
Malam ini April belajar dengan serius.April belajar dengan metode SKS,sistem kebut semalam.April memamg terhitung murid yang sering mempraktekkan metode tersebut.Dalam setiap ulangan,kuis,bahkan ujian nasional seperti saat ini pun April menggunakan metode SKS.
Jadwal ujian untuk besok adalah Matematika.April suka menghitung dan mencari jawaban dari soal-soal Matematika.Walaupun sulit dan bahkan kadang sama sekali tak mengerti.April akan maju mendekat kepada guru dan bertanya bagaimana cara untuk menyelesaikan soal yang sulit tersebut.
Saat ini April sedang belajar mengulang soal-soal yang sudah pernah di kerjakan sebelumnya.Dengan cara mengulang mengerjakan soal membuat April lebih mudah mengingat rumus dan cara pengerjaan soal tersebut.
Di sela-sela aktifitas belajarnya.April teringat dengan Andi yang saat ini tengah di kota bekerja.April meraih ponselnya bermaksud mengirim pesan pada calon suaminya itu.
📤Assalamualaikum Mas...Besok saya akan ujian,do'akan supaya saya bisa mengerjakan dengan lancar dan mendapatkan nilai yang bagus yah Mas.
Kira-kira begitulah isi pesan yangdikirimkan April untuk Andi.Tak butuh waktu lama,April pun mendapat balasan dari Andi.
📥Waalaikum salam Dek.Semoga besok segakanya dimudahkan Allah.Dek April lulus dengan nilai yang memuaskan.Agar dapat mengajar dan mendidik anak kita kelak😆.
April mengernyit membaca balasan yang dikirim Andi.Detik berikutnya April terkekeh membayangkannya.
📤Mas bagaimana kerjanya?
📥Alhamdulillah baik.Allah melancarkan rezeki Mas agar dapat segera mempersuntingmu Dek.
Lagi-lagi April terkekeh geli.
📤Yaudah ya Mas,aku mau belajar lagi.
📥Mapel apa?
📤Matematika Mas.
📥Selamat bermumet-mumet Dek😆.
📤Baiklah Mas.
📥Semangat💪💪.
📤Iya Mas iya.
April meletakkan ponselnya lalu kembali fokus mengerjakan latihan soal-soal dan kisi-kisi yang sebelumnya diberikan oleh Guru.
...🌻🌻🌻...
April dan teman-temannya satu ruangan berangsur keluar dari ruangan komputer tempat ujian berlangsung.April dan 20 teman lainnya mendapat giliran sesi pertama.
Larena jumlah komputer setiap ruangan hanya 22 unit,sangatlah terbatas.Jadi siswa yang akan ujian dibagi menjadi 2 sesi.
"Aprilll..." Teriak Vani yang juga baru keluar dari ruang ujian di sebelah ruangan April.
"Noh lihat tulisan di biner gede banget.Jangan berisik,sedang ada ujian. Gak bisa baca apa kamu? Udah ada peringatan segede gedung kayak gitu kok masih berisik aja kamu." Omel April yang merasa kesal.Karena teriakan Vani,April jadi dipelototi oleh pengawas ujian yang sedang berdiri dipintu ruangan.
"He he he...Ya maap kelepasan.Ni mulut emang susah ngeremnya." Vani nyengir sembari memukul-mukul pelan mulutnya sendiri.
April hanya geleng-geleng saja melihat tingkah Vani.
"Beli jus depan sekolah yok ! Otakku sudah ngebul nih kebanyakan mikir rumus matematika."
"Yaelah gitu amat."
"Emang kamu gak pusing ngerjain 45 soal matematika tadi?"
"Gak" Jawab April singkat dengan wajah yang biasa-biasa saja.
__ADS_1
"What? seriusan kamu gak pusing? Belajar sampai jam berapa kamh semalem? Soalnya susah-susah loh tadi,bisa-bisanya kamu ngerjain tanpa pusing?" Vani menganga tak percaya mendengar penuturan April.
"Yak gak salah maksudku." Jelas April sembari terkekeh renyah.Ternyata Vani percaya dengan ucapan lelucon April tadi.
"Yaelah Bambang...Bisa-bisanya elu becanda." Kesal Vani menoyor kepala April pelan.
"Ha ha ha...Lagian sih kamunya juga percaya."
"Lah elu ngomongnya setengah-setengah segala.Mana paham aku."
"Tapi serius,soalnya tadi susah-susah banget.Banyak yang aku isi asal,aku sampai pake mode cap cip cup kembang kuncup,pilih mana yang mau di cup.Kalau beruntung pasti benar kan."Kelakar April.
"Lah aku malah ngitung kancing baju buat jawabnya.Kalau enggak pakai penghapus yang aku tulisin ABCDE di setiap sisinya.Kayak main pakek dadu gitu,kalau yang muncul A ya aku isi A soalnya." April dan Vani tertawa mengingat kelakuam absurt mereka.
