
Hari ini April disibukan dengan segala persiapan pernikahannya. Hanya tinggal satu minggu sajja,status April akan segera berubah. Dari lajang menjadi Istri.
Segela persiapan April serban mendadak. Bagaimana tidak? April baru berhenti bekerja,1 minggu sebelum pernikahannya. April harus mengurusi pembuatan undangan pernikahan.
"Prill... kapan kita berangkat buat cetak undangan? Sudah siang inii.." Panggil Ibu.
April masih di kamarnya. Menikmati tidur siang yang begitu Ia rindukan. karena selama bekerja,April tak pernah merasakan damainya tidur siang.
" Nanti soree Buu.. Masih panass..." Jawab April setengah bergumam.
" Ckkk... Kau ini,tinggal aeminggu lagi kau akan menikah. Undangan saja belum kau cetak. Lalu mau kau bagikan kapan Haa? Saat hari H?" Sebal Ibu karena April selalu mengulur waktu.
Sebenarnya Ibu dan bapak sangatlah sibuk sendiri dengan segala persiapan lainnya. Tapu memang undangan juga termasuk hal penting,jadi harys di dahukukan di waktu yang mepet ini.
Akhirnya April bangun karena tak ingin.melihat Ibunya marah-marah.
" Tanya pada calon suamimu. Berapa kawannnya yang akan di undang. Sekalian buat-nya."
April hanya mengangguk,lalu mengambil ponsel.Saat ini pukul 12.50 . Masih jam istirahat makan siang,semoga pinsel Mas Andi masih aktif.
Tuuttttt Tuutttt Tuttttt...
'Halooo Dek... Assalamualaikumm...Ada apa?' Tanya Andi di sebrang telepon.
'Waalaikum salam mas. Eemm Mas,apa sudah mulai kerjanya? Apa aku mengganggu Mas?' Tanya April.
'Masih 10 menit lagi Dek. Ada apa? Apa ada hal penting?'
'Aku cuma mau bertanya Mas. Berapa banyak teman mas yang ingin di undang di pernikahan kita nanti. Aku sekarang mau pergi ke tempat cetak. Untuk membuat undangan pernikahan kita.'
Setelah terdiam beberapa saat,agaknya Andi sedang berhitung.
'Mas hanya butuh 29 undangan Dek. Mas hanya akan mengundang teman yang sekampung dan sekitarnya. Serta beberapa teman baik Mas.' Jawab Andi setelah berfikir.
'Baiklah Mas. Aku tutup dulu telponnya ya Mas. '
'Iya Dek'
'Hati-hati kerjanya Mas. Assalamualaikum.'
'Iya Dekk... waalaikum salam' Andi tersenyum mendengar perhatian April padanya. Telepon pun di putuskan.
" Mas Andi hanya akan mengundang 29 orang Buk." Jelas April.
" Sekalian saja 30. Mana tahu nanti ada yang robek atau salah tulis."
" Mana ada salah tulis Bu. Semua di cetak prin outt. Kalau satu salah tulis,maka akan salah semuanya juga lah buu..." Ucap April.
" Ahh tak tau lahh. Pokoknya sekalian 30. Mana tahu nanti saat Andi melihat-lihat undangannya sambil minum. Tiba-tiba Adiknya datang dan tak sengaja menyenggol gelas Andi sampai tumbah membasahi undangannya. Rusak deh jadinya." Ucap Ibu.
" Adiknya Mas Andi sudah besar buu. bahkan lebih tua dariku. Mana mungkin akan ada kejadian seperti itu. Ibu ini ada-ada saja." April geleng-geleng kepala.
" Ya kali saja kan. Namanya manusia kan tempatnya lumutt..."
" Lumut apaan buk?"
" Luput maksudnya... Tadi lidah ibu keseleoo.." Kilahnya.
" Kamu ada berapa undangan yang akan di sebar?" Tanya Ibu.
" Kisaran 120 Buk. Itu sudah alumni teman satu kelas di sma sama alumni di MTs dulu buk. Dan sudah termasuk kawan di desa sini dan desa sebelah." Jelas April.
__ADS_1
" Beneran sudah semua?"
" Bener kok Buk. Bahkan sudah aku catat nama-namanya." Ucap April sambil memperlihatkan buki catatannya.
" Ohh ya sudah kalau begitu. Jadi totalnya nuat undangan 150 ya."
" Iya Buk."
" Ya sudah... Ayo berangkat sekarang. Sudah mepet ini waktunya." Ucap Ibu bergegas.
Akhirnya April dan Ibu pun pergi ke tempat percetakan yang letaknya cukup jauh. Kira-kira butuh waktu 15 menit perjalanan.
Sampai di tempat percetakan. April pun langsung memilih desain undangan. Memilih selesai,jadi April langsung mengurus pembayarannya.
April membayar sendiri tagihannya,menggunakan uang gajinya kemarin.
" Ini gak bisa langsung jadi ya Mbak. Kira-kira 2-3 hari baru bisa." Ucap Si pemilik percetakan.
" Bisa di cepetin gak Mas? Soalnya ini sudah mepet. Nikahannya tinggal 1 minggu lagi." Ucap April meminta keringanan.
