
"Sebelumnya saya minta maaf karena sudah mengacau di hari pernikahan April. Tapii... Tapi saya sebagai Ayah kandung dari April hanya ingin menjadi wali dari April. sa-saya ingin menikahkan April di hari bahagianya ini." Ucap Toni.
April menunduk daalam dengan air mata yang mengalir deras. Ditatapnya kosong kertas yaang menunjukkan kebenaran yang menyakitkan.
Entah April harus bersikap bagaimana. Senangkah? Atau justru sebaliknya?.
Disatu sisi April senang karena bisa melihat dan mengetahui Ayah kandungnya. Serta di sisi lain April merasa sangat kecewa pada Ayahnya.
Karena Toni,April lahir dengan cara yang keji. Karena Toni,Neneknya meninggl saat April dilahirkan. Karena Toni,Ibunya Sari harus menderita. Dan karena Toni pula,April harus kehilangan Ibunya.
Dan kini,tiba-tiba Toni datang di hari pernikahan April. Datang mengganggu momen sakral,dan mengaku sebagai Ayah kandung April.
" Kenapa? Kenapaa Pakk? " Tanya April dengan meremas kuat dokumen di tangannya.
" Kenapa Pak Toni baru datang sekarang? Setelah semua penderitaan yang telah di telan oleh keluarga saya? Kemana Pak Toni dahulu? Kemana Pak Toni yang tega menghancurkan masa depan Ibu saya? "
"Apa Pak Toni tahu jika saya hadir di dunia ini 17 tahun yang lalu? Apa Pak Toni tahu penderitaan yang dialami Ibu saya karena oerlakuan bejad yang Pak Toni lakukan pada Ibu saya di masa muda? Apa Pak Toni tahu semua itu? Apa Pak Toni tahuu ? HAaaaa !!!!" Ucap April dengan nada datar penuh penekanan. Siapapun yang mendengarnya telah di buat merinding.
" Ma-maafkan saya....Waktu itu saya memang pengecut,saya pecundang yang lari dari tanggung jawab.Saya oantas dihukum olehmu nak.. Saya pantas..." Isak Pak Toni penuh penyesalan.Pak Toni ambruk bertumpu pada lututnya.
"Kata maaf tak akan pernah bisa menghidupkan Ibu saya lagi. Kata maaf tak akan sanggup menutup luka dan penderitaan yang selama ini keluarga saya alami." Ucap April dingin dengan pandangan kosong.
" Kamu benar nak. Katakan pada saya,apa yang harus saya lakukan agar kamu mau memaafkan kesalahan saya."Lirih Toni .
" Jadi karena hal ini Pak Toni selalu bersikap baik pada saya di Rumah Makan?" Tanya April.
" Saya hanya berusaha menebus kesalahan saya Nak.." Lirih Toni.
April diam sejenak,namun air matanya masih terus menganak sungai.
" Berikan Aprik waktu untuk menenangkan dirinya Pak." Ucap Ibi yang sedari tadi hanya diam.
" Saya Kakaknya Sari,dan kini April adalah anak saya. Jujur,saya juga sangat kecewa dan sakit hati melihat kehadiran Bapak disini." Ucap Ibu,Ibu mengehela nafas sejenak lalu melanjutkan perkataannya.
" Tapi kekeceeaan dan rasa sakit saya tak akan pernah mengubah semuanya. Insya Allah saya sudah mengikhlaskan segala takdir yang Allah gariskan." Ucap Ibu bijak.
Walaupun dengan air mata berderai,Ibu masih berusaha bersikap tenang di hadapan April.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini. Kamu telah mengganggu hari pernikahan anak saya." Tegas Bapak Hadi menegaskan kata Anak saya.
" Bo-bolehkan saya yang menikahkan April? Bagaimana pun,April adalah darah daging saya." Lirih Toni penuh harap.
__ADS_1
Seluruh tamu undangan kini menonton drama pertemuan anak dengan sang Ayah yang penuh air mata. Andi dan Pak Ridwan pun hanya diam tak berani angkat bicara.
Andi menatap April yang sedari tadi menangis dalam diam.
Walau dalam keadaan seperti ini kamu masih bisa bersikap tenang Dek. Mas tahu hatimu hancur,hal itu dapat terlihat dari air matamu yang terus mengalir. Namun fisikmu benar- benar sangat pandang mengontrol diri.
Batin Andi menatap April sendu. Andi sebenarnya ingin mendekat dan memeluk April,namun di tahan oleh Ayah Ridwan dan ardi.
" Pak penghulu,mari kita lanjutkan prosesi ijab qobulnya." Ucap April datar lalu mendudukkan dirinya di kursinya kembali.
April menghapus air matanya kasar,tak ingin terlihat lemah di hadapan semua orang.
"Apakah anda yakin?" Tanya Pak Khoirul cemas.
