Takdirku?

Takdirku?
Dikejar anjing


__ADS_3

Pukul 4.00 pagi April selesai sahur,seperti biasa April membantu Ibu mencuci baju,mencuci piring dan menyapu ruang tengah.


"Huhhh,akhirnya selesai semua" ucap April menyeka keringat yang mengalir dari pelipisnya.


April berjalan menuju kulkas hendak mengambil minum.Tenggorokannya sangat kering,sepertinya minum air dingin merupakan solusi yang tepat untuk menyegarkan tubuhnya yang berkeringat.


Gluggg Glukk Glugg.


"Ahhhh segarnyaaaa" ucap April lega,ditengguknya air dalam botol sampai habis.


"Pril"panggil Ibu


"Iya bu"


"Ibu lupa bilang sama kamu,kamu disuruh nganterin Nenek ke pasar subuh.Ini udah jam 5,sana kamu cuci muka saja,gk usah mandi,nanti Nenek kelamaan nunggunya" jelas Ibu.


"Iya bu" April berjalan kekamar mandi untuk mencuci muka.Setelah itu,Ia berjalan mengambil sisir,Ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


April berjalan keluar menuju rumah Nenek.Namun,saat April sampai dibawah pohon duwett Mbah Kardi.2 anjing tetangga sedang mengejar ayam.Si ayam berlari kesana kemari menghindari terkaman dari dua anjing tersebut.


Anjing itu milik Bu Lastri,sudah dari dulu Bu Lastri memelihara anjing.Sudah beberapa kali anjingnya mati,namun selalu saja membeli anjing baru lagi.Anjingnya yang baru ini sedikit galak,jika ada orang yang tak dikenalinya,mereka akan mengejar dan menggonggong keras.


April tak begitu takut karena sudah sering melihatnya.Saat bersimpangan dengan kedua anjing itupun mereka tetap tenang.Mungkin karena sudah sering melihat April dilingkungannya.


Tapi pagi ini hari yang buruk.Sepertinya kedua anjing itu mendadak amnesia,saat kedua anjing itu melihat April sedang berjalan dibawah pohon duwett Mbah Kardi pandangan mata kedua anjing itu menajam,seolah-olah April adalah musuh yang harus segera dimusnahkan.


Tanpa diduga,kedua anjing itu berlari kencang ke arahnya dengan menggonggong kerass bak kesurupan setan.


Aprill panikkk,Ia membeku ditempatttt,otaknga mendadak berhenti berfikir,


"Aaaaaa Ibukkk Ibukkk aaaaa ibukkk Tolonggg tolongg !" teriak April sekuat tenaga.


Kedua anjing itu sudah berada didepannya,tepatnya berada dibawah kakinya.Kedua anjing itu menggonggong kerass,dengan kaki meloncat loncat,dan mulut yang terbuka lebar seakan siap menerjang dan mengoyakkan daging yang akan didapat.


April terus mundurrr,dia melihat ke kiri dan ke kanan,tak ada kayu ataupun batuuu yang dapat digunakan untuk melindungi dirinyaa..


"Aaaaa Ibuuuuu Ibuuuuu Totoloonggg tolonggggg !" teriak April semakin histeriss, April menutup kedua telinganya,Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.Ia menangisss ketakutan,karena kini April tak bisa mundur lagi.Dibelakangnya terdapat pohon duwett,sebelah kiri terdapat blumbang(sebuah lubang buatan yang digunakan untuk menampung air hujan) terisi penuh dengan air hujan dan disebelah kanannya terdapat tumpukan batu batu dengan ukuran besar.April tak kuat jika harus mengangkat batu itu untuk melempari si anjing itu.


"Aaaaaa Tolongggggg" teriak April frustasi,karena si anjing tak mau pergii.


"Heii,pergi kamu pergii" teriak Istri Mbah Kardi mencoba mengalihkan perhatian ke dua anjing itu.Istri Mbah Kardi membawa tongkat bambu yang panjang,tetapi masih jauh dari anjing anjing itu.Istri Mbh Kardi hanya berdiri dipojokan depan rumahnya yang terhalang tumbukan batu batu tadi.Jadi sulit untuknya melangkah maju.


Tapi usaha Istri mbah Kardi untuk mengalihkan perhatian anjing itu berhasil.Ke dua anjing itu menoleh memandang Istri Mbah Kardi namun tetap tak menjauh dari hadapan April.


April tak menyia-nyiakan kesempatan kabur ini.Dengan nekat Ia berlari ke arah kanan,dia berlari ingin meminta perlindungan Istri mbah kardi.Dipanjatnya tumpukan batu besar yang lumayan tinggi itu.Dia tak memperdulikan lagi keadaan kakinya yang tergores sudut-sudut tajam batu itu.Sendal swalonya pun putus karena terburu-buru berlari menyelamatkan diri


Istri mbah kardi terus memukul mukulkan tongkatnya ke tanah,agar si anjing takut.April meloncat turun dari tumpukan batu dan mendekat ke arah Istri Mbah Kardi.

