
"Woi Aprill...Tadi kenapa lu jingkrak-jingkrak gak jelas anjir,bikin malu orang tau ga." Gerutu Vani menoyor kepala April yang terbungkus helm bogo.
"Etdah Van,santai napa.Aku lagi nyetir nih,jangan asal nonyor kepala orang lu.Ntar kalau jatoh sakit bambank." Kesal April,pasalnya karena Vani,motornya jadi oleng.
"Elu sih bikin geregetan." sewot Vani tak mau kalah.
"Tadi aku ngapain aja gak tau.Tiba-tiba udah betingkah kayak gitu di depan Bos.Malu abis aku Van,kek orang gila."
"Persis banget malahan,sampai-sampai banyak pengunjung yang liatin tingkah heboh kamu."
"Gara-gara Mas Tono sih.Dia ngomongnya putus-putus,la aku gak sabaran.Eh...saking gak sabarannya sampai teriak-teriak kayak lagi main tebak kata." April cemberut.
"Parah lu emang Pril.Lagi di interview malah betingkah kayak gitu.Untung aja kamu diterima." Vani ngakak tak karuan sampai dilihat para pengendara motor lain.
April pun ikut ngakak sembari terus menyetir.April membelokkan motornya sesuai arah yang di ingatnya.
Setelah agak jauh April melaju,tiba-tiba bahunya ditepuk Vani demgan cepat dan sedikit keras.Tepukan Vani cukup membiat April meringis nyeri.
"Eh..eh..eh Prill...Kok kamu lewat sini sih? Mau kemana ini? Ha?" Panik Vani saat sadar jika April salah belok
"Lah emangnya salah ya?" Tanya April bloon.
"Salah bambang,harusnya belokan yang selanjutnya.Ini kalau lewat sini gak bisa tembus arah pulang.Mesti puter balik lagi ini mah."
"Kamu sih Van ketawa mulu.Kamu kan tau kalau aku gak hafal jalan.Seingatku tadi belokannya bener ke sini karena kamu gak negur.Eh malah udah sampai lumayan jauh baru ngomong."
"Yee bambankk,kamu kok jadi nyalahin aku sih.Lagian salah kamu sendiri kali,orang gak tau jalan asal main belok aja."
"Dah lah ribut mulu.Jadinya lewat mana ini?" April mengalah berdebat.
"Kalau kita ngikuti jalan ini nanti arah puter baliknya jauh banget.Kalau mau kota bisa lewat gang depan tuh.Tapi nanti kita harus lawah arah agak jauh biar bisa sampai simoang lima." Jelas Vani memberi saran.
"Kita lewat sini aja gimana?"
"Tapi lawan arah jalurnya.Nanti kalau ada Polisi gimana?" Tanya Vani yang terselip nada takut.
"Ujan-ujan gini Polisinya srdang cari kehangatan." Kelakar April sembari membelokkan motornya ke arah yang ditunjukkan Vani tadi.
April celingak celinguk memaatikan keadaan aman.Tak ada Polisi atau sejenis jajaran keamanan lalu lintas lainnya.
"Aman nih Van.Aku ngebut lewat pinggiran jalan yah? Lawan arah sama pengendara lain gak papa kan? Lagian kita cuma lewat pinggir mempet trotoar juga.Dulu kan juga biasa lewat sini sebelum di ganti jadi jalan satu arah." Ucap April mencari pembenaran dari kesalahan yang akan diperbuatnya.
"Kalau sampai ketangkep Polisi aku gak tanggung jawab loh Pril.Kalau ditilang jangan nyalahin aku loh." Ucap Vani tak ingin terjun dalam kesesatan.
"Gak bakalan,tenang aja." Ucap April dengan percaya diri.
"Goooo !!!" Seloroh April lalu melajukan motornya sembari matanya terus memperhatikan situasi.
April pun ikut deg-degan lantaran Vani mencengkram pinggangnya kuat.
Sebenarnya April pun tak kalah tegang dengan Vani.Namun bagaimana lagi,daripada menghabiskan banyak bensin,lebih baik seperti ini.Walaupun menyalahi aturan karena berkendara melawan arah.
__ADS_1
Priittt Priiittt Pritt.
"Mampus Pril...Bunyi priwitan pak Polisi." Panik Vani memukul-mukul bahu April karena mendengar bunyi peluit yang sangat nyaring.
"Hopp,stopp..."
"Gimana nih Van? Berhenti kagak?" Tanya April tak kalah panik.
"Stop aja Pril ! Tinbang lebih runyam urusannya."
April pun berhenti saat mendengar teriakan sesorang yang menyuruh berhenti.
