Takdirku?

Takdirku?
Part 124


__ADS_3

'Biar Ningrum membawa kebayanya kemari lagi Mbak. Nanti akan saya kecilkan ukurannya.' Ucap Diyah melalui vidio call.


' Ini punya si Mira kenapa polos amat? Itu punya Kakaknya kamu tambahin aksesoris. Kenapa punya Mira tidak? Kan kadi kayak baju nenek-nenek jadinya.' Protes Ibu.


' Iya Mbak ....Nanti akan saya berikan tambahan aksesoris seperti punya April.' Jawab Diyah.


' Dan kenapa model kebaya saya Mbak Diyah rubah lagi?' Tanya Aprill kesal.


" Ini juga bukan puring milik saya ! Kenapa ditukarr? Kemana puring milik saya?' Cecar April memberondongi pertanyaan.


" Ti-tidak kok... I-itu benar milikmu...' Ucap Diyah gugup.


' Jangan di pikir say lupa ya Mbak. Saya ingat betul kalau warna puring saya itu abu-abu,bukan hitam. Lagian puring saya tak setipis ini Mbak. Terus Mbak Diyah juga se-enaknya ganti model kebaya saya.' Cecar April.


'Mo-model yang kemarin gak cocok di kamu. Jadi aku ganti model yang itu. I-itu akan lebih cocok di badanmu.' Elak Diyah.


April langsung mematikan sambungan teleponnya. April menyerahkan ponsel pada pemiliknya.


" Bilang saja gak bisa jahit. Sudah ganti model sampai 4 kali masih saja alasan. Ini malah jadi model seperti ini. " Gerutu April marah.


"Aku tak mau menggunakan ini Bukkk.." Sambung April.


" Kalau punyamu sih masih bisa di bilamg bagus Pril. Lihatlah punya adikmu ! Sudah seperti baju milik nenek yang kekecilan." Ucap Nenek.


" Tapi memang benar apa katamu Pril. Puring ini bukan milikmu,Diyah sudah menukarnyya. Entah itu sengaja ataupun tidak sengaja. Tapi dilihat dari cara bicaranya yang gugup,sepertinya Diyah memang sengaja menukar puringmu." Tuding Ibu Yaani.


" Emmm Mbakk... Bajunya akan saya kembalikan ke rumah Budhe Diyah. Biar di perbaiki Budhe segera. Jadi besok sudah bisa dipakai." Ucap Ningrum tak enak.


Ningrum pun merasa malu melihat hasil jahitan Budhe Diyah. Padahal selama ini,saat Ningrum membuat baju di tempat Budhe Diyah,hasilnya selalu bagus.


" Besok sudah mau dipakai Rum kebayanya. Besok kami harus pakai apa? Tak mungkin kan saya pakai baju yang seperti ondel-ondel ini." Ucap Ibu sembari menggoyang-goyangkan kedua tangannya yang hilang termakan besarnya baju.


" Nanti akan dikerjakan langsung malam ini Mbak. Dan besok pagi akan saya ambil kembali." Jelas Ningrum. Ningrum telah menerima pesan dari Diyah seperti itu.


Akhirnya baju kebaya milik Ibu dan Mira di masukkan kembali ke kantung plastik untuk ddikembalikan Ningrum ke rumah Diyah.


Baju kemeja milik Bapak dan Mas Andi aman.. Sedaangkan kebeya milik April tak di kembalikan. Karena sudah pas dipakai.


Namun tetap saja April masih merajuk. Apeil kurang puas dengan hasil jahitannya.


Akhirnya April kembali keluar menyambut para tamu. Tamu undangan April hanya sedikit yang datang. Karena acara resepsi akan di adakan esok hari. Pastilah kebanyakan yamu undangan akan datang besok.


Pukul 10 malam acara selametan sudah selesai. Para bapak-bapak satu desa sudah pulang dengan membawa satu bakul nasi beserta lauk pauknya.


Sekarang suasana rumah April mulai sepi. Hanya tinggal kerabat sanak saudara April.


" Ayo kebelakang . Waktunya luluran untuk manten." Ucap Nenek mengajak April.


" Luluran? Lulur apa Nek?" Tanya April.


" Lulur khusus mantenn. Sebelum ijab qobul,malammya si manten akan di luluri dulu. Biar malam pertamanya makin syahdu,karena badan bersih mulus dan cerah karena di pakaikan lulur." Jelas Nenek.


April menelan ludahnya kasar. Kata malam pertama terdengar sangat horor di telinganya.

__ADS_1


" Ma-malam pe-pertama Nek? " Gugup April menatap Nenek.


" Iya malam pertama. Malam pertama kamu tidur di temani suamimu." Ucap nenek.


" Me-memangnya kalau ma-malam per-pertama nga-ngapain Nek? Bu-bukankah hanya tidur biasa?" Tanya April dengan gagap.


