Takdirku?

Takdirku?
Cerita Putra.


__ADS_3

"Halo Rik,lo bisa jemput gue sekarang?" Ucap Putra dari sebrang telepon


"Dimana?" tanya Riki.


"Tempat biasa"


"Ok gue kesana sekarang" Riki memutuskan sambungan telepon.


Malam ini Putra memutuskan untuk pergi dari rumah.Putra sudah muak dengan kehidupan yang penuh sandiwara itu.Ia memutuskan pergi dari rumah dan meminta bantuan Riki.


15 menit kemudian Riki sampai ditempat yang dijanjikan.


"Kemana kita?" Tanya Riki melajukan motornya


"Kosan lo aja" Jawab Putra singkat.


Selama perjalanan menuju tempat kos Riki,tak ada percakapan diantara keduanya.Riki mengerti jika saat ini Putra ada masalah.Jadi Ia memutuskan untuk diam saja sampai Putra mau bercerita padanya. 20 menit kemudian mereka sampai di tempat yang mereka tuju.


Putra langsung menjatuhkan diri di atas kasur springbad milik Riki,tangannya menggantung kebawah,karena Ia tak ingin mengotori kasur milik Riki dengan bercak darah yang masih tersisa ditelapak tangannya.


"Lo terluka Tra? Kenapa Lo?" Tanya Riki sedikit khawatir melihat luka mengaga di telapak tangan Putra.Luka itu masih nambah basah,bahkan masih sedikit mengeluarkan darah.


"Kena piso" Jawab Putra datar sambil mengangkat tangannya.


Riki meraih kotak P3k yang terletak dimeja samping tempat Ia terduduk.


"Nih obatin dulu,kayaknya cukup dalem tuh luka lo." Ucap Riki melempa kotak P3K kesamping Putra.


"Gue ribet nih gk bisa kalo ngobatin sendiri,yang luka kan tangan kanan gue." Ucap Putra memandang Riki bermaksud meminta peetolongan.


"Ckk,nyisahin lo" Ketus Riki bercanda.


Riki mendekat lalu meraih kapas yang ada di dalam kotak.


"Kenapa bisa jadi kayak gini? Ini lumayan dalem loh lukanya,panjang lagi. ck ck ck" Ucap Riki berdecak.

__ADS_1


"Tadi gue berantem sama Bapak gara-gara gue bikin masalah baru." Jawab Putra


" Masalah apasih? Sampai ada adegan pakai benda tajam segala?" Tanya Riki penasaran.


"Tadi gua hampir perkosa April"


"Whattt?? Gila lu broo" Pekik Riki terkaget.


"Auu sakit begoo..isssttt" Risngis Putra saat Riki tak sengaja menekan keras luka Putra.


"Sori sori,gua terkejud broo." Ucap Riki tertawa.


"Awalnya gua digoda sama Riri,karena gua laki-laki normal ya gua ladenin maunya Riri.Tapi secara ga sengaja Kepergok sama April.Riri nyuruh gua untuk ngegarap April dulu dan dengan begonya gua mau." Ucap Putra menerawang menatap riki yang sedang memberaihkan lukanya dengan alkohol.


"Sebenarnya gua bener-bener sayang sama si April Rik.April berbeda dari cewek yang selama ini gua pacarin.Karena ucapan Bapaknya si April gua jadi ragu buat terus sama April." Sambung Putra.


"Emangnya Bapaknya si April bilang apa sama lu?" Tanya Putra penasaran dengan mata yang masih menghadap ke tangan Putra.


"Waktu malem takbir dulu,Bapaknya April bicara banyak sama gue.Bapaknya April cerita tentang masa-masa kelam April.Dan Bapaknya nyuruh gue serius sama April sampe pelaminan.Kalo niat gue pacaran sama April cuma buat main-main ga jelas,gue suruh mutusin April.Bapaknya April gk rela anaknya sakit hati gara-gara kelakuan gue.Walaupun April bukan anak kandung mereka,tapi kasih sayang mereka nyata buat April." Putra mundur bersandar ketembok.


"Gue yang bodoh ini malah milih mundur dari April.Gue belum bisa kalo disuruh serius sama April.Gue masih pengangguran,kerjaan gue gak jelas,gue maaih suka main-main sama cewek,gue gak punya apa-apa Rik.Tapi gue bener-bener sayang sama April." ucap Putra tertunduk dengan tangan yang memegang kepalanya.


