Takdirku?

Takdirku?
Hari buruk


__ADS_3

April menangis melihat suatu perbuatan yang dilakukan kedua orang tersebut.Posisi kedua orang itu berada dibalik dinding,tepatnya di depan gudang.


"Eemmhh" Lenguh wanita yang terdengar sangat menjijikan bagi April.


"Tak kusangka ternyata Putra berselingkuh dengan Riri.Dan dengan kejinya mereka berzina di gudang sekolahan." Gumam April pelan menatap nanar pemandangan di depannya.


April melihat Putra dan Riri tengah bercumbu menempel didinding.Satu tangan Putra sibuk meremas buah dada Riri yang besar itu,dan tangan satunya lagi menyusup ke dalam rok Riri,sedangkan bibir mereka menyatu saling ******* dengan lahap.


Putra melepas jilbab Riri,tangan yang sebelumnya tengah sibuk mencari kehangatan,sekarang beralih melepas kancing seragam baju Riri.


Suasana yang sangat sepi sangat mendukung kegiatan mereka.Gudang sekolah terletak dibagian belakang ruang kepala sekolah dan jauh dari jalan raya.Sehingga dengan leluasa Putra dan Riri melakukan hal tidak senonoh ditempat itu.


Karena letak parkiran berada dibawah ruang kepala sekolah,membuat April melihat kejadian yang penuh dosa itu.


"Aahhhhhh..." Desah Riri yang terhanyut dalam permainan tangan Putra.


Mendengar desahan lucnut Riri,membuat April tersadar dari keterkejutannya.


"Aku tak bisa membiarkam mereka berbuat dosa didepan mataku.Aku harus menghentikan mereka,sebelum mereka melakukan hal yang lebih jauh." Gumam April menghapus Air matanya.


Tangan Putra sibuk membuka kancing seragam Riri,baru 3 kancing yang terlepas,terdengar teriakan yang mengejudkan kedua manusia itu.


"Putra Riri HENTIKANN." Teriak April dengan keras yang berhasil membuat mereka menghentikan aksinya.


"April" Gumam Putra dan Riri terkejud melihat April muncul dibalik dinding.


"Apa yang kalian lakukan itu perbuatan dosa.jika aku tak menghentikan kalian,sudah dipastikan kalian akan berzina di depan gidang sekolahan ini" Ucap April marah menunjuk kedua manusia yang tertangkap basah itu.


"Ngapain kamu ikut campur urusan kami." Ketus Riri yang merasa kegiatan nikmatnya terganggu oleh kedatangan April.

__ADS_1


"Aku disini mencegah dua manusia berlawanan jenis yang hendak berzina." Ucap April tegas dengan pandangan lurus menatap ke depan,


"Dan kamu Putra,ternyata kamu berhubungan dengan Riri dibelakanku?" Tanya April menatap Putra dengan sendu.


"Karena aku tak pernah serius denganmu.Kamu hanya gadis rumahan yang tak tau apa-apa.Kamu tak pernah bisa mwmuaskan aku seprti Riri memuaskanku.kamu ku cium saja sering menolak,lalu apa yang aku harapkan dari orang yang tak berguna sepertimu" Ucap Putra melipat tangannya didada.


"Baiklah,jika itu maumu lebih baik kota Akhiri hubungan kita saat ini juga" Ucap April menahan air mata kekecewaanya pada Putra.


"Sudah lama aku ingin mengakhiri hubungan kita,tapi aku terlalu kasihan jika melihatmu sedih menangisi diriku,cihh" Decih Putra meremehkan April.


April berbalik pergi hendak meninggalkan gudang,namun Ia menghentikan kangkahnya sejenak,


"Lebih baik kalian segera pergi dari sini dan jangan melanjutkan perbuatan dosa tadi.Disini memang tak ada orang yang melihat kelakuan kalian,tapi ingat jika ada Allah yang maha mengetahui segala sesuatu." Ucap April tanpa membalik badan.


April berjalan menuju parkiran,baru dua kangkah ia menjauh,tubuhnya ditarik paksa oleh Putra dan Riri.


"Pegang dia" Ucap Putra dengan nafas memburu.Riri mengangguk mendengar perintah Putra.


"Kau sudah mengacaukan kesenanganku,maka kamu harus aku beri pelajaran.Akan ku buat kau merasakan sebuah kenikmatan dunia yang kau sebut dengan berzina itu" Ptra menyeringai licik menatap April lapar.


Kedua tangan April ditahan erat oleh Riri.Karena kaki April yang terus berontak menendang-nendang,Putra dengan geram merentangkan kedua kaki April lalu mengikatnya pada meja.


April terjatuh akibat tarikan mendadak dari Putra.April terlentang dengan kaki mengangkang dan terikat,dan tanganyang dikunci erat oleh Riri.


"Lepaskan aku,lepaskan aku Putraaa hikss hiksss" Jerit April berurai Air mata.


"Jangan harap semudah itu" sinis Putra menarik kuat jilban April hingga terlepas.Leher April berdarah tergores jarum yang mengaitkan pada jilbabnya.


"Tolonggg..hikss hiksss....Tolonggg" Teriak Aprill mengiba.

__ADS_1


"Teriak lah sepuasmu.Gudang ini terletak jaih dari jalan raya dan rumah warga.Sekolahpun sudah sepi tak ada satu orang pun" Tawa Putra menggelegar.


"Aku akan berbaik hati mengijinkan Putra untuk menyentuhmu terlebih dahulu" Seringai licik Riri.


Putra mengangkat dagu April,


"Mari kita bersenang-senang SAYANG" Ucap Putra menekankan kata sayang


"Tolongggg hikss....Tolonggg" Teriak April lemah.


"Kau terlalu berisik,Riri cepat ambilkan kain jilbab disebelahmu itu untuk menyupal mulutnya yang berisik ini" Ucap Putra tersenyum penuh Arti menatap April.


"Kumohon jangan lakukan ini Putra,Tolonggg Tooll--" Teriak April tertahan karena Putra menyumpal mulut April.


Putra tak memperdulikan teriakan April,tangan putra beralih memegang kancing Seragam April,lalu membukanya satu persatu dengan sangat lambat.Putra sangat menikmati wajah ketakukan dan penuh air mata April saat ini.


Baru 2 kancing April yang terbuka,tiba-tiba.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADANYA" Teriak seseorang dengan keras.


BUG BUG BUGG


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung😁😁


__ADS_2