
Pukul 6.30 April sudah sampai disekolah.Seperti biasa,April menunggu Vani di parkiran besmen sekolah seorang diri.Dijam -jam segini memang masih belum ada yang belum berangkat.Mayoritas para pelajar akan memenuhi sekolah jika jam sudah menunjukkan pulul 6.50.
Setelah menunggu beberapa menit,akhirnya yang ditunggu-tunggu April sedari tadi datang.Namun saat Vani sudah semakin dekat menuju parkiran,April mengernyit heran karena Vani datang tak seorang diri,melainkan dengan seorang laki-laki yang April kenali.
April hanya diam menatap kedatangan Vani.April melihat Vani yang bersalaman mencium tangan seorang pria itu.Pria itu pun mengusap pucuk kepala Vani dengan gemas lalu mencium singkat kening Vani seraya tersenyum hangat pada Vani.
"Astaga!" Gumam April pelan,terkejud dengan sikap Vani dengan laki-laki itu.
April tetap diam duduk di atas motornya yang sudah terparkir,sembari terus memperhatikan Vani yang ada diatas turunan parkiran besmen.
"Dadaahhh!!" Ucap Vani melambaikan tangan pada laki-laki tersebut.
Setelah laki-laki itu pergi,Vani berlari kecil turun ke besmen.
"Eh April sudah datang?" Tanya Vani terkejud melihat April yang ternyata sudah stand by di atas motornya yang sudah terparkir rapih.
"Iya sudah dari tadi" Jawab April sekenanya.
Mampuss aku,apa tadi April melihatnya yah? Tapi kok dia cuek -cuek saja? Batin Vani.
"Emmm emmmm" Vani bingung bagaimana menyikapi April.
"Kenapa gugup?" Tanya April dengan nada biasa saja.Padahal dalam hati terdapat beribu pertanyaan tetang apa hubungan Vani dengan laki-laki itu.
"Emm emmm" Vani menunduk sembari meremas -remas tangannya.
"Cerita saja! Jelaskan padaku apa hubungabmu demgan Kak Joko?" Tanya April to the poin.
"A-akuu....akuu....."
"Ehemm" April berdehem tanda menuntut jawaban yang jelas.
"Kami hanya dekat saja,tidak pacaran kok" Jawab Vani cepat.
"Kamu kan sudah ada Kak Aldo Van" Ucap April mengingatkan status Vani.
"I-iya aku tahu Pril"
"Lalu?"
"A-aku hanya bermain-main saja"
"Bermain-main?"
"I-iya"
"Hahhhh....Bagaimana jika Mas Aldo tau?" April bertanya sambil menghela nafas berat melihat kelakuan sahabat baiknya itu.
"Mas Aldo kan kerja di Semarang.Dia tak akan tau jika tak ada yang memberitahunya"
"Apa Ibukmu tau tentang hal ini?" Tanya April.
"Tau"
__ADS_1
"Apa kata Ibumu?"
"Katanya gak pa pa asalkan jangan serius.Hanya untuk main-main saja tak lebih" Jawab Vani yang membuat April melongo mendengarnya.
Bagaimana seorang Ibu mendukung anaknya dekat dengan laki laki lain saat dalam status tunangan pria lain? Astaga,sungguh sangat keterlaluan. Batin April tak percaya mendengar penjelasan Vani.
"Ohh" Jawab April singkat tak ingin memperpanjang masalah.
"Jangan bilang siapa-siapa ya!"Pinta Vani dengan wajah memelas.
"Hemmm" Jawab April malas.
"Ayo naik" Sambung April lalu berjalan menaiki tangga keluar dari parkiran bawah tanah sekolah.
"emm" Vani mengangguk sebagai jawabannya.
.
.
Sekolah hari ini biasa-biasa saja.Hingga tak terasa sudah waktunya untuk pulang sekolah.April menunggu Vani di depan kelasnya,berniat pulang bersama dengan Vani.Tak lama Vani pun keluar dari kelasnya demgan menggendong tas di punggungnya.
"Yok balik" Ajak Vani menggandeng tangan April.
"Yok" Mereka berjalan beriringan menuju gerbang sekolah.
Saat sampai di depan gerbang sekolah,terlihat Joko sudah bersiap di atas motornya menunggu kedatangan Vani.
Joko adalah alumni di sekolah tempat April dan Vani belajar.Joko 2 taun lebih tua dari Vani dan April.Joko bekerja disekolahan sebagai staf TU(Tata usaha) disekolah yang direkrut langsung oleh Pak Ridwan.Joko merupakan anak yang rajin dan pintar,maka dari itu Pak Ridwan tak ragu untuk mengangkat Joko sebagai staf TU.
"Kamu gak takut jika ketahuan Kak Aldo?" Tanya April memandang lekat-lekat mata Vani.
