
April dan kedua orangtuanya masih duduk di ruang tengah.April hanya diam dengan pandangan kosong,tangannya yang gemetar meremas-remas ujung jaket milik Andi.
"Kamu tidak apa-apa kan nak? Apa putra sudah melikaimu?" Tanya Ibi pelan sambil mengusap lembut kepala April.
April hanga menggelengkan kepala dengan air mata yang kembali menetes.
"Sebelum Pak Ridwan datang,apakah Putra sudah melecehkanmu nak?" Tanya Bapak memandang April lekat-lekat
"Pu-Putra sudah membuka 3 kancing baju sa-saya Pak.Putra sudah melihat dada saya,Putra sudah melihat dada saya !." April menangis menutupi dadanya.April merasa gagal menjaga kehormatan seorang perempuann.
"Huuhhh,dari awal Bapak memang kurang suka padanya,apalagi setelah mendengar perkataan Adikmu.Sekarang dia malah berbuat seperti ini padamu.Allah masih baik padamu nak,Allah masih melindungimu melalui perantara Pak Ridwan.Allah masih menjaga kehormatanmu sebagai wanita.Mungkin ini teguran dari Allah,agar April menjadi hamba yang lebih baik." Ucap Bapak tersenyum memberi pengertian pada April.
"Kamu masih beruntung nak,Allah masih menyayangimu.Banyak gadis yang menjadi korban sepertimu diluaran sana,banyak diantara mereka kehilangan mahkotanya,bahkan dibunuh setelah dinikmati oleh laki-laki yang tak bertanggung jawab itu." Kini Ibu buka suara menguatkan april.
April diam,air matanya kering mendengar ucapan Ibu dan Bapak.Ia membenarkan nasihat Ibu dan Bapak,Ia adalah wanita yang beruntung yang diselamatkan Allah.April tersenyum pada dirinya sendiri.
"Iya Pak Buk,April sangat bersyukur Allah melindungi April dari orang-orang jahat seperti Putra dan riri." Ucap April tersenyum tipis menatap kedua orangtuanya.
"Jangan pernah merasa kotor hanya karena Putra berhasil melihatnya.Jangan sampai masalah ini membuatmu tertekan dan menutup diri nak.Kami disini selalu bersamamu apapun yang terjadi." Ucap Bapak mengelus lengan April.
"Maafkan lah perbuatan mereka nak,Agar hatimu bersih dari dendam dan sakit hati.Walaupun sulit,cobalah memaafkan." Ucap Ibu.
"Rasulullah SAW bersabda,
...“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan". (HR Ath- Thabrani). " Terang Bapak pada April....
"Ibu juga pernah mendengar satu hadis lagi yang bunyinya,
...“Manakah orang-orang yang suka mengampuni dosa sesama manusianya?” Datanglah kamu kepada Tuhan-mu dan terimalah pahala-pahalamu. Dan menjadi hak setiap muslim jika ia memaafkan kesalahan orang lain untuk masuk surga. (HR Adh-Dhahak dari Ibnu Abbas r.a.). Ucap Ibu tersenyum....
"Iya Pak Buk,April akan coba memaafkan mereka" Jawab April tersenyum.
__ADS_1
"Sekarang April mandi terus Solat Ashar ya,biar hatinya lebih tenang.Sehabis solat langsung makan,kan April belum makan dari siang" Ucap Ibu.
April beranjak masuk kekamar hendak melaksanakan perintah Ibu.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Sementara dimobil,Pak Ridwan sedang mengomeli Riri dan Putra.
"Bapak kecewa sama kamu Riri,jika April tak datang,pasti kamu akan mencoreng nama baik Sekolah." Ucap Pak Ridwan memegang kepalanya yang terasa pening.
"Ingatlah jika kedua orang tuamu banting tulang memeras keringat hanya untuk membiayai kebutuhanmu dan Adikmu.Bapak sudah meringankan Sppmu di Sekolah,Bapak sudah memberikan pekerjaan di kota pada orang tuamu,agar kamu bisa terus melanjutkan sekolah.Kamu anak yang Pintar Riri,kamu peraih peringkat 2 dikelas setiap tahunnya.Bapak sangat kecewa padamu." Sambung Pak Ridwan menggekengkan kepala.
