Takdirku?

Takdirku?
Kenyataan


__ADS_3

Sementara dirumah setelah april dan Putra pergi.


"Apa Bapak yakin kalo Putra bisa dipercaya?" Tanya Ibu memegang lengan Bapak.


"Bapak berikan kesempatan untuk mereka pergi bersama kali ini Bu." Jelas Bapak menarik Ibu untuk duduk di teras.


"Ibu takut malam ini April kenapa-napa Pak" Cemaa Ibu.


"Ibu yang tenang ya,Bapak yakin kalo April pulang tanpa kurang suatu apapun."


"Apa Bapak setuju jika Putra sama April?" Tanya Ibu.


"Sepertinya Putra anak yang baik bu,dia sopan"


"Sepertinya iya pak,Ibu jadi tenang kalo April sama orang yang tepat" Jawab ibu tersenyum.


"Pak Bapakk" Kejut Mira yang tiba-tiba datang dari dalam rumah.


"Astagfirullohh Mira" Kaget Ibu dan Bapak.


"Tadi itu pacarnya Ka April ya?" Tanya Mira tanpa memperdulikan keterkejutan orang tuanya.


"Iya, anak kecil gk usah ikut campurr" Ucap Bapak mengacak rambut mira.


"Bukan gitu pak maksud Mira,tapi Mira sering lihat Kakak itu main di tempatnya Dini Pak.Dini kan Punya Kakak perempuan namanya Riri,nah pacarnya kak April sering kesana,disana Dini sama Riri tinggal berdua aja,prang tuanya cari uang ke jakarta." Jelas Mira.


"Kamu beneran gk salah lihat kan Dek?" Tanya Ibu meminta kejelasan.


"Beneran Bukk,makanya tadi Mira gak keluar kamar.Mira tadi ngintip dari kamar pas lihat pacarnya kak April."


"Rumah Dini mana Dek?" Tanya Bapak.


"Rumah Dini di desa sebelah Pak,deket kok dari sini, makanya Mira sering main kesana" Jelas Mira.


"Kamu Terakir lihat pacarnya Kakakmu disana kapan?" Tanya Ibu memastikan.Alis Ibu terlihat menajam mendengar perkataan Mira.


"Emmm... kapan ya? Oiya,Kayaknya dua hari yang lalu deh Bu,pas aku kerumah Dini buat pergi cari kertas pelangi bareng." Ucap Mira berfikir.


"Pacarnya Kak April disana ngapain aja?" Tanya Bapak yang mulai kesal dengan Putra.

__ADS_1


"Emmm..,mereka sering berdua di dalem rumah pak,terus aku sama Dini disuruh main diteras.Mira pernah gak sengaja lihat mereka ciuman di bibir sambil pegang-pegang Pak." Ucap Mira Polos


"Pegang-pegang apa dek?" Tanya Bapak semakin geram.


"Ndak tahu Pak,soalnya ketutupan bajunya Kak Riri,terus kan aku langsung kabur takut dimarahin sama Kak Riri." Jelas Mira menggelengkan kepala.Wajar saja Mira tak mengerti hal-hal berbau dewasa seperti itu,Karena Mira masih umur 10 tahun.


Ibu dan Bapak menahan nafas setelah mengerti arah penjelasan dari Mira.Pikiran buruk mulai menguasai otak.


"Aprill gimana Pak?" Panik Ibu menggigit jari.


"Mira masuk dulu ya,Bapak mau ngobrol beedua sama Ibu" Pinta Bapak dibalas anggukan oleh Mira.


"Ibu tenang ya,Bapak akan telpon April sekarang." Bapak langsung menelfon April tanpa menunggu lama lagi.Namun sanyang,ponsel April tak Aktif.


"Gak aktif Bu nomornya" Bapak mwnghela nafas berat.kekhawatiran menyeruak memenuhi hatinya.


...🌻🌻🌻...


Dibawah suasana yang dingin dan remang-remang,kedua tangan Putra berada di atas paha April.Putra mengelus-elus paha sampai lutut April dengan perlahan penuh kelembutan.Menciptakan sensasi geli bagi April,April tak menolak semua perlakuan Putra,April memegang erat pinggang Putra,menikmati semua perlakuan manis yang diberikan Putra.


EHEMM


"Dasar anak muda jaman sekarang gak tau etika.Berhenti di lampu merah saja sempat-sempatnya elus-elus kaki" Dengus kesal pengendara motor yang menegur mereka tadi


"Kamu sih Tra,jadi malukan akunya" Ucap April menepuk bahu Putra.


"Memang dasar Bapak tua itu aja yang ngeselin.Bahkan aku sering lihat yang lebih dari pada sekedar elus-elus kaki saat pasangan berhenti di lampu merah." Sungut Putra kesal karena ditegur Bapak tua di depan banyak orang.


April melepaskan pelukan dipinggang Putra.April dan Putra sudah memasuki gang rumah April,karena banyak pemuda yang sedang berkumpul diposkampling setelah acara takbir keliling,April mundur memberi jarak duduknya agar tak terlalu mepet dengan Putra.


"Aku gak masuk ya sayang,langsung pulang aja, salam sama Ibu Bapak ya" Ucap Putra tiba-tiba saat sudah berhenti disamping rumah april.


"Loh gak mau pamit dulu?" Tanya April.


"Gak,aku ada urusan mendadak " Bohong Putra,sebenarnya Putra tak ingin berhadapan lagi dengan Bapaknya April.


"Yasudah hati-hati ya,kalo sudah sampai rumah kabari aku" Ucap April melambaikan tangan pada putra yang sudah menjalankan motornya.


"Kamu sudah pulang Pril? Kamu gak papa kan? "Ibu datang tiba-tiba dari balik pagar,Ibu memeriksa seluruh badan April,sesekali memutar tubuh April memastikan tak ada yang berkurang.

__ADS_1


"April gak papa buk" Jawab April heran melihat tingkah Ibu.


"Ayo masuk dulu,Bapakmu sudah menunggu diteras" Ibu menggandeng lengan April.


Sesampainya diteras,Bapak langsung berdiri dan melakukan hal yang sama seperti yang Ibu lakukan tadi.


"Kamu gak papa kan Nak?" Tanya Bapak dengan dahi berkerut.


"Gak papa pak"


"Kenapa Bapak telpon gak aktif nomermu?" cecar Bapak menatap April intenss.


"Ponsel April habis batrai pak" Jawab April takut melihat ekspresi Ibu dan Bapak.


"Apa Putra kurang ajar sama kamu? Kamu gak diapa-apain kan?" Tanya Bapak masih dengan nada khawatir.


"Gak apa-apa Pak,Putra baik kok" Jawab April tersenyum untuk mengurangi ke khawatiran Bapak dan Ibu.


"Huhhhhh"


Terdengar Bapak dan ibu menghela nafas lega.Seakan semua bebannya telah hilang.


Sebenarnya ada apa ini,kenapa sikap Bapak dan Ibu sangat khawatir.Apa terjadi sesuatu saat aku peegi tadi?. Batin April bertanya-tanya.


"Emmm ...Pak,Bu, April lepas helmnya dulu ya." April berucap sambol menyengir kuda.


Sontak Ibu dan Bapak menatap kepala April,lalu mereka saling pandang dan tertawa.


"Oh...astaga kami tak sadar kalo kamu masih pakai helm" Kekeh Bapak.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2