Apalagi mereka menggunakan kemeja batik sehingga nampak rapi.Sedangkan Andi yang masuk paling Akhir terlihat membawa satu kardus berukuran sedang.
"Ibu sama Bapak ada Nak?" Tanya Pak Ridwan menyadarkan April dari keterkejutannya.
April yang mematung didepan kamar seketika mengerjabkan matanya.
"A-ada Pak sebentar saya panggilkan.Silahkan duduk dulu" Ucap April gugup lalu berlari kecil menuju kamar Ibu dan Bapak.
"Buk Pak...Pak Ridwan datang bersama keluarganga" Ucap April pelan mendekat kearah orang tuanya.
"Apa? Kenapa tiba-tiba? Bukannya 3 hari lagi?" Pekik Bapak terkejud.
"Tak tau Pak,sekarang mereka sudah duduk di ruang tengah" Jelas april.
"Yasudah mari kita keluar"
April,Ibu dan Bapak beranjak keluar menuju ruang tengah untuk bergabung dengan keluarga Pak Ridwan.
__ADS_1
April Ibu dan Bapak menyalami mereka,laluIbu dan Bapak ikut duduk bergabung.
"Pril,ambil taplak meja yang dilemari.Mejanya dipasangi taplak dulu" Bisik Ibu pelan ditelinga April.
Tadi sehabis magrib Ibu melepas taplak mejanya untuk dicuci nanti fajar.Tapi siapa sangka tiba6tiba ada tamu yang tak diundang datang.
Dengan malu April memasang taplak meja diantara orang-orang yang sudah duduk dikursi mengelilingi meja.
"Permisi,maaf" Ucap April merasa tak enak.
"Tak usah dipasang juga ndak apa-apa nduk.Salah kita juga datangnya dadakan sampai kalian tak ada persiapan" Ucao Kakek Dul memaklumi.
"Tadi katanya 3 hari lagi? Kenapa tiba-tiba datang Wan?" Tanya Bapak menatap Ridwan.
"It---" Ucap Ridwan terpotong karena kakinya disenggol Andi.Sontak Ayah Ridwan menatap Andi yang memberinya kode agar tak membocorkan jika Andi yang meminta untuk datang malam ini.
"Aahh ituu Di,lebih cepat lebih baik kan" Ucap Ridwan yang paham dengan kode yang diberikan Andi.
April dan Bapak sontak mengerrnyit heran melihat Andi yang melotot dan tersenyum menatap Ridwan.
"Pril beli roti dulu diwarung! Ibu akan buat teh hangatnya" Bisik Ibu lagi.
April mengangguk lalu berjalan menuntun motornya keluar rumah.Dijalan April terus memikirkan maksud kedatangan Andi dan keluarganya.
Setelah membeli roti,April langsung kedapur menyusul Ibu untuk membantu membawakan suguhan untuk tamu.
April membawa nampan berisi teh ke depan para tamu.Alril meletakkan gelaa berisi teh hangat dihadapan mereka.Saat Aprik meletakkan teh didepan Andi,April sedikit mendongak melihat Andi.Ternyata Andi juga sedang memandangi April sedari tadi.
DEG
Pandangan mata mereka bertemu, Buru-buru April bangkit dan pergi kedapur.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa Like Komen Vote dan Favorit ya Readersku tercinta
Dukung selalu karyaku.
Terimakasih sudah berkenan mampir yah.
__ADS_1
Semoga kalian sehat selaluu...Aaminn
Happy Reading😄(((