Takdirku?

Takdirku?
Rembuk tuo (Pembicaraan orang tua)


__ADS_3

"Begini Pak Hadi,maksud kedatangan saya kesini untuk membicarakan masa depan hehehe." Ucap Pak Ridwan dengan gurauan.


"Masa depan bagai mana Pak?" Heran Bapak


"Masa depan anak-anak kita Hadi" Ucap Ridwan dengan wajah yang sudah serius.


"Baiklah ...Baiklah,coba jelaskan yang benar Wan,jangan bertele-tele !" Ucap Hadi


"Kau masih sama saat kau muda Hadi,tak sabaran ha ha ha" Kelakar Ridwan menepuk pundak Hadi.


Ridwan dan Hadi merupakan kawan sejak kecil.Walaupun Ridwan lebih tua 5 taun diatas Hadi,tapi mereka berteman dekat.Teman main kelereng semasa kecil.


"Apa maksudmu?" Tanya Hadi semakin penasaran.


"Bolehkan aku meminta putrimu Di?" Tanya Ridwan menatap Hadi serius.


"Meminta bagaimana Wan?" Tanya Hadi heran.


"Yaaahhh seperti yang kau tau,aku memiliki anak laki-laki dan kau memiliki anak perempuan.Jadi,kau paham maksudku kan?" Jawab Ridwan santai menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.


"Jangan bilang kau ingin menikahkan anakku dengan anakmu Wan?" Ucap Hadi memastikan.


"Yap...kau benar"


"Hei hei heiii....kenapa seperti itu?"


"Aku haus Hadi,kau sungguh pelit tak memberiku minum sama sekali" Ucap Ridwan mengelus tenggorokannya dengan penuh drama.


"Alahh kau ini mencari alasan saja.Dirumah sedang tak ada orang.Istriku dan Mira sedang dirumah Nenek sedangkan April kau tahu kan? Dia sedang berkemah disekolahanmu!" Ucap Hadi malas.


"Kau kan tuan rumah,ambilkan lah aku minum swbelum aku berbicara panjang lebar" Ucap Ridwan menaik turunkan alisnya.


Hadi diam saja lalu beranjak peegi kedapur membuat kopi instan.Setelahnya Ia kembali duduk disamping Ridwan.


"Nih minum,hati-hati jangan sampai tersedak,tadi aku buatnya gak ikhlas" Kata Hadi bercanda.


"Begini Hadi,aku berniat untuk menjodohkan Andi dengan April.Apa kau setuju Hadi?" Ucap Ridwan setelah menengguk sedikit kopi yang masih mengepul itu.


"Kenapa kau berniat menjodohkan mereka? Kenapa kau tak memberi kebebasan bagi merekan untik memilih pasangan hidupnya sendiri?" Tanya Hadi serius.


"Umur Andi sudah 31 taun Di.Dan kau tahu bagaimana dia,dia tak pernah dekat demgan wanita.Jadi aku berniat untuk mencarikannya istri" Jelas Ridwan


"Kenapa harus April Wan?"


"Karena aku merasa jika April anak yang baik dan cocok dengan anakku Di"

__ADS_1


"Hahh" Hadi menghela nafas mendemgar penuturan Ridwan.


"Andi memiliki sikap yang pendiam dan seakan acih pada semua orang Di.Sedangkan April memiliki sifat yang ceria dan penuh kehangatan." Ucap Ridwan serius dengan kedua tangan dilipat menopang dagunya.


"Aku takut Andi tak bisa menerima April Wan.Aku takut April akan tersakiti" Jelas Hadi blak-blakan.


"Akan kupastikan mereka bahagia Di.Dalam rumah tangga wajarkan jika ada selisih sedikit-sedikit,hal itu merupakan bumbu penyedapnya Hadi" Jelas Ridwan berusaha meyakinkan Hadi.


"Saat Andi memberikan jaketnya pada April di kejadian pelecehan itu,aku yakin Andi juga memiliki kesan pertama saat pertemuan pertama mereka.Aku tak pernah melihat Andi berbaik hati pada perempuan Di.Apalagi jaket yang diberikan pada anakmu merupakan jaket kesayangannya.Ibunya saja dilarang mencucinya,tapi sekarang jaket itu berada ditangan April kan." Lanjut Ridwan tersenyum menatap Hadi.


"Selisih umur mereka sangat jauh Wan" Ucap Hadi halus,takut menyinggung Ridwan.


