Takdirku?

Takdirku?
Persami part 4


__ADS_3

"Acara selanjutnya adalah jelajah malam.Setiap regu sangga akan dibekali satu lilin untuk penerangan.Rute jelajah malam adalah keluar dari sekolahan dan menyusuri jalan pedesaan dan mengarah ke kuburan. Dilarang membawa alat penerangan selain lilin yang kami berikan" Ucap Kak Seto menerangkan kegiatan selanjutnya.


"Sangga yang pertama berangkat adalah sangga barisan paling kanan.Pertama sangga laki-laki lalu perempuan dan seterusnya berailangan.Dari gerbang sekolah kalian tinggal lurus saja sampai berjumpa dengan Kakak yang berjaga di pos pertama" Lanjut Kak Anggi menjelaskan.


"Disetiap pos akan diberi tantangan.dan kalian harus menyelesaikan tantangan tersebut lalu kalian bisa lanjut ke pos berikutnya" Kak Lala menambahkan.


"Kita start di sekolah dan finish disekolah juga.Ingatt !! Lilin dilarang mati,jika lilin mati kalian tak akan memiliki penerangan lagi" Tambah Kak Wahyu.


"Ada yang ditanyakan?" Tanya Kak Setosebelum memulai kegiatan jelajah malam.


"Tidak"


"Baiklah,kita start pukul 12 malam dan semua harus sudah sampai disekolah sebelum pukul 2 malam.Jika ada yang terlambat maka akan dikenakan hukuman" Kata Kak Seto.


"Sangga putra,sangga PENDOBRAK 1 silahkan mengambil lilin dan berangkat" Ucap Kak Anggi mempersilahkan


Sebelum lilin diberikan kepada Pinsa,Kak Lala mematahkan satu lilin menjadi 2 bagian.Menyisakan lilin pendek lalu dinyalakan dan diberikan kepada Sangga yang hendak berangkat menjelajah.


Rute perjalanan jauh,dan hanya dibekali lilin setengah,yang benar saja? Dan tak boleh mati pula.Bagaimana jika lilinnya habis? Pasti akan sangat menyulitkan.Ditambah sehabis hujan pasti medan jalannya licin. Batin April menatap kepergian Sangga putra PENDOBRAK 1.


Kini giliran sangga milik April,sangga PENEGAS 3.Apeil sebagai Pinsa maju oaling deoan lalu diikuti oleh ke 8 anggotanya.


"Ini lilinnya,jangan sampai mati !! Kalau lilinnya mati,kalian tak akan memiliki penerangan lagi.Lilin yang sudah mati bisa dinyalakan lagi jika berada dipos,karena penjaga pos juga memiliki korek apinya.Sekarang kalian jalan" Jelas Kak Anggi menyerahkan lilin yang menyala lalu diterima April dan dipegang dengan tangan kanannya.


"Laporr,sangga PENEGAS 3 beranggotakan 9 orang siap menjalankan tugas dari kakak" Ucap April memberi laporan sebelum berangkat.


"Laporan saya terima,segera laksanakan tugas" Jawab Kak Anggi.


"Siapp laksanakan....Hormat Grakkk"


Setelah penghormatan April berjalan menyusuri rute penjelajahan.


"Prilll aku takuttt" Ucap Bela tiba-tiba


"Jangan takut,kita kan rame-rame jalannya" Jawab April santai dengan tangan yang sibuk menutup bagian depan lilin agar tak mati tertiup angin.


"Tadi sebelum berangkat aku dibisikin Kak Anggi kalo pos pertamanya dibawah pohin beringin keramat Prill" Ucap Bela dengan bergidik,mendengar ucapan Bela,seluruh anggota yang tadinya berjejer kebelakang,tiba-tiba memepet maju berdesak-desakan kearah April.


"Eh eh eh...Ngapain sihh,ini tanganku jadi ketetesan lilin kann,panas taukk" Ucao April mengibas-ngibaskan tangannya yang terkena lelehan lilin.

__ADS_1


"Maaf maaf,kami takut Prill.Apalagi aku jalan paling belakang Hiiii seremmm" Ucap Septi mengeratkan pegangan.


"Isssshh udah sii,nanti dipos kan ada Kakak pembinanya trus dibelakang kita juga masih ada sangga yang lain juga,ya walaupun agak jauh dan gk kelihatan sih" Ucap April yang tak memberikan efek keberanian sama sekali.


"Ehh itu Kak Mega yang jaga pos sudah kelihatan.Ayo kita cepet jalannya biar cepet sampai" Sambung April semangat.


"Nanti kalo ada dedemit yang nongkrong di bawah pohon beringin angker gimana Pril" Ucap Nurul yang sangat penakut.


"Udahh kamu jangan mikirin dedemit mulu.Baca-baca dalam hati,pikiranyya jangan sampai kosong." Ucap April menenangkan.


April dan temannya sudah sampai di pos pertama yang dijaga oleh Kak Mega.Ada peemainan yang harus diselesaikan agar dapat lanjut ke post berikutnya.


"Ok..Permainannya adalah dilarang menyebutkan nama makhluk halus,kalian tahu kan sejarah pohon beringin dibelakang kalian? Jadi jangan macam-macam menyebutkan nama-nama makhluk akstral ya" Ucap Kak Mega menakut-nakuti.


"Semua hadap kanan,Pinsa ambil satu gukungan kertas ini.Bisikkan kata keteman yang ada didepanmu,dan begitu seterusnya sampai pada yang terakir.Dan Wapinsa akan menjawab pertanyaan yang Ia dengar dari kata yang tadi.Permainan ini dinamakan estafet kata.


