Takdirku?

Takdirku?
Part 103


__ADS_3

" Ka-kamuu..." Gagap April tak percaya.


"Iya ini aku. Putra,mantan kekasihmu yang bejat." Ucap Putra sedih.


Putra sangat menyesali kelakuannya dahulu terhadap April. Putra mengaku salah,dan bertekat ingin berubah setelah kejadian waktu itu. Namun,baru 2 bulan Putra menjalani hidup dengan baik. Putra kembali ke dalam lergaulan yang salah. Hingga kini Ia malah menjadi anggota genh motor.


"Pu-Putraa..." Mata April terkunci menatap Putra.


Tak bisa dipungkiri,di dalam hatinya yang terdalam masih tersimpan n


ama Putra. Putra lah cinta pertamanya. Putra lah yang mengenalkan April arti pacaran. Dan Putra pula yang membuat April memiliki rasa trauma berdekatan dengan lawan jenis.


Putra yang memberi kenangan manis pada April. Namun Putra pula yang membuat ukiran buruk pada hati April.


Refleks April mundur menjauh. Ia takut dengan Putra,namun Ia juga rindu dengannya.


"Kumohon,jangan takut padaku Aprill... Aku janji tak akan memyakitimu lagi seperti dulu." Ucap Putra kembali meraih April.


Semula April merasakan kenyamanan dalam dekapan Putra. Dekapan yang sama seperti dulu saat mereka berpacaran.


Tidakk... Tidal boleh seperti ini. Batin April tersadar.


April langsung melepaskan dekapan Putra.


"Terimakasih sudah menolongku malam ini." Ucap April tulus. April sangat bersyukur dapat bertemu dengan Putra di saat sulit seperti tadi.


"Tak apa,aku senang melakukannya." Ucap Putra dengan tersenyum.


Putra mengambil ponsel April lalu mengetikan sesuatu disana.


"Ini ponselmu. Aku sudah menyimpan nomorku di dalamnya. " Ucap Putra tersenyum sambil menyodorkan ponsel milik April.


April menerimanya tanpa berkata.


"Tolong jaangan kamu blok lagi ya nomor aku." Pinta Putra melas.


April hanya mengangguk kaku meng-iyakan.


"Bi-bisakah aku pulang sekarang? Ini sudah terlalu larut bagiku. Aku takut Bapak dan Ibu cemas menungguku pulang." Ucap April pelan.


"Ah iya,baiklah. Mari aku antar kamu pulang." Tawar Putra.


"Tidak tidakk,tidak usah. A-aku bisa pulang sendiri." Tolak Apri gelagapan.


"Kenapa? Kamu masih takut denganku? Percayalah padaku,aku tak akan berbuat buruk terhadapmu." Ucap Putra penuh pengharapan.


"Bu-bukan begitu Sa. A-aku hanyaa,hanyaa....."


"Hanya apa?"

__ADS_1


"Ti-tidak Apa-apa." Jawab April cepat.


April langsung memakai kembali helmnya dan menaiki motornya.


"Kenapa Pril? Apa kamu sudah punya pacar lagi sekarang? Jadi kamu takut pacarmu marah jika kamu pulang bersamaku?" Tanya Putra cepat mencegah April yang hendak buru-buru pergi.


"Pacaran itu dosa. Aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama dua kali. Cukup denganmu aku khilaf dan tak akan ada lagi." Tegas April menatap Putra tajam.


Putra yang ditatap malah tersenyum simpul. Terlihat jelas dimata April jika lelaki di deoannya itu tengah tersenyum senang.


" Apa kamu masih belum bisa move on terhadapku? Heemmm?" Goda Putra tersenyum miring.


"Mana ada begitu." Kesal April mendorong wajah Putra menjauh.


"Ha ha ha... Ternyata kamu masih sama dengan April yang ku kenal dulu. Jika merasa gugup,kau akan mendorong wajahku menjauh." Ucapnya menyengir.


April membuang muka ke samping,kesal meladani ucaoan Putra.


"Aku mau pulang." Ketus April.


"Pulang ya pulang saja tian putri. Kenapa harus laporan terlebih dahulu. Katanya gak mau diantar,kenapa sekarang memberi kode supaya diantar? Hemmm?"


"K-kauuu... Kau sangat menyebalkan." Geram April. April menyalakan motornya.