"Kok Polisinya gak kesini- kesini sih Pril?" Tanya Vani heran.Pasalnya sudah beberapa saat menunggu tak ada satu orang pun yang mendekat kearah mereka.
"Iya yah Van?"
"Yaudah jalan lahi aja yok !" Ajak Vani yang merasa situasi aman.April pun.mengangguk dan menjalankan motornya lagi.
"Teruss terussss...Hoppp." Teriak seseorang lagi.
"Duh maunya apa sih tuh Polisi? Tadi udah berhenti gak ditegurr.Giliran jalan lagi diteriaki lagi." Kesal Vani menggerutu.Vani pun menoleh ke sumber suara saking kesalnya.
"Yaaa..terusss lurussss terusss dannnn Hoppp... ."
"Astaga April...Itu tukang parkirr." Pekik Vani kesal menatap si tukamg parkir yang baru saja membantu sesorang memarkirkan sebuah mobil di pinggir jalan.
Sontak April pun menengok,ternyata memang benar kerjaannya si tukang parkir.
"Lahh,kita udah panik setengah mati ternyata cuman tukang Parkir?" Ucap April menganga tak percaya dengan kenyataan yang berada didepan mata.
April dan Vani kembali berjalan melanjutkan ke nekatannya melawan arah jalur kendaraan.
"Etdah kenap tuh si eneng? Kesetanan kali yak?" Bingung tukang parkir menggelengkan kepala menatao kepergian Vani dan April.
"Eh...Berani bener tuh si eneng-eneng berani lawan arah dimari.Kagak tau ngapa jika disini rawan Polisi nang jaga." Sambung si tukang parkir itu lagi.
"Kesel banget tau sama si tukamg parkir sialan itu." Vani ternyata masih melanjtkan gerutuannya disepanjang jalan.
"Udah kali Van."
"Ya abisnya bikin jantungan." Ucap Vani kesal.
Baru sekitar 7 menit mereka berjalan.Lahi-lagi mereka di landa kepanikan karena mendengar suara sirine yang terdengar seperti sirine mobil patroli Polisi.
"Duh mampus beneran nih Pril.Ada suara sirine nih." Panik Vani celingak-celinguk ke segala arah.
"Gimana nih Van?" April pun ikut panik.
"Berhenti-berhenti Pril.Kita pura-pura sedang parkir dipinggir jalan aja.Biar gak ketauan kalau melannggar aturan lalu lintas melawan arar berkendara.
"Iya iya bener."
__ADS_1
April pun buru-buru memposisikan motornya sebaik mungkin biar tak ketahuan jika sedang melanggar aturan.April dan Vani ber ekting seolah-olah parkir dipingiir jalan seperti sedang menunggu seseorang.
Posisi motor April pun di arahkan sesuai jalur laju kendaraan lain yang melintas.Agar tak ketahuan jika mereka sedamg melawan arah.
Mereka berpura-pura duduk semnari memainkan ponselnya sok sibuk.
"Padahal simpang 5 sudah didepan mata Van.Tinggal 15 meter dari sini,tapi malah ada Polisi." Bisik April pelan pada Vani.
"Laiyah...Apes banget kita hari ini."
"Eh tapi kok suara sirine nya kayak diam ditempat yah Van? Kok gak lewat-lewat tuh Polisi?" Tanya April heran.
"Iya Yah?"
Tiba-tiba munculah mobil yang membunyikan sirine itu dari dalam gang disamping April dan Vani parkir motor.
Betapa terkejudnya mereka karena lagi-lagi terkena prank oleh orang-orang sekitar sini.
Bunyi sirine yang mereka takuti sampai-samlai panik dan berpura-pura parkir dipinggir jalan adalah bunyi sirine dari mobil-mobilan milik seorang bocah.
"Suee banget tuh bocah.Nyalain suara sirine di jalan raya.Aku kira sirine Polisi beneran,ternyata sirine dari mobil mainan." Vani kembali emosi menlihat kenyataan yang koyol itu.
"Kok kita bego banget sih Van? Gak bisa bedain suara sirine mobil polisi dengan suara sirine mobik mainan." Seloroh April.
"Iya ya." Ucap Vani tersadar.
"Saking takutnya kita kalau ketahuaj Polisi nih pasti.Jadi apa-apa di sangkut pautin sama Polisi." Ucap April.
"Yaidah yok jalan lagi.Keburu ada polisi beneran mampus kita.Buang-buang waktu aja nih dari tadi."
.
.
.
.
.
.
Bersambung
jangan lupa
like
komen
voter
__ADS_1
favorit yah
happy reading