Takdirku?

Takdirku?
Curhatan Vani


__ADS_3

April dan Vani datang tepat waktu,saat gerbang sekolah hendak ditutup. April dan Vani berteriakk,


"Eh bentar bentarr,jangan ditutup duluu" Teriak kami pada ketua Osis yang hendak menutup gerbang.


"Cepetan masuk Kak,upacara sudah mau mulai" Ucap si ketua osis baru yang merupakan anak kelas 2.


"Iya iya" Ucap Vani lalu masuk dan memarkirkan motor.


"Ayo cepet Van!" Kata April saat melihat anak anak sudah mulai keluar dari kelas untuk berbaris dilapangan.


"Ayo" Icap Vani,lalu kami berlari menuju kelas masing masing untuk menaruh tas dan bergegas keluar menuju lapangan.


Upacara selesai,kepala sekolah mengumumkan jika hari ini bebas pelajaran karena Guru-Guru akan melakukan rapat.


Saat April membaca novel kesukaannya,tiba tiba Vani datang menghampirinya.


"Emm,April boleh aku bercerita denganmu?" Tanya Vani dengan wajah sendu.


"Heii ada apa Van,tadi pagi kau kelihatan baik baik saja,kenapa sekarang wajahmu sangat jelek ha?" Tanya April sedikit menggoda Vani.


"Sudahlah,ayo kita kesamping sekolah akan kuceritakan semuanya padamu" Jawab Vani menggandeng April berjalan.


Kami berjalan menuju samping sekolah.Tempat ini adalah tempat kesukaan April,karena tak banyak siswa yang kesini.Tempat ini sunyi,jadi akan sangat pas untuk menyendiri atau mengobrol membahas suatu masalah.Kami duduk dilantai dengan kaki menggantung.Karena posisinya dilantai dua sekolahku.


"Ada apa heemm?Kamu mau cerita apa?" Tanya April penasaran.


"Hhhahhhh,kemarin tetanggaku datang kerumah namanya Aldo,umurnya 23 tahun,dia bekerja di pabrik Semarang.Dia datang kerumahku menemui orang tuaku.Dia bilang dia suka padaku.Katanya dia sering memperhatikanku saat aku lewat depan rumahnya.Rumahnya hanya berjarak 5 rumah dari rumahku.Dia sangat sopan dan orang tuaku menyukainya.Dia bilang kalau mau serius denganku.Jika aku setuju maka bulan depan dia akan datang bersama keluarganya untuk melamarku" Terang Vani lemah.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan pacarmu Edo?Apa kamu sudah memberi tahunya?" Tanya April menanggapi cerita Vani.


"Aku belum cerita padanya.Padahal 2 taun terakhir ini sikapnya berubah setelah aku cerita padanya kalo aku sakit gagal ginjal.Edo semakin perhatian denganku.Edo sering mengingatkanku untuk minum obat dan makan teratur dan tak boleh kecapekan" Jawab Vani sedih.


Vani memiliki pacar bernama Edo.mereka berpacaran dari jaman smp sampai sekarang.Dua tahun lalu Vani divonis menderita gagal ginjal.Sebelum dia periksa,Ia sering mengeluh sakit dibagian pinggangnya.Vani periksa ke kota diantar kedua orang tuanya.Dokter mengatakan Vani sakit gagal ginjal dan harus cuci darah setiap seminggu sekali.Setiap hari Vani harus menelan 12 butir obat dan itu 3 kali dalam sehari.Jadi dalam sehari Vani harus menelan 36 butir obat.


Keadaan Vani semakin membaik selama berobat.Setelah Vani tidak merasakan sakit lagi.Vani tak pernah cuci darah lagi serta tak meminum obat lagi.Vani berkata pada kedua orang tuanya bahwa Ia sudah sehat.


"Lalu bagaimana?" Tanya April pada Vani.


"Aku tak punya pilihan lain selain menerima lamaran Aldo.Aku akan memutuskan Edo meskipun akan berat" Jawab Vani menunduk.


"Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu Van?" Tanya April memastikan.


"Orang tuaku terus mendesakku untuk menerima Aldo,karena Aldo sudah bekerja tetap dari pada Edo yang masih bersekolah dan belum tentu masa depannya.Aku tak bisa menolak keinginan orang tuaku Pril.Mau tidak mau,aku harus menerima perjodohan ini.Walaupun aku akan tersiksa jika aku menikah dengan orang yang tak aku cintai" Ucap Vani menghapus air mata yang mengalir.


"Hmm" Jawab Vani.Ia menggoyangkan kakinya yang mengantung dengan mata yang menatap kosong.


"Orang tua tau yang terbaik untuk anaknya.Mereka tak akan membuat anaknya menderita.Percaya itu" Kata April tersenyum menguatkan,April mengelus pundak Vani.


"Iya,kau benar Pril,terimakasih" Ucap Vani tersenyum memelukku.


April membalas memeluk Vani,


"mungkin jika aku diposisimu aku tak akan setegar dirimu Van.Kamu begitu ikhlas menerima keputusan orang tuamu.Padahal kau mempunyai pacar yang sangat mencuntaimu,begitu pula dirimu yang sangat mencintainya.Pasti kau sangat terluka.Tapi aku tak bisa melakukan apapun.Aku haya berdoa semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.Kuharap kelak orang tuaku tak menjodohkanku,semoga saja" Batin April,April mengusap punggung Vani untuk menenangkannya.


"Sudah ya jangan menangis lagi,semangat!" Ucap April tersenyum menghapus air mata Vani.

__ADS_1


"Iya" Jawab Vani masih sesenggukan.


"Sudang dong,senyumnya mana?Hmm,tu liat ingusmu mau keluar lap dulu sana" Goda April mencairkan suasana sedih ini.


"Iihhh Aprilll.crroottt ..crotttt" Ucap Vani sambil membuang ingus.


"Hahahah,kamu sungguh jorok Van" Ucap April tertawa.


"Hee he he" Jawab Vani tertawa,


"Masalah ini jangan kau ceritakan pada siapapun ya Pril,rahasia ini hanya kamu yang mengetahuinya" Ucap Vani lagi.


"Siyappp,kamu tenang saja,aku janji tak akan membocorkannya pada siapapun." Ucap April mengangkat kelingkingnya.


.


.


.


.


.


.Dukung karyaku ya😄bay bay


Jangan lupa Like Komen Dan Vote yaa....

__ADS_1


__ADS_2