
Tak terasa sudah 2 minggu lebih April bekerja disana sebagai Bartender.April sangat betah sekali bekerja di Rumah Makan tersebut.Karyawannya sangat friendly sekali.Ramah-ramah dan suka bercanda.
April bekerja tanpa beban,Malahan Ia merasa sedang tak bekerja.April merasa jika dirinya hanya sedang bermain kerja bakti bersama kawan-kawannya.
Karyawan dibelakang jumlahnya lebih dari 20 orang.3 dibagian Bartender atau sering disebut tukang es.4 orang laki-laki yang bertugas memasak dengan di bantu 1 helper.2 orang yang bertugas memegang segala olahan panggangan dan bakar.
2 orang bertugas membuat segala olahan steak.4 oramg bertugas di meja saji.2 orang yang bertugas memasak nasi dan mencuci piring dan gelas.Serta 2 orang lagi yang bertugas membuat aneka olahan soup dan cemilan serta gorengan.
Sedangkan di baguan Pramusaji dan kasir,totalnya ada 17 karyawan,laki-laki maupun wanita.Jadi jika dihitung-hitung kurang lebih terdapat 40 han karyawan termasuk tukang parkir dan manager.
Dalam waktu 2 minggu ini,April sudah sangat dekat dengan karyawan di bagian belakang.bagaimana tidak,bisa dikatakan jika selama 1 hari mereka bersama dalam satu ruang.Makan minum mandi di tempat yang sama.Karyawan akan berkumpul jam 10 pagi dan pulang ke rumah jam 10 malam.Bukan kah itu sudah termasuk satu hari bersama bukan?.
"Nasi goreng udang exstra pedas 3.Minum es semar mendem 1." Teriak Pramusaji yang membawa nota pesanan.
Mendemgar ada orderan masuk.April dan team langsung bergegas membuatkannya.Minuman harus datang terlebih dahulu sebelum makanan dihidangkan.
"Mumpung hanya ada satu orderan,kamu yang bikin Pril,sekalian belajar bikin minuman yang porsi 3 orang." Ujar Kak Resa memberitahu.
"Okay Kak." April bergegas mengambil gelas yang paling besar.Kira-kira tingginya sekitar 2 jengkal tangan April.Gelas setiap minuman memang sudah ditentukan dan tidak boleh diganti-ganti.
Minuman selesai dibuat oleh April dengan lancar.Hari ini pengunjungnya sangat sepi.Jadi April dan para karyawan dapat berleha-leha sambil mengerjakan beberapa pekerjaan ringan.
April dan kedua rekan kerjanya di nagian es pun hanya duduk-duduk sambil ngobrol.
"Kalian digaji bukan untuk santai-santai sambil ngobrol saja.Dari pada disini hanya leha-leha,lebih baik kalian bantu Mas Apit petik kangkung atau kupas wortel dan kentang di belakang." Mas Tono menegur April,Resa dan Ambar.
"I-iya Mas." Jawab mereka bertiga tergagap.
"Yang dua kebelakang bantu-bantu bagian memasak.Yang satu stand by disini kalau ada orderan." Perintah Mas Tono kembali dengan suara datar.
"Ba-baik Mas."
Mas Tono berlalu duduk di meja kebesarannya.Para Bos akan duduk di tengah dapur untuk memantau setiap pekerjaan dapur.Posisi duduk Bos berada ditengah-tengah dapur untuk mempermudah mengawasi para pegawainya.
Saat ramai pengunjung,Bos akan membacakan pesanan yang disampaikan oleh Pramusaji.Bos akan bersuara dengan nada dan suara yang keras agar terdengar dengan jelas.
Nota yang dibawa Bos hanyalah nota makanan.Sedangkan nota minuman langsung diberikan pada Tukang es sendiri.Jadi Bartender akan membaca notanya dan kangsung membuat pesanan.
Nasib baik bagi pembuat minum karena nota mereka pegang sendiri.Karena jika nota dibacakan oleh Bos,Bos hanya akan membacakan sekali tanpa mengulanginya lagi.Jadi setiap bagian yang menghidangkan makanan harus memasang kuping dan harus memiliki daya ingat yang kuat.
"Siapa nih yang jaga disini?" Tanya Ambar.
__ADS_1
"April ke belakang saja yah ikut petik kangkung atau bantu-bantu yang lain.Kan kamu belum memguasai semua jenis minumannya." Sambung Resa memberi saran.
"Iya Mbak gak papa."