"Hati-hati ya tuan putri. Di depan gelap. Di depan sepi,sunyi senyap dan mencekam. Aku takut ada dedemit yang tertarik akan pesona kecantikanmu,lalu mengikutimu pulang." Ucap Putra menahan senyum.


April menegang seketika. Namun sedetik kemudian Ia menggelengkan kepalanya pelan.


"Aaa.. emmm.." Skak mat, Putra kalah bicara. Tak bisa membantah jika sudah membawa nama Tuhan.


April tersenyum smirk melihat Putra bungkam.


"Assalamualaikum." Ucap April lalu benar-benar pergi meninggalkan Putra.


"Eh eh eh..." Ucap Putra mengukurkan tangan melihat kepergian April.


Putra bergegas menaiki motornya lalu menusul April. Putra tak ingin terjadi hal yang buruk pada April.Putra ingin menebus kesalahannya di masa lalu.


"Jalanan di depan terlalu rawan untuk gadis secantik kamu April.Aku tak akan membiarkanmu pulang sendirian di tengah malam ini." Teriak Putra bar-bar.


"Ckk... Dasar gila,bisa-bisanya dia berteriak begitu kencang di tengah malam begini. Mengganggu orang saja." Gerutu April.


"Eh,di sepanjang jalan kan hanya ada persawahan. Mana ada orang." Gumam April lagi menepuk kepalanya yang tertutup helm.


April membiarkan Putra mengantarkannya pulang. Putra memhiringi kendaraan April dari belakang.


"Aku senang bisa kembali bertemu denganmu April. Namun maafkan aku karena aku masih belum menjadi orang yang berguna." Gumam Andi menatap motor April dari belakang.


Tanpa terasa April audah memasuki gang rumahnya. Hanya tinggal melewati belokan,dan 3 rumah lagi. April akan sampai di rumah orang tuanya.

__ADS_1


Terlihat ada gerombolan pemuda desa April yang sedang nongkrong di pertigaan jalan.


Putra yang melihat itu pun menghentikan motornya.Putra memutar balikkan motornya hendak kembali berkumpul bersama geng motornya.


"Aku rasa April sudah aman dari sini. Toh ada banyak pemuda desa April. Lebih baik aku kembali saja,dari pada nanti ketahuan pemuda desa April. Nanti pasti April akan mendapatkan masalah." Gumam Putra putar balik.


Tinnn...


"Permisi." April membunyikan klakson motornya sekali,kepalanya mengangguk pelan memberi hormat tanda permisi numoang lewat.


"Mangga atuh neng,mangga." Ucap para pemuda berbarengan.


April pun lewat dan dalam sekejap sampailah April di rumahnya.


"Alhamdulillah sampai juga akhirnya." April menghela nafasnya lega.


"Ya Allah Aprill,kamu dari mana saja nak? Kenapa jam setengah 12 baru sampai rumah?" Panik Ibu mengusap kepala April.


"Ta-tadi ada sedikit acara di tempat kerja Buk. Ada acara makan-makan merayakan ulang tahun kawan." Bohong April.


"Lain kali hubungi orang runah dahuku jika akan pulang terlambat.Agar yang dirumah gak cemas nakk..." Nasihat Ibu.


"Tadi ponsel April habis batrai Buk,jadi gak bisa ngabarin deh." Bohong April lagi.


"Ya sudah ayo masuk dan bersih-bersih." Ajak Ibu.


Ya Tuhan,aku sudah berbohong pada Ibu.Ampuni aku. Batin April.


April pun mengikuti Ibu masuk ke rumah.


"Ck ck ckk...Beruntung betul tuh si Andi bisa di jodohkan dengan April." Ucap pemuda yang memegang gitar.


Ternyata,setelah kepergian April.Para pemuda yang sedang nongkrong itu malah membicarakan April.


"Tak rela rasanya lah.Andi yang sudah om om harus menikah dengan April yanf masih gadis ting ting." Sahut yang lain.


"Perbedaan umur mereka jauh sekali loh.14 tahun,Andi lebih tua 14 taun dari April. Ck ck ck.."


"Andi bahkan lebih pantas menjadi kakaknya saja,atau bahkan Bapaknya."


" Ha ha ha ha..." Kelakar mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like,komen,vote serta favorit yah.


__ADS_2