
" Aa ha ha ha...Aa ha ha ha..." Suara tawa penih kemenangan menggelegar di seluruh ruangan kedap suara itu.
" Masa kejayaanmu telah usai, kini nikmatilah masa keterpurukanmu Andi Pratama." Kuncoro tersenyum smirk dengan tangan yang memegang gelas berisi alkohol.
"Usahaku untuk menghancurkan bianismu selama 5 tahun selalu kau gagalkan. Kini akhirnya aku berhasil,aku berhasil membuatmu bangkrut se bangkrut-bangkrutnya. Ha ha ha ha..."
"Akan kujamin, setelah ini kau akan menutup bisnismu itu. Lalu kau akan menjadi seorang pria pecundang yang tak memiliki harta. Ha ha ha haa...."
"Tak sia-sia aku menghasut Sofyan yang polos itu untuk melancarkan aksiku. Walaupun dengan bayaran yang tinggi. Tapi tak apa,setidaknya aku sudah dapat menyingkirkanmu Andi. Jadi uang sebesar itu tak ada artinya lagi."
"Setelah ini,aku akan menjadi satu-satunya pebisnis muda yag memiliki usaha Rumah Makan ter ramai di kota ini. Semua pelanggan setiamu ku pastikan akan beralih menjadi pelanggan setiaku." Kuncoro menyombongkan diri.
Tulilit....Tulilit....
Telepon yang berada di atas meja kerja Kuncoro berbunyi.Kuncoro mendekatinya lalu meraih gagang telepon tersebut.
"Selamat siang Pak.Di bawah ada seseorang bernama Sofyan hendak menemui anda. Apakah di ijinkan?" Tanya pegawai Kuncoro melalui sambungan telepon.
"Suruh dia masuk ke ruanganku segera."
"Baik Pak."
Kuncoro memutuskan sambungan telepon lalu duduk di kursi kejayaannya. Satu kakinya Ia silangkan hinga saling tumoang tindih.Tangannya memegang bening yang berisi alkohol berwarna merah ke ungu-unguan. Punggungnya bersandar pada sandaran kursi.
Sungguh,saat ini Author sangat ingin menempeleng wajahnya yang sok kecakepan itu.Apalagi sikapnya yang angkuh berlagak bagaikan raja yang sedang duduk di singga sananya itu.
Tok Tok Tok..
Pintu di ketuk dari luar.
"Masuk." Ucap Kuncoro datar.
Sofyan pun masuk. Lalu dengan gerakan tangan, Kuncoro menyuruh Sofyan agar duduk di kursi yang berada di depannya.
" Haloo sobatkuuu Sofyann. Ada apa gerangan engkau kembali menemuiku? Apa kamu ingin ikut berpesta denganku ? Merayakan keberhasilan kita?" Tanya Kuncoro dengan percaya dirinya.
Sofyan hanya diam saja sembari menunduk.
Kuncoro lantas mengambil sati gelas kosong lalu dituangkannya alkohol pada gelas kosong itu. Setelah terisi setengah,Kuncoro menyodorkan gelas iti ke hadaoan Sofyan.
"Mari bersulang untuk keberhasilan rencana kita !" Kuncoro mengangkat gelas yang di bawanya mengajak bersulang.
Namun Sofyan sama sekali tak bergerak. Sofyan masih saja menunduk di hadapan Kuncoro.
" Heiii....Ada apa sobatt? Kenapa kamu diam saja dan yak menyambut uluran sulangku?" Tanya Kuncoro heran.
"Apakah uang 70 juta yang ku berikan kemarin malam kurang? Atau salah hitung jumlahnya? "
Brukkkk....
__ADS_1
Sofyan melepas tas yang berada di pinggangnya.Diletakkannya tas itu di atas meja persis di deoan Kuncoro.
"Apa ini ? Apa suatu hal yang baik? Sebuah kejutankah?" Binar Kuncoro.
"Ku kembalikan uang 70 juta darimu. Dan kau kembalikan seluruh kejayaan Rumah Makan milik Bos ku." Sofyan berucap sambil menunduk.Namun tangannya bergerak mengeluarkan uang dalam tas yang Ia bawa tadi.
Di hamburkannya seluruh uang yang berada dalam tas. Meja Kuncoro di penuhi dengan tumpukan uang.
"Wooww wooww woowww.... Kenapa ini?" Tanya Kuncoro bingung.
"Saya berubah pikiran. Saya memhembalikan semua uang yang anda berikan.Lalu anda juga kembalikan Rumah Makan milik Mas Andi." Ucap Sofyan serius menatap Kuncoro dalam.
"Ha ha ha ha...Sofyan...Sofyan..." Kuncoro tergelak begitu kerasnya.
"Tak bisa seperti itu. Semuanya sudah di sepakati dari awal.Lalu kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba datang dan mengembalikan uang ini dan hendak menukarnya dengan Rumah Makan yang sudah kau hancurkan karirnya?" Kuncoro berucap dengan nada meremehkan.
"Apa Andi mencuci otakmu? Sampai-sampai kamu berubah pikiran? Atau Andi masih memiliki uang lalu membayarmu melebihi uang yang aku berikan? " Sambung Kuncoro dengan sinis.
"Bukann...Aku baru saja sadar oleh kebutaanku.Aku baru sadar jika hatiku sudah kau racuni dengan mulutmu yang berbisa Kuncoro." Geram Sofyan dengan gigi bergemeletuk.