"Kamu atau aku yang ke belakang Mbar?" tanya Resa menatap Ambar.
"Kamu aja deh Sa,aku disini jaga."
"Oh baiklah,ayo Pril."
April dan Resa bergegas kebelakang.Dibelakang ada Mas Apit si koki yang sedang memetik kangkung.Ada Mas Agung si tukang Steak yang sedang mengupas dan memotong wortel dan kentang.Ada Mas Acil si meja saji yang sedang mengulek sambal.
"Kamu bantu Mas Apit petik kangkung ya Pril.Aku bantu Agung saja." Ucap Resa.
"Okay..." Jawab April semangat lalu mendekat ke arah Mas Apit.
Mas Apit duduk memetik kangkung disamping pintu belakang.
"Ayo ku bantu Mas." Ucap April tersenyum lalu merapatkan diri di depan Mas Apit.
"Wehh Kali rajin amat." Gurau Mas Apit.
"Dimarahin Mas Tono tadi.Disuruh kebelakang bantu-bantu." Bisik April pada Mas Apit.
"Ha ha ha...Pantesan." Dengan songongnya Mas Apit malah tertawa begitu keras.
Dicubitnya lengan Mas Apit agar diam.Pasalnya banyak yang menoleh ke arah mereka.
"Issshh Mass...Pelan-pelann nanti ketahuan Mas Tono." Bisik April lagi.
"Ha ha ha tenang saja lah." Ucap Mas Apit santai.Bagaimana tidak santai,Mas Tono adalah Kakak kandung dari Mas Apit.Tapi jika di lingkup kerja mereka sangat profesional.
"Sebenarnya April mau saja disuruh bantu-vbantu petik sayur atau ngupas bumbu.Tapi April takut dimarahi karena ikut-ikutan mengerjakan tugas yang bukan bagianku.Eh malah sekarang April juga dimarahi karena gak bantu-bantu tugasnya tukang masak." April berucap mengadu sambil cemberut.
Mas Apit adalah salah satu karyawan yang paling unik.Ia sangat baik,periang,lucu,suka bercanda dan sangat bar-bar sekali.April sangat suka dengan tingkahnya.
Mas Apit juga termasuk orang terdekat April disana.Walaupun April anak baru,tapi sudah bisa akrab dengan Mas Apit dan yang lainnya.
"Dah santai aja kali,seloww.Kalo bener-bener gak ada kerjaan dan tak ada orderan.Boleh kok bantu-bantu di bagian lain yang sedang kesusahan." Jelas Mas Apit.
"Sana ambil pisau di meja saji.Tanya Mbak Yuni,minta pisau buat petik kangkung gitu!" Suruh Mas Apit.Mas Apit tau jika April kesusahan memetik menggunakan tangan.
__ADS_1
"Okay..." April pun berlari meminjam pisau.
"Mbak Yuniiiiiiii..." April memanggil dengan nada yang mendayu-dayu.
Posisi meja saji tepat berada di depan meja tempat Bos berada,Bahkan meja meja saji mepet dengan meja kebwsaran Bos.Tapi saat ini Bos sedang kedepan dan duduk di meja pelanggan sambil mengamati bagian depan.
"Dalemmmm Nokk..." Jawab Mbak Yuni mengikuti nada centil April.
April dan Mbak Yuni memang seperti itu jika bersama.Mbak Yuni suka memanggil April dengan sebutan Nok atau Wokk yang berarti istilah panggilan bagi anak perempuan( Jika dalam jawa).
"Minta pisau buat petik kangkung,disuruh Mas Apit tadi."
"Noh ambil di samping piring Nok."
"Mana Mbak? Gak ada tuh?" April melongak-longo di jejeran piring.
Mbak Yuni yang semula sedang mencatat sesuatu pun lamgsung menoleh kearah April.
"Itu namanya ceplak Nok,bukan piring." Tegur Mbak Yuni,ternyata sedari tadi April mencari pisau di jejeran ceplak(Piring kecil untuk wadah gorengan) Bukan Piring.
"Ini kan juga piring Mbak,ya...piring dalam ukuran kecil sih" April berucap sembari nyengir.
"Piring itu yang dibelakangmu."
"Oiyah yah...Ha ha ha,baru sadar aku Mbak." April menggaruk tengguknya yang tak gatal.
Kan biasanya piring tempatnya disini Mbak,kok sekarang dipindah." Protes April.
"Disitu udah gak muat Nok,makanya dipindah."
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1