"Saat gue cerita masalah ini ke Riri,Riri bawa gue ke depan gidang sekolahnya,dia nyium gue dia ngerangsang gue Rik.Munafik kalo Gue gak tertarik sam sentuhannya Riri.Dengan keadaan gue yang lagi bingung tentang masalah sama April.Terus Riri nyodorin dirinya ke gue,gue bisa apa?" Ucap Putra meremas rambutnya.


"Terus?"


"Saat gue udah mulai tegoda sama Riri,gue mau garap si Riri.Tiba-tiba April datang dan berteriak menghentikan perbuatan gue.Setelah April ceramahin gue buat jangan ML sama Riri,April pergi sambil nangis.Tapi pas April mau pergi,Riri bisikin gue,dia bilang sam gue,kalo gue pingin milikin April seutuhnya,gue harus bikin April hamil.Gue yang saat itu lagi setres mikirin April terus dikomporin sama Riri jadi gk bisa mikir.Akhirnya gue terima saran dari Riri buat merawanin si April.Gue dibantu Riri buat megangin April.Gue kalap,gue khilaf waktu itu,mata gue udah tertutup nafsu gara-gara lihat kecantikan Aprik tanpa jilbab.Jilbab April gue buang,sampai lehernya berdarah,tapi gue masih gk perduli,gue tetep lanjut buka kancing bajunya April.Pas gua udah berhasil lepasin 3 kancing,gue lihat dada April yang putih,tapi cuma sebentar.Pak Ridwan keburu dateng terus gebukin gua." Ucap Putra mengacak rambut Frustasi.


"Jadi lo babak belur kayak gitu gara-gara digebukin Pak Ridwan?" Tanya Riki.


"Iya,terus dirumah gue jiga digebukin lagi sama Bapak gue."


"Terus kenapa sampai bawa-bawa piso segala?"


"Bapak sama Minah mojokin gue,ngata-ngatain gue.Mereka nyuruh gue mati,jadi gue ambil pisau di dapur terus gue serahin ke Bapak gue,Gue tuntun tangan Bapak buat nusuk perut gue,tapi malah cuma kena tangan gue.Terus gue pergi dari rumah dan beralhir dikosan lo" Jawab Putra enteng.

__ADS_1


"Jadi sekarang lo mau gimana?"


"Gue mau serius kerja,gue gak bakal balik ke rumah.Baju gue masih banyak kan disini?" Tanya Putra pada Riki.


"Banyak noh dilemari" Ucap Riki menunjuk lemari dengan dagunya.Putra memang sering menginap di kosan Riki,sebab itulah banyak bajunya yang berada di kosan Riki.


"Lu bisa tolong cariin gue kerjaan gak?" tanya Putra memandang Riki.


"Kebetulan Paman gue sedang butuh montir dibengkelnya.Lu kan lulusan perbengkelan jadi bisalah" Jawab Riki.


"Serius lu? Gajinay berapa?" Tanya Putra Antusias.


"Gajinya lumayan,bengkel Paman gue udah besar.Kerja dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam.Gaji nya 2.500.000 sebulan.Makan gratis 3 kali sehari.Lu bisa tinggal disini sementara sampai lu bisa sewa kos sendiri.Tapi kalo lu mau,lu bisa tinggal di mess bareng montir yang lain." Jelas Riki


"Gue gk mau repotin lu teris Rik,lu udah banyak bantu gue.Gue mau ikut mess aja disana" Ucap Putra tersenyum.


"Yaudah terserah lu.Nanti gue bilangin ke Paman gue kalo lu mau kerja disana." Ucap Riki menepuk lengan Putra.


"Sakit begoo,badan gue ramuk semua gara-gara digebukin Pak Ridwan sama si Juki."


"Ha ha ha"


.


.


.


.


.


.


Maaf Upnya terlambat,Aplikasinya sedang eror,jadi belum lama ke up nya.

__ADS_1


Udah dari semalem author up,tp baru bisa kekirim.


Selamat membaca,jangan lupa Like Komen Vote dan Favorit ya para readerss tercinta.


__ADS_2