Takdirku?

Takdirku?
Penjelasan ibu


__ADS_3

TOK TOK TOK


"Prill buka pintunya!!..tok tok tok Aprilll." Teriak Ibu didepan pintu.


April mengerjabkan mata.Gelap,April ketiduran sampai malam.April melihat jam dimeja menunjukkan pukul 18.30.April mengusap wajahnya agar tak kelihatan seperti habis menangis.Diikat rambutnya asal lalu berjalan keluar membukakan pintu.


"Kemana aja sih Pril,lama banget buka pintunya." Kesal Ibu


"Ma maaf Bu,April dari belakang" Ucapku berbohong.


April menutup kembali pintu rumah,lalu berjalan mengekori Ibu dan Mira.Ibu berjalan ke meja makan meletakkan wadah yang berisi opor ayam buatan Nenek.April masih memiliki satu Nenek yaitu Ibu dari Bapak.Nenek sering membawakan makanan untuk dibawa pulang jika kami berkunjung kerumahnya.Opor ayam dituang Ibu ke mangkuk,masih terdapat asap menandakan opor itu masih panas karena baru matang.Tercium bau harum yang menggugah selera.


"Emmmm,pasti enak kalau makan opor itu dengan nasi dan krupuk udang." Batin April dengan air liur yang ingin menetes membayangkan kelezatan opor ayam buatan Nenek.


"Kamu mau?Kalau mau makan saja,tapi jangan banyak banyak dan kamu hanya boleh makan kuahnya saja,jangan coba coba ambil daging ayamnya!mengerti?" Kata Ibu.


"Emm iya Bu" April mengangguk meng iyakan dengan semangat.senyum April tersungging.


"Tak ada daging ayam kuah pun jadi.Kuahpun akan sama lezatnya" Batin April dalam hati.


April mengambil piring di dapur lalu menyendok secentong nasi.Diambilnya sediikit kuah opor ayam yang lezat itu lalu Ia tambahkan satu buah kerupuk udang.April makan dengan lahap,April makan tanpan sendok,agar lebih nikmat rasanya.Setelah habis April menaruh piring di tempat cucian piring.


April berjalan kedepan dan melihat Ibu sedang nonton tv sendiri,entah dimana si Mira.April teringat dengan kata kata Bu Lastri.April penasaran,Ia ingin tau kenyataan yang sebenarnya,jadi April memutuskan untuk memantabkan hatinya lalu bertanya pada Ibu.Fakta apapun yang akam didapatnya nanti semoga April bisa menerimanya.


"Buu.." Panggil April sembari duduk didepan Ibu.

__ADS_1


"Apa" Jawab Ibu tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.


"April boleh bertanya?" Kata April ragu ragu.


"Tanya apa?" Jawab Ibu yang masih asyik menknton tv.


"Emmm a aa apa benar jika aku bu bukan anak I iibu?" Tanya April pelan sembari menunduk.April meremas tangannya yang berkeringat.jantungnya berdetak cepat menanti jawaban Ibu.


Degg


Ibu diam mematung.Detik berikutnya Ibu beralih menatap April yang masih menunduk.


"Siapa yang mengatakan hak itu padamu?" Tanya Ibu pelan.


"Bu bu Lastrii" Jawab April takut.


Kudengar Ibu menghela nafas berat.Ibu menyusun kata untuk memberi penjelasan pada April.


"Iya,kamu memang bukan anakku,bukan juga anak Bapakmu.Kamu anak Adik perempuanku yang sudah meninggal,yang makamnya selalu kau kunjungi sehari sebelum lebaran tiba.kamu memang bukan anakku,tapi aku dan Bapakmu yang merawatmu sejak kau berumur 6 taun" Jawab Ibu pelan dengan pandangan menerawang ke masa lalu.


"Hiks hikss,kenapa Ibu merahasiakan hal ini dari April,hingga April sebesar ini Bu?" Tanya April yang sudah menangis terisak.


"Kau mau tau jawabannya?Karena aku tak mau mengingat hari dimana aku kehilangan Adik perempuanku untuk selama lamanya.Karena aku tak mau mengingat bahwa kelahiranmu yang menyebabkan kematian Nenekmu.Kau tau?Saat kau lahir Nenekmu begitu terkejud,nenekmu yang memiliki riwayat penyakit jantung tak dapat menerima hal yang terlalu cepat itu.Dan karena kamu deman tinggi dimalam itu,lalu adikku sari berlari hendak membawamu priksa kebidan.Karena depan rumah Bu Wahyu jalan satu satunya untuk menuju ke Bidan sedang ditutup karena ada panggung hajatan.Naka Adiku Sari nekat lewat belakang rumah Bu Wahyu.Tapi na'as,ia terpeleset hingga jatuh ke kali.Saat dia terjatuh,dia melemparmu kesamping agar kamu tak ikut terjatuh bersamanya." Ucap Ibu menatap lurus dengan air mata yang mengalir. Ibu menangis dalam diam dengan airmata yang deras membanjiri pipinya.


Aku terkejut mendengar penjelasan Ibu.Ternyata penjelasan Bu Lastri tak sepenuhnya benar.Ibu kandung April tak berniat membuangku,tapi ia hendak membawaku berobat.Karna April Ibu meninggal nya,karena April juga Nenek meninggal.

__ADS_1


"Hikss hikss Ibuu,maafkan aku Ibu huhuhu..." Tangis April memeluk erat lututnya.Ternyata Ibu berkorban April


"Tak perlu kau tangisi,semua sudah terjadi dan itu semua kamu lah penyebabnya.Seharusnya kamu bersyukur karena aku masih berbaik hati menerimamu disini.Merawatmu,memberimu makan dan menyekolahkanmu.Jika aku tak memiliki hati nurani maka akan kubiarkan saja kau mati kehabisan darah waktu Bu Wahyu membawa April kerumah ini" Jawab Ibu lalu beranjak pergi masuk ke kamar.


April masih larut dalam kesedihannya.April masih mencoba mencerna setiap perkataan Ibu.April bersandar,bahwa Aprilah penyebab semua kekacauan ini.


Dari sini terjawab sudah semua tanda tanya di pikiran April.Sikap dan perlakuan Ibu terhadapku.Inilah penyebab Ibu selalu membedakan April dengan Mira.Karena April bukan anak kandungnya, April hanya anak memprihatinkan yang diurus Ibu Yani dan Bapak Hadi,karena Apriladalah penyebab ia kehilangan ibu dan adik satu satunya.


.


.


.


.


.


.


.


bersambungg😊


jangan lupa like komen dan vote ya

__ADS_1


dukung terus karyakuu..


__ADS_2