" Kenapa kamu jadi gagap begitu. Tenang saja,yang rilekss biar enak." Ucap Nenek ambigu.


" Apanya nek?"


" Melihat kamu yang malu-malu saat membahas malam pertama membuat Nenek ingat masa muda dulu. Dulu saat mau menikah dengan Kakekmu. Nenek juga gugup sepertimu saat malam pertama tiba." Ucap Nenek tersipu.


Gleekkk.... Sekali lahi terdengar suara April menelan ludahnya kasar.


" Aahhh... sudah sudahh.. Cepat panggil calon suamimu untuk kemari. " Ucap Nenek.


" Ngapain Nek?" Tanya April heran


" Ya untuk di lulur bareng kamu lah. Memangnya mau apa lagi? Mau malam pertama? " Jawab Nenek absurd.


Tanpa banyak bicara lagi. April langsung berdiri menuju tempat Andi berada.


" Mas Andi." Panggil April setelah sampai di belakang Andi.


Sontak Andi dan ke 4 keponakannya langsung menatap April. Ke 3 keponakan Andi tersenyum melihat kedatangan April. Sedangkan Ardi Adik Andi hanya menatap April datar dengan mengangguk pelan.


April balas tersenyum dan menganggukkan kepalanya hormat.


" Iya ada apa Dek?" Tanya Andi.


" Cielahh mainnya bisik-bisik aja nih calon manten." Tegur salah satu keponakan Andi.


" Cerewet kamu Seto." Tegur Andi.


" Wisss...Calon manten sewot amatt... Tinggalin pulang aja yok". Gertak Seto.


" Awas kalian ya !! Jangan berani-berani ninggalin saya." Ucap Andi sewot.


" Ampun bang jagoo..." Kelakar Seto membungguk dengan tangan mengatup.


Andi melongos lalu memandang April dengan tersenyum.


"Mau ngapain Dek?" Tanya Andi dengan lembut.


" Bang jago jadi lemah kembut kalau di depan suhu." Ejek Seto lagi.


Andi melayangkan tatapan elangnya. Yang membjat tawa Seto berhenti seketika.


" Katanya mau dilulurin Mas." Jawab April memgabaikan perdebatan antar saudara itu.


" Luluran cyinn... Biar makin mulus cucok meongg..." Ledek Seto dengan gaya ngondek nan kemayu.


Saking kesalnya Andi, Andi melemparkan gelas minuman kemasan. Dan ternyata tepat sasaran mengenai mulut comel Seto.

__ADS_1


" Eh busyettt... Sakittt Bambankk..." Keluh Seto mengelus moncongnya yang nut-nutan.


" Ayo kita temui Nenek." Ajak Andi.


Ternyata Nenek sudah menunggu kedatangan April dan Andi di dalam kamar April. Disamping Nenek sudah terdapat piring yang berisi lulur berwarna kuning.


" Lama banget sih Pril." Ucap Nenek.


"Maaf Nek." Ucap Andi dan April berbarengan lalu mereka bersua memposisikan duduk di hadapan Nenek.


" Emmm... April,kamu ganti baju lengan pendek dan celana pendek dulu." Pinta Nenek.


" Ta-tapi Nek." Protes April.


" kalau kamu gak ganti baju,nanyi bajumu kuning semua kena lulur ini. Ini kunyit loh,susah hilangnya kalau kena baju. Sebaiknya kamu pakai baju dan celana yang sudah jarang di pakai saja. Biar gak sayang kalau kena noda membandel." Ucap Nenek sambik mengaduk lulur.


" Kalau Nak Andi pakai kaos dalaman atau tidak? " Tanya Nenek.


" Pakai Nek." Jawab Andi.


" Di lepas saja. Kalau celannya?" Tanya Nenek.


" Hanya kolor Nek Di atas lutut Nek."


" Yaudah lepas celana panjangmu dan kemejamu. "


Andi tak banyak Protes,Andi langsubg melepas semja pakaiannya,menyisakan kaos lengan pendek dan celana kolor se di atas lutut.


April kembali dengan kaos lengan pendek dan celana selutut pula. Sungguh April sangat malu,auratnya meleber kemana-mana. Apalagi ini dihadapan Andi yang jelas-helas belum mahromnya.


.


.


.


.


Bersambungg...


Jangan lupa


like


Komen


vote


serta Favoriy yah readerss...


Mohon maaaf kalau ceritanya terkesan bertele-tele atau alurnya lambat. Memang dari awal pembuatan cerita ini sudah author rencanakan seperti ini. Jadi mohon dukungannya.


Dari awal author meperkirakan jika novel ini akan tamat di episode 150 han... Mungkin bisa lebih atau kurang. Tergantung minat readerss semuanya dalam paryisipasinya di novel ini.

__ADS_1


Terimakasih author ucapkan kepada seluruh Readerss yang setia dengan cerita saya..


#Happy Reading..


__ADS_2