" Waduhh gimana ya Mbak. Yaaa nanti saya usahakan deh. Nanti kalau bisa jadi,besok malam sudah bisa di ambil." Ucap si pemilik percetakan.
" Alhamdulillah. makasih ya Mas."
" Iya Mbak sama-sama."
"Ya sudah kami pamit dulu Mas." Pamit Ibu.
Sesampainya dirumah,April melihat Bapak yang sedang duduk di ruang tengah. Di depannya banyak kertas-kerta yang meruoakan berkas-berkas.
" Sudah pulang Buk,Pril.." Tegur Bapak..
" Lagi cari apa sih Pak? Kok sampai di berantakin semua?" Tanya April penasaran.
"Lagi cari poto kopi ktp Bapak Buk. Kemarin kan Bapak sudah laporan ke Pak Sabar. Ituu Pak sabar yang punya toko sembako,kan dia yang ngurusin berkas pernikahan di dusun kita."
" Ha ahh,... Terus kenapa Pak?" Ibu penasaran.
" Berkas yang Bapak ajuin kemarin masih ada yang kurang.Butuh Poto kopi ktp Bapak sama Ibu. Terus akta kelahiran April sama Andi. Kemarin kan pakainya layang kelahiran saja,bukan Akta " Jelas Bapak.
" La kan akta kelahirannya Mas Andi hilang Pak. Jadi harus bagaimana ini?" Tanya April bingung.
" Kamu hubungi Andi,suruh dia bikin akta kelahiran yang baru di kantor pencatatan sipil." Ujar Bapak.
" Baik Pak. Nanti malam April akan hubungi Mas Andi."
" Kenapa tidak sekarang saja?" Heran Bapak.
" Mas Andi masih kerja Pak."
" Lohh... Nikahan tinggal satu minggu kok masih kerja? " Bapak memang yak tahu jika Mas Andi masih bekerja.
Bapak hanya tahu jika Rumah Makan milik Andi telah bangkrut lalu dengar-dengar Andi ikut kerja menjadi kuli bangunan bersama Galuh. Namun Bapak tak tahu kalau termyata Andi masih bekerja dan belum berhenti.
" Katanya 2 hari lagi sudah selesai Pak. Namggung kalau mau berhenti,nanti gajinya gak di berikan." Jelas April.
" Oo ya sudah,yang penting berkas tadi harus sudah siap sebelum hari jum'at." Ujar Bapak.
" Iya Pak..."
" Oh iya Buk.. Tadi si Ningrum ke sini. Katanya Ibuk sama April du suruh ke tukang jahit. Kemarin ibu bikin kebayanya di tempat budhe nya Ningrum kan?"
__ADS_1
" Iya Pak... Ibu sampai lupa jika belum ngambil kebayanya. Apa sudah jadi ya Pak,makanya di suruh kesana untuk ngambil."
" Ya mungkin saja. kan sudah 3 bulan bahan kainnya di antarkan kesana. Masak belum jadi sih,ini tinggal seminggu lagi loh. Mau pakai apa kita jika baju kebayanya gak jadi." Ujar Bapak.
" Ya sudah,Ibu sama April nanti akan kesana."
" Kesana habis magrib saja ya Buk. Nanggung kalau sekarang,ini sudah jam 5 sore."
" Iya... Sana kamu mandi dulu. Habis itu gantian Ibu nanti." Titah Ibu.
" Jangan lupa hubungi Andi loh Prill... Ini penting loh." Ingat Bapak.
" Siyaappp..." Hormat April bercanda.
April pun mandi lalu berleha-leha sejenak di kamarnya.April merebahkan badannya di ranjang. Eajahnya menengadah ke langit-langit kamar.
" Ribet sekali persiapannya. Serba dadakan pula. Tapi salahku juga sih sebenarnya,kenapa kemarin aku gak resignnya di akhir bulan juni. Jadi gini kan,keteteran semua akhirnya."
April menyesali keputusannya yang. Karena termakan bujuk rayu Vani. April jadi ikut-ikutan resign di akhir juli.
Jadinya April hanya memiliki waktu 1 minggu untuk persiapan. sedangkan Vani masih memiliki waktu 3 minggu untuk persiapan pernikahannya.
Sekarang April jadi berfikir buruk. Mungkin Vani melarangnya resign duluan hanya karena tak akan ada yang memberinya tumpangan kendaraan.
" Hahhhh.... Semoga Allah mudahkan semuanya. Aaminnnn..." Gumam Aprill..
" Aprilll... Sudah magribb,buruan solat. Nanti langsung makan,lalu kita langsung pergi ke tempatnya Mbak Tinokk.." Pekik Ibu dari luar.
" Iya Buu..." Jawab April lalu beranjak.
Memang azan magrib sudah berkumandang,lalu bergegas April mengambil wudhu dan solat.
April ingin semuanha cepat selesaii.Tak ribet seperti sekarang.
.
.
.
.
Bersabungg...
Hai hai haiiii readersss...
Jangan lupa tetap dukung saya agar selalu semangat dan rajin update ya..
Ayo berikan
like
Komen
Vote
serta Favorit untuk kelanjutan kisah Aprill..
Terimakasihhh.. andddd Happy Readingg Readerssss kuuh
Babayy😉😉😉
__ADS_1