"Mas Aldo masih di semarang,minggu depan baru pulang" Jawab Vani mantab.
"Apa sebelumnya Kak Joko sudah pernah ke rumahmu?" Tanya April penuh selidik.Pasalnya Vani begitu santai saat akan pulang bersama dengan Joko,seperti sudah terbiasa saja.Tak terlihat raut kekhawatiran sedikitpun diwajah Vani.Yang ada hanya raut santai dan senang yang tergambar jelas dalam ekspresinnya.
"Sudah 3 atau 4 kali kalau gak salah" Jawab Vani mengingat-ingat.
"Ibumu juga tau?"
"Tau"
"Ok,baiklah....Hati-hati,aku duluan" Ucap April mengakhiri obrolan.April tak ingin mengurusi hidup Vani lebih jauh lagi.
Vani tipe orang yang keras kepala,jika April.menegur dan menasehatinya pun tak akan ada hal yang berubah.Sudah 6 taun lamanya April menjadi teman dekat Vani.Jadi April paham betul dengan sifat temannya itu.
"Ya baiklah.." Jawab Vani melambaikan tangan ke arah April.
April pun berjalan ke arah motornya lalu beranjak pulang.Saat keluar dari parkiran,April melihat Vani yang sudah membonceng pada motor Kak Joko.Vani begitu lengket pada Kak Joko,Vani memeluk erat punggang Kak Joko.
Vani....Vani...Kenapa kamu seperti itu? Kamu sudah memiliki tunangan,tapi malah bermesraan demgan Kak Joko.Kasihan sekali Kak Joko hanya dijadukan mainan olehmu.Aku tak bisa berbuat apa apa,belum saatnya aku menegurmu.Pasti kamu akan marah padaku jika aku ikut campur tentang hal ini,Hahhhhh. Batin April menatap kepergian Vani dan Joko.April menggeleng-gelengkan kepala iba dengan nasib Kak Joko.
TIN TIN TIN
__ADS_1
Bunyi klakson bersaut-sautan mengagetkan April.
"Oiii April !! Cepetan majuu dong !! Jangan diem di tengah-tengah gerbang kayak gitu !!" Tegur siswa yang ingin keluar dari besmen.
Karena April asyik melamun memikirkan Vani dan Kak joko,Ia sampai lupa jika motornya berhenti ditengah-tengah gerbang parkiran besmen.
"I-iyaa maaf" Jawab April tergagap karena terkejut.April segera memajukan motornya lalu bergegas tancap gas memuju rumahnya.
......🌻🌻🌻......
Sedangkan disisi Vani dan Kak Joko mereka tengah ketawa-ketiwi diatas motor.Tak lama kemudian mereka sampai dirumah Vani.
Vani turun dari motor Kak Joko,Joko tak turun dari motornya karena Ia tak akan mampir ke rumah Vani.Joko hanya mengantarkan Vani pulang sampai dideoan jalan setapak menuju rumah Vani.
Rumah Vani berada dibelakang rumah saudaranya,hanga ada jalan setapak yang dapat dilalui 1 motor sebagai akses keluar masuknya.
"Sampai sini saja Kak" Ucap Vani setelah berhasil turun dengan selamat dari motor Kak Joko.
"Baiklah"
"Vani masuk dulu ta Kak" Ucap Vani tersenyum manis ke arah Kak Joko.
Kak Joko tersenyum gemas melihat senyum manis milik Vani.Ingin rasanya Joko membungkus Vani lalu Ia bawa pulang untuk dijadikan pajangan dikamarnya.
"Iya" Ucap Kak Joko singkat.
"Vani masuk dulu,Kakak hati-hati pulangnya" Ucap Vani care pada Kak Joko.
"Iya iya bawelll,sudah sana kamu masuk dulu.Aku akan disini menunggumu sampai kamu masuk ke dalam rumah.Jika kamu sudah masuk,aku akan langsung pulang" Ujar Joko mengelus puncak kepala Vani.
"Ihhh Kakakk....Jadi berantakkan kan jilbabku" Ucap Vani kesal sembari merapikan jilbabnya yang acak-acakan karena ulah Kak Joko.
"Ha ha ha....Masih tetap cantik kok" Ujar Joko mendekatkan wajahnya ke wajah Vani.
Seketika Vani terdiam,tangannya terhenti menyentuh kepalanya.Ia tersipu mendengar pujian dari Joko,apalagi sekarang jarak wajah mereka hanya sejengkal tangan.
"Jangan menatapku seperti itu,nanti naksir loh " Goda Joko lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Vani.
Seketika Vani cemberut mendengarnya.Vani segera berbalik berjalan masuk kerumah dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote serta favorit yah..
happy readingg