April mengambil gulungan kertas,dibacanya tulisan dalam hati.


Aku perempuan,aku suka memakai daster putih,rambutku berantakan karena aku tak mempunyai sisir,mataku merah karena terlalu banyak memakai eyesedow,siapa kah aku?....


Tanpa pikir panjang April langsung membisikkan kata tersebut pada Novi yang didepannya,lalu Novi membisikkan kata terssbut pada Anita yang berada didepannya dan begitulah seterusnya sampai pada Septi si orang terakir.


"Su-sudah kak" Jawab Septi takut.


"Coba ucapkan apa yang kamu dengar dulu,lalu katakan jawabannya."


"A-aku perempuan,a-aku suka memakai daster putih,ram-rambutku berantakan tertiup angin,ma-mataku merah menyala,a-ku suka tertawa dan terbang,si-siapakah a-akuu?" Ucap Septi tergagap-gagap saking takutnya.


Lah,kenapa katanya banyak yang salah,ditambah-tambahin pula.Ternyata semakin kebelakang kata yang disampaikan semakin ngawur,pantas saja si Septi ketakutan. Batin April menepuk jidatnya heran.


"Pffttt...Jadi apa jawabanmu? " Tanya Kak Mega menahan tawa melihat ekspresi Septi.


"Kun-kunn-kunnntiiii" Jeritt Septi ketakutan


"Jawaban benar,tapi kamu sudah melanggar peranturan bahwa dilarang menyebutkan nama makhluk halus.Kalian akan menanggung akibatnya sendiri" Ucap Kak Mega menakut -nakuti.


"Pinsa baca lagi kertas yang kamu bawa" Perintah Kak Mega


April mengucap kan tulisan dikertas tersebut,Sepri melongi mendengarnya.Kata awal ternyata tak seseram kata yang Ia terima.Saat diperiksa,seluruh anggota disuruh mengatakan kata yang didengar.Ternyata kata menjadi ngawur saat sudah sampai pada Novi dan menjadi semakin ngawur pada Bela yang ketakutan.Jadi kata yang samlai ditelinga Septi adalah hasil karangan ketakutannya Bela.

__ADS_1


April dan anggotanya kembali berjalan menyusuri rute penjelajahan menuju pos kedua.Sepanjang jalan Septi,Mega dan Novi selalu berdepat tentang estafet kata tadi.


"Udah diemm,jangan disebutin mulu,ntar yang diomongin keainggung teruss dateng gimanaa hee?" Ucao April santai sembari terus berjalan.


"Ihhhh Aprill" Serbu seluruh anggota April takut mendemgar ucapan April.


"Ha ha ha...Tuh lihat kita sudah sampai pos 2" ucap April terkekeh.


"Eh,cepet banget sampai aku gk sadar" Celetuk Lili


"Baiklah Adik-adik,kalian sudah sampai pos 2,kita langaung ketantangan ya.Tantangannya tak susah kok,kalian hanya perlu berjalan dengan mata tertutup samlai ke pos 3.Kalian akan dipandu Kak Seto yabg akan memberi aba-aba pada sangga kalian. Silahkan Kak seto"


"Ok.....lepaskan sepatu kalian.Ambil satu penutup mata ini lalu pakai.Berbaris memanjang dengan tangan berada dipundak teman depannya.Pinsa berada ditengah,Wapinsa didepan.Agar semua merasakan bagaimana memimpin." Ucap Kak Seto


Aprill dan timnya mengikuti instruksi Ka Seto.Sepatu yang sudah dilepas diikat menjadi satu lalu dikalungkan dileher masing masing.


Oh astaga,sepatuku bau tai ayam. Batin April mencium bau tak sedap di sepatunya,sepeetinya April menginjak kotoran ayak saat diperjalanan tadi.


Setelah memasang penutup mata,Kak Seto mengikat pinggang Septi menggunakan tali Rafia lalu disambungkan pada orang dibelakangnya dan begitu seterusnya sampai orang terakhir.Jadi April dan anggota sangganya terikat menjadi satu dengan bebaris berjajar kebelakang seperti ular.


"Semua sudah memegang pundak teman didepnnya kan? Kita akan mulai berjalan.Wapinsa harus memasang telinganya untuk mendengarkan aba-aba tepukan tangan dari saya,lalu memimpin anggotanya sesuai arah dari suara tepukan yang saya berikan" Ucap Kak seto.


PUKK PUKK


"Dari kanan atau kiri suara yang kau dengar" Ucap Kak seto mencoba


"Kiri Kak" Jawab Septi


"Baguss,berarti kamu sudah mengerti.Kita mulai sekarang"


PUK PUK (anggap suara tangan ditepuk ya)


Septi berjalan ke arah kanan sesuai arah suara yang Ia dengar.Seluruh anggota sangganya pun mengikutinya,karena tangan mereka berada dipundak jadi otomatis mereka akan tertarik dari depan saat orang paling depan bergerak.


Sepanjang perjalanan Sangga April dikerjai oleh Kak Seto,Disuruh merayap katanya ada pohon biar nggak terjedot,padahak berbohong.Disuruh hati-hati melewati kali kecil,padahak hanya genangan air sehabis hujan.


Sejauh ini Septi mendengarkan dengan baik,sehingga semuanya berjalan lancar.tapi suara tepukan dari Kak Seto semakin kecil dan jarang di dengar oleh Septi,tiba-tiba


BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK.....

__ADS_1


__ADS_2