
Saat April sampai ditempat duduknya.Ia sudah disamput pelukan hangat oleh sahabatnya.Sahabat satu-satunya yang Ia punya selama disekolahan.
Selama 3 tahun bersekolah di sini.April sama sekali tak memiliki teman.Hanya Vani lah teman April,itupun mereka berbeda kelas.
Di kelas April,pertemanan berkelompok alias Genk masih berlaku.Dalam satu Genk itu adalah kawan mereka yang berasal dari satu Smp.
Sedangkan April sama sekali tak memiliki teman satu Smp yang sekelas dengannya.Jadilah April sendirian dikelas,tanpa memiliki teman.
Setiap jam istirahat,April akan keluar ke tempat Favoritnya.Disamping sekolah, sendirian sambil membaca buku.Jika Vani sedang tak sibuk dengan kawannya satu kelas.Vani akan menemani April disana.
Dan hari ini,April merasa senang karena merasa diperhatikan seluruh orang.Merasa dihargai dan di anggap ada.April sangat bahagia.
Acara wisuda telah selesai,sekarang siswa kelas 12 akan mengadakan makan-makan perpisahan dengan kelasnya masing-masing memggunakan uang kas kelas.Namun tidak dengan kelas April,kelas April memilih membagikan uang kasnya.
"Nanti jemput jam berapa kamu Van?" Tanya April yang membahas tentang keberangkatan bekerja nanti sore.
"oiya Prill...Aku lupa bilang sama kamu." Vani menepuk keningnya.
"Apa?" Tanya April heran.
"Tadi pagi sekitar jam 8 aku WA Mas Tono.Aku ijin sama Mas Tono minta cuti 1 hari full.Aku beralasan acara perpisahan sampai jam 3,terus dilanjut acara makan-makan bersama sampai sore. Terus di ijinkan deh aku libur 1 hari full." Ucap Vani girang.
"Yahhh...Kok kamu gak bilang-bilang sih Van.Kan aku juga mau kalau gitu.Eh,tapi kamu berbohong dong sama Mas Tono?"
"He he he iya...Ini kan jam 1 acaranya sudah selesai.Tapi kelasku beneran mau makan-makan bersama kok." Vani nyengir sambil menaik turunkan alisnya.
"Alahh palingan kan cuma sejam,mentok 2 jam deh acaranya.Kan masih bisa berangkat kerja." Protes April.
"Biarin saja lah,siapa suruh tiba-tiba Mas Tono gak ngasih ijin cuti 1 hari.Kamu juga Chat Mas Tono saja,minta libur 1 hari alasanny sama kayak aku." Ucap Vani.
"Apa iya yah? Emmm,yaudah deh nanti sampai rumah aku akan Chat Mas Tono." Jawab April.
"Yaudah aku duluan yah...Yang lain udah pada nunggu di tempat makannya soalnya." Pamit Vani lalu berlari pergi.
Tinggallah April sendirian,duduk ditangga aula sembari melihat teman-temannya berfoto ria bersama keluarga dan pasangannya.
Ibu sudah kembali pulang lebih dulu.Jadilah April sendirian di sini.
Teman-teman April banyak yang sudah memiliki pacar.Yang selama 3 tahun bersekolah di Madrasah dilarang pacaran terang-terangan.Kini saat kelulusan banyak siswa yang mengajak pacarnya datang.Untuk berfoto dan sekedar memberikan buket bunga ataupun bonekah pada pasangannya.
"Padahal aku sudah punya calon suami.Tapi tetap saja seperti orang jomblo.Bahkan Mas Andi sama sekali tidak membalas pesanku." Gumam April berbicara sendiri.
"Aaahhhh bahagianya mereka yang di berikan hadiah oleh pasangannya." Sambung April dengan kedua tangannya yang disatukan.
April bangkit berdiri hendak pergi.Saat April hendak bangkit,tiba-tiba ada sepasang tangan yang memegang buket Bonekah memakai Toga dan berselempang namanya.
__ADS_1
"Selamat yah atas kelulusannya.Selamat juga karena kamu menjadi lulusan terbaik." Ucap Seseorang itu.
Apakah ini Mas Andi ? Ahhhhh...so sweet sekalii. Batin April senang.