__ADS_1


"Heii huussttt hussttt..Popii Bimoo Popii Bimoo" teriak Bu Lastri memanggil anjingnya yang ternyata bernama Popi dan Bimo itu.


Kedua anjing itu menurut,lalu berlari menuju pemiliknya.Kedua anjing itupun langsung dirantai oleh Bu Lastri.


Keributan yang dibuat April di pagi-pagi buta ini tak tanggung tanggung.Tetangga satu kompleknya berlarian keluar rumah karena mendengar teriakan April yang begitu kerass.


Namun hanya Istri mbh kardi yang membantunya untuk lolos dari kejaran anjing anjing Bu Lastrii.


April menangis berjongkok didepan rumah Mbah Kardi,jantungnya berdetak kencang,nafasnya pun memburu.April sungguh ketakutan.


"Sudah gak papa ndukk,anjingnya udah pergi,kamu udah aman" ucap Istri Mbah Kardi menenangkan April.Diusapnya bahu April yang bergetarr.


Para tetangga yang menyaksikan kejadian itu satu persatu kembali masuk kerumah.Tak ada yang berkomentar,mungkin hanya mengomel dalam hati karena paginya terganggu oleh teriakan April.


Bu Lastri si pemilik anjing pun juga langsung masuk ke rumah.Seprti tak ada hal yang terjadi.


Ibu dan Mira pun juga berada diluar rumah.Mereka keluar saat anjing anjing itu sudah di pasangkan rantai dilehernya oleh Bu Lastri


"Kakak gak papa" ucap Mira panik,Mira berlari menghampiri April


"Hikkss hiksss" April tak menjawab Ia menangsi memeluk lututnya erat.


"Kita pulang ya kak" ucap Mira lembut memegang bahu April membantu berdiri.


Mira menuntun April pulang.Sendalnya tinggal satu,entah dimana yang satunya Ia tak tau.


April dituntun masuk kekamar,


"Huuu huuuu hikss hiksss" tangis April menjatuhkan tubuhnya dengan posisi tengkurap diatas ranjang.


"Sudah kak gk papa,kakak jangan takut lagi ya" kata Mira sambil mengelus pantat April.


Ibu datang masuk ke kemar April,Ibu duduk disisi April,


"Apa tadi April sempat digigit anjingnya?" tanya Ibu.


"Huuuu huuu hikss hiksss" April menggeleng dengan tangisnya yang masih belum reda.


"Sini Ibu obatin kakinya,kamu berbaring yang bener" ucap Ibu memegang kaki April.


April membalikkan bandannya,sekarang Ia terlentang dengan kaki dipangkuan Ibu.Mira masih setia mengelus pinggangnya menenangkan April.April pun sudah tidak menangis lagi hanya masih sesenggukan.


"Sakitt kak?" tanya Mira saat melihat April menggerakkan kakinya setiap Ibu menotolkan kapas yang dibasahi dengan Alkohol.


April mengangguk menahan perih,


"Tahan dulu sebentar,Ibu bersihin pake alkohol dulu baru diberi betadin" ucap Ibu.

__ADS_1


"Ambilin air putih buat Kakak ra" ucap Ibu lagi.


"Emm" angguk Mira.


"Lukanya gk dalam,cuma kegores saja" ucap Ibu meletakkan kaki April dikasur.


April melihat kakinya.Ternyata lumayan banyak luka goresan dari betis sampai telapak kakinya.Perihh,itu yang April rasakan,dan malu,karena membuat keributan.


"Ini kak minum dulu biar tenang" ucap Mira menyerahkan segelas air.


"Gak papa hari ini dibatalin dulu,Aprilkan masih syok.Minum ya biar lebih tenang,puasanya nanti bisa diganti kan" ucao ibu mengerti maksud April.


April menengguk air itu sampai tersisa separo,lalu menyarahkannya pada Mira lagi.


Dari kejadian ini April benar benar tak akan keluar rumah jika melihat anjing Bu Lastri berkeliaran tak dirantai.April masih trauma,Ia takut kalo kejadian dikejar anjing terulang lagi.


Untungnya waktu itu April tak sampai digigit,


karena Istri Mbah Kardi menolongnya.


.


.


.


.


.


.


Khusus part ini bener bener kisah author sendiri.


Waktu itu author kelas 3 sma.


Padahal setiap hari sudah sering lihat anjingnya,bahkan sampai lewat didepannya pun tak papa.


Tapi entah kenapa,pagi itu pukul 5 ,dua anjing itu mengejar author.


Dan benar juga,sesuai cerita,tetangga satu komplek keluar rumah melihat kejadian ini.Dan author benar benar memanjat tumpukan batu besar yang kemarin sore baru diturunkan dari truk.Dan kaki author lecet semua,bedanya dulu yang ngobatin author adalah si Bapak..


Sampai sekarang umur 20 tahun masih takut kalo lewat dekat anjing tetangga saya..he.he .he


Semangat bacanya ya kakak kakak.


sampai jumpa di part selanjutnyaa..babaayyy😍

__ADS_1


Dukung aku terus ya


__ADS_2