
"Kamu gak papa kan yank kalo duduk lesehan ditanah?" Tanya Putra saat melihat tak ada tempat duduk di tikar yang kosong.
"Iya gak papa Putra"
"Yaudah,kita beli minum sama cemilan dulu ya,baru cari tempat duduk." Ajak Putra.
"Ayok"
April dan Putra menuju salah satu penjual yang berjejer di sepanjang pinggiran Alun-alun.
"Kamu bisakan minum kopi?" Tanya Putra sebelum memesan.
"Iya bisa kok"
"Mbak es kopi nya 2" Ucap Putra memesan.
"Iya sebentar ya" Ucap penjual.
"Kamu mau snack tang mana sayang?" Tawar putra.
"Gak usah gak papa kok" Jawab April pura-pura menolak,padahal dihatinya April menginginkan semuanya:v
"Ngobrol tanpa camilan gak asyik sayang,Taro mau?"
"Boleh" Jawab April tersenyum menunjukkan deretan giginya.
"Apalagi? Emmm,kripik kentang juga mau?" Tawar Putra lagi.
"Boleh?" Tanya April ragu.
"Kalo kamu mau ambil aja sayangg" Ucap Putra gemas.
"Aku ambil taronya 1 dan kripik kentang 1 ya Putra" Ucap April mengambil snack tersebut lalu didekap olehnya.
"Ha ha ha iya,ambil satu lagi kripik kentangnga,aku juga mau" Kekeh Putra melihat tingkah menggemaskan April.
"Kan bisa dimakan bareng-bareng,kenapa harus beli dua?" Tanya April.
"Aku takut kamu nanti kurang,terus nangis lagi,kan namti aku malu ha ha ha" Canda Putra.
"Iisss,Aku gak serakus itu juga kali.Apa kamu gak mau makan satu berdua denganku? Kamu jijik ya?" Tanya April memicingkan Matanya penuh selidik.
"Enggak sayang enggak,gak papa lah kalo beli dua sekalian,dari pada bolak balik capek" Jelas Putra.
"Ini mas es kopinya" Ucap penjual memutus perdebatan tak penting tadi.
"Iya mbak,es kopinya dua,taro satu dan kripik kentangnya 2,jadi berapa mbk?" Tanya Putra merogoh dompet
"Esnya 8000,taronya 5000 dan kripik kentangnya dua 12.000 jadi totalnya 25.000 mas" Total Penjual.
"Ini Mbak" Putra Menyerahkan uang 30.000
"Ini kembaliannya mas,5.000".
"Ayok cari tempat duduk sayang" Ajak Putra setelah menerima kembalian.
__ADS_1
Putra membawa 2 cup es kopi di tangannya,sedangkan April mendekap 3 snack didadanya.
"Kenapa bawa snack nya didekap gitu sih,gak bakal ada yang minta kok yang." Putra gemas melihat tingkah April.
"Ya habisnya gak dikasih plastik sama Mbaknya" Ucap April cemberut.
"Yaidah jangan cemberuttt,nanti bibirnya yang manyun aku cium loh" Goda Putra
"Eh yang,kita duduk disana yuk,tempatnya lumayan luas" Ucao april mengalihkan pembicaraan Putra.
"Iya Ayok"
April dan Putra duduk di Atas rumput tanpa alas tikar.Putra meletakkan cup es dibawah,Aprilpun juga meletakkan snack didepannya.April dan Putra duduk berdampingan.
Putra melepas sendalnya untuk dijadikan alas untuknya duduk.April tak mau melepas sepatunya,jadi Ia lansung duduk di atas rumput tanpa alas apapun.
"Eh kok langsung duduk sih sayang,nanti celanamu kotor." Tegur Putra lalu meletakkan satu sandalnya dibawah pantat April.
"Nanti sepatuku peyott kalo aku duduki" Kilah April.
"Yaudah paket sendalku saja" Ucap Putra.
April menurut lalu membuka kripik kentangnya,
"Mauu?" Tawar April menyodorkan Kripik didepan mulut Putra.
"Suapinn" Putra langsung memakan kripik ditangan April.
Putra menarik April agar bersandar dibahunya.April sibuk memakan kripik kentangnya dan sesekali menyuapi Putra.Sedangkan Putra sibuk mengelus lengan April.