" Ha ha ha haa....Dimana saja kamu Sofyan? Kenapa setelah semuanya terlanjur kau baru menyadarinya ? Ha ha ha... Semuanya sudah terjadi,maka nikmatilah hasilnya." Kuncoro berucap dengan jumawa.
"Ambil kembali uang ini lalu pergi dari sini.Jangan pernah temui aku lagi karena urusanku denganmu telah selesai." Kuncoro berucap dengan mata yang tajam.
"Dannn.... Terimakasih atas bantuanmu." Sambung Kuncoro dengan senyum smirknya yang khas.
Kuncoro mengambil telepon lalu menghubungi satpan agar segera datang ke ruangannya.
"Satpamm...Seret manuasia Bodoh ini keluar dari ruangan saya." Ujar Kuncoro dengan santainya.
"Jangan lupa oemasi uang itu dan berikan pada orang itu juga." Perintahnya lagi menambahkan.
"Tidakkk...Tidakk...Kau harus bertanggung jawab Kuncoro...Kau gila Kuncoroo...Manusia serakahhh..." Terdengar sumpah serapah Sofyan dari kejahuan.
Kuncoro memutar kursinya dengan menyunggingkan senyum di sebelah bibirnya.
...🌻🌻🌻...
"Maafkan aku karena tak bisa membantumu menyelesaikan masalah disini Mas." Ucap Dito menunduk.
"Sekarang aku bukan lagi Bos mu.Panggilah aku seperti biasanya tanpa ada embel-embel Mas." Pinta Andi.
"Akuu...Aku terlalu lambat menyadari pergerakan Sofyan.Padahal Ia selalu ada bersamaku. Tapii.... Tapi kenapa aku bisa kecolongan." Dito terlihat begitu menyesal.
"Jangan salahkan dirimu Dito.Semua sudah terjadi,aku sudah ikhlas.Maafkan aku karena setelah ini,aku sudah tak bisa membantumu untuk mendapatkan penghasilan." Ucap Andi berusaha tersenyum.
"Jangan fikirkan aku An.Aku sungguh sangat berterimakasih atas semua kebaikanmu padaku selama ini."
"Apa kau sudah berkemas? Kemasilah seluruh barangmu sebelum aku menutup Rumah Makan ini." Andi mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Sudah...Aku akan kembali ke rumah nenekku di surabaya. Mungkin aku akan membantu mereka saja menggarap sawah." Jawab Dito.
"Baguss... Bahagiakanlah 2 orang terakhir dalam hidupmu itu Dito." Andi menepuk bahu Dito.
Dito yatim piatu.Selama ini Ia tinggal dengan Nenek dan Kakeknya di desa. Lalu merantau ke kota untuk mencari masa depan yang cerah.
"Lalu apa yan akan kau lakukan sekarang An?"
"Entahlah Dito. Seluruh tabunganku habis.Sedangkan 3 bulan lagi aku akan menikah. Mungkin aku akan menjual si Hitam la membeli motor metik saja."
Dito menghela nafas mendengarnya.Dito merasa bersalah karena tak bisa membantu Andi sama sekali. Karena selama ini Andi sangatlah baik padanya.
"Lumayan lah,nanti uang hasil penjualannya bisa aku gunakan untuk modal menikah." Andi tersenyum tipis.
"Akan kubantu kamu menjual motor itu.Akan ku tawarkan pada teman-temanku yang memiliki komunitas motor gede seperti milikmu. Pasti nanti harga jualnya masoh bisa tinggi."
"Terimakasihh.."
"Aku pergi dulu yah. Satu jam lagi Bus ku datang. untuk masalah penjualan motor,nanti ku hubungi lewat ponsel." Ucao Dito.
"Hati-hati dijalan." Andi memeluk Dito sejenak.
Sepeninggalan Dito,Andi masih berada di Rumah Makan miliknya.Andi memandangi setiap sudut,berusaha mengubur kenangan selama t tahun ini.
"Ini kali terakhir aku berada disini. Karirku sudah selesai sampai di sini. Terimakasih atas semua kebaikan yang telah terukir disini." Andi begumam sembari mengelus meja sertq dinding bangunan.
Rumah Makan milik Andi adalah bangunan semi permanen yang di sewa pertaun oleh Andi.
Jadi semua sudah habis.Rencana awak Andi akan menjuat semua peralatan dapur untuk modal usaha yang baru. Kini pupus karena ternyata maling lebih cepat darinya.
Uangnya di dalam ATM habis tak tersisa.Andi hanya memegang uang cash 700 ribu dalam dompetnya.
Andi berhenti sejenak untuk memeriksa ponselnya.Namun tak sengaja melihat postingan April yang sedang merayakan ulang tahun bersama rekan-rekan kerjanya.
"Siallll...Lagi-lagi aku melupakan hari penting April. Ini sudah tanggal 1 meii,bagaimana aku bisa lupa jika April berulang tahun saat wisuda kemarin.Aarrggghh..." Kesal Andi.
Setelah menyelesaikan masalah di Rumah makan,Andi memang sengaja menginao satu malam du sini bersama Dito. Dan Andi sama sekali tak membuka ponselnya.
Dan alangkah terkejudnya,saat melihat ponsel. Ia melihat postingan April yang sudah hampir hilang 1 jam lagi. Untung saja Andi sempat melihat postingan April sebelum hilang.Jika tidak,pasti Ia akan melupakan hari penting ini.
.
.
.
.
.
__ADS_1