"Lah parahnya lagi si Bono tadi Pril.Masak dia pakai koin 500 san.Mana jawaban dia hanya diantara A sama B doang.Kalau koinnya diputar terus berhentinya digambar bunga,dia bakal isi jawaban A.Kalau yang muncul gambar Garuda,dia jawab B."
"Wah parah tu si Bono.Gak niat bener ngisi jawaban ujiannya." Ujar April sambil tertawa ngakak.
"Bono mah gak pwrnah dipikir kalau ngerjain ujian.Tapi parahnya nih ya,nilainya gak pernah dibawah 50 loh,walaupun jawabnya asal." Ucap Vani dengan nada heran.
"Instingnya si Bono berarti kuat banget tuh Van."
"Ho.o"
"Oiya Van,berarti besok lusa kita sudah berangkat masuk kerja pertama kali kan?" Tanya April beralih topik.
"Iya Pril...Gak sabar banget aku,tapi juga takut dan gugup juga."
"Sama Van...Btw besok kota harus pakai baju apa?"
"Lah emang kemarin Mas Tono gak kasih tau kamu?"
"Besok kita pakai kemeja putih polos sama bawahan hitam,jilbabnya juga hitam."
"Yahh...Aku gak punya kemeja putih Van.Kalau bawahan hitam sih aku bisa pakai celana jeans." Ucap April panik.
"Udah sih santai aja,besok maaih ada waktu buat kepasar cari kemeja kan." Saran vani.
"Oke deh."
"Aku pulang dulu yah,babayy." Pamit Vani melambaikan tangan ke April.
.
.
Besoknya April benar-benar pergi ke pasar mencari kemeja putih untuk digunakannya besok.April ke pasar ditemani Ibu.
"Ada kemeja putih buat kerja Mbak?" Tanya Ibu pada kios yang menjual pakaian wanita.
"Adanya ini Bu." Penjual itu menunjukkan kemeja putih dengan motif totol-totol hitam.
"Yang polos Mbak carinya." Ucap April tak sabaran.
"Gak ada Mbak,cari ditempat lain saja."
April dan Ibu pun pindah ke kios yang lainnya.Namun di kios yang ke 2 dan ke 3 juga sama saja tak menjual kemeja putih polos yang cocok untuk bekerja.
"Cari dimana lagi nih buk?" Ucap April yang mulai lelah berkeliling pasar tapi masih belum mendapatlkan hasil.
__ADS_1
"Coba disana yuk." Ajak Ibu menggandeng April berjalan.
"Ada kemeja putih buat bekerja Mbak?" Tanya Ibu pada penjual setelah sampai didepan kiosnya.
"Adanya seperti ini.Ini sragam sekolah putih." Penjual itu malah menyodorkan baju seragam putih yang masih polos belum tertempel bet sekolah.
"Kita carinya kemeja buat kerja Mbak,bukan seragam sekolah." Ucap April sedikit kesal.
"Gak mau ya? Emmm...Sebentar saya carikan di tempat Adik saya dulu." Penjual itu pergi menuju kios Adiknya.Dan sesaat kemudian Ia kembali.
"Adanya ini Dek,mau tidak?" Penjual menyodorkan satu kemeja dengan bahan yang melar dan memiliki 2 kantong dibagian dadanya.
"Ini beneran kemeja kok,bukan seragam sekolah."
"Yang lain ada Mbak?" Tanya Ibu hendak memilih.
"Hanya tinggal satu ini saja Buk." Jawab penjual tersebut.
"Yaudah Buk ini saja.Kita udah keliling pasar pada gak punya semua.April sudah capek nih." Keluh April.
"Berapa ini Mbak?"
"60 ribu aja Buk." Ucap penjual itu.
"50 aja yah,tinggal satu jiga kan,warnanya juga udah agak kusam nih." Tawar Ibu.
"Belum bisa Buk." Tolak halus si oenjual meladeni tawaran Ibu.
"Yaudah deh gak jadi beli.Orang bajunya juga tinggal sisa 1 itu aja,udah kusem sama lecek lagi." Ibu dan April melangkah pergi menjauh dari kios itu.
"Kok gak jadi dibeli Buk?"Protes April.
"Kemahalan...Lihat aja Pril,bentar lagi pasti kita dipanggil."
"Mbak Mbak Mbak...Yaudah ini boleh." Benar saja,si penjual berteriak memanggil ibu kembali.
"Bener kan Pril,apa kata Ibu."Ucap ibu bangga dengan senyuman mengembang.April dan Ibu pun kembali ke kios tersebut lalu menyerahkan uang 50 ribu.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Serta Favorit yah.
__ADS_1
.Happy Reading.