Takdirku?

Takdirku?
S-2 °•°Part 5


__ADS_3

" Kamu mau kemana?" Tegur Ayah saat melihat Andi langsung pergi setelah membantunya menggeser kursi.


" Balik ke kamar lagi lah Yah." Jawab Andi menghentikan langkahnya.


" Coba kamu ke sini dulu !" Pinta Ayah Ridwan menepuk kursi kosong di sisinya.


" Ada apa lahi sih Yah." Ucap Andi lemas. Andi menghempaskan tubuhnya kasar.


" Kamu itu kenapa sih? Dari tadi uring-uringan gak jelas."


" Gak jelas bagaimana ? Jelas-jelas Ayah yang membuatku uring-uringan seperti ini." Gumam Andi kesal.


" Karena Ayah? Apa salah Ayah?" Ternyata Ayah Ridwan dapat mendengarnya.


" Gak ada." Ketus Andi.


Andi sedari tadi harus menahan gejolak hasratnya yang menggebu.


" Kenapa Masmu ini Ar?" Ayah beralih menatap Ardi yang diam saja.


" Dilihat dari gelagatnya sih, sepertinya gagal ehem- ehem.."


" Ehem- ehem apa sih?" Tanya Ayah Ridwan tak paham.


" Itu lihatt Yah ! Ada yang tegak tapi bukan keadilan. Ada yang menonjol tapi bukan bakat." Bisik Ardi, pandangan mata Ardi menuntun sanga Ayah untuk melihat sesuatu.


Ayah pun mengikuti arahan Ardi, dan benar saja, ada sesuatu yang meronta ronta minta dilepaskan dari kandangnya.


"O-ohhh... Pantas saja." Gumam Ayah kikuk.


"Ngapain pada bisik-bisik tetangga?" Seloroh Andi dengan mata memicing.


" Tadi kamu gagal naik puncak ya?" Tanya Ayah berbisik.


Andi langsung melotot mendengarnya, " Apa maksud Ayah?"


" Ckk, masih aja sok polos. " Ayah memutar bola matanya malas.


" Tadi kamu mau buatkan cucu untuk Ayah kan? Tapi gagal karena dipanggil Ibumu. Terus itu si ehem masih tegang sampai sekarang. Dan karena itu kamu uring- urkngan dan menyalahkan Ayah." Jelas Ayah.


Andi langsung bangkit dan berjalan cepat menuju kamarnya. Sedikitpun Ia tak menoleh ke arah sang Ayah.


" Masihh soree, baru juga jam setengah 9 udah mau mulai aja. Nanti kalau gagal lagi nangessss." Cibir Ardi sedikit berteriak.


Andi langsung berbalik menatap Ardi tajam.

__ADS_1


" Heh bocil di bawah umur. Tau apa kamu soal perkembang biakan? Sekolahmu aja jurusan mesin. Kamu itu taunya cuman ngubek-ubek onderdil yang penuh noda." Cibir balik Andi. Tak lupa, Andi tersenyum miring mengejek sang adik.


" Kamprett kamu Mas."


" Kalian debat apa sih? Kamu itu ya Ardi, jangan recokin kakak kamu yang mau membuat kepoakan untukmu." Ayah Ridwan menonyor pelan kepala Ardi.


Andi langsung kembali melanjutkan langkahnya. Andu ingin melanjutkan aktifitas malamnya yang tertunda.


Di bukanya pintu kamar, kali ini Andi langsung menguncinya.


" Jangan pada ganggu, aku mau fokus." Teriak Andi dengan kepala melongok di pintu. Setelahnya, Andi benar6benar mengunci rapat-rappat pingtu kamarnya.


" Lahh... Kenapa ada lemper segede gaban di kasur aku." Kekeh Andi yang melihat April.


April tidur dengan berbalut selimut yang menggukung seluruh tubuhnya.


" Sebegitu takutnya kah kamu Dek? Sampai-sampai harus gulung-gulung kayak gitu."