" Iya Pak,saya yakin. Ada atau tidaknya orang itu tak akan menjadi penghalang pernikahan saya. Mohon bantuan Bapak untuk menjadi wali saya." Ucap April sopan.
" Tidakk... Tidak bisaaa.... Tolongg biarkan Ayah yang menikahkanmu Nak. " Melas Toni mendekat ke arah April.
" Sebelumnya saya minta maaf Pak." Ucao Pak Khoirul hati-hati.
" Ada atau tidaknya Bapak di sini,tetaplah saya yang akan menjadi wali dari April. Walaupun Bapak
hadir,tapi Bapak tak akan bisa menikahkan anak Bapak. Bahkan April tak bisa memakai binti atas nama Bapak." Jelas Pak Khoirul.
"Dari Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan hadis ini.Anak yang dihasilkan dari hubungan zina adalah anak bagi ibunya, bukan anak bapaknya. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Anak itu menjadi hak suami, dan bagi pezina dia mendapatkan kerugian. "
"Artinya, si pezina, dia tidak memiliki hak anak. Itulah makna hadis ini. Sekalipun si lelaki menikahi ibunya setelah bertobat, anak yang dihasilkan dari hubungan yang pertama, bukan anaknya. Tidak ada hubungan waris dengan anak hasil zina, sekalipun dia mengklaim itu anaknya. Karena dia bukan anak syari. (Fatawa Islamiyah, 3/370)"
"karena anak hasil zina tidak memiliki ayah, maka dia tidak memiliki ashabah (kerabat lelaki dari pihak ayah)." Jelas Pak Khoirul panjang lebar.
" Sa-saya masih kurang paham Pak." Lirih Toni.
"Hak perwalian dalam pernikahan, ditetapkan berdasarkan jalur ashabah dari ayah. Ketika dia dihukumkan tidak memiliki ayah, berarti dia tidak memiliki kakek dari ayah, tidak memiliki saudara kandung dari ayah, atau paman dari ayah. Karena dia tidak memiliki hubungan nasab dengan ayahnya. Sehingga orang-orang di kanan-kiri ayah, tidak ada hubungan dengannya."
"Karena itulah, anak zina tidak memiliki wali dari nasab. Dalam al-Iqna dinyatakan, ''Anak hasil zina tidak memiliki nasab dari pihak ayah karena itu, tidak ada ashabah dari pihak ayah, sekalipun dengan saudara kembarnya (saudara kembarnya adalah saudara seibu). Dan tidak ada hak perwalian untuk ayah dan lainnya.'' (al-Iqna, 3/86)"
" Mengingat anak zina tidak memiliki wali dari pihak keluarga, maka hak perwalian berpindah ke hakim (pemerintah) atau pejabat KUA yang resmi ditunjuk pemerintah." Jelas Pak Khoirul lagi.
Seluruh orang nampak diam mendengarkan penjelasan Pak Khoirul. Begitu juga April,Bapak Hadi,Ibu Yani serta Andi dan seluruh keluarganya.
" Untuk lebih memeperjelas, saya tunjukkan sabda Rasulullah.Dari Aisyah Radhiyallahu anha, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ''Sesungguhnya hakim menjadi wali bagi orang yang tidak memiliki wali.'' (HR. Ahmad 26068 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). "
__ADS_1
" Ja-jadi... Saya tak bisa menikahkan anak saya Pak?" Tany Toni dengan lesu.
" Bukan hanya tak bis menikahkan. Tapi April juga tak dapat memakai binti dari nama Bapak." Jelas Pak Khoirul memperjelas.
" Sudahh... Jangan hiraukan dia Pak,mari kita lanjutkan prosesi akadnya."Ucap Bapak Hadi.
Pak penghulu mengangguk lalau kembali menjabat tangan Andi.
"Bismillahirahmanirahim... Atas izin Allah,saya selaku wali hakim akan menikahkan saudara Andi dengan saudari April."
" Saya nikahkan dan kawinkan saudara Andi Pratama bin Ridwan dengan saudari Aprilia Calista. Dengan mas kawin seperangkat alat solat serta emas seberat 13 gram di bayar tunai." Ucap Pak Khoirul lantang.
Pak Khoirul menghentakkan jabatan tangannya dengan Andi. Tanda bahwa Andi harus segera berucap.
"Saya terima nikah dan kawinnya Saudari Aprilia Calista dengan mas kawin seperangkat alat solat di bayar tunaii..." Ucap Andi lantang dengan satu tarikan nafas.
" Bagaimana para saksii?"
" SAAHHHHHH...." ucap semua orang kompak.
Terdapat kemeriahan yang canggung pada hari bahagia April dan Andi.
.
.
.
.
.
Bersambungg...
Jangan lupa like
komen
vote
serta favorit yah..
__ADS_1
Babayyh