"Ha ha ha...Aku dan Risma juga selisih jauh Di,10 tahun.Dan Alhamdulillah kita langgeng sampai sekarang" Jawab Ridwan.


"Tapi selisih mereka 14 tahun Wan" Ucap Hadi lagi.


"Umur hanya angka,bukan batasan untuk memulai hubungan Di" Jawab Ridwan serius


"April masih sekolah Wan,bagaimana mungkin Ia akan menikah dengan Andi" Ucap Hadi mencari celah.


"Aku yang punya sekolahan Di,aku juga kepala sekolahnya.Jangan khawatirkan itu,semua bisa kuatur" Ucap Ridwan bangga.


"Hahhh...ok..okk...Aku kalah denganmu Wan.Kau memamg pantas menjadi kepala sekolah,karena kau sangat cerewet dan tak busa dikalahkan jika berdebat" Ucap Hadi pasrah mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


"Tapi apakah Andi mau menikah dengan April Wan?" Tanya Hadi tiba-tiba.


"Pasti Andi akan setuju,kamu hanya perlu membujuk April agar mau menikah dengan Andi"


"Apa kau benar-benar akan menikahkan mereka sekarang Wan? April masih sekolah,aku takut nanti April tak fokus.Apalagi April sudah kelas 3 sebentar lagi akan ujian"


"Kita adakan lamaran dulu Di,aku akan melamar April untuk Andi.Nanti setelah April lulus kita langsung nikahkan mereka" Ucap Ridwan semangat.


"Baiklah Ridwan,aku setuju.Setelah April pulang dari kegiatan berkemah nanti,akan segera ku bujuk agar mau menikah dengan Andi"


"Kabari aku secepatnya Di.Jika April sudah setuju,Aku sekeluarga akan langsung datang untuk melamar April untuk anakku Andi" Ucap Ridwan tak sabaran


"Kau sungguh terburu-buru Wan.Bisakah aku meminta waktu 2 tahun lagi? Biarkan April mencari pengalaman bekerja dulu setelah lulus sekolah" Tawae Hadi bernegosiasi.


"Terlalu lama Hadi,keburu Aprilnya diambil orang" Jawab Ridwan sedikit kesal.


"Kita tetap adakan lamaran,tapi jangan langsung nikah setelah April lulus.Beri April waktu 2 tahun saja,agar Ia merasakan pengalaman bekerja.Lagi pula April kan sudah diikat oleh lamaran,mana ada diambil orang" Jawab Hadi kekeh


"Tak bisa Hadi,Niat baik harus disegerakan.April akan lulus dibulan April,nanti kita adakan resepsi pernikahan dibulan Agustus saja.Jadi April memiliki waktu 3 bulan untuk bermanja-manja bersama keluargamu dulu sebelum Ia ikut suaminya." Jawab Ridwan cepat.


"Baiklah...baiklahh..kau menang lagi"

__ADS_1


"Jadi deal kita akan menjadi besan ya.Kalo begitu aku pergi dulu,aku masih ada urusan di sekolah,mau memantau anak-anak yang sedang berkemah." Ucap Ridwan pamit undur diri


"Baiklah,kamu memang orang sibuk Ridwan... ha ha ha..."


"Terimakasih untuk kopinya,terimakasih juga karena kau tak menyuguhi camilan untukku" Ucap Ridwan bergurau.


"Ha ha ha...jangan sering-sering kemari.Kau menghabiskan persediaan kopiku" Jawab Hadi menanggapi candaan Ridwan.


"Oh baiklah..lain kali jika aku kerumahmu akan membawa satu renceng kopi dan camilan sendiri ha ha ha" Jawab Ridwan bangkit dari duduknya.


"Ha ha ha"


"Aku pamit dulu,Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


.


.


.


.


.


Bersambung


Mohon dukungannya ya para Readers


Tolong tinggalkan jejak Like,Komen,Vote dan Favorit agar kalian bisa mendapatkan notivikasi jika aku update.


Satu dukungan Like dan satu Kementar kalian adalah semangatku.


Selamat membaca para Readersku tersayang


Jangan bosan dengan ceritaku ya😉


Maafkan Author ya,jika banyak typo yang beterbaran.


Aku sudah hati-hati banget kok dalam menulis,suoaya tak banyak typonya.Tapi Author kan juga manusia,jadi jarinya masih suka kepleset saat ngetik..he he he😁


Sekali lagi selamat membaca😄


(((())()

__ADS_1


__ADS_2