April yang semula memandangi buket boneka itu lalu mendongakkan kepalanya.Melihat laki-laki yang berdiri dideoannya April pun merasa tak percaya.
"Kak Salimm..." Gumam April yang masih terdengar ditelinga Salim.
Salim tersenyum melihat April yang terkejud.
"Haiii,selamat yah...Nih buat kamu." Salim menyodorkan buket boneka yang dibawanya tadi.
"Makasih yah Kak,harusnya Kak salim gak usah repot-repot." Ucap April tak enak hati.
"Gak Pa pa kok.Oiyah,eemmm....Kamu ada acara setelah ini?" Tanya Salim langsung.
"Memang kenapa Kak?"
"Mau jalan bareng aku gak nanti sore?"
"Maaf Kak,April gak bisa." Jawab April tak enak.
"Kenapa? Kamu takut sama orang tua kamu yah? Nanti kamu aku jemput deh,terus aku yang izin sama orang tuamu." Ucao Salim lagi.
Pasalnya,April juga akan meminta izin ke Mas Tono untuk cuti 1 hari full.April terpaksa berbohong karena tak mungkin baginya jika akan jalan berdua dengan Kak Salim.April masih menghormati Mas Andi yang berstatus sebagai calon suaminya.
"Ahh seperti itu yah...Eemmm,bagaimana jika nanti sore ku antar berangkat kerja?" Ucap Salim lagi memberi penawaran.
"Aku pulangnya malam Kak,Jam 11 baru sampai rumah.Nanti kalau berangkatnya di anter Kak Salim,terus pulangku gimana?"
"Ya nanti pulangnya aku jemput."
"Gak usah Kak,aku berangkat sendiri saja."
"Tap--" Ucapan Salim terpotong karena ada seseorang yang memanggil namanya.
"Salimmm..." Ucap Pak Ridwan.
"Iya Pak,ada apa?" Tanya Salim sambil menyalami Pak Ridwan.
"Sudah lama kamu gak main ke sini.Mentang-mentang sudah kerja jadi jarang main ke sekolah kamu yah.."
"He he he."
"Ayo ikut saya,kita ngobrol-ngobrol di dalam." Pak Ridwan langsung merangkul bahu Salim dan mendorongnya agar mengikutinya.
__ADS_1
"Eh eh Pak..Ta-tapi Pak..." Salim berusaha protes.Tapi tak dihiraukan sama sekali oleh Pak Ridwan.
"Iya iya...Nanti kita bicarakan semua di dalam saja." Pak Ridwan semakin mempererat rangkulannya.Menahan agar Salim tak terlepas.
Salim pun pasrah dan mengikuti Pak Ridwan.Setelah itu Pak Ridwan menoleh menatap April.
Pak ridwan tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya.Tangannya terangkat membentuk simbol OK.
Ada ada saja ulah Pak Ridwan.Tapi terimakasih juga Pak,karena sudah mengeluarkanku dari situasi sulut tadi. Batin April bersyukur.
Ternyata sedari tadi Pak Ridwan mendengar dan melihat semua yang dilakukan April dengan Salim.Maka dari itu lah,saat Pak Ridwan sadar jika Salim sedang berusaha mendekati April.Pak Ridwan tak tinggal diam.
Pak Ridwan tak terima jika calon mantunya diganggu oleh Salim.
Ternyata Mas Andi beneran gak datang.Tapi ngapain juga sih aku mengharapkan kedatangannya? Kenapa aku jadi memikirkannya? Aiissss gak jelas banget sih aku. Batin April sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
April pun bangkit menuju parkiran,Ia hendak pulang dan beristirahat dulu.
Saat April hendak menaiki motornya,bahunya ditepuk seseorang.
"Dek..."
Deg Deg..
Jantung April berdetak cepat,tibihnya seketika menegang.Panggilan itu,hanya Mas Andi yang memanggil April seperti itu.
"Mas Andi." Ucap April tanpa suara,hanya gerakan bibirnya saja yang terlihat.
April pun membalikkan badannya,dan.........
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Serta Favorit yah Readers..
Maaf jika banyak typo beterbaran.
Happy Reading.
__ADS_1