"Saya begini karena April selalu diatas saya pak,April selalu merebut posisi peringkat pertama dikelas.Sekeras apapun saya berusaha pasti saya hanya menjadi yang kedua." Jelas Riri lantang,sontak Pak Ridwan berbalik menatap Riri tajam.
"Apa kamu masih belum puas Riri? Apa semua yang kamu lalukan pada April masih kurang?" Tanya Pak Ridwan dengan tegas
"A-apa maksud Bapak? " Ucap Riri sedikit melunak.
"A-apa maksud Bapak? Sa-saya tak pernah mengganggu April,justru April yang selau cari masalah dengan saya!" Ucap Riri seolah-olah menjadi manusia paling tersakiti.
"Siapa yang membuat April dijahui satu sekolahan? Siapa yang memfitnah April mencuri dompetmu? Siapa yang sering menyenbunyikan buku tugas April? Siapa Riri,siapa?"
"Bu-bukan sa--"
"Ternyata kamu masih mau membela diri.Saya tau semuanya Riri.Kamu yang menyebarkan berita keseluruh kelas jika April bertabrakan dengan pacarnya Umi.Kamu yang menyebarkan berita jika April kabur tak mau mengganti rugi kerusakan motor bahkan kamu juga bilang jika April tak meminta maaf pada pacarnya Umi.Kamu yang dengan sengaja memasukkan dompetmu ditas April,lalu memfitnahnya mencuri.Kamu yang selalu masuk ruang Guru untuk mengambil buku tugas April,lalu membuangnya ditempat sampah.Dan kamu juga yang dengan sengaja menyenggol April hingga April jatuh terperosot berguling-guling ke dalam parkiran bawah tanah." Ucap Pak ridwan yang mulai emosi.Riri hanya diam tak berani menjawab,Ia kalah telak.
"Jangan kau pikir April yang mengadukanmu pada Bapak.Jokolah yang selalu melihatmu saat berbuat buruk pada April,dan joko lah yang memberi tahu Bapak semua yang kamu lalkukan pada April.Apa kamu tahu bagaimana respon April saat Bapak mengatakan jika kamu dalang dari semuanya? April dengan baik hatinya melarang saya agar tidak menghukummu,April yang memohon pada saya agar memaafkanmu." Jelas Pak ridwan beraungut-sungut.
"Kamu ingat saat kamu hampir tidak bisa ikut ujian semester kenaikan kelas gara-gara tidak bisa bayar tunggakan uang buku?"
Riri mendongak mendengar ucapan Pak Ridwan,
__ADS_1
"I-iya"
"April lah yang membayarkan tunggakanmu,agar kamu bisa ikut ujian kenaikan kelas ! April membuka celengannya demi membantumu membayarkan tunggakanmu.Dan April jiga melarang saya untuk memberitahumu." Jelas Pak Ridwan dengan mata memandang Riri lekat-lekat.
"A-Aprill?" Riri diam tak percaya mendengar semua penjelasan dari Pak Ridwan.Ia tak percaya jika April begitu baik padanya.Ia sungguh malu pada April.
Riri menangis menyesali semua kesalahannya pada April.Ia malu mengakui semua hal buruk yang telah Ia lakukan pada April.Hanya karena obsesi ingin mengalahkan April,Ia menghalalkan segala cara.Hingga tak menyadari betapa baiknya April pada dirinya.
Putra yang mendengar semua percakapan antara Pak Ridwan dengan Riri hanya diam.Hatinya tercubit,Ia semakin merasa bersalah.
Andi yang sedari tadi diam menyetir mobilpun tak kalah merasa iba pada April.Ia sungguh tak menyangka,gadis lugu seperti April harus mengalami hal buruk seperti ini.
Sedangkan Joko? Ia masih duduk tenang disamping Putra,karena Ia telah mengetahui semua kenyataan yang sebenarnya.Karena Ia ditugaskan oleh Pak Ridwan untuk selalu memantau gerak-gerik Riri selama disekolah.
.
.
.
.
.
Bersambung
Maaf jika banyak typo yang bertebaran
Selamat membaca para Readers
Jangan lupa Like Komen dan Vote😊
__ADS_1