Andi mmebaringkan tubihnya disamping April. Andi kangsung melingkarkan tangannya di pinggang rampjng April.


Perlahan, Andi melepaskan gulungan selimut di tubuh April. Jangan ditanya, April jika sudah tidur akan seperti kebo, tak akan terbangun dengan mudah.


Andi meniup-niup halus tengkuk April. Tangan Andi menoel-noel bahu April. Andi ingin sekali membangunkan sang istri. Tapi Ia tak tega, namun kejantanannya semaakin meronta ingin ditidurkan.


Andi kembali menarik April ke dalam dekapannya. Andi menciumi kening April terus-menerus sampai terlihat pergerakan dari April.


" Eh kamu bangun ya Dek." Tanya Andi tanpa dosa. padahal sudah jelas jika Ia lah yang mengusik tidur April.


" Mas Andi sudah kembali?" Gumam April.


"Iya sudah." Jawab Andi dengan senyum merekah.


April hanya manggut-manggut lalu memejamkan matanya lagi.


" Jangan tidur lagi dong." Bisik Andi manja sambil membenamkan wajahnya ke dada April.


" Ngantuk Mas."


Andi semakin menekan kepalanya, Andi menggeleng-gelengkan kepalanya gemas hingga menyenggol benda keramat milik April.


April langsung mendorong wajah Andi agar menjauh dari miliknya.


" Dek..." Bisik Andi manja.


" Sakit loh ini.." Lirih Andi memelas.

__ADS_1


Dengan perlahan , Andi menuntun tangan sang istri menuju ke area bawah. Sampailah pada pusaka milik Andi. Andi meletakkan tangan April di atasnya, sedikit menekannya agar April tahu perubahan yang terjadi.


Aahhhh.... Baru di sentuh begini saja sudah nikmat. Batin Andi memejamkan matanya.


April langsung membuka matanya. Hilang sudah ras akantuk yang Ia rasakan tadi. Kini April melotot dengan tangan yang kaku.


" Kau bisa merasakannya bukan? " Bisik Andi dengan mengecup sekilas pipi kiri April.


" Mas sudah mennahannya selama satu bulan lebih. Tapi sepertinya, kali ini Mas gak bisa menahannya lagi. Terbukti, Sedari tadi Itu tak mau tidur lagi." Bisik Andi dengan nafas beratnya.


" Apakah benar-benar sakit?" Tanya April lolos menatap Andi dalam.


" Jika seperti ini terus, Mas akan tersiksa Dek." Jawab Andi melebih-lebihkan.


Lahi -lagi, Andi membenamkan wajahnya ke ceruk leher sang istri.


" Mas Membutuhkanmu." Lirih Andi dengan nafas yang memburu.


April mengelus kepala Andi, April pun masih ragu jika harus begitu. April takut, banyak yang berkata jika pertama kali akan merasakan sangat sakit.


" Tapi kata teman-temanku, kalau yang pertama kali pasti sangat sakit. Aku takut Mas." Jujur April.


" Kapan temanmu berkata seperti itu?" Andi langsung mengangkat kepalanya, kini Andi menatap lekat mata April.


" Dulu saat masih sekolah. Aku tak sengaja mendengar kbrolan mereka yang sedang membahas hak seperti itu di taman."


" Dan kamu menguping?" Andi memicing.


" He he he... Gak nguping kok, cuman kedengeran aja." Cengir April malu.


Andi bangkit, Andi naik ke atas badan April, Andi mengungkung April di bawahnya.


" Loh loh Mas... Ngapain begini." Panik April, April menahan dada Andi agar tak semakin menempel ke arahnya..


.


.


.


.


....Bersambungg......


... Hai hai haii... Jangan lupa like, komen, favorit serta VOTE dan berikan Hadiah sebayak bayak banyak buanyaknya... ...

__ADS_1


...Hee he he, lama-lama authornya ngelunjak nih ya😅...


... Gak dingg bercanda, berikan semua secukupnya saja, karena sesuatu yag berlebgihan itu kan gak baik.😂...


__ADS_2