"Iya,namanya juga malam Takbir,apalagi disini banyak pemuda yang nongkrong kan" Jelas Putra.
"Aduhh sstttt" April mengaduh merasakan matanya kemasukan debu dari ledakan petasan yang terlalu rendah diatasnya.
"Kenapa? Kelilipan ya" Putra mendekat meniup mata April yang memerah.April gugup melihat Putra dengan jarak yang sangat dekat.April memandangi Putra yang tengah meniup matanya.
Cup
Putra mengecup mata April yang terlihat memerah dan berair itu.
"Masih perih?" Tanya Putra khawatir
"Udah mendingan kok" Jawab April mengerjabkan matanya.
"Makanya kalo ada petasan yang dekat jangan lihat keatas,kan bisa lihat petasan yang dari jauh." Ingat Putra.
"Iya iyaa" Ucap April melanjutkan memakan kripik kentangnya.
"Dasarr" Putra tersenyum mengusap lembut kepala April.
"Emmm,tadi kamu sama Bapak ngomingin apa?" Tanya April penasaran.
"Bapak bilang kalo aku harus jagain kamu,Bapak juga ngingetin kalo aku gak boleh main-main sama kamu,kalau aku gk niat serius sama kamu,Bapak suruh aku buat mundur dari sekarang biar kamu gak terlalu sakit hati." Ucap Putra mengelus kepala April.
"Bapak sampai segitunya bilang sama kamu? Maaf ya kalu ucapan Bapak tadi bikin kamu gak nyaman." April memandang Putra.
__ADS_1
"Baru kali ini aku dikasih wejangan sama orangtuanya pacar aku,sampai disuruh serius sampai nikah.Sebelumnya aku gk pernah pergi kerumah pacarku,kamu orang pertama sayang.Aku nekat kerumahmu buat ijin sama orang tuamu." Putra memandang lurus seperti memikirkan sesuatu.
"Maafin Bapak ya" Pinta April lagi.
"Gak papa,itu artinya Bapak sayang sama kamu" Ucap Putra tersenyum.Putra tak menceritakan semuanya pada April.Putra hanha menceritakan intinya saja.
"Boleh pinjem ponselmu?" Tanya April.
Putra menyerahkan ponselnya.April membuka aplikasi Whatsapp milik Putra.Tak ada satupun pesan dari perempuan.April tersenyum senang,namun senyumnya pudar saat Ia melihat riwayat panggilan.
"Siapa Riri? Kamu kok sering telfonan dengannya?" Ucap April penuh selidik.
"Bukan siapa-siapa hanya teman" Jawab Putra cepat lalu merebut paksa ponselnya dari genggaman April.
"Kalo bukan siapa-siapa kenapa ponselnya kamu rebut" Ketus April mencoba meraih ponsel Putra lagi.
"Aku gak mau bikin kamu sakit hati kalo lihat,aku gak mau bikin kamu marah sayangg" Jawab Putra memgangkat tinggi ponselnya sampai April tak sampai meraihnya.
"Itu Riri teman satu sekolah aku kan?" Ketus April malas melipat tangannya didada.
"I..iya,itu telfonnya udah kama kok,sekarang sudah gak pernah lagi" Ucao Putra membela diri.
"Terserahlah"
"Yangg jangan marah dong,kan udah aku jelasin" Bujuk Putra.
DUUAAARRR
Bunyi petasan yang meledak rendah di atas kepala April.April takut sekaligus terkejut.April menutup erat matanya dengan tangan yang menutupi telinganya.
Putra memeluk April,mendekap April.Putra tau jika April terkejud dan ketakutan.Putra mengusap Punggung April menenangkannya.
"Udah gak papa" Ucap Putra mendekatkan kepala April untum bersandar didadanya.Putra menciumi kepala April.
"Ihhhh modusss" Ucap April mendorong Putra.
"Ha haha,kan tadi kamu ketakutan" Kekeh Putra
"Bukan takut,Tapi Terkejutt" Kilah April.
"Yaudah deh iyaaa,nih makan lagi diminum juga esnya,kalo audah habjs kita pulang ya.Nanti takut kemalaman terus dimarahin Bapak" Kata Putra
"Iya,ini udah Habis kok tinggal Minumnya saja yang masih setengah" Jelas April.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung