Takdirku?

Takdirku?
S-2 °•° Part 6


__ADS_3

Andi bangkit, Andi naik ke atas badan April, Andi mengungkung April di bawahnya.


" Loh loh Mas... Ngapain begini." Panik April, April menahan dada Andi agar tak semakin menempel ke arahnya..


" Lagian dari mana teman-temanmu tau? Mereka masih anak sekolah, kenapa membahas percintaan di ranjang?" Ucap Andi dengan seringai menggodanya.


" Mana aku tau Mas. Aku kan hanay mendengar obrolan mereka saja." April memalingkan wajahnya saat dirasa Andi semakin menghimpit tubuhnya.


" Lebih tepatnya menguping sayang." Ucap Andi lembit tepat di telinga April.


" Ma-Mass.... Jangan begini, beratt.." Ucap April dengan debaran jantung yang berdebaran.


"Begini bagainama?" Andi semakin menggoda April yag brad di bawah kungkungannya.


" Mas Andii..."


" Husstttt." Andi menutup mulut April dengan tangan kanannya.


" Jangan keras-keras sayang, nanti mereka fikir Mas sedang apa-apain kamu."


" Kan memang Mas sedang apa-apain aku." Protes April.


Cupp...


Andi yang gemas serta tak tahan langsung menempelkan bibirnya ke bibir ranum nan menggoda milik istrinya. Dengan garah yang semakin membuncah, Andi menggigit bibir bawah April.


" Aah.." April yang kaget pun spontan membuka bibirnya.


Dirasanya, sesuatu benda yang kenyal menerobos mulutnya. Andi ******* lembut bibir April. Andi memasukkan lidahnya untuk mengabsen setiap deretan gigi April.


April tak dapat menolak, April hanya diam memejamkan mata. Memberikan kendali penuh atas tubuhnya kepada sang suami. April meremas kaos yang melapisi dada Andi. Menahan semua rasa yang belum pernah Oa rasakan sebelumnya.


Cukup lama mereka berciuman, karena terlena, sampai terlupa untuk bernafas. April mendorong dada Andi pelan.


" Haaahh haahh haaah..." April langsung meraup udara sebanyak-banyaknya setelah pagutan mereka terlepas.


Dada April naik turun, matanya masih terpejam. Enggan menatap sang suami yang tengaj berada di atasnya. Andi sendiri, Ia tersenyum senang dengan nafas yang sama memburunya.


"Izinkan Mas menyentuhmu Dek." Ucap Andi dengan suara berat.


April menghela nafasnya sebentar, lalu dengan mantab menatap mata Andi.


" Adek siap Mas, Adek siap menjalankan kewajiban Adek." Jawab April mantab.


Andi tersenyum senang, dikecupnya sekali lagi seluruh wajah April.


" Sebelum kita memulainya, Mas akan mengajarimu suatu do'a terlebih dahulu. Dengarkan ya !" April mengangguk.

__ADS_1


Andi melafalkan sebuah do'a yabg sudah Ia pelajari seblumnya.


" اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami."


"Tujuan doa ini supaya Allah memberikan rezeki berupa keturunan dari hubungan intim suami istri. Serta diharapkan anak keturunan bisa dijauhkan dari setan dan terhindar dari hal-hal buruk." Ucap Andi menjelaskan.


"Nabi Muhammad SAW pernah bersabda apabila ditakdirkan memiliki keturunan, maka ia (anak tersebut) tidak akan diganggu (dibahayakan) oleh setan selama hidupnya." Sambung Andi yang masih tetap dengan posisinya di atas tubuh April.


Kemudian, Andi menanggalkan seluruh pakaian ya sendiri serta seluruh pakaian April. April yang merasa malu pun berusaha menutupi tubuh polosnya.


Andi dengan sigap meraih selimut. Andi kembali memposisikan tubuhnya di atas April. Andi membentangkan selimut untuk menutupi tubih mereka berdua.


" Jangan sampai setan melihat kita dalam keadaan telanjang bulat." Bisik Andi. April hanya mengangguk saja, April terlalu sibuk menata debaran jantungnya yang tak beraturan.


" Ada satu do'a lagi yang harus kamu hafalkan sayang."


" Apa itu Mas?"


بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ


Bismillahil 'aliyy al-azhim. Allahumma ij`alhaa dzurriyatan thayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dzaalika min shulbi. Allahumma jannibni asy-syaithaan wa jannib asy-syaithaan maa razaqtanaa.


Andi menuntun April untuk melafalkan do'a bersama. Andi memegang pucuk kepala April dengan malafalkan do'a.


" Bismillah.." Bisik Andi lalu memulai aksinya.


Terjadilah pergumulan panas diantara keduanya. Satu jam kemudian, kedua insan yang sedang memadu cinta telat usai dengan kegiatan panasnya.


Andi ambruk di samping April, Andi dan April sudah bermandikan keringat akibat aktifitas yang baru saja mereka lakukan.


Andi menarik April untuk masuk ke dalam dekapannya. Wajah April disandarkan di dada bidang Andi.


April tersenyum, April dapat merasakan debaran jantung Andi yang sama kencangmya seprti dirinya. Dada Andi naik turun dengan cepat. April menghirup aroma maskulin dalam tubuh Andi.


" Terimakasih." Bisik Andi dengan lemasnya.


Andi mengeratkan pelukannya, diciumnya pucuk kepala April berulang-ulang.


" Terimakasih sudah memuaskan Mas." Goda Andi .


April langsung memukul dada bidang Andi. Andi hanya terkekeh geli, ia tahu jika saat ini istrinya tengah malu. Terlihat dari wajah April yang semerah tomat saat mereka memadu kasih tadi.


" Mari kita tidur, fajar nanti nambah lagi."

__ADS_1


" Apaa?" April langsung menjauhkan wajahnya dari dada Andi.


" Kenapa? Udah gak sabar ya?" Goda Andi dengan senyun jahil.


" Yang benar saja Mas? Ini maaih sangat sakit, bahkan aku masih merasakan kedutan perih di bawah sana." Protes April.


" Eitss, dosa loh nolak keinginan suami." Ancam Andi.


" Tap--" April tak berani melanjutkan ucapannya, karena Andi sudah mengancamnya dengan kata dosa.


" Baiklahh..." Pasrah April.


Niatnya Andi hanya bercanda, tapi ternyata sang istri menanggapinya dengan serius. Andi terkekeh, lalu kembali mendekap tubuh April.


" Mas hanya bercanda Dek."


April tersenyum, April memejamkan matanya. Tubuhnya lelah, hingga dalam sekejap April langsung tertidur di dalam dekapan hangat sang suami.


" Selamat malam istriku." Bisik Andi lalu kembali menciumi seluruh wajah April.


Cium-mencium menjadi hobi bari bagi Andi. Entah sudah berapa banyak Andi menciumi wajah istrinya itu.


Andi langsung menyusul April ke alam mimpi dengan perasaan bahagia.Senyum pun tak surut dari bibir Andi.


.


.


.


.


Bersambungg...


Hai hai haii... jangan lupa dukung terus kisah Apeil dan babang Andi yah..


Ayo ramaikan cerita ini,


Like, Komen, Vote sebanyak banyaknya..


Favorit dan hadiah juga pastinya.


Maaf ya jika banyak typo, terimakasih.


Happy reading.


Babayy😄😉

__ADS_1


__ADS_2